Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1379 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Canberra: Australia Institute of Aboriginal Studies, 1975
305.89 AUS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Canberra: Aboriginal Studies Press, 1990
323.1 GOI
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Melbourne: : Oxford University Press, 1997
306.440 899 ARC
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Canberra: Australian Institute of Aboriginal Studies, 1974
301.451 AUS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Blake, Barry J.
Sydney: Angus & Robertson, 1981
499.15 BLA a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
McCarthy, Frederick D.
Sydney: Trustees of the Australian Museum, 1958
709.94 MCC a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
North Melbourne: Cassell Australia, 1979
994.004 9 ABO
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Hamin Usman
"Padangan Beth Roberts terhadap Bentuk
Sastra pasca kolonial di manapun keberadaannya, pada umumnya mempunyai kesamaan penggambaran, yaitu perlawanan masyarakat yang dijajah terhadap penjajahnya. Namun di Australia bentuk sastra pascakolonial tersebut menjadi unik. Di Australia, perlawanan masyarakat yang dijajah yaitu perlawanan suku Aborijin melawan pemerintah Australia mendapatkan simpati dan bantuan dari masyarakat kulit putih penjajahnya. Melalui media maupun karya tulis, mereka turut menunjukkan sikap yang ditujukan kepada pemerintah Australia atas kebijakankebijakan yang diberlakukan bagi suku Aborijin yang dirasakan tidak sesuai, bahkan terkesan represif.
Beth Roberts, dengan karyanya, Magpie Boy (1989) adalah bagian dari fenomena ini. Di dalam karyanya tersebut, si pengarang kulit putih ini selain menggambarkan kehidupan suku Aborijin dan orang kulit putih, tampak pula memberikan pandangannya terhadap suatu bentuk rekonsiliasi.
Salah satu bagian dari gambaran kehidupan suku Aborijin dan orang kulit putih yang diangkat ke dalam cerita yang dianalisis dalam tesis ini adalah nilai-nilai kemanusiaan mereka. Dari nilai-nilai kemanusiaan yang dikaji melalui tokoh dan penokohan sebagai elemen dalam fiksi, kedua kelompok tersebut dicoba pertemukan dalam bentuk rekonsiliasi.
Namun pada akhirnya terlihat bagaimana penggambaran rekonsiliasi yang dari awal telah diupayakan oleh pengarang, tidak mendapatkan bentuk yang hakiki melalui caranya menghadirkan simbol-simbol yang metaforis. Simbol-simbol tersebut pada dasarnya adalah pesan pengarang kepada pemerintah Australia atas cara mereka menyikapi upaya proses rekonsiliasi di dalam negeri."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2003
T9510
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Williams, Nancy M.
Canberra: Australian Institute of Aboriginal Studies, 1987
342.083 WIL t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Victoria: Applied Linguistics Association of Australia, 1984
499.15 FUR
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>