Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10761 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Putri Minerva Mutiara
"Naskah Sejarah Tambusai ini kami peroleh dari Perpustakaan Museum Pusat Jakarta, bernomer kode Ml. 100a. Dalam Kesusastraan Melayu Lama cerita ini termasuk dalam cerita Sastra Sejarah. Yang dimakaud dengan cerita Sastra Sejarah ialah suatu hasil karya sastra yang dibuat berdasarkan peristiwa-peristiwa sejarah. Dalam penulisan ini kebenaran sejarah tidak dipentingkan. Itulah sebabnya dalam karya-karya sastra sejarah banyak dijumpai mitos-mitos dan legenda.
Penulisan sejarah di Indonesia pada masa lalu memang berbeda dengan penulisan sejarah Barat dimana fakta dan data yang disusun secara kronologis merupakan hal yang panting. Penulisan sejarah di Indo-nesia hanyalah untuk kepentingan istana dan memuliakan raja-raja yang berkuasa pada masa tu (Bottoms, 1965 : 180). Sedangkan yang dimaksud dengan sejarah ialah segala kejadian dimana lampau (Mulia, h 1224).
Cerita Sejarah Tambusai ini merupakan sebuah cerita, Syajarah yang artinya pohon atau Daftar Keturunan atau Silsilah (Klinkert, 1930 : 640) dari Raja-raja Tambusai, yaitu Raja-raja Islam yang berkuasa di daerah Rokan (Riau) sekitar abad ke XVI sampai abad ke III. Berdasarkan penelitian katalogus ternyata bahwa naskah cerita Sejarah Tambusai yang tersimpan di Perpustakaan Museum Pusat Jakarta ini merupakan naskah tunggal..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1979
S11030
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Al Azhar
[Pekanbaru] : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan R.I. , 1986.
572.792 5 U 324
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
I Nengah Duija
"Tradition can be seen from two different perspectives, those of literacy (writing system) and of oral tradition. Recently, some intellectuals have shown interest in oral tradition as academic study in some universities. Oral tradition is not supposed to be seen merely as part of the past and a cultural entity of no importance. This paper describes the two traditions of oral literature and manuscript writing as a basis for local historical knowledge and records of cultural politics. The discussion will be more about the content of tradition that is related to the history of cultural politics than a historical observation."
Depok: Faculty of Humanities University of Indonesia, 2005
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Rosiyah
"ABSTRAK
Skripsi ini menyajikan deskripsi dan suntingan teks naskah sejarah keris koleksi FSUI berkode KR.7 ndash;NR.381 serta terdapat analisis makna pamor. Teks di tulis menggunakan bahasa dan aksara Jawa yang di salin Pigeaud pada Agustus 1939 di Yogyakarta. Teks berbentuk Prosa ini menceritakan tentang sejarah raja-raja yang pertama kali membuat keris dengan dhapur dan jenis pamor tertentu. Metode penelitian filologi yang digunakan adalah metode intuitif. Suntingan teks dilakukan dengan menerapkan metode edisi standar metode kritis dengan melakukan perbaikan teks yang dilengkapi dengan ringkasan cerita dan pedoman alihaksara.

ABSTRACT
This undergraduate bachelor thesis presents description and text editing on the history of keris owned by FS UI coded KR.7 ndash NR.381. This writing also presents the analysis of blade patterning pamor . Texts were written in the language and alphabet of Javanese copied by Pigeaud in the year of 1939 in Yogyakarta. This prose shaped text tells about the history of the king who the first made a keris with certain dhapur and pamor. Philological research method that used in this research were intuitive method. Text editing were conducted by applying standard edition method critical method by doing text refinement that completed by summary of the story and guidelines translation. "
2016
S66044
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Atiatun Masruroh Alkiromah
"ABSTRAK
Dalam penulisan skripsi ini penulis tertarik untuk mengambil obyek penelitian pada naskah babad. Selain memiliki banyak infor_masi yang dapat diambil, menurut Ekadjati (1078) naskah jenis ini juga memiliki sifat ganda, yaitu mengandung unsur sastra dan unsur sejarah.
Naskah babad yang kemudian dipilih adalah naskah yang dapat dikategorikan dalam babad kecil atau sering juga disebut seba_gai babad lokal, yaitu BABAD BANYUMAS. Karena dengan penelitian terhadap babad- babad lokal akan sangat berguna untuk dapat memahami terhadap kebudayaan dan sejarah daerah tersebut, yang pada akhirnya juga akan sangat membantu pemahaman terhadap sejarah dan kebudayaan Indonesia secaraa keseluruhan.
Hal pertama yang di lakukan adalah mengumpulkan naskah naskah yang memiliki judul yang sama. Ini dilakukan dengan cara melihat pada katalog-katalog yang ada ataaupun mendatangi /melacak beberapa perpusakaan seperti Perpustakaan Nasional, Perpustakaan FSUI (Jakarta) dan Perpustakaan Sonobudoyo (Yogyakarta). Dari naskah-_naskah yang dapat dikumpulkan itu kemudian diperbandingkan, dengan melihat kekuatan dan kelemahan masing-masing naskah. Dengan malakukan perbandingan itu akhirnya bisa didapat metode yang sesuai untuk penelitian, dalam hal ini yang penulis pakai adalah metode landasan. Setelah itu juga menentukan edisi yang digunakan dalam penyuntingaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan suatu edisi teks yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah."
1995
S11733
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Retno Wulandari
"Naskah Andhe-Andhe Lumut merupakan salah satu versi korpus cerita Panji. Meskipun Pigeaud (1967) mengelompokkan naskah Andhe-Andhe Lumut ke dalam cerita dongeng tetapi Poerbatjaraka (1968) berpendapat ada beberapa cerita Panji dapat dimasukkan ke dalam cerita dongeng. Hal pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan naskah-naskah yang memiliki judul yang sama. Ini dilakukan dengan Cara melihat katalog atau mendatangi/melacak ke perpustakaan yaitu Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Sonobudoyo (Yogyakarta) dan Perpustakaan Sasono Pustoko, Keraton Surakarta. Naskah-naskah yang telah dikumpulkan kemudian diperbandingkan dengan melihat kelebihan dan kelemahan masing-masing naskah. Metode yang dipakai untuk melakukan perbandingan adalah metode landasan. Untuk suntingan naskah dipergunakan edisi standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan edisi teks yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1999
S11491
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Proyek inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional, 1995
959.8 Sej
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Septiani
"Skripsi ini membahas unsur sejarah yang terkandung dalam naskah Syair Bintara Mahmud Setia Raja Blang Pidier Jajahan (SBMSRBPJ). Metode yang digunakan dalam menyunting teks adalah metode edisi kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan instrinsik pada tahap analisis isi. Tujuan penelitian ini adalah menyajikan suntingan naskah SBMSRBPJ dan mendeskripsikan unsur sejarah yang terkandung dalam naskah tersebut.
Dalam naskah SBMSRBPJ, ditemukan adanya peristiwa sejarah mengenai Perang Aceh melawan Belanda yang terjadi pada tahun 1873?1942 di Aceh. Hal ini dibuktikan dengan unsur-unsur dalam naskah, yakni tokoh dan latar, yang dikenal dalam dunia nyata. Oleh karena itu, naskah SBMSRBPJ termasuk dalam sastra sejarah.

This thesis discuss about the history of the text on Syair Bintara Mahmud Setia Blang Pidier Jajahan (SBMSRBPJ). The method which is used in this text is critical edition method. Thisresearch used the intrinsic approach for analysis step. The purpose of this research is explaining the text of SBMSRBPJ and describing the history of its text.
From the text, the writer found the Aceh war with the Dutch in 1873-1942 at Aceh. It happened supporting with two aspects such as the characters and the setting. There, it is called as a history of literature."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S10818
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Bagus Febriyanto
"ABSTRAK
Naskah Langen Wibawa selanjutnya disingkat menjadi LW merupakan sebuah peninggalan karya sastra yang mendokumentasikan 28 tarian yang ada dalam lingkungan Kadipaten Pakualaman. Salah satu tarian yang terdokumentasi dalam teks LW adalah Sirmpi Gadheg Putri. Srimpi merupakan tarian yang sakral, meskipun tidak sesakral bedhaya. Masalah yang muncul adalah terputusnya pelestarian Srimpi Gadheg Putri tradisi Kadipaten Pakualaman pasca pemerintahan Paku Alam IV hingga sekarang tidak dikenali kembali wujud repertoar sajiannya. Oleh sebab itu, dalam rangka menemukan kembali bentuk Srimpi Gadheg Putri tradisi Pakualaman, maka akan dilakukan dua tahap penelitian. Tahap pertama dilakukan suntingan teks LW dengan edisi kritis. Tahap kedua, dilakukan analisis tari dengan pendekatan etnokoreologi yang meliputi aspek sejarah, seni musik, dan seni tari khususnya tata lampah dan tata rakit. Dengan demikian penelitian ini berguna untuk menghidupkan kembali tradisi tarian yang telah lama hilang dalam bentuk rekonstruksi tari Srimpi Gadheg Putri.Dari hasil kritik teks ditemukan beberapa kesalahan berupa hilangnya suku kata atau lakuna. Hal ini menunjukkan bahwa teks LW bersih dari kesalahan-kesalahan. Berdasarkan analisis teks diketahui bahwa teks LW merupakan karya sastra yang didedikasikan sebagai dokumentasi seni tari. Oleh sebab itu, patut dijadikan sumber acuan utama dalam pengembangan tari tradisi Kadipaten Pakualaman. Dari pengkajian terhadap teks LW hal. 68-82 yang mendokumentasikan tari Srimpi Gadheg Putri ditemukan tiga keunikan. Pertama, prosesi kapang-kapang majeng yang dilakukan dua tahap. Kedua, digunakannya kalimat naratif kandha dan lagon yang mengindikasikan adanya pengaruh tradisi Kasultanan Yogyakarta dalam tradisi tari Kadipaten Pakualaman. Ketiga, penyajian kalimat naratif kandha dalam bentuk untaian puisi atau tembang.

ABSTRACT
Langen Wibawa hereinafter abbreviated as LW manuscript is a literary work that records 28 dances in the Kadipaten Pakualaman. One of the dances documented in LW is Srimpi Gadheg Putri. Srimpi is a sacred dance, not as sacred as the bedhaya dance. A problem arises that there happens to be a discontinuation in the preservation of the Srimpi Gadheg Putri after the resignation of Paku Alam IV so that the repertoire of the dance is now no longer known. In order to reconstruct the form of the Srimpi Gadh g Putri of Pakualaman, two stages of research will be conducted. The first stage is done by editing the critical edition of LW. The second stage is an analysis of dance conducted by using ethnochoreologic approach that includes aspects of history, arts, music, and dance aspecially tata lampah and tata rakit. By this research, it is aimed to be useful in reviving the traditional dance that has long been lost and to result the reconstructed form of the Srimpi Gadheg Putri.From the critical edition of the text, it is found that there are few errors of missing syllable or lacunae. This means that LW is quite clear from errors. Based on the text analysis, it is revealed that LW is a literary work aimed to record dances. Therefore, the text is suitable for the main reference of the dance tradition of Pakualaman. On analysis of LW on pages 68 69 that documents Srimpi Gadheg Putri, three characteristics were found. The first is the kapang kapang majeng procession that is done in two steps. The second is the usage of kandha and lagon narratives indicating the influence of Kasultanan Yogyakarta tradition over Kadipaten Pakualaman traditional dance. The third is the provision of the kandha narrative in form of poem or tembang. "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>