Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 169902 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Herjuna Rahman
"Air hujan dapat dinilai merugikan bagi suatu lingkungan perkotaan dalam tingkat yang besar, tetapi juga dapat bernilai bermanfaat, jika dikelola dengan baik untuk meningkatkan pemanfaatan kembali air oleh alam, dengan tujuan jangka panjang yaitu untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang hidup pada daerah yang mengalami hujan tersebut. Oleh karena itu, program ?Water Balance Model? (WBM) yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah British Colombia, Kanada, digunakan untuk membandingkan antara volume air antara air hujan (total rainfall) dengan limpasannya (discharge) , begitu juga dengan jumlah infiltrasi yang dapat dihasilkannya, yang dapat ditingkatkan oleh penerapan teknologi Surface Enhancements dan Source Controls dari aplikasi Manajemen Air Hujan Perkotaan (Urban Rainwater Management).
Tujuan dari studi ini adalah untuk menguji kemampuan program WBM, yang hanya dapat diakses dari situs www.waterbalance.ca, dengan mengikuti semua tahapan yang diperlukan oleh program tersebut. Sebelum program WBM ini dapat diuji, diperlukan terlebih dahulu untuk mencari berbagai macam data yang dibutuhkan untuk dapat mengoperasikan program dengan benar, seperti antara lain data hujan, topografi, jenis tanah, penggunaan lahan (tipe & luas), dan penutup permukaan lahan, untuk dapat mewakili daerah yang akan ditinjau tersebut, dalam hal ini daerah perwakilan untuk Sub-DAS Sugutamu.
Data-data lain yang diperlukan adalah juga data mengenai teknologi source controls dan surface enhancements, dari teknologi Best Management Practice (BMP) yang mendukung konsep Low-Impact Development (LID), yang sudah tersedia oleh program WBM ini. Setelah pengumpulan semua data tersebut, program dapat digunakan dengan memasukkan semua data yang sudah diperoleh kedalam program WBM melalui situs program, dan melihat hasil yang keluar setelah program dijalankan, untuk selanjutnya dapat dianalisa. Hasil yang diperoleh dari seluruh perhitungan di dalam program akan berupa beberapa macam grafik.
Ada dua macam grafik yang dihasilkan tersebut, yaitu grafik Exceedance Summary, yaitu grafik yang menunjukkan jumlah limpasan yang terjadi dalam suatu jenjang waktu tertentu, dan juga Volume Sumamry, yaitu grafik yang memperlihatkan perbandingan antara volume limpasan total (Total Discharge) , dengan kehilangan total (Total Losses) , infiltrasi DAS (Catchment Infiltration) , dan infiltrasi dari teknologi source control (Source Control Infiltration) . Oleh karena program WBM ini masih di dalam masa percobaan, maka semua hasil yang diperoleh hanya berupa suatu hasil rekayasa saja untuk menguji kemampuan yang dimiliki oleh program WBM tersebut.

Rainwater can be considered harmful for an urban environment in excess amounts, but can also become valuable, if well managed to enhance the natural restoration of water within the environment, with the long-term objective for the restored water to be used by the local community living within the area of this rainfall. Therefore, the ?Water Balance Model? (WBM) program which was developed by the Local Government of British Colombia, Canada, is used to compare the volume of water between total rainfall and its discharge, along with the total infiltration which it can produce, which can be enhanced by applying Surface Enhancement and Source Control technology through the application of Urban Rainwater Management.
The main objective of this study is to test the abilities of the WBM program, which can only be accessed through ?Water Balance Model? website, which is www.waterbalance.ca, by following the specific steps needed by the program itself. Before the WBM program can be tested, several types of data is needed to properly operate this program, such as rainfall data, topographic data, soil type data, land use data (type & area), and surface type data, which can represent the area in which is to be observed, in this case the representation area of the Sugutamu Sub-River Basin.
Other data which is needed include data regarding source control and surface enhancement technology, from Best Management Practice (BMP) technology which supports the Low-Impact Development concept, which is already provided by the WBM program. After gathering all of the data, the program can be used by inputing all the required data into the WBM program through the program website, and seeing the results which are produced after the program is run, to be used for further analysis. The results which are produced from all calculations in the program are in the form of several different types of graphs.
There are two different types of graphs which are produced, which are the Exceedance Summary graph, which shows the amount of runoff which occurs in a certain time frame, as well as the Volume Sumamry graph, which shows the comparison between volumes of the Total Discharge, with the Total Losses, Catchment Infiltration, and Source Control Infiltration. Because the WBM program is still under testing, therefore all the results produced are only engineered results, to test the abilities of this WBM program.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S35328
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Klemens Ryan Rajendra Wisnuaji
"Air hujan merupakan salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan sebagai air bersih. Diperlukan pengolahan terlebih dahulu sebelum air hujan dapat dikonsumsi yang salah satu tekniknya adalah pemanenan air hujan. Teknik filtrasi merupakan metode pengolahan air dengan mengalirkan air melewati beberapa media yang disusun, teknik ini merupakan salah satu cara peningkatan kualitas air hujan. Media yang digunakan berupa zeolit, karbon aktif, dan pecahan genting. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah menganalisis kualitas limpasan air hujan setelah melewati reaktor filter dengan variasi perbedaan ketebalan lapis dan ukuran butir. Dari hal tersebut, dilakukan analisis terkait dengan perbedaan dan tingkat hubungan yang dihasilkan dari variasi media filter terhadap kualitas limpasan air hujan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan reaktor filter dengan dimensi kedalaman media 36 cm, lebar 15 cm, dan Panjang 15 cm. reaktor filter terdiri dari 3 buah dengan reaktor 1 sebagai variabel kontrol untuk membandingkan reaktor 2 dengan ketebalan lapis yang berbeda dan reaktor 3 dengan ukuran butir yang berbeda. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa reaktor 3 dengan variasi ukuran butir memiliki kemampuan paling baik dalam meningkatkan kualitas limpasan air hujan. Dihasilkan rerata efektivitas penyisihan pada reaktor 3 sebesar 45,9 % pada besi terlarut, 11,5 % pada KMnO4, dan 82,7 % pada fecal coliform. Selain itu, didapatkan perbedaan signifikan pada ketiga sampel karena memiliki nilai signifikansi < 0,05 pada parameter pH dan tidak ada perbedaan siginifikan pada parameter besi terlarut, KMnO4, dan fecal coliform Berdasarkan uji korelasi, didapatkan bahwa reaktor 3 merupakan reaktor dengan tingkat hubungan terbaik yaitu pH sebesar (r = 0,429), besi terlarut sebesar (r = 0,997), KMnO4 sebesar (r = 0,939), dan fecal coliform sebesar (r = 0,686).

Rainwater is one source of water that can be used as clean water. Preliminary processing is required before rainwater can be consumed, one of the techniques is rainwater harvesting. Filtration technique is a water treatment method by flowing water through several arranged media, this technique is one way to improve the quality of rainwater. The media used are zeolite, activated carbon, and tile shards. The aim of the research was to analyze the quality of rainwater runoff after passing through the filter reactor with variations in layer thickness and grain size. From this, an analysis is carried out related to the differences and the level of relationship resulting from variations in filter media to the quality of the resulting rainwater runoff. This study used a filter reactor with dimensions of 36 cm depth, 15 cm width and 15 cm length. filter reactor consists of 3 pieces with reactor 1 as the control variable to compare reactor 2 with different layer thickness and reactor 3 with different grain sizes. The results of this study found that reactor 3 with grain size variations had the best ability to improve the quality of rainwater runoff. The average removal effectiveness in reactor 3 was 45.9% for dissolved iron, 11.5% for KMnO4, and 82.7% for fecal coliform. In addition, there were significant differences in the three samples because they had a significance value of <0.05 in the pH parameter and there were no significant differences in the parameters of dissolved iron, KMnO4, and fecal coliform. Based on the correlation test, it was found that reactor 3 was the reactor with the best relationship level. pH (r = 0.429), dissolved iron (r = 0.997), KMnO4 (r = 0.939), and fecal coliform (r = 0.686)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Farist Pratista Andanitya
"Wilayah yang memiliki sumber air baku yang terbatas dapat memanfaatkan sumber daya lain seperti air hujan. Air hujan dapat dipanen dan ditampung agar dapat digunakan menjadi sumber baku air bersih kegiatan ini biasanya disebut dengan pemanenan air hujan (rain water harvesting). Dalam penelitian ini akan membandingkan 2 jenis media karbon aktif yang berbeda yaitu karbon aktif dari tempurung kelapa dan dari ampas kopi dalam penyisihan 4 parameter air pH, warna, zat organik dan besi. Desain reaktor terbuat dari wadah kaca dan masing-masing reaktor diisi karbon aktif dengan ketebalan media 11.25 cm. Analisis dilakukan secara simplo atau satu kali pengukuran. Kandungan besi pada inlet memiliki rata-rata sebesar 0.0617 mg/L. Setelah pengolahan dengan ampas kopi bertambah menjadi 0.0917 mg/L. Berdasarkan hasil tes anova dan post hoc dapat disimpulkan untuk parameter pH dan zat organik karbon aktif dari ampas kopi dan tempurung kelapa memiliki kemampuan yang sama p-value > 0.05. pH akhir range 7.4-7.9 sedangkan zat organik mengalami kenaikan menjadi 42.29 mg/L dan untuk warna yang ditimbulkan setelah pengolahan karbon aktif ampas kopi adalah 45 PtCo. Terdapat keunggulan secara ekonomi sejumlah Rp.72,000.- dalam penggunaan karbon aktif ampas kopi sebagai bahan baku. Namun tempurung kelapa memiliki keunggulan dari masa penggunaannya yang lebih tahan lama.

Areas that have limited raw water sources can utilize other resources such as rainwater. Rainwater can be harvested and collected so that it can be used as a raw source of clean water, this activity is usually called rain water harvesting. In this study will compare 2 different types of activated carbon media, namely activated carbon from coconut shells and from coffee grounds in the removal of 4 water parameters pH, color, organic matter and iron. The reactor design is made of glass containers and each reactor is filled with activated carbon with a media thickness of 11.25 cm. The analysis was done by simplo or one measurement. Iron content at the inlet has an average of 0.0617 mg/L. After processing with coffee grounds, it increased to 0.0917 mg/L. Based on the results of anova and post hoc tests, it can be concluded that for the parameters of pH and organic matter, activated carbon from coffee grounds and coconut shell has the same ability p-value> 0.05. The final pH range is 7.4-7.9 while organic matter has increased to 42.29 mg/L and for the color caused after processing coffee grounds activated carbon is 45 PtCo. There is an economic advantage of Rp.72,000 in the use of coffee grounds activated carbon as raw material. However, coconut shell has the advantage of a more durable period of use."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jasuri Sa`at
"Perkembangan suatu kota ditandai dengan meningkatnya pertambahan penduduk dan makin lengkapnya fasilitas kota untuk menuju kota metropolitan yang mandiri dengan harapan perkembangan ekonomi yang tinggi. Depok pada tahun 2010 berpenduduk 1.675.213 jiwa dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2000 sebesar 1.145.091 jiwa, maka sudah terjadi perkembangan penduduk kota Depok sebesar 530.122 jiwa dengan pertambahan sebesar 31,655 % dalam kurun waktu 10 tahun atau rata-rata perkembangan 3,64% per tahun. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kegiatan masyarakat mengakibatkan beberapa konsekuensi perubahan fungsi lahan meliputi, kebutuhan lahan untuk pembangunan daerah pemukiman dan fasilitas ? fasilitas lainnya. Seterusnya juga memacu perubahan penggunaan lahan, khusus lahan yang tadinya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) berubah menjadi ruang tertutup bangunan (non RTH). Dampak lain dari pertumbuhan penduduk adalah meningkatnya kebutuhan akan air untuk menjalankan kehidupan.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daya dukung sumber air hujan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Depok tahun 2010. Dikota Depok terdapat sumber-sumber air yaitu Kali, Situ dan Air tanah. Saat ini pemakaian air tanah lebih dominan sebesar 82,5% dari total penduduk memakai air tanah dari pada air permukaan. Hal ini dikarenakan keterbatasan pasokan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Depok disamping air permukaan yang ada berkualitas kurang baik, sehingga perlu pengolahan lengkap lebih dahulu untuk mendapatkan air yang memenuhi persyaratan kualitas kesehatan.
Menurut hasil penelitian potensi sumber air hujan sangat mencukupi karena curah hujan dikota Depok sangat tinggi (1106-4579 mm) per tahun, sehingga menghasilkan nilai surplus debit andalan di masing-masing luasan kecamatan, kecuali Kecamatan Beji terjadi defisit pada bulan September dan Oktober.

A city development is indicated by population growth and more complete facilities compare to rural area. Depok is one of city with massive development nowadays with high economic potential. In 2010, Depok population is 1.675.213 peoples, this number has increase by 31.65% compare to 2000 (1.145.091 peoples), the average population growth is 3.64% per year.
In line with high population growth and changing on people dynamic, most of Green Open Space Area (RTH) has shifting the function into Used Spaced with many buildings is develop nowadays for residential (house, apartment), office building, restaurant, etc.
For supporting population growth, one of the most important factor need to consider is the availability of reserved water for supporting people?s daily life. The main objective of this study was to determine the potential capacity of rain water sources to the spatial plan of Depok City in 2010. Some of water source for covering all Depok area are Kali, Situ & Ground Water. Currently, the usage of ground water is more dominant (used by 82.5% of total population).
Based on the research result, potential source of rain water in Depok is sufficient because the annual rainfall duration is very high (1106 ? 4579 mm), resulting on the surplus value of dependable flow in each districts, except in Beji District during dry season, in September and Oktober.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
T31207
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Farena Fifenka
"Air merupakan kebutuhan esensial kedua yang paling banyak dibutuhkan manusia setelah oksigen. Namun, penggunaan air kian meningkat enam kali lipat selama 100 tahun terakhir dan akan terus tumbuh sekitar 1% per tahun sejak 1980-an. Dengan begitu, sumber daya air semakin dieksploitasi untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Pada saat kebutuhan air yang terus meningkat, BMKG menginformasikan bahwa wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami kemarau panjang yang disertai El Nino. Kemarau panjang itu sendiri dapat menyebabkan krisis air. Kabupaten Majalengka Kabupaten Majalengka menjadi salah satu wilayah yang memiliki riwayat kemarau panjang yang mengakibatkan krisis air. Sebagai salah satu sumber air di Kabupaten Majalengka, maka perlu dilakukan analisis ketersediaan air terhadap DAS Cilutung. Analisis ketersediaan air menggunakan persamaan Meijerink (1994), dimana persamaan ini menghitung air yang meresap ke dalam tanah dengan memanfaatkan data iklim, karakteristik fisik, dan luas wilayah.

Water is the second most essential need for humans after oxygen. However, water use has increased sixfold over the past 100 years and has continued to grow at around 1% per year since the 1980s. That way, water resources are increasingly being exploited to meet the ever-increasing demand. At a time when the need for water continues to increase, the BMKG informed the public that the West Java region has the potential to experience a long dry season accompanied by El Nino. The long drought itself can cause a water crisis. Majalengka Regency Majalengka Regency is one of the areas that has a long history of drought, which has resulted in a water crisis. As one of the water sources in Majalengka Regency, it is necessary to analyze the water availability of the Cilutung Watershed. Analysis of water availability uses the Meijerink equation (1994), where this equation calculates the amount of water that seeps into the ground by utilizing climate data, physical characteristics, and area."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The potential of surface water supply in Cicatih-Cimandiri watershed is apparent as river flows along the year and catered from abundant spring waters. This potential water resources e used for various uses of deomestic, industry municipal, and agriculture. Increasing water requirements in the area in the last decade, with growing bottled water industries , water supply needs to be calculated more accurately. To determine river flow discharge, an AWLR (automatic water level recorder) was installed at one of the tributory, Cibojong, based on scoring analysis, there are two parameters (density of drainage network and maximum stream order) that have significant influence to surface water supply. Results of analysis indicated that proportions of the two parameters contributing to river discharge were balanced. To optimize water allocation, irrigation scheduling schemes was exercised to support existing rice field practices. Beside that, total water supply for 15 sub-districts in Cicatih-Cimandiri watershed ranges from 69.637 MCM to 336.177 MCM in dry season and ranges about double in west season. Total irrigated rice area in the 15 sub-districts was about 15.093 ha (BPS Survey , 2007) therefore the potential water supply would be sufficient to support three rice planting seasons."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2010
JUIRIGA
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ade Nurhidayat
"Permasalahan kepadatan penduduk yang tinggi di sub-DAS Sugutamu mengakibatkan berkembangnya permukiman di sub-DAS Sugutamu. Berbagai aktivitas penduduk menghasilkan berbagai jenis limbah. Sistem pengelolaan limbah padat yang kurang optimal dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan sekitarnya. Hal ini terlihat pada banyaknya limbah padat yang tidak terkelola sehingga mencemari sungai Sugutamu. Dari masalah diatas, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui komposisi timbulan limbah padat dan kualitas air sungai Sugutamu pada sub-DAS Sugutamu. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur sampel limbah padat di sub-DAS Sugutamu dan mengambil sampel air di hulu dan di hilir sungai Sugutamu sesuai dengan standar SNI 19-3964-1995 dan SNI M-02-1989. Lokasi pengambilan sampel limbah padat berada di kelurahan Harapanjaya, Cilodong, dan Baktijaya. Sumber penghasil limbah padat yang diamati berupa perumahan, pertokoan minimarket, dan pasar. Timbulan limbah padat perumahan di kelurahan Harapanjaya sebesar 0,176 kg/orang/hari, kelurahan Cilodong sebesar 0,180 kg/orang/hari, dan kelurahan Baktijaya sebesar 0,219 kg/orang/hari. Timbulan limbah padat pertokoan minimarket di kelurahan Harapanjaya sebesar 0,207 kg/petugas/hari, kelurahan Cilodong sebesar 0,180 kg/petugas/hari, dan kelurahan Baktijaya sebesar 0,192 kg/petugas/hari. Timbulan limbah padat di pasar sebesar 0,246 kg/m2/hari. Komposisi terbesar limbah padat perumahan berupa limbah organik, pertokoan minimarket berupa limbah kertas, dan pasar berupa limbah organik. Profil kualitas air sungai Sugutamu bagian hulu yaitu pH sebesar 6,71, TSS sebesar 15,67 mg/l, DO sebesar 3,14 mg/l, BOD sebesar 32,97 mg/l, dan COD sebesar 186 mg/l. Profil kualitas air sungai sugutamu bagian hilir yaitu pH sebesar 6,78, TSS sebesar 15,33 mg/l, DO sebesar 1,56 mg/l, BOD sebesar 19,63 mg/l, dan COD sebesar 124,27 mg/l. Dari hasil penelitian tersebut perlu ditingkatkan upaya 3R dan peningkatan pelayanan pengumpulan limbah padat di masing-masing kelurahan.

Problems a high population density in the Sub-Watershed Sugutamu resulted in the expansion of settlements in the Sub-Watershed Sugutamu. The various activities of the population produces various types of waste. Less optimum system for solid waste management can lead to a negative impact on the surrounding environment. This can be seen in the number of unmanaged solid waste making the Sugutamu River is contaminated. Of the above problems, it is necessary to conduct a study to know the composition of solid waste generation and river water quality of Sugutamu in Sugutamu sub-watershed. This study was conducted by measuring a sample of solid waste in Sugutamu sub-watershed and took water sampling at River upstream and downstream of Sugutamu in accordance with SNI 19-3964-1995 and SNI M-02-1989 standards. Location of solid waste sampling situated at village Harapanjaya, Cilodong, and Baktijaya. Source of solid waste generator observed was residential, mini-market shops, and markets. Residential solid waste generation at village Harapanjaya was 0.176 kg/person/day, Cilodong was0.180 kg/person/day, and Baktijaya was 0.219 kg/person/day. Solid waste generation derived from mini-market shops at village Harapanjaya was 0.207 kg/ official/day, Cilodong was 0.180 kg/official/day, and Baktijaya was 0.192 kg/official/day. Solid waste generation found in the market was 0.246 kg/m2/day. Largest composition of the residential solid waste was organic waste, mini-market shops were paper waste, and markets were organic waste as well. Profile of river water quality of Sugutamu on upstream part was 6.71 pH, 15.67 mg/l TSS, 3.14 mg/l DO, 32.97 mg/l BOD, and 186 mg/l COD. Profile of river water quality of Sugutamu on downstream part was 6.78 pH, 15.33 mg/l TSS, 1.56 mg/l DO, 19.63 mg/l BOD, and 124.27 mg/l COD. From the results of this study it needs to increase efforts of 3R and enhancement of solid waste collection services in each village."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46918
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kurniawan
"Tujuan dari penelitian ini adalah mengaplikasikan metode perhitungan daya dukung sumber daya air untuk kasus daerah perkotaan padat penduduk dan daerah pedesaan. Metode daya dukung sumber daya air yang digunakan adalah metode rasional dan metode kesetimbangan air. Status daya dukung sumber daya air ditentukkan dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan sumber daya air.
Hasil penelitian menunjukan bahwa status daya dukung sumber daya air berdasarkan kedua metode tersebut menunjukan status defisit pada daerah perkotaan, namun surplus pada daerah perdesaan. Dalam skala yang lebih kecil status ini bervariasi secara spasial. Verivikasi di lapangan menunjukan status daya dukung sumber daya air bertolak belakang dengan hasil perhitungan dengan kedua metode. Daerah perdesaan yang surplus ternyata di lapangan mengalami defisit, dan juga sebaliknya pada daerah perkotaan.

The purpose of this research is to apply the method of calculation capacity of water resources for cases urban areas high populated and rural areas. This research used rational method and water balance method. Status of capacity of water resources determained by comparing the availability and commodity of water resoources.
The results of the study showed that status of capacity of water resources base on both method showed status the deficit in the urban areas, but there was a surplus for rural areas. On a smaller scale this status varying in spatial. Field verification shown status capacity water resources in contrast with the calculation on with both method. Rural areas that surplus it appeared in the field suffered a deficit, and also in urban areas.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S62014
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Afifah Aghnia Mirrah
"Ketersediaan air pada suatu DAS dapat dilihat dari ekosistem dan aktivitas di daerah tersebut. Hubungan keduanya akan mempengaruhi respon hidrologi pada DAS. Penelitian ini dilakukan di DA Ci Anten, Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keseimbangan air hasil dari ketersediaan dan kebutuhan air secara spasial sebagai hasil interaksi faktor-faktor hidrologi yang telah dibuat berdasarkan karakteristik fisik unit respon hidrologi URH di DA Ci Anten. Penelitian ini menggunakan aplikasi model SWAT, metode Meijerink dan Cook untuk menghitung ketersediaan air. Luas setiap sub-DAS dan penggunaan lahan diketahui untuk perhitungan kebutuhan air. Karakteristik fisik DA Ci Anten terbagi menjadi 16 sub-DAS dengan URH dominan berupa kebun campuran pada kemiringan lereng 10-30 . Keberagaman kondisi URH pada setiap sub-DAS mempengaruhi koefisien limpasan dan perhitungan ketersediaan air. Pada musim kemarau terjadi defisit air pada semua sub-DAS kecuali sub-DA Ci Kaniki 1, sedangkan keseimbangan air tahunan mengalami defisit air tertinggi pada sub-DA Ci Sadane 1 dan sub-DA Ci Sadane 2. Penyebab defisit air tersebut dikarenkan karakteristik fisik sub-DAS dan banyaknya penduduk yang bermukim di sekitar sub-sub DAS tersebut.

The availability of water in watershed can be seen from ecosystem and activities in that area. The relationship between those will affect the hydrological responses in the watershed. This research take place in Anten watershed, Bogor Regency. The aim of this research is to analyze the water availability and water demand as a result of the interaction of hydrological factors that have been made based on physical characteristic hydrological response unit HRU in Anten watershed. This study use hydrological application of SWAT model to generate HRU and Meijerink and Cook formula to calculate water availability. The width of each sub watershed and land use is known for calcutae water demand. The physical characteristics of Cianten watershed is devided into 16 sub watersheds with dominant HRU in the form of mixed garden on slope of 10 30 . The diversity of HRU conditions in each sub watersehed affects the runoff coefficient and water availability. In the dry season water deficit occurs in all sub watershed except Kaniki 1 sub watershed, while in annual water balance has the highest water deficit in Sadane 1 sub watershed and Sadane 2 sub watershed. The cause of water deficit is due to the physical characteristic of each watershed and the nmber of residents who live around sub watershed."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S67313
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arma Oktaviani
"ABSTRAK
Pasokan air perkotaan merupakan tantangan utama dalam hal pemenuhan kualitas dan kuantitas. Air hujan dianjurkan sebagai sumber air minum karena tidak memiliki kelemahan pada beberapa parameter seperti bau, rasa, dan warna. Namun berdasarkan hasil pengujian data awal, air limpasan dari atap pada wilayah pemukiman studi memiliki nilai warna, total coliform, dan nitrit yang melebihi standar baku mutu air untuk keperluan higiene sanitasi. Selain itu, pH air hujan tergolong asam dapat disebabkan oleh kehadiran nitrat. Filter multimedia diusulkan untuk meningkatkan efluen limpasan air hujan dalam memenuhi kualitas air sebagai sumber air baku cadangan di perkotaan. Kombinasi pasir silika yang ditambahkan dengan media karbon aktif dan zeolit divariasikan kedalam tiga desain ketebalan reaktor (eksperimen pertama) dalam skala pilot 1:2. Untuk optimalisasi kinerja filter, maka dilakukan eksperimen kedua dengan melakukan variasi laju pembebanan hidrolik (hydraulic loading rate, HLR). Berdasarkan hasil eksperimen, didapatkan faktor variasi ketebalan reaktor tidak memberikan efek signifikan (p-value 0,615) pada peningkatan kualitas efluen. Namun, penggunaan media zeolit, karbon aktif, dan pasir silika memberikan efek signifikan (p-value 0) pada parameter penelitian. Didapatkan pH dan warna melebihi data awal sehingga tidak memberikan efek peningkatan kualitas efluen pada ketiga waktu filtrasi yang diusulkan. Namun, pada parameter lainnya peningkatan kualitas efluen mencapai 100% pada nitrit, 29% pada nitrat, dan 94,4% pada jumlah bakteri koliform. Pada lapisan filter multimedia, peningkatan laju pembebanan hidrolik mengurangi dampak negatif dari efektivitas filter. Berdasarkan hasil eksperimen kedua, variasi laju pembebanan hidrolik tidak memberikan efek signifikan (p-value 0,769) pada peningkatan kualitas efluen. Namun, variasi HLR memberikan efek signifikan (p-value 0,001) pada beberapa parameter. Peningkatan kualitas efluen mencapai 71,4% pada nitrit, 100% pada nitrat, dan 91,9% pada jumlah bakteri koliform. Filter multimedia dengan menggunakan zeolit, karbon aktif, dan pasir silika berhasil memenuhi standar air higiene sanitasi untuk memenuhi sumber air baku perkotaan pada beberapa parameter tergantung dari kualitas limpasan air hujan.

ABSTRACT
Urban raw water supply faces a major challenge in terms of fulfilling quality and quantity. Rainwater is recommended as a source of drinking water because it does not have deficiencies in several parameters such as odor, taste, and color. However, based on preliminary data test results, runoff water from the roof in the study settlement area has color, total coliform, and nitrite values that exceed water quality standards for sanitary hygiene water. Besides, the pH of rainwater classified as the acid can be induced by the presence of nitrate. Multimedia filters are proposed to improve the effluent of rainwater runoff in fulfilling water quality as a source of raw water reserves in urban areas. The combination of silica sand added with activated carbon and zeolite media was varied into three reactor thickness designs (first experiment) on a pilot scale of 1:2. To optimize filter performance, a second experiment was carried out by varying the hydraulic loading rate (HLR). Based on the experimental results, it was found that the reactor thickness variation factor did not have a significant effect (p-value 0.615) on improving effluent quality. However, the use of zeolite, activated carbon, and silica had a significant effect (p-value ~ 0) on the research parameters. The obtained result of pH and color exceeds the initial data therefore it does not provide a removal effect at the three proposed filtration times. However, in other parameters, effluent quality improvement reached 100% in nitrites, 29% in nitrates, and 94.4% in the number of coliform bacteria. In the multimedia filter layer, increasing the hydraulic loading rate reduces the negative impact of filter effectiveness. Based on the results of the second experiment, variations in the hydraulic loading rate did not have a significant effect (p-value 0.769) on improving effluent quality. However, HLR variation gave a significant effect (p-value of 0.001) on several parameters. Effluent quality improvement reached 71.4% in nitrites, 100% in nitrates, and 91.9% in the number of coliform bacteria. Multimedia filters using zeolite, activated carbon, and silica has successfully fulfilling sanitary hygiene water standards to meet urban raw water sources on several parameters depending on the quality of rainwater runoff."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>