Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 79468 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sri Endah Kiswijayati
"ABSTRAK
Skripsi yang berjudul Indonesia Muda ini saya ajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam mencapai gelar sar_jana dalam bidang studi.ilmu sejarah. Ada-2 hal yang telah mendorong saya untuk menulis tentang organisasi pemuda ter_sebut yaitu pertama, masalah mengenai organisasi Indonesia Muda_sebagai salah satu organisasi yang tumbuh di masa per_gerakan nasional, sejauh yang saya ketahui hingga saat ini belum ada yang membahasnya dalam bentuk skripsi. Kedua, ada hal yang menarik dari organisasi Indonesia Muda yaitu bahwa pembentukan organisasi ini merupakan sua_tu usaha yang dilandaskan pada semangat persatuan yang muncul di antara perkumpulan pemuda. Apalagi setelah ter_cetusnya Sumpah Pemuda, yang semakin memberikan dorongan pada mereka untuk segera mewujudkan secara nyata wadah dari semangat persatuan tersebut. Organisasi Indonesia Mude yang didirikan pada tanggal 31 Desember 1930 dengan landasan dasarnya persatuan di antara pemuda - pemuda Indonesia, ternyata mempunyai latar belakang pembentukan yang berliku - liku. Hal itu.

"
1986
S12565
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Indarti
"Sepanjang masa pemerintahan Hindia Belanda masalah Islam merupa_kan persoalan sosial yang cukup pelik yang harus dihadapi oleh pemerintah Hindia Belanda. Pemerintah sebenarnya kurang menguasai masalah-masalah Islam oleh sebab itu mereka selalu kuatir terhadap kekuatan gerakan Islam. Mereka mempunyai pendapat bahwa golongan Islam selalu ingin memberontak terhadap pemerintah Hindia Belanda.
Sehubungan dengan masalah itu saya terdorong untuk menulis skrip_si yang berjudul Partai Islam Indonesia (1938-1942), karena meskipun Partai ini adalah Partai Islam tetapi mempunyai haluan ko-operasi jadi tidak seperti partai Islam pada umumnya yang berhaluan non-kooperasi.
Selain itu yang menarik perhatian saya adalah para anggota yang duduk di dalam kepengurusan Partai terdiri dari 2 golongan Islam, yang mendapat pendidikan Barat, dimana mereka itu semuanya dapat bersatu dalam PII.
Di dalam studi sejarah masih sedikit sekali masalah mengenai PII ini dibahas., memang ada beberapa tulisan yang membahas mengenai PII teta_pi hanya dibahas secara sekilas lintas seperti misalnya yang ditulis oleh J.M. Pluvier, A.K. Pringgodigdo dan Deliar Noer. Jadi tidak secara..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1984
S12418
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sambuaga, Theo L.
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1978
S6006
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Helena
"ABSTRAK
Skripsi yang berjudul Kepanduan Bangsa Indonesia (1930-1942) ini saya ajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Sastra. Hal yang mendorong saya menulis tentang kepanduan adalah: pertama, masih kurangnya buku-buku dan penulisan-penulisan yang mengungkapkan, peranan gerakan kepanduan, yang, memegang, peranan cukup panting dalam membentuk persatuan bangsa, yang akhirnya tercetus dengan kemerdekaan bangsa Indonesia dari masa penjajahan. Kedua, penulis pernah menjadi pandu pada Gerakan Pramuka sehingga pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal dasar dalam penulisan skripsi ini. Dalam skripsi yang terdiri dari tiga bab ini, penulis berusaha menerangkan dan menganalisa Kepanduan Bangsa Indonesia yang berdiri pada tanggal 30 September 1930 di Jakarta.

"
1986
S12344
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Untung Muafidin
"
ABSTRAK
Skripsi ini bertujuan untuk melihat peran PSSI, sebagai organisasi keolahragaan yang baik pembentukannya maupun kebijakan-kebijakannya yang ditempuhnya banyak bersinggungan dengan unsur politis. Persinggungan ini didasarkan pada keadaan atau situasi, bahwa pembentukan organisasi PSSI adalah merupakan saluran alternatif di dalam melaksanakan perjuangan.
Perjuangan dengan mempergunakan saluran olahraga yang diwujudkan oleh PSSI melalui gerakan sepakbola kebangsaan, ini dilakukan agar usaha-usaha perjuangan yang sebelumnya telah dilakukan oleh para tokoh pergerakan, tetap mempunyai wadah penyatu karena melalui persatuan akan tercapai suatu kekuatan.
Satu hal yang menarik dari pembentukan organisasi ini adalah bahwa organisasi keolahragaan ini dapat digunakan sebagai alat dan wadah bagi persatuan dan perjuangan yang dilindungi oleh semangat kebangsaan. Penelitian dan pengumpulan bahan dilakukan melalui studi kepustakaan di berbagai perpustakaan di Jakarta. Dengan mempergunakan surat kabar dan majalah sejaman sebagai sumber primer.
"
1998
S12672
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Edy Suwardi
"Boedi Oetomo (BO) adalah organisasi pergerakan yang didirikan oleh pemuda pelajar STOVIA pada tanggal 20 Mei 1908. Berdirinya organisasi ini merintis lahirnya organisasi-organisasi pergerakan lainnya seperti Serikat Islam (SI), Muhammadiyah, Indische Partij (IP) dan lain lain. Juga munculnya organisasi pemuda kedaerahan seperti Tri Koro Dharmo, Jong Sumatranen Bond (JSB), Jong Minahasa dan lain-lain merupakan dampak dari berdirinya BO. JSB merupakan salah satu organisasi pergerakan pemuda, didirikan pada tanggal 9 Desember 1917 oleh pemuda pelajar Sumatera yang sedang belajar di Jakarta. JSB memiliki tujuan sangat berbeda dengan tujuan organisasi-organisasi pemuda yang ada pada masa itu. Perbedaan itu terlihat dari Anggaran Dasarnya yang yang menyatakan bahwa JSB bertujuan menumbuhkan kesadaran di antara para anggotanya dan menjaga agar mereka terpanggil untuk tampil sebagai pemimpin dan pemandu rakyatnya. Tujuan tersebut dapat terwujud dan dibuktikan oleh para anggotanya yang kebanyakan orang Minangkabau yang tampil menjadi tokoh-tokoh nasional seperti Muhammad Hatta, Muhammad Yamin dan lain-lain. Melalui wadah organisasi dan pemikiran tokoh-tokohnya, JSB dalam arah gerakannya mengalami transformasi atau perubahan, yang semula bersifat sangat lokal atau kedaerahan kemudian menjadi yang bersifat nasional Indonesia dan itu juga terjadi pada penamaan organisasi yang semula Jong Sumtranen Bond berubah menjadi Pemuda Sumatra. Perubahan gerakan itu sudah tampak sejak awal perkembangannya untuk mencoba membentuk federasi dengan Jong Java, kemudian pada Kongres Pemuda pertama tahun 1926 mengupayakan bahasa Melayu menjadi Bahasa Persatuan, dan secara tegas pada Kongres Pemuda Kedua tahun 1928 bahasa Melayu yang sebagian besar dipergunakan oleh masyarakat Sumatera menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan kesatuan, dan terakhir memfusi dalam Indonesia Muda tahun 1931 sebagai wujud pedulinya JSB terhadap persatuan dan kesatuan pemuda Indonesia. Jadi dalam pergerakannya JSB yang dipelopori oleh pemuda pelajar Minangkabau tetap konsisten, dari awal tujuannya untuk kemajuan Sumatera, akhirnya untuk kepentingan Bangsa Indonesia, tidak untuk kepentingan suku tertentu atau wilayah tertentu.

Boedi Oetomo (BO) is movement organization established by STOVIA student youth on May 20th, 1908. The establishment of this organization pioneered the birth of other movement organizations such as Serikat Islam (SI), Muhammadiyah, Indische Partij (IP) and etcetera. Also the rising of local youth organization such as Tri Koro Dharmo, Jong sumatranen Bond (JSB), Jong Minahasa and etcetera is the effect of BO establisment.JSB was one of youth movement organizations, established on Desember 9th, 1917 by Sumatera's student youth studying in Jakarta. JSB hasvery defferent objective from the objectives of youth organizations existing at that period. The difference is seen from its Articles of Association stating that JSB has the objective to grow awareness among its members and maintain the sentiment of their calling to come forward as leaders and guides for their people. That objective can be manifested and proved by its members most of them are Minangkabau people come forward as national figures such as Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, and etcetera. Through the vessel of organization and thoughts of its figures, JSB its movement direction experiencing transformation or changes, initially very local and area-oriented in its characteristic then it became nationally Indonesia in tis characteristic and it also happened at the naming of the organization initially Jong Sumatranen Bond changed into Pemuda Sumatera. The changes in the movement had appeared since its initial development trying to form federation with Jong Java, then at first Youth Congress in 1926 made the efforts to make Malay language becoming the Unifying Language, and firmly at the Second Youth Congress in 1928, Malay language, most used by Sumatera peoples, became Indonesian language as the unifying and integration language, and last fusing it with other youth organizations became Indonesia Muda in 1931 as the manifestation of JSB's concern on the unity and integrity of Indonesian youth. So, in its movement, JSB pioneered by Minangkabau student youths, is still consistent, from its initial objective for the progress of Sumatra, finally for the interest of Indonesian Nation, not for the interest of certain tribe or certain area."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta : Prapanca
050 IR 1 (1951)
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
New York : Cornell Modern Indonesia Project
050 IND (1966/67)
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
Ekalantri Fitriani
"Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia, baru kemudian disusul oleh negara-negara lainnya. Hal ini tidaklah mengherankan karena Indonesia memiliki hubungan tradisional dengan Mesir dan Timur Tengah pada umumnya, yaitu hubungan keagamaan (Islam) dan pendidikan, sejak lama. Pengakuan tersebut tidak terlepas dari peranan pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir, yang melakukan aktifitas politik dalam rangka mencari dukungan bagi perjuangan rakyat Indonesia melawan kaum penjajah. Setelah Proklamasi 17 Agustus1945, aktifitas para pelajar dan mahasiswa tersebut ditujukan untuk mendapatkan pengakuan bagi kemerdekaan Indonesia. Berkat peranan pelajar dan mahasiswa tersebut, serta dengan adanya kebijaksanaan Solidaritas Islam yang dianut Pemerintah Mesir waktu itu, maka pada tahun 1947, secara resmi Mesir mengakui Indonesia. Dalam beberapa hal, terdapat persamaan antara Indonesia dan Mesir, seperti persamaan sebagai negara jajahan, mayoritas rakyatnya beragama Islamdan persamaan dalam prinsip kebijaksanaan Luar Negeri, yaitu membenci kolonialisme dan imperialisme. Liga Arab sebagai badan perwakilan dari negara-negara Arab, memiliki peranan yang sangat besar bagi terlaksananya pengakuan kedaulatan tersebut. Sekjen Liga Arab, Abdurrahman Azzam Pasha-lah yang memberikan usul pada Pemerintah Mesir untuk membantu dan mendukung perjuangan bangsa Indonesia yang sedang menghadapi penjajah. Usul tersebut didambut dengan positif, maka dari sinilah langkah awal keterlibatan Pemerintah Mesir dalam perjuangan bangsa Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1996
S12332
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bro, Margueritte Harmon
New York Harper & Brothers 1954
919.2 B 375 i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>