Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2991 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sumeru Ashari
Jakarta: UI-Press, 1995
635 SUM h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Sumeru Ashari
Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), 2006
635 SUM h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, 1991
JHORT 1 (1-4) 1991
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
Arifin Arief
Yokyakarta: Andi, 1990
635 ARI h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"Sand beach dikes (land and sea barries) along the southern area of Balonrejo (Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Purworejo) with beacline width varying between 2 to 4 km apparently are much used by the local community for horticulture of red pepper, tomato, melon etc...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Purwono
Jakarta : Penebar Swadaya , 2007
635 PUR b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Departemen Pertanian, 2006
338.1 PEN
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Meta Widiastri
"ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis keunggulan komparatif produk hortikultura ASEAN 5 dengan China sebelum dan setelah ACFTA serta dampak implementasi ACFTA terhadap perdagangan produk hortikultura antara ASEAN 5 dan China. Model yang digunakan adalah panel gravity dengan metode estimasi least square dengan pendekatan fixed effect. Hasil yang didapat adalah bahwa ASEAN 5 tidak memiliki keunggulan komparatif pada produk hortikultura dan nilainya semakin menurun setelah diberlakukan ACFTA. China memiliki keunggulan komparatif pada produk hortikultura dan nilainya semakin meningkat setelah diberlakukan ACFTA. Bila eksportir produk hortikultura adalah ASEAN 5, maka dengan adanya ACFTA, ekspor produk hortikultura dari ASEAN 5 ke China akan menurun jumlahnya.
ABSTRACT
This paper analyzed the comparative advantage of horticulture products of ASEAN 5 and China before and after ACFTA and the impact of ACFTA on horticultural products trade between ASEAN 5 and China. The model used is the gravity panel with fixed effect approach. The result is that ASEAN 5 does not have a comparative advantage in horticulture and its value has declined after ACFTA. China has a comparative advantage in horticulture and its value has increased after ACFTA. When the exporter is ASEAN 5, its exports of horticultural products to China will be declined after ACFTA."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T41630
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Marwoto
"Pengembangan hortikultura menghadapi kendala serangan nema-toda parasitik yang menyebabkan kehilangan hasil cukup tinggi. Di Indonesia, kerugian hasil hortikultura akibat nematoda parasitik berkisar antara 20-40% dari total produksi per tahun. Salah satu cara pengendalian yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan ialah dengan menggunakan varietas tahan dikombinasikan dengan teknik pengendalian lainnya. Tingginya kebutuhan akan varietas tahan mendorong peningkatan investasi di bidang pemuliaan tanaman. Di Indonesia investasi di bidang pemuliaan tanaman meningkat 15-30%. Sasaran pengembangan varietas tahan ialah menekan kerapatan populasi nematoda pada tingkat yang tidak merugikan guna meningkatkan produksi, produktivitas, mutu hasil, dan daya saing produk hortikultura. Sasaran tersebut dapat dicapai dengan strategi sebagai berikut: (1) penggunaan varietas tahan dan teknik pengendalian lainnya dengan memerhatikan kelestarian lingkungan; (2) pengembangan sistem pemantauan populasi nematoda di lapangan; (3) diseminasi inovasi melalui sekolah lapang pengendalian hama terpadu; (4) pengembangan kerja sama pemuliaan partisipatif; dan (5) penguatan penelitian dasar di bidang biologi, ekologi, genetika, dan bioteknologi. Untuk meningkatkan investasi di bidang perakitan varietas tanaman dan perbenihan diperlukan penguatan penerapan sistem perlindungan varietas tanaman. Keberhasilan pengembangan industri pemuliaan tanaman sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. "
Kementerian Pertanian RI, 2013
630 PIP 6:4 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"One of the problems in the empowerment of SME's is the low quality of technology. The result of the inventory of issues conducted by the ministry of cooperatives and SMEs in 2009 stated that the problem faced in the development of SMEs is the choice and type also the level of technology required in order to support the acceleration of analysis of the process of empowerment of SMEs. From the factor analysis in implementing effective technology to increase SMEs productivity in food crops and horticulture shows 10 (ten) important factor that determine the success of technology adotion by SME's are: (1) Government support, (2) Operational cost of tools usage, (3) Assets ownership by SME's, (4) Types of product, (5) Support system, (6) Supporting infrastructure, (7) Equipment price, (8) Business development strategy, (9) Human resources availability, (10) User friendly tools. Government support is a main factor considering weaknesses in the internal of SMEs and weaknesses in syst
em suppot and infrastructure. From various conditions mentioned above and to encourage technology application by SMEs, highly recommended to give incentive such as: (1) Ease to access to investment loans, (2) Provision of counseling, eduacation and training agencies, (3) entrepreneur development through education and (4) Development of information institutions and other supporting agencies such as research and development institutionInfrastructure development needs greater attention because this policy will affect the level of technological efficency."
JPKUKM 8 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>