Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 151505 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Aziz Mansykur Lubad
"Dalam industri pengolahan minyak dan gas bumi, istilah relief valve berkaitan erat dengan istilah pressure relief valve (PRV), pressure safety valve (PSV) dan safety valve. Relief valve merupakan jenis valve yang digunakan untuk mengontrol atau membatasi tekanan dalam suatu sistem. Tujuan utama dari relief valve adalah untuk menjamin personal dan peralatan operasi terlindungi dari kondisi tekanan berlebih (overpressure). Relief valve didesain untuk mencegah terjadinya kecelakaan dengan cara melepas tekanan berlebih yang terjadi selama gangguan proses, kegagalan sistem, dan kebakaran. Perhitungan yang akurat terhadap kapasitas relief valve merupakan salah satu faktor kunci dalam keselamatan kilang. Penentuan kapasitas dan jenis relief valve membutuhkan analisis proses yang mendalam dari sistem yang akan diproteksi. Tujuan dari studi ini adalah menentukan kapasitas dan jenis relief valve berdasarkan analisis proses dengan menggunakan alat bantu simulasi proses dan pemrograman visual basic. Komposisi dan kondisi operasi gas dari salah satu lapangan gas Pertamina Jambi digunakan sebagai studi kasus. Selanjutnya dilakukan analisis proses untuk mengetahui penyebab terjadinya overpressure. Simulasi proses digunakan untuk membuat Process Flow Diagram (PFD) dan menghasilkan neraca massa dan panas sedangkan pemrograman visual basic digunakan untuk menghitung kapasitas relief valve.

In the oil and natural gas processing, the term relief valve is associated with the terms pressure relief valve (PRV), pressure safety valve (PSV) and safety valve. A relief valve is a type of valve used to control or limit the pressure in a system. The primary purpose of the pressure relief system is to ensure that the operation?s personnel and equipment are protected from overpressure conditions. It is designed to avoid accidents by relieving overpressure that happen during process upsets, power failures, and external fires. Accurately calculation for the relief valve capacity is key factor of plant safety. It requires deeply process analysis of system will be protected. The purpose of this study is to determine the relief valve capacity and type base on process analysis using process simulation dan visual basic programming. The gas composition and operating condition from Pertamina Jambi gas field is used as a case study. Then, process analysis is performed to know cause of overpressure. Process simulation is used to create Process Flow Diagram (PFD) and generate heat and material balance while visual basic programming is used to calculate the relief valve capacity."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27947
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nasution, Akhmad Bajora
"Indonesia sebagai negara berkembang di regional Asia Tenggara termasuk salah satu negara dengan konsumsi aspal yang cukup besar. Permintaan domestik terhadap aspal setiap tahunnya sekitar 1,3-1,4 juta MT/tahun dan Pertamina, sebagai satu-satunya produsen aspal dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 50% dari pangsa pasar tersebut. Dari 50% pangsa pasar dimaksud, sekitar 300 ribu MT/tahun dihasilkan dari produksi Kilang Pengolahan Unit IV yang berlokasi di Cilacap, sedangkan sisanya sekitar 300-400 ribu diperoleh melalui skema impor.
Dalam upaya untuk memenuhi permintaan domestik yang masih memiliki potensi sebesar 600-700 ribu MT/tahun serta sekaligus meningkatkan pangsa pasar menjadi 80-85%, perusahaan berencana membangun kilang aspal baru. Untuk itu, perlu dilakukan analisis perihal perencanaan kapasitas Kilang Aspal dengan metode peramalan Winter’s Exponential Smoothing dan penentuan lokasi kilang Aspal melalui metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (AHP).
Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan kapasitas, untuk memperoleh pangsa pasar minimal 85% hingga tahun 2030 mendatang, perusahaan harus membangun kilang aspal dengan kapasitas produksi sekitar 2 Juta MT/tahun dengan 4 (empat) alternatif lokasi pembangunan kilang aspal yaitu wilayah Tuban/Jawa Timur, Cilegon/Banten, Dumai/ Riau dan Batam/ Kepulauan Riau.
.....Indonesia as a developing country in the Southeast Asia region is one of the countries with a fairly large asphalt consumption. Domestic demand for asphalt annually is around 1.3-1.4 million MT/year and Pertamina, as the only domestic asphalt producer, is currently only able to fulfill 50% of the market share. From the 50% market share, about 300 thousand MT is produced from the Refinery Unit IV located in Cilacap, while the remaining around 300 thousand is obtained through an import scheme.
In order to meet domestic demand which still has a potential of 600-700 thousand MT/year while increasing market share to 80-85%, the company plans to build an asphalt refinery. For this reason, it is necessary to analyze the capacity planning of the Asphalt refinery using the Winter's Exponential Smoothing forecasting method and determining the location of the Asphalt refinery using the Fuzzy Analytical Hierarchy Process (AHP) method.
Based on the calculation of capacity planning, to obtain a market share of at least 85% until 2030, the company must build an asphalt refinery with a production capacity of about 2 million MT/year with 4 (four) alternative locations for asphalt refinery construction, namely the Tuban/East Java, Cilegon area. /Banten, Dumai/Riau and Batam/Riau Islands."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
TA-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rega Tadeak Hakim
"Logistik bantuan Relief Logistics memiliki peran yang sangat penting dalam kesuksesan operasi penanggulangan bencana Salah satu cara untuk meningkatkan kelancaran aktivitas logistik bencana adalah dengan penempatan lokasi fasilitas logistik gudang penyimpanan bantuan bencana yang dapat menjangkau korban bencana dengan terlebih dahulu mengidentifikasi kriteria kriteria yang menjadi pertimbangan penentuan lokasi Dalam tesis ini dilakukan proses pemilihan alternatif lokasi untuk fasilitas gudang logistik bencana yang dapat melayani korban banjir di wilayah Jakarta Timur Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process yang merupakan metode pengambilan keputusan dengan menyederhanakan problem yang kompleks menjadi susunan hirarki dengan bantuan perangkat lunak Expert Choice Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kerentanan suatu wilayah terhadap bencana menjadi skala prioritas dalam penentuan lokasi gudang logistik bencana dan yang menjadi lokasi prioritas adalah Kelurahan Cipinang Besar Utara.

Relief logistics has a critical role in the success of disaster relief operations One way to improve the smoothness of relief logistics activities is the strategic placement of storage facilities to make sure that it reaches the disaster victims by first identifying a set of criteria to be considered in determining a location In this thesis the process of selecting alternative locations for storage facilities that can serve victims of flooding in East Jakarta is simulated The method used is Analytical Hierarchy Process which is a method of decision making by simplifying a complex problem into a hierarchical structure with the help of Expert Choice software The analysis showed that the level of disaster vulnerability of an area became a priority in determining the location for relief logistics storage facilities and the prioritized location is Cipinang Besar Utara village.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
TA3367
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Shinta Pratiwi Rahayu
"Pabrik pengolahan gas X merupakan pabrik pengolahan gas bumi menjadi gas kering yang siap dijual (sales gas) dengan kadar air maksimal 9 lb/MMscf dari proses dehidrasi menggunakan Triethylene Glycol (TEG). Proses regenerasi rich TEG pada pabrik ini hanya mampu menghasilkan lean TEG dengan kemurnian 91,7%. Sehingga pabrik pengolahan gas X hanya mampu mengolah umpan gas sebesar 175 MMscfd. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan kemurnian TEG dengan bantuan stripping gas agar kapasitas pabrik dapat ditingkatkan sehingga memberikan nilai keekonomian yang lebih tinggi. Pada laju alir TEG yang tetap, laju alir stripping gas (N2) yang digunakan berada pada kisaran 0 - 2 m3/h. Kapasitas yang memberikan keuntungan per satuan produk yang lebih tinggi dari pada desain awal pabrik adalah 225 MMscfd sebesar 3,9654 USD/MMBtu dengan penggunaan stripping gas sebanyak 0,006 m3/h, sedangkan yang memberikan NPV tertinggi adalah pada kapasitas 585 MMscfd yaitu sebesar 723.800.123 USD.

X gas processing plant is natural gas processing plant that produces dry gas that is ready to be sold (sales gas) with a maximum water content of 9 lb/ MMscf which is obtained from dehydration process using Triethylene Glycol (TEG). The initial design of the rich TEG regeneration process only able to produce lean TEG with a purity of 91,7%. Therefore, this processing plant only able to process the feed gas by 175 MMscfd. Thus, a study can be conducted to determine the effect of stripping gas (N2) on TEG purity so that the plant?s capacity can be increased which also increase the plant?s profits. The results show that when the TEG flow rate is fixed, flow rate of the stripping gas (N2) which can be used in the regeneration process ranges from 0 to 2 m3/h. The only capacity of modification plant which provides more profits per capacity than that obtained from the initial design of the plant is 225 MMscfd worth 3,9654 USD/MMBtu. The amount of stripping gas required in this capacity is as much as 0,006 m3/h. Meanwhile, total profit obtained by comparing NPV shows that the capacity of 585 MMscfd give the highest NPV worth 723.800.123 USD."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
T45571
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shinta Pratiwi Rahayu
"Pabrik pengolahan gas X merupakan pabrik pengolahan gas bumi menjadi gas kering yang siap dijual (sales gas) dengan kadar air maksimal 9 lb/MMscf dari proses dehidrasi menggunakan Triethylene Glycol (TEG). Proses regenerasi rich TEG pada pabrik ini hanya mampu menghasilkan lean TEG dengan kemurnian 91,7%. Sehingga pabrik pengolahan gas X hanya mampu mengolah umpan gas sebesar 175 MMscfd. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan kemurnian TEG dengan bantuan stripping gas agar kapasitas pabrik dapat ditingkatkan sehingga memberikan nilai keekonomian yang lebih tinggi. Pada laju alir TEG yang tetap, laju alir stripping gas (N2) yang digunakan berada pada kisaran 0 - 2 m3/h. Kapasitas yang memberikan keuntungan per satuan produk yang lebih tinggi dari pada desain awal pabrik adalah 225 MMscfd sebesar 3,9654 USD/MMBtu dengan penggunaan stripping gas sebanyak 0,006 m3/h, sedangkan yang memberikan NPV tertinggi adalah pada kapasitas 585 MMscfd yaitu sebesar 723.800.123 USD.

X gas processing plant is natural gas processing plant that produces dry gas that is ready to be sold (sales gas) with a maximum water content of 9 lb/ MMscf which is obtained from dehydration process using Triethylene Glycol (TEG). The initial design of the rich TEG regeneration process only able to produce lean TEG with a purity of 91,7%. Therefore, this processing plant only able to process the feed gas by 175 MMscfd. Thus, a study can be conducted to determine the effect of stripping gas (N2) on TEG purity so that the plant?s capacity can be increased which also increase the plant?s profits. The results show that when the TEG flow rate is fixed, flow rate of the stripping gas (N2) which can be used in the regeneration process ranges from 0 to 2 m3/h. The only capacity of modification plant which provides more profits per capacity than that obtained from the initial design of the plant is 225 MMscfd worth 3,9654 USD/MMBtu. The amount of stripping gas required in this capacity is as much as 0,006 m3/h. Meanwhile, total profit obtained by comparing NPV shows that the capacity of 585 MMscfd give the highest NPV worth 723.800.123 USD.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dody Johanjaya
"Tulisan ini membicarakan tentang keadaan desa Majapahit berdasarkan relief Trowulan. Karena sampai sekarang, sedikit sekali pengetahuan kita tentang keadaan desa masa lampau, pada masa Majapahit khususnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali (mengidentifikasi) dari relief-relief Trowulan, benda-benda yang merupakan bagian dari suatu desa mengenali benda-benda tersebut dalam prasasti, naskah-naskah kuno dan catatan Cina yang sejaman dengan masa Majapahit, kemudian membuat uraian tentang keadaan desa pada masa Majapahit. Dalam pengolahan data telah digunakan serangkaian metode arkeologi, yaitu metode kompilasi, identifikasi, klasifikasi dan analisis khusus/konteks. Untuk melengkapi hasil analisis konteks, digunakan data kepustakaan berupa prasasti, naskab kuno dan catatan Cina. Hasil penelitian ini menunjukan, kenyataan desa pada masa Majapahit yang tidak jauh berbeda dengan keadaan desa pada masa sekarang, begitu pula halnya dengan kehidupan penduduknya. Keadaan desa Majapahit seperti halnya desa-desa pada masa sekarang terletak di lingkungan pegunungan, lembah dan sungai dengan pepohonan yang hijau terlihat dimana-mana. Bangunan tempat tinggal banyak didirikan, bahkan di pegunungan dan beberapa diantaranya didirikan tidak jauh dari sungai. Penduduk desa memanfaatkan kesuburan tanah dengan membuka lahan pertanian sebagai sumber kehidupan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S11846
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dipo Wirarchi Purboyo
"Indonesia mengelola berbagai blok migas. Central processing plant PT ABC sebagai fasilitas yang digunakan untuk mengolah hydrocarbon. Risk Based Analysis merupakan metode menghitung risiko terhadap alat pengaman pada PT ABC. Pada penelitian ini, dalam menentukan tingkat kekritisan PSV pada PT ABC menggunakan metode berbasis risiko sesuai standar yang tersedia, yaitu API RP 581. Dengan membandingkan tingkatan resiko sesuai API RP 581 dengan data aktual maintenance terhadap 31 PSV yang diteliti. Hasil distribusi weibull dari 31unit PSV yang diteliti dibagi berdasarkan fluida severity yaitu mild dan moderate didapatkan nilai eta 12.3238 dan beta 3.1504 pada tipe mild dengan nilai R 0.77, selanjutnya pada tipe moderate didapatkan nilai eta 13.8545 dan beta 4.8625 dengan nilai R 0.933 dengan nilai MTTF dari keseluruhan peralatan adalah 8 tahun. Hasil Analisis Risiko untuk 31 PSV masuk dalam kategori Medium dimana terdapat 2 alat PSV yang terpasang pada lokasi OSBL dengan nilai risk kategori 1 C, selanjutnya terdapat 29 alat PSV masuk kedalam kategori risk level yang low. Analisa berdasarkan tingkat fluida severity, didapatkan nilai keandalannya sebesar 77 % dengan analisa tipe mild, sedangkan analisa dengan tipe moderate didapatkan nilai keandalan 93,3% untuk total 31 peralatan PSV yang dijadikan obyek penelitian ini.

Indonesia manages various oil and gas blocks. PT ABC's central processing plant as a facility used to process hydrocarbons. Risk Based Analysis is a method of calculating the risk to safety devices at PT ABC. In this study, in determining the level of criticality of PSV in PT ABC using a risk-based method according to the available standards, namely API RP 581. By comparing the level of risk according to API RP 581 with the actual maintenance data of the 31 PSVs studied. The results of the weibull distribution of the 31 PSV units studied were divided based on the severity fluid, namely mild and moderate, an eta value of 12.3238 and a beta of 3.1504 were obtained in the mild type with an R value of 0.77, then in the moderate type, an eta value of 13.8545 and a beta of 4.8625 with an R value of 0.933 with an MTTF value of the entire equipment was 8 years. The results of the Risk Analysis for 31 PSVs are included in the Medium category where there are 2 PSV devices installed at the OSBL location with a risk value of category 1 C, then there are 29 PSV tools included in the low level risk category. The analysis based on the fluid severity level obtained a reliability value of 77% with mild type analysis, while the moderate type analysis obtained a reliability value of 93.3% for a total of 31 PSV equipment used as the object of this study."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nasution, Akhmad Bajora
"Indonesia sebagai negara berkembang di regional Asia Tenggara termasuk salah satu negara dengan konsumsi aspal yang cukup besar. Permintaan domestik terhadap aspal setiap tahunnya sekitar 1,3-1,4 juta MT/tahun dan Pertamina, sebagai satu-satunya produsen aspal dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 50% dari pangsa pasar tersebut. Dari 50% pangsa pasar dimaksud, sekitar 300 ribu MT/tahun dihasilkan dari produksi Kilang Pengolahan Unit IV yang berlokasi di Cilacap, sedangkan sisanya sekitar 300-400 ribu diperoleh melalui skema impor.

Dalam upaya untuk memenuhi permintaan domestik yang masih memiliki potensi sebesar 600-700 ribu MT/tahun serta sekaligus meningkatkan pangsa pasar menjadi 80-85%, perusahaan berencana membangun kilang aspal baru. Untuk itu, perlu dilakukan analisis perihal perencanaan kapasitas Kilang Aspal dengan metode peramalan Winter’s Exponential Smoothing dan penentuan lokasi kilang Aspal melalui metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (AHP).

Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan kapasitas, untuk memperoleh pangsa pasar minimal 85% hingga tahun 2030 mendatang, perusahaan harus membangun kilang aspal dengan kapasitas produksi sekitar 2 Juta MT/tahun dengan 4 (empat) alternatif lokasi pembangunan kilang aspal yaitu wilayah Tuban/Jawa Timur, Cilegon/Banten, Dumai/ Riau dan Batam/ Kepulauan Riau.


Indonesia as a developing country in the Southeast Asia region is one of the countries with a fairly large asphalt consumption. Domestic demand for asphalt annually is around 1.3-1.4 million MT/year and Pertamina, as the only domestic asphalt producer, is currently only able to fulfill 50% of the market share. From the 50% market share, about 300 thousand MT is produced from the Refinery Unit IV located in Cilacap, while the remaining around 300 thousand is obtained through an import scheme.

 In order to meet domestic demand which still has a potential of 600-700 thousand MT/year while increasing market share to 80-85%, the company plans to build an asphalt refinery. For this reason, it is necessary to analyze the capacity planning of the Asphalt refinery using the Winter's Exponential Smoothing forecasting method and determining the location of the Asphalt refinery using the Fuzzy Analytical Hierarchy Process (AHP) method.

Based on the calculation of capacity planning, to obtain a market share of at least 85% until 2030, the company must build an asphalt refinery with a production capacity of about 2 million MT/year with 4 (four) alternative locations for asphalt refinery construction, namely the Tuban/East Java, Cilegon area. /Banten, Dumai/Riau and Batam/Riau Islands."

Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Surya Marthias
"ABSTRAK
Latar belakang: Studi sebelumnya menyimpulkan bahwa mitral valve gradient (MVG) merupakan parameter selain area katup mitral (AKM) yang berhubungan dengan perbaikan gejala pasca komisurotomi mitral transkateter perkutan (KMTP). Oleh karena itu, studi diperlukan untuk menjelaskan hubungan MVG terhadap perbaikan gejala secara objektif, dalam bentuk kapasitas fungsional.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan MVG terhadap perubahan kapasitas fungsional pasca KMTP.
Bahan dan Metode: Studi quasi experimental dengan one group pre-post design terhadap 78 subjek. Pemeriksaan ekokardiografi dan treadmill Bruce termodifikasi dilakukan 1-2 hari sebelum dan 1-2 minggu setelah KMTP. Data sebelum dan setelah KMTP dianalisis untuk mencari hubungan variabel terhadap perbaikan kapasitas fungsional pasca KMTP. Perbaikan kapasitas fungsional didefinisikan sebagai perubahan lama latihan > 180 detik pasca KMTP.
Hasil: Rerata usia adalah 42 tahun, mayoritas perempuan (3,6:1) dengan rerata IMT 22,27 kg/m2. Sebesar 5,1% pasien merokok dengan komorbid stroke sebesar 14,1%. Sebelum KMTP, 53% memiliki irama sinus dengan mayoritas memiliki fungsi ventrikel kiri yang baik (rerata ejeksi fraksi 62%) dan fungsi ventrikal kanan yang baik (median tricuspid annular plane systolic excursion (TAPSE) 20 mm). Sebesar 97% pasien datang dengan kelas NYHA II sebelum KMTP dan mengalami perbaikan signifikan kapasitas fungsional pasca KMTP berupa perbaikan median lama latihan (241(18-1080) ke 603(30-1900) detik, p < 0,001) dan perbaikan median nilai VO2max estimasi (18,8(10,2-51,4) ke 32,8(10,6-83,2) mlO2/kg/menit, p<0,001). Dari uji korelasi, didapatkan variabel usia (r -0,23, adjusted R2=4,1%), pre-MVG (r 0,23, adjusted R2=4,2%), Δ MVG (r 0,31, adjusted R2= 9,0%) , dan pre-TR Vmax (r 0,3, adjusted R2=1,3%) berkorelasi terhadap perubahan kapasitas fungsional. Perbaikan kapasitas fungsional segera pasca KMTP tidak berhubungan dengan AKM pasca KMTP ≥ 1,5 cm2 (p= 0,14) dan perubahan AKM ≥ 200% pasca KMTP (p= 0,18). Penurunan MVG > 50 % pasca KMTP (OR 2,89, IK 95% 1,06-7,92; p = 0,038) dan TR Vmax sebelum KMTP > 3,4 m/s (OR 3,42, IK 95% 1,19-9,83; p = 0,023) merupakan prediktor perbaikan kapasitas fungsional segera pasca KMTP.
Kesimpulan: Penurunan MVG lebih dari 50% pasca KMTP berhubungan dengan perbaikan kapasitas fungsional segera pasca KMTP.

ABSTRACT
Introduction: Previous studies had shown that mitral valve gradient (MVG) was other parameter than mitral valve area (MVA) which had correlation with symptom improvement post baloon mitral valvuloplasty (BMV). However, further study is needed to illuminate the assocation of MVG with clinical improvement objectively, in term of functional capacity.
Objective: This study aimed to determine the association between MVG and functional capacity alteration after BMV.
Material and Methods: Quasi exsperimental study with one group pre-post design was applied in 78 subjects. Echocardiography and Modified Bruce Protocol assessment were done 1-2 days before and 1-2 weeks after BMV. Pre and post data were analized to obtain association of variables with functional capacity alteration immediately after BMV. Improvement of functional capacity was defined as alteration of exercise time more than 180 seconds after KMTP.
Results: The mean age was 42 y.o, female dominant (3,6:1), mean BMI was 22,27 kg/m2. Of 5,1% patient were smoker with most commonly observed comorbidities include stroke (14,1%). Majority 53% had sinus rhythm with dominant good left ventricular function (mean ejection fraction 62%) and good right ventricular function (median tricuspid annular plane systolic excursion (TAPSE) 20 mm). Of 97% patients presented with NYHA class II before BMV with significant improvement of functional capacity after BMV such as median exercise time alteration (241(18-1080) to 603(30-1900) s, p < 0,001) and median estimate VO2 max value alteration (18,8(10,2-51,4) to 32,8(10,6-83,2) mlO2/kg/minute, p<0,001). From correlation test, age (r -0,23, adjusted R2=4,1%), pre-MVG (r 0,23, adjusted R2=4,2%), Δ MVG (r 0,31, adjusted R2= 9,0%), and pre-TR Vmax (r 0,3, adjusted R2=1,3%) were corelated with functional capacity alteration. Improvement of functional capacity did not significantly associate with post MVA>1,5 cm2 (p= 0,14) and AKM alteration after BMV ≥ 200% (p= 0,18). Reduction of MVG > 50 % after BMV (OR 2,89, 95% CI 1,06-7,92; p = 0,038) and TR Vmax before BMV > 3,4 m/s (OR 3,42, 95% CI 1,19-9,83; p = 0,023) were predictor of functional capacity improvement immediately after BMV.
Conclusions: Reduction of MVG more than 50% had association with immediate improvement of functional capacity post BMV."
2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>