Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 176254 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Inez Ariadne
"ABSTRAK
Latar Belakang: Mikrosirkulasi memiliki fiingsi autoregulasi yaltu kemampuan
melebarkan dan menyempitkan pembuluh darah untuk mempertahankan perfusi jaringan
Diabetes melitus melalui proses biokimiawi menyebabkan penurunan fiingsi autoregulasi
tersebut dan selanjutnya berperan dalam terbentuknya ulkus diabetik (selain neuropati
dan infeksi) Penanganan yang sulit terhadap ulkus menyebabkan timbulnya berbagai
usaha terapi diantaranya pemberian oksigen hiperbank Mekanisme yang timbul akibat
oksigen tlnggl dalam penyembuhan luka yang utama adalah pemberian oksigen
hngkungan sekitar luka sehingga dapat membunuh kuman sedangkan efek lain masih
diperdebatkan dan diteliti Studi mi untuk melihat pengaruh oksigenasi hiperbank selama
5 hari terhadap TcP02 dan venule arteriole reflex (VAR) sebagai mndikator fungsi
mikrosirkulasi pasien ulkus diabetik.
Tujuan: Penehtian Mengetahum penrngkatan TCP02 dan VAR sebagai petanda fiingsi
mikrosirkulasi pada pendenta ulkus diabetik yang dilakukan terapi oksigen hiperbarik
selama 5 harm.
Metode Penelitian: dilakukan terhadap 21 pasien ulkus diabetik Kelompok perlakuan
sebanyak 11 orang dengan usia rata-rata 58,0 ± 92 tahun sedangkan kelompok kontrol
sebanyak 10 orang dengan usia rata-rata 592 ± 84 tahun Kedua kelompok mendapat
terapi antidiabetik antibiotik dan perawatan luka Oksigenasi hiperbarmk dilakukan
dengan cara menghisap oksigen 100% sebanyak 3X 30 menit dengan selang pembenan
udara biasa (oksigen 20%) selama 5 memt di dalam ruang bertekanan 24 ATA dan
dilakukan selama 5 han berturut-turut Pemermkaan TcPO2 dan VAR dilakukan pada han
pertama sebelum TOHB dan han kelima setelah TOHB Data hasil pemenksaan
dianalisis dengan statistik menggunakan up non parametrik Wilcoxon signed rank dan
Mann whitney
Hasil: Nilai median TcPO2 han pertama kelompok OHB 16 70(7 58-59 73) mmHg dan
han kelima 41 83(8 9-61 55) mmHg Nilai median TcPO2 han pertama kelompok NOHB
34 54(3 66-65 48) mmHg dan han kelima 33 84(12 66-78 69) mmHg Tidak ada
perbedaan bermakna perubahan di dalam kelompok (p= 0,06 p= 0 72) maupun antara
kedua kelompok (p=0 8) Nilai median VAR han pertama kelompok OHB 28 98 (10,68-
6404) mmHg dan hari kelima 23 92( 53 05-84 23) mmHg Nilai median VAR han
pertama kelompok NOI-1B 6057 (8 04 75 47) mmHg dan harm kelima 34 51(-12 82-
5028) mmHg Tidak ada perbedaan bermakna perubahan di dalam kelompok OHB tetapi
bermakna pada kelompok kontrol (p=0 02) sedangkan perbedaan antara kedua
kelompok tidak bermakna secara statistik (p0 88)
Kesimpulan: Terapi oksigen hiperbank selama 5 hari, tidak berpengaruh pada TcPO2 dan
VAR

ABSTRACT
Background
Microcirculation to maintain its tissue perfusion is autoregulated by vasodilating and
vasoconstricting the blood vessels Lochemical processes in diabetes mellitus dysregulate
the microcirculatory function to maintain tissue perfusion This dysregulation in
conjunction with neuropathy and infection may resulted in the formation of diabetic
ulcer Various method have been proposed to better manage diabetic ulcers and oxygen
hyperbaric (HBO) therapy is one of such method Hyperbanc oxygen will increase tissue
oxygen concentratin and its parsial pressure surrounding ulcers resulted in eradication of
microbes The effects of HBO therapy in microcirculatory function is still debated
Aim of the study: To evaluate the influence of five days HBO therapy on TcP02 and venule-arteriole reflex
(VAR) as indicators of microcirculatory function in diabetic ulcers
Method: The study was performed in 21 patients with diabetic ulcers which divided into 2 groups
In HBO group there are II patients with mean age 58 0+9 2 years old and in control
group there were 10 patients with mean age 59 2+8 4 years old Both group received
antidiabetic therapy, antibiotic and wound care HBO therapy was performed in
pressurized room with 2,4 ATA by inhaling 100% oxygen for 30 minutes with 5 minutes
20% oxygen (room air) intervals This procedures was repeated for 5 days TcP02 and
VAR were measured per and post }{BO therapy The results were statistically analyzed
using Non Parametric Wilcoxon Signed Rank and Mann Whitney U test
Result: The pre-TcP02 median of the HBO group was 16 70(7 58-59 73) mmHg and the post-
TcP02 median was 41 83(8 9-61 55)mmHg (p0 06) The pre-TcP02 median of the
NHBO group was 34 54(3 66-65 48) mni}lg and the post-TcP02 median was
33 84(12 66-78 69)mmHg (p=O 72) There were no significant difference TcP02 between
two groups (p=0 81) The pre-VAR median of the HBO group was 28 98(10 68-64 04)%
and the post VAR median was 23 92(-53 05-84 23)% (p=O 59) The pre-VAR median of
the NHBO group was 60 57(8 04-75 47)% and the post-VAR median was 34 51(12 82-
50 28)% (p=O 02) There were no significant difference VAR between two groups
(p-088)
Conclusion: In diabetic ulcers five days of hyperbaric oxygen therapy did not influence the TcP02
and VAR"
2006
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Pengkajian data yang diambil dari riwayat penyakit dan riwayat keluarga,
pemeriksaan fisik, dan pemerlksaan diagnostik digunakan untuk memformulasikan
diagnosa keperawatan atau diagnosa medik, untuk menentukan tujuan perawatan klien,
rencana asuhan keperawatan, dan untuk mengevaluasi upaya pencapaian tujuan klien.
Berbagai informasi perlu dikumpulkan oleh para perawat pada saat melakukan
pengkajian kepada klien. Oleh karenanya, perawat harus mampu memadukan data
riwayat medik kedalam pengkajian keperawatan sehingga berbagai tanggung jawab
keperawatan dan medik yang bersifat intrdependensi dapat dipenuhi berdasarkan urutan prioritas yang tepat. Beberapa teknik pemeriksaan fisik yang sama dapat dilakukan baik oleh perawat maupun oleh dokter."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 1998
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sidartawan Soegondo
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2005
616.1 SID p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Devi Susanti
"Penyakit kardiovaskular merupakan permasalahan kesehatan yang dihadapi di berbagai negara di dunia. Residen menemukan berbagai macam penyakit kardiovaskuler selama praktik residensi dalam waktu satu tahun di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita antara lain Acute Coronary Syndrome (ACS) dengan STEMI, NSTEMI dan UAP, aritmia, kelainan katup, kelainan septal jantung, myxoma, aneurisma aorta dan diseksi aorta. Selama praktik residensi, Residen sebagai perawat spesialis telah menjalankan peran sebagai care provider yang diterapkan pada satu pasien kasus kelolaan utama yakni NSTEMI post operasi Coronary Artery Bypass Grafting dan 30 pasien kasus resume dengan pendekatan model adaptasi Roy dalam memberikan asuhan keperawatannya. Peran sebagai researcher dengan menerapkan EBNP menggunakan soft icepack gel dalam menurunkan nyeri dan cemas pada 12 pasien paska pembedahan jantung di ruang Intermediate Ward Bedah yang akan dilakukan pelepasan selang drain. Peran sebagai innovator telah dilakukan di ruangan ICVCU selama 5 hari dimana residen telah membuat format dokumentasi handover perawat antarshift yang dinilai efektif dan efisien dalam penerapannya.

The Cardiovascular disease is a health problems faced in various countries. Resident has found a wide range of cardiovascular disease during residency practice within a year at the Harapan Kita hospital cardiovascular including Acute Coronary Syndrome (ACS) patients with STEMI, NSTEMI and UAP, arrhythmias, valve abnormalities, abnormal septal heart, myxoma, aortic anerysme and aortic dissection. During residency practice, resident as a care provider has been implemented to one primary case patients with NSTEMI post operative coronary artery bypass grafting and 30 patients cases of resume by appliying the Roy’adaptation model in providing nursing care. Role as a researcher by applying EBNP use a soft icepack gel to reducing pain and anxiety in 12 patients after cardiac surgery at intermediate ward surgery. The role as an innovator was completed at Intermediate Cardiovascular Care Unit for 5 days, resident made a documentation format nurse handover among shift are considered effective and efficient in its application"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Monica Harvriza
"Latar Belakang Pandemi COVID-19 membuat banyak negara melakukan pembatasan aktivitas sosial, memaksa orang untuk beraktivitas dalam rumah dan mengakibatkan turunnya tingkat aktivitas. Di Indonesia belum ada data yang menjelaskan dampak pandemi COVID-19 terhadap komponen kesehatan terkait kebugaran pada populasi dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran perubahan tingkat aktivitas fisik dan tingkat kebugaran masyarakat Indonesia sebelum dan saat pandemi COVID-19. Metode Penelitian ini merupakan studi potong lintang, menggunakan kuesioner daring (online survey), dengan parameter yang diukur adalah tingkat kebugaran (VO2peak) dan tingkat aktivitas fisik masyarakat Indonesia dewasa sebelum dan saat pandemi COVID-19. Hasil pengisian kuesioner dimulai sejak Juli sampai November 2022, dari 412 responden, responden laki – laki sebesar 52,4%. Rerata responden yang mengikuti penelitian ini berusia 39,4 tahun, dan didapatkan bahwa tidak terdapat perubahan tingkat aktivitas fisik (MET) sebelum dan selama pandemi (p=0,613), namun pada komponen tingkat kebugaran, terdapat peningkatan VO2peak yang bermakna (p=0,03), dan perubahan ini dipengaruhi secara bermakna oleh faktor sosiodemografis yaitu usia (p=0,024) dan jenis kelamin (p=0,003). Kesimpulan pandemi COVID-19 memberikan gambaran bahwa faktor sosiodemografis tidak mempengaruhi perubahan tingkat aktivitas fisik namun perubahan tingkat kebugaran dipengaruhi secara bermakna oleh faktor usia dan jenis kelamin.

Background The COVID-19 pandemic has forced many countries to place restrictions on social activities, forcing people to stay indoors and causing a decrease in activity levels. In Indonesia, there is no data explaining the impact of the COVID-19 pandemic on health components related to fitness in the adult population. This study aims to see an overview of changes in the level of physical activity and fitness level of the Indonesian people before and during the COVID-19 pandemic Method this is a cross-sectional study, using an online questionnaire (online survey), with the parameters measured being the level of fitness (VO2peak) and the level of physical activity of adult Indonesians before and during the COVID-19 pandemic Results The questionnaire filling started from July to November 2022, out of 412 respondents, male respondents were 52.4% with an average age of 39.4 years, it was found that there was no change in the level of physical activity (MET) before and during the pandemic (p=0.613 ), but for the fitness level component, there was a significant increase in VO2peak (p=0.03), and this change was significantly influenced by sociodemographic factors, age (p=0.024) and gender (p=0.003).Conclusion COVID-19 pandemic illustrates that sociodemographic factors do not affect the level of changes in physical activity, but changes in fitness levels and are significantly influenced by age and gender factors."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Jurita Harjati
"ABSTRAK
Ruang Lingkup dan Cara Penelitian: Dalam bidang kardiologi untuk menilai fungsi jantung sering digunakan pembebanan. Biasanya dilakukan pembebanan dalam bentuk kerja isotonik. Pada keadaan dimana tidak dapat dilakukan kerja isotonik, dapat dilakukan pembebanan dengan kerja isometrik (handgrip test) untuk menilai fungsi jantung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembebanan kerja isometrik dan isotonik yang sesuai terhadap fungsi ventrikel kiri dengan STI dan konsumsi oksigen miokardium dengan Tri-produk yang menimbulkan peningkatan frekuensi jantung yang sama.
Pemeriksaan dilakukan pada 50 pria sehat, usia 20-25 tahun terhadap STI (QS2, LVET, PEP dan ratio PEP/LVET), tekanan darah dan Tri-produk (FJ x TD rata-rata x LVET) dalam keadaan istirahat, waktu kerja isometrik (handgrip test) dan kerja isotonik (ergometer sepeda). Hasil penelitian dianalisis secara statistik.
Hasil dan Kesimpulan: Terdapat pemendekan bermakna (p<0,05) pads lamanya QS2, LVET dan PEP pada kedua jenis kerja dibandingkan istirahat. Pemendekan QS2 dan PEP waktu kerja isotonik lebih besar secara bermakna (p<0,05) dibandingkan kerja isometrik, sedangkan pemendekan LVET waktu kerja isotonik tidak berbeda bermakna (p>0,05) dibandingkan kerja isometrik. Tidak terdapat perubahan pada fungsi ventrikel kiri yang dinilai dari ratio PEP/LVET waktu kerja isometrik dibandingkan kerja isotonik. Tekanan darah sistolik, diastolik dan rata-rata waktu kerja isometrik lebih besar secara bermakna (p<0,05) dibandingkan kerja isotonik. Tidak terdapat perbedaan bermakna {p>0,05) antara tekanan darah diastolik waktu kerja isotonik dibandingkan istirahat. Tri-produk waktu kerja isometrik adalah rata-rata 30% lebih besar dibandingkan kerja isotonik dengan peningkatan frekuensi jantung yang sama, hal mans menatakan bahwa pembebanan jantung dengan kerja isometrik cukup berat dan dapat digunakan untuk menilai fungsi jantung.

ABSTRACT
Evaluation Of The Left Ventricular Function And Myocardial Oxygen Consumption During Isometric Work By Way Of Measurement Of Systolic Time IntervalsScope and Method of Study: Loading the heart during the evaluation of its function is a frequently used method. Usually the heart is loaded by isotonic work, like the ergo cycle or the treadmill test. But in cases where isotonic cannot be performed, loading the heart with isometric work (handgrip test) can also be used. The purpose of this research work is to examine the effect of isometric and isotonic work of equivalent intensity on the left ventricular function and on the myocardial oxygen consumption as evaluated respectively by the STI and Tri-product.
Examination of the STI (QS2, LVET, PEP and PEP/LVET), heart rate, arterial blood pressure and tri-product were performed on 50 young males, age 20 - 25 years, at rest and at the end of isometric work (handgrip test) and isotonic work (ergo cycle). The results are statistically analyzed.
Findings and Conclusions: A statistically significant (p 4 0.05) decrease in the duration of Q52, LVET and PEP is found during both kinds of work when compared to values at rest. The decrease in QS2 and PEP during isotonic work is greater as compared to those during isometric work, which is statistically significant (p 4 0.05). However, the duration of LVET during both kind of work. does not differ significantly. There is also no statistic-ally significant difference in the left ventricular function as evaluated by PEP/LVET between the two kind of work. The rise in systolic, diastolic and mean blood pressure is higher during isometric work as compared with isotonic work, which is statistically significant (p < 0.05). There is no significant difference in the diastolic blood pressure during isotonic work and rest (p > 0.05). The tri-product calculated for isometric work is on the average 30 % higher than for isotonic work, which means that loading the heart with isometric work will be sufficiently high for the purpose of evaluating the performance of the heart.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1987
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vanda Mustika
"Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peningkatan fraksi ejeksi ventrikel kiri dan peningkatan kapasitas aerobik pasien pasca sindrom koroner akut setelah intervensi koroner perkutan sebelum dan sesudah terapi latihan jalan.
Metode: Penelitian ini adalah studi intervensi dengan desain pre dan post satu kelompok pada 22 subjek pasca sindroma koroner akut setelah intervensi koroner perkutan yang mengikuti program rehabilitasi jantung fase II. Subjek diberikan latihan jalan dengan intensitas submaksimal 3 kali seminggu, selama 8 minggu dengan jarak yang ditingkatkan setiap latihan. Sebelum memulai dan setelah selesai program latihan jalan dilakukan pemeriksaan kapasitas aerobik dengan uji jalan 6 menit dan pemeriksaan echokardiografi untuk menentukan fraksi ejeksi ventrikel kiri.
Hasil: Didapatkan peningkatan fraksi ejeksi ventrikel kiri yang signifikan (p<0,001), dengan rerata sebelum diberikan latihan jalan 61,49 + 11,94 % dan setelah diberikan latihan jalan mengalami kenaikan menjadi sebesar 65,85 + 8,68 %. Kapasitas aerobik yang dinilai dengan uji jalan 6 menit juga memberikan hasil yang bermakna secara statistik, sebelum diberikan latihan jalan memiliki rerata 16,05 + 3,01 mL/kgBB/menit dan setelah diberikan latihan rerata kapasitas aerobik mengalami kenaikan menjadi sebesar 19,71 + 2,83 mL/kgBB/menit.
Kesimpulan: Pemberian latihan jalan dalam program rehabilitasi jantung fase II pada pasien pasca sindroma koroner akut setelah intervensi koroner perkutan dapat meningkatkan fraksi ejeksi ventrikel kiri dan kapasitas aerobik.

Objectives: To examine the effect of walking exercise on left ventricular ejection fraction (LVEF) and aerobic capacity in post acute coronary syndrome patient after percutaneus coronary intervention.
Methods: This study is an interventional study with one group pre and post design on 22 subjects post acute coronary syndrome patient after percutaneus coronary intervention in phase II cardiac rehabilitation program. Subjects were given walking exercise programme with submaximal intensity 3 times a week, for 8 weeks with increased distance every attendance. Aerobic capacity were measured with 6 Minute Walking Test, Ejection Fraction were measured with Echocardiography, both were done before and after the walking exercise program.
Results: There were significant improvement in left ventricular ejection fraction (p<0,001), mean LVEF before exercise was 61,49 + 11,94 % and after exercise was 65,85 + 8,68 %. Aerobic capacity also show a significant improvement (p<0,001), with mean aerobic capacity before exercise was 16,05 + 3,01 mL/kgbodyweight/minutes and mean after exercise was 19,71 + 2,83 mL/ kgbodyweight/minutes.
Conclusion: Walking exercise in phase II cardiac rehabilitation program in in post acute coronary syndrome patient after percutaneus coronary intervention can improve the left ventricular ejection fraction and aerobic capacity.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Raihana Izzatinisa
"Peningkatan kadar kolesterol total dan trigliserida merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan tanaman herbal yang sering digunakan di Indonesia sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap profil lipid pada model hewan hiperlipidemia. Untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap profil lipid plasma, hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok; kelompok normal (CMC Na 0,5%) dan kelompok negatif (CMC Na 0,5%), kelompok positif (Aspirin), dan kelompok kombinasi ekstrak dosis 1, dosis 2, dan dosis 3. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak jahe merah-secang menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida secara signifikan (p<0,05) pada semua kelompok dosis dari pekan ke-8 hingga 10. Selain itu, kadar kolesterol total dan trigliserida pada pekan ke-10 menunjukan perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kelompok kontrol negatif terhadap kelompok kontrol positif, dosis I, dosis II, dan dosis III. Kelompok positif pada pekan ke-10 menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (p<0,05) terhadap kelompok dosis I, dosis II, dan dosis III. Dengan demikian, tiga variasi komposisi ekstrak jahe merah-secang mampu menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida dalam darah, dengan dosis III (800 mg : 200 mg/200 g BB) menghasilkan penurunan kadar kolesterol total dan kadar trigliserida paling tinggi.

Elevated levels of total cholesterol and triglycerides are risk factors for cardiovascular disease. Red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum) and secang (Caesalpinia sappan L) are herbal plants that are often used in Indonesia as medicine. This study aimed to examine the effect of red ginger extract (Zingiber officinale var. Rubrum) and secang (Caesalpinia sappan) on lipid profiles in hyperlipidemic animal models. To analyze the effect of red ginger extract (Zingiber officinale var. Rubrum) and secang (Caesalpinia sappan L) on plasma lipid profile, the test animals were divided into 6 groups; the normal group (CMC Na 0.5%) and the negative group (CMC Na 0.5%), the positive group (Aspirin), and the combination group extract dose 1, dose 2, and dose 3. The results of the analysis showed that the administration of red ginger extract -Secang reduced total cholesterol and triglyceride levels significantly (p<0.05) in all dose groups from week 8 to 10. In addition, total cholesterol and triglyceride levels at week 10 showed a significant difference (p<0 0.05) between the negative control group and the positive control group, dose I, dose II, and dose III. The positive group at week 10 showed no significant difference (p<0.05) against the dose I, dose II, and dose III groups. Thus, three variations of the composition of red ginger-secang extract were able to reduce total cholesterol and triglyceride levels in the blood, with dose III (800 mg: 200 mg/200 g BW) resulted in the highest reduction in total cholesterol and triglyceride level."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mega Hermawan
"Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian utama penduduk dunia (30%). Untuk menghadapi masalah ini perlu diketahui distribusi penyakit kardiovaskuler terhadap faktor-faktor risikonya secara lebih spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyakit kardiovaskuler pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik RSJPD Harapan Kita menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 339 orang dianalisis secara univariat.
Hasil menunjukkan Ischemic Heart Diseases merupakan penyakit dengan proporsi terbesar yaitu 43,36%. Berdasarkan letak lesi, penyakit jantung memiliki proporsi terbesar yaitu 87,02%. Penyakit kardiovaskuler cenderung mengenai kelompok usia 51-60 tahun dengan proporsi 29,79%. Penyakit kardiovaskuler cenderung menyerang laki-laki dan orang dengan tingkat pendidikan menengah. Diketahui bahwa proporsi pasien hipertensi dan diabetes mellitus cenderung lebih besar di antara pasien penyakit pembuluh darah otak daripada pada pasien penyakit jantung ataupun pasien penyakit pembuluh darah perifer.

Cardiovascular disease is the most common death cause (30%) . To face the problem it’s necessary to know the distribution of cardiovascular disease specifically to its risk factors. This research aims to describe the cardiovascular disease among the hospitalized patients in Harapan Kita Cardiovascular Hospital in 2012. This research uses the secondary data from Harapan Kita Cardiovascular Disease medical record and also uses cross sectional design with 339 sample and analyzed in univariate.
The results show that among the cardiovascular diseases in inpatient unit in Harapan Kita Cardiovascular Hospital, Ischemic Heart Diseases is the diseases with the biggest proportion which is 43,36%. According to lesion location, heart disease has the biggest proportion which is 87,02%. Cardiovascular diseases tend to affect the 51-60 years old group of age by 29,79% among other age groups. Cardiovascular diseases tend to affect men and those who have middle educational level. The results also show that proportion of patients with hypertension and Diabetes Melitus tends to be bigger among cererovascular diseases patients than heart diseases patients or peripheral vascular diseases patients.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S46020
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Ketut Agung Enriko
"ABSTRAK
Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit serius yang mematikan di mana seperempat kematian yang terjadi ternyata disebabkan oleh penyakit ini. Sementara itu, di negara berkembang seperti Indonesia kualitas layanan kesehatan masih rendah, ditandai dengan kurangnya tenaga dokter pada daerah-daerah rural dan terpencil. Kondisi ini menjadi motivasi perlunya merancang inovasi teknologi telemedical yang berfungsi membantu dokter melakukan diagnosis dan pengobatan penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini mengusulkan sebuah sistem berbasis teknologi machine-to-machine M2M untuk mengecek kesehatan pasien yang akan melaporkan hasilnya ke dokter jantung secara jarak jauh melalui aplikasi website dan aplikasi mobile, yang diberi nama My Kardio. Desain dari sistem ini adalah terdiri dari tiga bagian utama yaitu bagian pasien patient site yang terdiri dari sensor-sensor dan gateway, bagian server server site yaitu server aplikasi web dan mobile yang terletak di cloud internet, dan bagian dokter doctor site yaitu aplikasi web dan mobile untuk dokter agar dokter dapat melakukan pengecekan dan diagnosis terhadap pasien secara online. Sistem ini dilengkapi dengan sistem prediksi auto-rekomendasi untuk memberikan rekomendasi kepada dokter dalam menentukan diagnosis penyakit yang diderita pasien. Sistem auto-rekomendasi ini dibangun dengan algoritma k-Nearest Neighbors kNN yang terbukti cukup baik performansinya dalam hal akurasi dan kecepatan. Uji coba telah dilakukan pada empat lokasi di daerah pinggiran Jakarta yaitu Kampung Banjarsari 10 pasien , Cibubur 15 pasien , Cimanggis 37 pasien , dan Pancoran 23 pasien pada total sejumlah 85 pasien. Evaluasi kuantitatif menghasilkan rata-rata akurasi prediksi sistem auto-rekomendasi adalah 76,47 , waktu pemrosesan sistem auto-rekomendasi 1 detik, dan performansi waktu transfer data dari lokasi pemeriksaan ke server M2M adalah 8,97 detik. Evaluasi secara kualitatif dilakukan melalui wawancara dokter spesialis jantung, dan diperoleh hasil bahwa aplikasi My Kardio sangat membantu terutama untuk daerah-daerah yang kekurangan dokter spesialis jantung; dan juga bermanfaat untuk kota besar di mana akses pasien ke dokter jantung juga terkendala oleh waktu praktek dokter yang terbatas dan kemacetan. Kata kunci:Machine-to-machine, penyakit kardiovaskuler, k-Nearest Neighbors.

ABSTRACT
Cardiovascular disease is a deadly disease which one-fourth of deaths are caused by this disease. Meanwhile, in developing country like Indonesia, the quality of health services is still low, marked by the lack of doctors to serve patients. This condition gives the motivation about the need for a new innovation to improve the life expectancy of cardiovascular patients in Indonesia, with the help of technology. This research proposes a machine-to-machine M2M technology-based system to check the health of patients which will report the results to the cardiologist remotely through the web and mobile applications, named My Kardio. The design of this system is composed of three main parts, the first one is patient site consisting of sensors and gateways, then server site which is web and mobile application server located in the Internet cloud, and the last is doctor site: web and mobile application for doctors to enable doctors checking and diagnosing patients online. The system is equipped with an auto - recommendation prediction system to provide recommendations to physicians in determining the diagnosis of illness suffered by the patient. This auto-recommendation system is built on the k-Nearest Neighbors kNN algorithm that has been proven with good accuracy and fast. Trials have been performed in four locations in the suburbs of Jakarta: Kampung Banjarsari 10 patients , Cibubur 15 patients , Cimanggis 37 patients , and Pancoran 23 patients of the total 85 patients. Quantitative analysis results are, first the prediction accuracy of the auto- recommendation system is 76.47 on average, then the processing time of auto- recommendation system is 1 second, and last, the duration of data transfer time from location to M2M server is 8.97 seconds. Qualitative analysis was made with cardiologists interviews, which results that My Kardio application is very helpful especially in remote areas which lacking of cardiologists, even for big cities where patients rsquo; access to cardiologists is a problem due to limited clinic time and traffic jams. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
D2486
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>