Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 54985 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Paris: IEA Publications, 2008
333.79 ENE
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Siwage Dharma Negara
"Fuel plays an important role in indonesia In line with the ongoing development, the consumption of fuei increases rapidly. Considering fuel as a sensitive· commodity, the government maintains the price of fuel at a very low price through subsidy. Later,
it is realized that this policy has some negative effects, i.e. inefficiency in fuel
consumption, pollution, discourage the search for alternative energy sources, etc. However. the urgency of revoking fuel subsidy comes from the pressure of state budget ?s condition. Experiencing massive budget deficit, the government plans 10 cut
its expenditure by reducing the subsidy. The subsidy reduction will cause the price of fuel to increase. While, we do not know the impact of the increase in fuel price on the economy.
In view of that, the objectives of this thesis are. first, to estimate the likely impact of increasing the price of fuel on aggregate output. employment, saving and income distribution. Second, to detennine appropriate policy that may reduce the negative impact resulting from increasing price of fueL
The methodology used in this thesis is computable general equilibrium (CGE), CGE
Has been selected because of its capability in describing interaction among sectors within economy. The advantage of using CGE models is that, one constructed, they yield a tractable tool for analyzing a wide range of possible policy changes. By using the CGE model, we do some scenarios of fuel price increase and investigate its impact on the economy
The simulation result shows that the policy of increasing fuel price can be used to strengthen government budgeL However, the impact on unemployment should be seriously taken into consideration. Given the more vital role played by HSDO compare with that of gasoline and IDO in the economy, the percentage of price increase in HSDO should be lower than the other if the government wants to soften
the burden to society."
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
T4964
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dicky Suryadinata
"Semakin kritisnya kondisi energi Indonesia membuat berbagai aspek kehidupan tak hanya perekonomian tapi juga bidang sosial budaya dan politik terpengaruh. Ironisnya kondisi tersebut terjadi di Indonesia yang memiliki cadangan energi yang cukup besar. Ini menunjukan kesalahan tersebut terdapat pada kebijakan dan kurang kepedulian pemermtah ataupun pihak pihak terkait terhadap sektor yang satu ini. Kurang tepatnya kebijakan tersebut disebabkan oleh timpangnya energy mix nasional dan menyebabkan terhambatnya pengembangan energi alternatif ataupun belum optimalnya pemanfaatan energi gas dan batubara. Pemberian data atau informasi yang menggambarkan kondisi yang ada diharapkan dapat membantu pihak - pihak terkait dengan bidang energi untuk melakukan langkah - langkah ataupun kebijakan yang dapat memperbaiki kondisi tersebut. Pemberian informasi tersebut berupa grafik, tabel dan pemetaan yang diambil dari data mentah berbagai lembaga energi seperti DESDM ataupun dari laporan perusahaan perusahaan pengguna energi seperti PT PLN. Pembuatan tabel ataupun grafik tersebut akan mempermudah kita untuk menganalisa ataupun mengkaji kondisi energi Indonesia dan Kebijakan Energi Nasional. Dari tabel tabel dan grafik yang telah dibuat dari data sampai tahun 2003 dan 2004 dapat diketahui bahwa konsumsi BBM masih sangat tinggi, ekspor dan impor sangat besar dan masih tingginya ketergantungan terhadap energi minyak bumi. Untuk itu sudah saatnya pemerintah serius melaksanakan program - program Kebijakan Energi Nasional, mengembangkan energi alternatif, rasionalisasi harga energi ataupun pengembangan infrastruktur energi. Dengan demikian akan tercipta energy mix nasional yang seimbang, diversifikasi energi ataupun efisiensi pemakaian energi.

Critical energy, that has been happen in Indonesia, influences many aspect in our lives, not only in economics but also in social and political side .This is an irony for Indonesia that one of country have much stock of energy in its earth. It's shows us there is something wrong in government policy and government careless or other stakeholders for this sector. This unacurate policy is caused by unbalancing the energy mix and cause the development of alternative energy was obstacled or energy consumption not effective and optimal. The datas or informations about this energy situation are hoped will help the governance and stakeholders to do something concrete or make a right policy and rules that will make this situation better. The datas or information include charts, tables and roadmaps that was taken from energy institution like DESDM or energy used company like PT PLN, etc. That will make our analizing about our energy condition and policy easier . The tables and charts that had made from the datas until year 2003 and 2004 show us that energy consumption .export and import are still high, and there is dependent of one energy. So it's time for our government to do seriously all of programs of National Energy Acts, develop alternative energy, rationalize energy price or develop the energy infrastructure. So that it will create a balancing national energy mix, diversification of energy, and increasing the energy concumption effectiveness."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S37897
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ganang Pandu Salaksa
"Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan energi yang efisien pada pertumbuhan ekonomi di 10 negara di Asia. Dengan menggunakan fixed effect data panel pada model pertumbuhan yang digunakan Barro dan model KLEC yang digunakan Kummel, Henn dan Lindenberger, pada penelitian ini menunjukan pengaruh penambahan tenaga keija dan investasi serta penggunaan energi yang efisien memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Dekomposisi 10 negara pada penelitian ini menjelaskan bahwa perubahan intensitas energi pada beberapa negara akibat pengaruh intcnsitas efek pada Indonesia dijelaskan dengan dekomposisi bahwa intensitas energi teljadi akibat pengaruh intensitas efek, pada beberapa sektor di Indonesia yaitu pada scktor transportasi dan industri terlihat tidak efisien penggunaan energinya scdangkan pada sektor jasa-jasa terlihat efisien penggunaan energinya dan juga terlihat bahwa telah terjadi pemanfaatan teknologi yang lebih efisien dalam mengolah energi."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
T32495
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1992
S22772
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rustam
"Ketidakpastian energi di era globalisasi yang dilatarbelakangi oleh pengaruh Lingkungan Strategis: lokal, nasional, regional, dan internasional telah mengakibatkan carut-marutnya Sistem Ketahanan Energi Nasional (SKEN) di Indonesia sehingga diperlukan suatu model geostrategi perencanaan energi yang komprehensif dan interdisiplin. Model keuletan dan ketangguhan merupakan mixed model method yang mengidentifikasi karakteristik faktor-faktor eksternal dan internal secara kualitatif dan kuantitatif.
Tujuan penelitian: 1). menganalisis faktor-faktor keuletan dan ketangguhan dalam dinamika sistem kebijakan ketahanan energi Indonesia pada empat variabel input; 2). Menganalisis tingkat pentingnya faktorfaktor keuletan dan ketangguhan terhadap Indikator Strategik output SKEN; dan 3). Menganalisis prioritas rencana stratejik intengrasi perencanaan Jaringan Energi ASEAN dalam pengembangan sistem ketahanan energi di Indonesia.
Hasil penelitian selain merumuskan teori SKEN secara kontekstual juga menemukan model (Keuletan dan Ketangguhan) dalam pengembangan sistem ketahanan energi di Indonesia. Implikasi penelitian merekomendasikan pentingnya model keuletan dan ketangguhan dalam mentransformasi perencanaan dan kebijakan pengembangan sistem ketahanan energi Indonesia dalam pengembangan Jaringan Energi ASEAN.

The uncertainty of energy in the era of globalization is grounded by the strategic environment influences; in local, national, regional, and international affecting the unclear National Energy Resilience System (SKEN) in Indonesia. Therefore, a comprehensive and interdisciplinary geostrategic planning model is required. The model, ductility and toughness, is proposed by using a mixed method study to identify external and internal factors characteristics in qualaitative and quantitative approach.
The study aims: 1) To analyze ductility and toughness factors in system dynamics in Indonesia's energy resilience system policy through four input variables; 2). To analyze the level of importance of ductility and toughness indicators on SKEN strategic planning output, and 3). To analyze the priority of strategic planning on ASEAN energy network planning related on Indonesia?s resilience energy system development.
The study has resulted not only to formulate the contextual of SKEN but also to find the model (ductility and toughness) upon development of Indonesia's reseilience energy system. Furthermore, the study has implication to recommend the importance of ductility and toughness factors to transform Indonesia's reseilience energy system planning and policy on ASEAN Energy Network development.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
D2173
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sa`dan Mubarok
"Skripsi ini membahas Ketahanan migas dalam perspektif kebijakan energi dan strategi NOC periode 1970-2010 melalui studi perbandingan Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini adalah penelitian eksplanatif yang menggunakan metode kualitatif. Dengan menggunakan teori developmental state, konsep ketahanan energi (energy security), konsep desentralisasi, dan konsep paradigma kebijakan energi, hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan migas di Malaysia lebih baik dibandingkan Indonesia.
Hasil tersebut didasarkan atas kebijakan energi Malaysia yang mampu merespon dengan baik faktor karakteristik cadangan migas, karakteristik supply-demand migas, relasi pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan sumber migas, dan relasi NOC dengan Pemerintah yang berperan terhadap ketahanan migas nasional. Selain itu, Petronas lebih unggul dalam jumlah kepemilikian cadangan migas baik di dalam negeri maupun luar negeri yang terlihat dari tingkat produksi migas yang mencapai dua juta barel setara minyak setiap hari. Keunggulan dari kebijakan energi dan strategi NOC Malaysia tidak terlepas dari perencanaan kebijakan energi yang lebih terkoordinasi, paradigma kebijakan energi supply demand dengan pendekatan demand side management yang mengkonstruksi kebijakan energi berdasarkan kondisi cadangan migas, dan model relasi pembagian tanggung jawab antara Petronas dengan Pemerintah Malaysia.

This thesis discusses oil and gas security in perspective of energy policy and NOC?s strategies period 1970-2010 through comparative study in Indonesia and Malaysia. this is an explanative research using a qualitative method. In this research, the writer used the developmental state theory, the concept of energy security, decentralization concept, and the paradigm of energy policy concept, where the result of the analysis showed that oil and gas security in Malaysia is better compared to Indonesia.
That result is based on Malaysia?s energy security policy that responds better to the following factors: characteristics of oil and gas reserves, characteristics of oil and gas supply-demand, the relationaship between central government and regional government, and the relationship between NOC and the government that contributed to national oil and gas security. Beside that, Petronas is superior in oil and gas ownership, both within and outside country. This is proven by their oil and gas production, which reaches two million boepd (barrel oil equivalent per day). The superior of Malaysia?s energy policy and NOC strategies cannot be separated from their more coordinated energy policy planning, a supply-demand energy policy paradigm using a demand side management approach that construct energy policy based on the condition of oil and gas reserves, and a relationship of shared responsibilities between Petronas and the Malaysian Government."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
S47678
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Jepang sudah berkeinginan untuk menduduki Indonesia supaya memperoleh jaminan suplai minyak, timah, bauksit, logam, dan karet. Keseluruhan komoditi tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun perangkat perang di kawasan Pasifik. Sepanjang abad 20, minyak yang menjadi penggerak roda pertumbuhan ekonomi dan sebagai penggerak roda pertumbuhan ekonomi dan sebagai penentu kekuatan militer suatu Negara sudah dijadikan sebagai agenda utama kepentingan nasional. Dengan pertimbangan bahwa persaingan untuk meningkatkan stok BBM di berbagai Negara mengalami peningkatan yang sangat tajam, sementara pada saat yang bersamaan Indonesia sudah menjadi net oil importer yang secara resmi sudah tidak lagi menjadi anggota OPEC, maka sulit dibayangkan seluruh kekuatan persenjataan TNI, kalau mengalami gangguan suplai BBM tentunya tidak dapat dipergunakan sama sekali…. "
IKI 5:25 (2008)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ade Yanyan Ramdhani
"Untuk meningkatkan bauran energi terbarukan di Indonesia, pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan mandatori penggunaan campuran biodiesel 20 persen (B20). Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030. Kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan konsumsi minyak sawit dalam negeri di Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan total luas lahan 14,99 juta hektar atau setara dengan 49,5% dari total lahan kelapa sawit dunia. Namun pemanfaatan energi terbarukan yang dapat dicapai saat ini baru berkisar 11,5%, masih jauh dari target 23% pada tahun 2025. Rendahnya pemanfaatan energi terbarukan tentunya menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan adopsi biodiesel sebagai energi terbarukan. dengan meningkatkan persentase campuran biodiesel. Studi ini bertujuan untuk memahami struktur kompleks adopsi biodiesel di Indonesia serta kemudian berusaha untuk menghasilkan formulasi kebijakan terbaik dalam rangka mencapai target  pemanfaatan energi terbarukan serta komitmen dalam menurunkan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif kebijakan mandatori penggunaan biodiesel b100 memiliki hasil capaian yang terbaik dalam hal adopsi biodiesel, penurunan emisi karbon, serta penurunan kebutuhan impor solar.

To increase the renewable energy mix in Indonesia, the Indonesian government has implemented a mandatory policy for the use of a 20 percent biodiesel blend (B20). This policy is a part of an effort to realize Indonesia's commitment to reduce greenhouse gas emissions by 29% by 2030. This policy also aims to increase domestic palm oil consumption in Indonesia as the largest palm oil producer globally with a total land area of 14.99 million hectares or equivalent to 49.5% of the world's total oil palm land. However, the utilization of renewable energy that can be achieved currently is only around 11.5%, still far from the target of 23% by 2025. The low use of renewable energy is certainly a challenge for the Indonesian government to enhance biodiesel adoption as renewable energy by raising the percentage of biodiesel blended. The low utilization of renewable energy is certainly a challenge for the Indonesian government to increase the adoption of biodiesel as renewable energy. by increasing the proportion of biodiesel blends. This study aims to understand the complex structures that adopt biodiesel in Indonesia and seek to produce the best policy formulation in order to achieve the target of using renewable energy and commitment to reduce greenhouse gas emissions in Indonesia. The results showed that the mandatory alternative policy for the use of B100 biodiesel had the best results in the adoption of biodiesel, reducing carbon emissions, and reducing the need for diesel imports.  "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Akhmad Hidayatno
"Industri biodiesel berbasis minyak kelapa sawit masih menjadi kandidat terkuat dalam pemenuhan strategi diversifikasi energi dalam bentuk bahan bakar nabati. Pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan menargetkan pencampuran solar dengan biodiesel mencapai 20% dari setiap liter biosolar yang dijual pada tahun 2025. Kebijakan ini akan menciptakan pasar bagi biodiesel sehingga diharapkan mampu menarik investasi industri biodiesel, menghasilkan bauran energi berkelanjutan yang lebih baik, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi positif kepada lingkungan hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sebuah model kebijakan sebagai media diskusi terhadap potensi dampak positif dan tantangan dari berbagai macam studi akan dampak negatif dari kebijakan ini.
Model yang dibangun dengan pendekatan sistem dinamis dan akan mensimulasikan dua tingkat kebijakan: mikro pada tingkat perusahaan dan makro pada tingkat negara.
Hasil dari model menunjukkan adanya saling pengaruh antara aspek energi dengan tiga aspek keberlanjutan: ekonomi, sosial dan lingkungan. Penelitian ini juga menguji dua skenario utama yang diharapkan dapat membangkitkan kembali ketertarikan investasi pada industri biodiesel yang saat ini mengalami gejala kelesuan.

Indonesia's palm-oil based biodiesel is still the prime candidate for Indonesia's energy diversification strategy to renewable energy in the form of biodiesel fuel. The government has created a mandatory market by targeting 20% blend of biodiesel in all diesel fuel in 2025. In theory, this new market could induce the growth of palm-oil based biodiesel industry as an extension to the already mature palm oil industry. This would result in the development of the biodiesel industry, better renewable energy mix, boost economic growth, create jobs, and at the same time would help environment.
These results cover all three aspects of sustainability pillars: economy, social and environment. However, all these perceived positive impacts are also challenged by various studies on the negative impacts of palm oil and biodiesel industry.
Therefore, this research aims to develop an integrated multi level model as a tool to capture the complexity and obtain a more comprehensive understanding of the interrelationship dynamics. The model development is based on system dynamics approach.
The model results shows that there is visible a tradeoff on energy, socio-economic growth and environmental impact. Given that the current policy is not working, this research evaluates two plausible scenarios on how to restart the development of the biodiesel industry and achieve the biodiesel production target set by the government.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
D2361
UI - Disertasi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>