Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4110 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Partridge, A.D.
London: HMSOC, 1992
362.173 068 PAR m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nabila Mardy Fitria
"Departemen Quality Control (QC) bertanggung jawab untuk melakukan pengujian terhadap Active Pharmaceutical Ingredient (API) dan Finished Goods (FG). Pada pelaksanaan pengujian, hasil uji sampel API dan FG akan dibandingkan dengan hasil uji dari reference standard. Standard stock adalah larutan dengan jumlah yang besar dengan konsentrasi terstandar. Standard stock umumnya mengandung primary reference standard (RS) atau working standard (WS). Sebelum WS digunakan perlu dilakukan pengujian terhadap RS untuk memastikan bahwa WS tersebut dapat digunakan sebagai alternatif yang valid. Setiap WS akan digunakan harus diuji terhadap standard stock yang dibuat dari RS, sehingga perlu dilakukan pengujian stabilitas standard stock RS untuk mengetahui berapa lama standard stock RS dapat digunakan sebagai pembanding setelah pertama dibuat. Ditemukan hasil pengujian salah satu larutan stok standar yang tidak sesuai dengan parameter yang telah ditetapkan sebelum 3 bulan, maka diambil kesimpulan bahwa larutan stok standar tersebut hanya dapat digunakan segera setelah pembuatan larutan stok standar. Sementara itu, hasil pengujian larutan stok standar lain yang masih memenuhi parameter setelah penyimpanan diambil kesimpulan sementara bahwa larutan stok standar tersebut masih stabil dan dapat digunakan hingga pengujian terakhir dan kemudian dibuat interim report. Studi ini dapat membantu dalam pertimbangan pengadaan primary reference standard dan working standard, untuk laboratorium QC di masa yang akan datang.

The Quality Control (QC) Department is responsible for testing Active Pharmaceutical Ingredient (API) and Finished Goods (FG). During the test implementation, the test results of the API and FG samples will be compared with the test results from the reference standard. Standard stock is a solution with a large amount of standardized concentration. Standard stock generally contains a primary reference standard (RS) or working standard (WS). Before WS is used, it is necessary to be compared to the RS to ensure that the WS can be used as a valid alternative. Every WS to be used must be tested against standard stock made from RS, so it is necessary to test the stability of RS standard stock to find out how long RS standard stock can be used as a comparison after it was first made. It was found that the test results for one of the standard stock solutions were not in accordance with the parameters that had been set before 3 months passed, so it was concluded that the standard stock solution could only be used immediately after the preparation of the standard stock solution. Meanwhile, other standard stock solutions that still meet the parameters after storage are drawn a temporary conclusion that the standard stock solutions are still stable and can be used until the last test and then an interim report is made. This study can assist in the consideration of procuring primary reference standards and working standards for QC laboratories in the future.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Naumenko, Konstantin
"This second part of the work on creep modeling offers readers essential guidance on practical computational simulation and analysis. Drawing on constitutive equations for creep in structural materials under multi-axial stress states, it applies these equations, which are developed in detail in part 1 of the work, to a diverse range of examples."
Switzerland: Springer Cham, 2019
e20503046
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
David Christopher
"Bahan limbah berkelanjutan selalu menjadi studi penelitian terdepan di industri konstruksi dan akademisi. Inovasi dan penerapan bahan yang lebih hemat biaya dan berkelanjutan yang dapat digunakan dalam industri konstruksi nyata adalah salah satu tujuan utama yang harus dipenuhi dalam melakukan penelitian di bidang teknik sipil. Menurut laporan bank dunia tahun 2018, hasil sampah tahunan global diperkirakan akan tumbuh sebesar 70 persen menjadi 3,4 miliar ton selama 30 tahun ke depanm naik 30% dari 2,01 miliar ton pada tahun 2016 dan masalah ini akan terus ada dan bertambah buruk jika tidak ada kebijakan dan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut. Isu ini secara global akan menimbulkan dampak yang dapat merugikan berbagai sektor seperti ekonomi, lingkungan, dan kesehatan. Menyadari bahwa masalah sampah akan segera terjadi di masa mendatang, semua pemangku kepentingan yang terlibat, seperti organisasi pemerintah, organisasi swasta, dan komunitas ilmiah telah menemukan berbagai solusi untuk masalah daur ulang segala bentuk. bahan limbah yang dapat mendukung ekonomi sirkular dan memperpanjang siklus hidup suatu produk atau bahan secara keseluruhan. Penelitian di sini adalah untuk menganalisis kemungkinan penerapan bahan limbah pada beton berkelanjutan untuk mengurangi emisi dan untuk mencapai konstruksi yang lebih berkelanjutan.

Sustainable waste materials have always been at the forefront of research studies in the construction industry and academics in the surrounding space. The innovation and the implementation of more cost-efficient and sustainable materials that can be used in the real construction industry is one of the key goals to be met in conducting research in civil engineering. According to the world bank 2018 report the global annual waste generation is expected to grow by 70 percent to 3.4 billion tonnes over the next 30 years which is up 30% from 2.01 billion tonnes in 2016 and this problem will continue to exist and grow worse if there are not policy and steps taken to address the issue. The issue globally will cause a detrimental impact on many sectors such as the economy, environment, and health issues. Realizing that the issue of waste and sustainability will be imminent in the coming future, all the stakeholders that are involved, such as the government organizations, private organizations, and the scientific community, have come up with various solutions to the problem of recycling all forms of waste materials that can support the circular economy and prolong the life cycle of a product or material as a whole. The research here is to analyze the possibility of implementation of waste materials in sustainable concrete to reduce emissions and to achieve a more sustainable construction."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Windy Almyra Hanyouri
"Saliva di dalam rongga mulut merupakan agen perlindungan alami karena memiliki kapasitas penyangga yang mampu menetralkan asam yang dihasilkan oleh mikroorganisme asidogenik. Seiring dengan perkembangan material restoratif, beberapa material bioaktif baru dikembangkan yang memiliki kemampuan untuk bereaksi terhadap perubahan dalam lingkungan mulut, dengan melepaskan sejumlah ion kalsium, fosfat, hidroksil, dan fluor terutama dalam kondisi asam. Oleh karena itu, maka akan lebih menguntungkan jika material restoratif bioaktif memiliki karakteristik kapasitas penyangga seperti yang dimiliki oleh saliva. Hal ini dapat memicu remineralisasi gigi dan lingkungan sekitarnya, sehingga perkembangan karies akibat suasana asam dapat dikurangi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan membandingkan kapasitas penyangga yang dimiliki oleh material restoratif bioaktif dalam larutan kariogenik (saliva buatan pH 4,7) selama 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, dan 150 menit. Material restoratif bioaktif yang digunakan pada penelitian ini adalah Giomer, Activa (Activa Bioactive Restorative), Cention N (Alkasit Composite Resin), Fuji II LC (RMGIC), dan Zirconomer Improved. Penelitian eksperimental laboratorik menggunakan 30 spesimen yang terdiri dari 5 kelompok material restoratif bioaktif. Spesimen berbentuk lempeng dengan diameter 15 mm dan ketebalan 1 mm yang direndam dalam 10 ml saliva buatan (pH 4,7) kemudian disimpan dalam inkubator dengan suhu (37 ± 1)oC. Uji kapasitas penyangga menggunakan pH meter (Thermo Scientific Orion Star A211 Benchtop) untuk melihat perubahan nilai pH saliva buatan setiap 30 menit sampai 150 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai pH saliva buatan pada seluruh kelompok material seiring dengan waktu perendaman. Berdasarkan Uji One-Way ANOVA serta Post Hoc Bonferroni dan Tamhane, terdapat perbedaan bermakna antar kelima material restoratif bioaktif, seiring dengan waktu perendaman. Namun, hanya antara material Giomer dan Activa Bioactive tidak terdapat perbedaan bermakna. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa material restoratif bioaktif, yaitu Giomer, Activa Bioactive, Cention N, Fuji II LC, dan Zirconomer Improved memiliki kapasitas penyangga yang dapat meningkatkan pH saliva buatan (pH 4,7) ke arah lebih netral dalam 150 menit perendaman.

Saliva in the oral cavity is a natural protective agent because it has a buffering capacity that is able to neutralize acids that produced by acidogenic microorganisms. Along with the development of restorative materials, several new bioactive materials were developed with the ability to react changes in the oral environment, by releasing a number of calcium, phosphate, hydroxyl and fluoride ions especially in acidic conditions. Therefore, it would be more advantageous if the bioactive restorative material had the buffer capacity characteristic as owned by saliva. This can induce remineralization of the teeth and the surrounding environment, so that the development of caries due to an acidic condition can be reduced. The aim of this research was to observe and compare the buffer capacity owned by bioactive restorative materials in cariogenic solutions (artificial saliva pH 4.7) during 30 minutes, 60 minutes, 90 minutes, 120 minutes, and 150 minutes. The bioactive restorative materials used in this study were Giomer, Activa (Activa Bioactive Restorative), Cention N (Alcasite Composite Resin), Fuji II LC (RMGIC), and Improved Zirconomers. The experimental research laboratory used 30 specimens consisting of 5 groups of bioactive restorative materials. Disk-shaped specimens with a diameter of 15 mm and a thickness of 1 mm were immersed in 10 ml of artificial saliva (pH 4.7) and then stored in an incubator at a temperature of (37 ± 1)oC. Buffer capacity test was conducted using a pH meter (Thermo Scientific Orion Star A211 Benchtop) to see changes in the pH value of artificial saliva every 30 minutes until 150 minutes. The results showed an increase in the pH value of artificial saliva in all groups of materials along with the immersion time. Based on the One-Way ANOVA also Post Hoc Bonferroni and Tamhane tests, showed that there were significant differences between the five materials along with the immersion time. However, only between Giomer and Activa Bioactive material there were no significant differences. Based on the research results, it can be concluded that the bioactive restorative material, namely Giomer, Activa Bioactive, Cention N, Fuji II LC, and Improved Zirconomer have a buffering capacity that can increase the pH of artificial saliva (pH 4.7) towards a more neutral direction within 150 minutes of immersion"
Depok: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Schulz, Rockwell
New York: McGraw-Hill, 1976
362.173 068 SCH m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Schulz, Rockwell
New York: McGraw-Hill, 1983
362.173 068 SCH m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Christensen, Clayton M.
Boston: Harvard Business School Press, 2003
658.406 3 CHR I
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Cambridge, UK: Ballinger, 1976
362.12 COM
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>