Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3587 dokumen yang sesuai dengan query
cover
London: Routledge, 1989
153.3 FOR (1);153.3 FOR (2)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jackson, Rosemary
London: Routledge , 1991
809.391 5 JAC f
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Btari Indira Syafitri
"Artikel ini menganalisis perdebatan online seputar gender, seksualitas, dan keragaman ras dalam sub-genre high fantasy. High fantasy—sebuah sub-genre fantasi yang berlangsung di sebuah dunia alternatif yang tidak dapat dibandingkan dengan dunia nyata—telah menjadi tema yang cukup populer dalam produksi berbagai film, acara televisi, dan video game di abad kedua puluh satu. Para penulis high fantasy telah menunjukkan representasi gender, seksualitas, dan ras yang semakin setara dalam karya mereka. Akan tetapi, hal itu menyebabkan perbedaan pendapat di antara para penggemar. Beberapa memuji mereka karena menantang representasi yang kurang beragam, sementara penggemar lain berpendapat bahwa itu dilakukan demi mendapatkan uang atau sebagai upaya untuk dipandang benar secara politis—yaitu menjadi sangat berhati-hati agar tidak menyinggung kelompok tertentu dalam masyarakat. Dengan menggunakan teori konvergensi dan menganalisis perdebatan di media sosial menggunakan metode penelitian yang terinspirasi oleh etnografi digital, artikel ini mempelajari perbedaan sudut pandang antara penggemar high fantasy beserta alasannya. Artikel ini berpendapat bahwa perdebatan online tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai pribadi para pengguna media sosial mengenai isu-isu sosial yang lebih luas di bidang gender, seksualitas, dan ras.

This article analyses the many online debates surrounding gender, sexuality, and racial diversity within the high fantasy sub-genre. High fantasy—a sub-genre of fantasy in an alternative world incomparable to the real world— has been a popular theme in the production of various films, television shows, and video games in the twenty-first century. High fantasy writers have increasingly shown an equal representation of gender, sexuality, and race in their works. Still, it has divided fans’ opinions. Some praise them for challenging underrepresentation, while others argue that it is done only for profit or as an attempt to be viewed as politically correct—being very careful not to offend a specific group in society. By using convergence theory and analysing the debates in social media with a research method inspired by digital ethnography, this paper studies the clashing viewpoints between high fantasy fans and their reasonings. This article argues that the online debates are affected by social media users’ values regarding the broader social issues of gender, sexuality, and race.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Wicaksono
"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan skala kerawanan berfantasi baru yang valid dan reliable secara psikometris Skala ini dibangun oleh sekelompok peneliti dan telah melalui studi pilot yang menghasilkan 10 item akhir untuk mengukur kerawanan berfantasii Penelitian ini dilakukan dengan partisipasi mahasiswa dari University of Queensland yang terdaftar dalam mata kuliah PSYC3020 Measurement in psychology Studi ini menemukan bahwa skala kerawanan berfantasi yang baru dikembangkan ini berkorelasi positif dengan kreativitas dan skala CEQ Tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara nilai peserta laki laki dan perempuan Skala baru memiliki konsistensi internal yang baik 76 menunjukkan reliabilitas yang baik dan indeks diskriminasi soal yang memadai mulai dari 20 sebagai yang terendah dan 0 57 sebagai yang tertinggi Hasil dari penelitian ini sesuai dengan hipotesis pertama dan kedua di mana skor peserta berkorelasi positif dengan kreativitas dan skala CEQ namun tidak sesuai dengan hipotesa ketigag Skala baru ini bisa digunakan dalam merekrut individu untuk bekerja di bidang yang membutuhkan tingkat tinggi fantasi wilayah rawan seperti arsitektur atau industri film

The study aims to develop a new fantasy proneness scale that is psychometrically valid and reliable by developing a new scale The scale was constructed by a group of researchers and has undergone a pilot study resulting in 10 final items to measure fantasy proneness The study was conducted with the participation of students from University of Queensland who enrolled in the PSYC3020 course The study finds that the new fantasy proneness scale was positively correlated with the creativity and CEQ scale No significant difference was found between the scores of males and females participants The new scale possess a good amount of internal consistency 76 indicating good reliability and an adequate item discrimination indices ranging from 20 as the lowest and 57 as the highest The results of the study was similar to the first and second hypotheses where participants rsquo score correlated positively with creativity and CEQ scale however the third hypothesis was not supported The new scale could be used in recruiting individuals to work in fields that require a high level of fantasy proneness such as architecture or movie industry
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Munifah Sukma Zahara
"ABSTRAK
Tulisan ini membahas tentang film Kaze Tachinu dengan fokus kepada teknologi alat perang yang digunakan Jepang pada masa Perang Dunia II. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan bahwa film Kaze Tachinu sebagai media untuk mengkritik teknologi yang Jepang gunakan pada masa perang dunia II. Data yang digunakan untuk penelitian ini diambil dari salah satu film animasi Studio Ghibli berjudul Kaze Tachinu (2013). Agar analisis data terlihat dengan jelas, dilakukan pendeskripsian berdasarkan dialog dan beberapa adegan, lalu dianalisis dengan mengategorikan bagian realita dan fantasi di dalam film. Analisis yang dilakukan dalam penelitian menggunakan konsep fantasi dalam kesusastraan Jepang modern milik Susan J. Napier. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa teknologi pesawat yang digunakan Jepang pada masa perang justru membawa Jepang pada kehancuran.
Sedangkan penggunaan fantasi di dalam karya ini adalah sebagai bentuk subversif terhadap teknologi pesawat yang menghancurkan. Dengan demikian, keberadaan film ini dapat dimaknai sebagai kritik teknologi pada masa Perang Dunia II di Jepang.

ABSTRACT
This paper discusses film Kaze Tachinu by focusing on technology used by Japan during World War II. The objectives of this paper was to show that Kaze Tachinu was used as a medium to criticize the technology that Japan used during World War II. The data for this paper was collected from one of the animated films made by Studio Ghibli entitled Kaze Tachinu which was released in 2013. In order
to obtain the objectives of this research, the data was analyzed by describing dialogues and scenes, then analyzed bycategorizing which parts is reality and fantasy in the film. The analysis of this research used Fantasy Theory in modern Japanese literatures from Susan J. Napier. The results of this analysis show that aircraft technology used by Japan during the war were actually brought Japan to destruction. While the fantasy part in this film used as a form of subversity towards its destructive technology. Thus, the existence of this film functioned as a criticism of technology during World War II in Japan."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Wrightson, Patricia
London: Hutchinson, 1977
823.3 WRI i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Carroll, Lewis
New York: A Tom Doherty Associates Book, 1992
813 CAR a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Trias Melia
"Psikologi pada awalnya merupakan sebuah ilmu yang menekankan pada kesadaran manusia. Namun, muncul pemikiran baru dari Sigmund Freud, yang tidak hanya memberi kontribusi dalam bidang psikologi berupa metode yang menekankan unconsciousness atau alam bawah sadar manusia dalam meneliti perilaku manusia namun juga memberi kontribusi dalam pendekatan penelitian kesusastraan, yaitu pendekatan psikoanalisis. Pendekatan psikoanalisis ini dapat diterapkan dalam meneliti literatur-literatur, salah satunya adalah novel Choke karya Chuck Palahniuk.
Dengan menggunakan teori psikoanalisis mengenai Oedipus complex, skripsi ini menunjukkan abnormalitas hubungan tokoh Victor Mancini dengan ibunya dan gejala-gejala atau symptoms yang timbul akibat usaha Victor untuk bernegosiasi dengan fase Oedipal. Analisis tersebut membuktikan bahwa perilaku-perilaku neurosis yang dilakukan Victor merupakan upaya pencapaian kebahagiaan atas terpenuhinya hasrat-hasrat yang ia miliki terhadap ibunya dan mencapai solusi atas Oedipus complex yang dideritanya.

Psychology was at first a branch of science that focused on human's consciousness. However, there was a new perspective from Sigmund Freud, which was not only giving contribution to psychology about a new idea of unconsciousness influence to examining human mind but also a contribution in literature analysis approach, which is Psychoanalysis approach. This approach can be implemented to analyze literature works, novel Choke by Chuck Palahniuk, for example.
By using Psychoanalysis theory about Oedipus complex, this undergraduate thesis shows an abnormality in Victor Mancini and his mother's relationship and the symptoms that arise because of his effort to negotiate with the Oedipal phase. The analysis proves that his neurotic behavior is his effort to achieve pleasure of satisfying his desires towards his mother and to get a solution of his Oedipus complex.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S53042
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Levy, Michael, 1950-
""Fantasy has been an important and much-loved part of children's literature for hundreds of years, yet relatively little has been written about it. Children's Fantasy Literature traces the development of the tradition of the children's fantastic - fictions specifically written for children and fictions appropriated by them - from the sixteenth to the twenty-first century, examining the work of Lewis Carroll, L. Frank Baum, C. S. Lewis, Roald Dahl, J. K. Rowling and others from across the English-speaking world. The volume considers changing views on both the nature of the child and on the appropriateness of fantasy for the child reader, the role of children's fantasy literature in helping to develop the imagination, and its complex interactions with issues of class, politics and gender. The text analyses hundreds of works of fiction, placing each in its appropriate context within the tradition of fantasy literature"--amazon.com.
A comprehensive study of children's fantasy literature across the English-speaking world, from the sixteenth century to the present."
Cambridge New York: Cambridge University Press, 2016
809.89 LEV c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>