Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 99292 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fajar Sidiq Listianto
"Sebagai sebuah hasil kebudayaan manusia yang dinamis, bahasa pun memiliki sifat yang sama, yaitu senantiasa berubah dalam setiap jamannya. Perubahan-perubahan tersebut salah satunya terlihat pula dalam Bahasa Jepang. Namun perubahan dalam bahasa tersebut tidak lantas segera dapat diterima dalam masyarakat penutur bahasa tersebut. Dalam Bahasa Jepang, perubahan-perubahan tersebut ada kalanya digolongkan menjadi bahasa-bahasa yang menyimpang dari bahasa standar yang mereka gunakan saat ini (_W____ __) yang kemudian dikenal dengan nama __{_??_ __. Salah satu penyimpangan yang dibahas pada skripsi ini yaitu fenomena bahasa sopan (_h__ ______) yang digunakan pada family restaurant dan convenience store di Jepang yang dikenal dengan _t_@_~_E_R___h__ __"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S13725
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"In studying the Japanese language, correctness and resilient is needed, especially in sentences usage.  That because the sentence type in Japanese language is variety based on the intention, topic, predicate, and forming of sentence.  For the sentences usage, it’s better to understand the sentence meaning,  especially sentence that contain sentence factor and consist of clause on ‘fukubun'  compound sentence.  ‘Fukubun'  in Japanese language are consists of 7 type,  which are ‘fukubun’ with type of Juubun, Yuzokubun and combination between Juubun and Gobun,  Juubun and Yuzokubun,  Gobune and Yuzokubun,  Juubun combination,  Gobun and Yuzokubun with every type of fukubun is having more than one characteristic."
NIGAKU 1:1 (2005)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ariestyani Wahyu Perwitasari
"Penelitian mengenai fungsi keigo ini dilakukan dengan menggunakan metodeDeskriptif di dalam penelitian kepustakaan dan menggunakan bahan pengajaran visual yaitu video dengan judul Bideo Koza Keigo no Taiga Hyogen sebagai sumber data. Data yang dianalisis adalah data percakapan aisatsu (ucapan salam) dan ayamaru (minta maaf). Data percakapan dalam video tersebut kemudian dianalisis dengan menerapkan teori Leo Loveday mengenai fungsi penggunaan keigo. Leo Loveday mengemukakan bahwa selain sebagai penanda inferioritas/superioritas, keigo juga berfungsi untuk menyoroti perbedaan gender, mengekspresikan formalitas dalam keadaan terpaksa; mencirikan lawan bicara sebagai anggota kelompok atau individu diluar kelompok; untuk tujuan gaya bahasa, misalnya sarkasme, cercaan, dan humor; mentsu wo mamoru; mencari bantuan atau perlindungan; memberikan pesan khusus seperti rasa terima kasih; melindungi wilayah individu dan privasi; mendekorasi pertukaran bisnis dan jasa; mengindikasikan kehalusan budi bahasa pembicara; dan sebagai penanda kelompok sosial.Permasalahan dalam skripsi ini adalah penggunaan keigo dalam Bideo Koza Keigo no Taiga Hyogen khusus mengenai penggunaan aisatsu (ucapan salam) dan ayamaru (minta maaf). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari fungsi penggunaan keigo yang terdapat daiam Bideo Koza Keigo no Taiga Hyogen.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi penggunaan keigo dalam Bideo Koza Keigo no Taiga Hyogen pada data percakapan aisatsu adalah: 1) sebagai penanda inferioritas/superioritas dan 2) menyoroti perbedaan gender. Sedangkan fungsi penggunaan keigo daiam Bideo Koza Keigo no Taiga Hyogen pada data percakapan ayamaru (minta maaf) adalah I) sebagai penanda inferioritas/superioritas dan 2) mencirikan lawan bicara sebagai anggota kelompok atau individu di Iuar kelompok. Kesimpulan ini diperoleh dari hasil analisis data percakapan individu-individu yang muncul dalam video. Ungkapan-ungkapan yang digunakan individu_individu tersebut dianalisis dengan memperhatikan variabel yang mempengaruhi penggunaan keigo, antara lain: status sosial, perbedaan usia, perbedaan gender, situasi, dan keanggotaan kelompok yang disajikan dalam bentuk tabel. Dari tabel tersebut bisa dilihat bagaimana pola hubungan individu-individu yang muncul daiam video. Dari hasil analisis data aisatsu (ucapan salam) dan ayamaru (minta maaf) dalam Bideo Koza Keigo no Taiga Hyogen, bisa diketahui bahwa individu di luar kelompok mendapat prioritas daiam penggunaan keigo dibandingkan dengan anggota kelompok. Dan di dalam kelompok itu sendiri pun terdapat suatu hirarki yang menghendaki perbedaan dalam penggunaan keigo."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2004
S13483
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diana Kartika
"ABSTRAK
Pada hakekatnya, bahasa adalah salah satu unsur kebudayaan yang sifatnya universal, yang dimiliki oleh setiap manusia di dunia ini. Setiap manusia mutlak memerlukan bahasa untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Seperti dikatakan oleh Nababan (1991: 48), tanpa komunikasi tidak ada masyarakat. Masyarakat, yang merupakan sistem sosial bagi manusia, bergantung pada komunikasi kebahasaan. Tanpa bahasa, sistem kemasyarakatan manusia akan mustahil ada, dan kemanusiaan pun akan lenyap,sosial di antara penggunanya. Seorang pengguna bahasa wajib mengetahui hal ini; ia harus tahu bagaimana cara menggunakan bahasa, sehingga pesan yang ingin ia sampaikan dapat tersampaikan dengan sempurna, dan hubungan antara dirinya dengan sesamanya pun tetap terpelihara dengan baik. Chomsky, seorang tokoh linguistik yang berangkat dari filsafat ilmu rasionalisme, menyusun sebuah teori linguistik yang diharapkannya dapat mencapai suatu generalisasi mengenai bahasa yang sangat umum dan menyeluruh. la kemudian melahirkan istilah competence yang mengacu kepada kemampuan manusia untuk menghasilkan rangkaian-rangkaian kalimat yang tidak terbatas berdasarkan sejumlah aturan yang terbatas, dan performance yang mengacu kepada penampilan kemampuan berbahasa manusia di dalam situasi yang konkret (Chomsky, 1965).

"
1996
S14249
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ivonilia
"Skripsi ini membahas tentang pelaksanaan gerakan 3R -Reduce, Reuse, Recycledalam pengelolaan sampah padat perkotaan di Jepang sebagai praktik sosial menurut teori strukturasi yang dikemukakan oleh Giddens. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui sumber sekunder seperti: buku-buku, data statistik, laporan penelitian, jurnal, dan publikasi elektronik. Dengan mengacu pada teori strukturasi, hasil penelitian membuktikan bahwa gerakan 3R dalam pengelolaan sampah padat perkotaan di Jepang adalah benar praktik sosial yang mengintegrasikan agen dan struktur.

The focus of this study is the 3Rs? practices -reduce, reuse, and recycle- in Japan?s municipal solid waste management as social practices according to Giddens? structuration theory. The purpose of this study is to understand how 3Rs? practices integrates agent and stucture in Japan?s MSWM, as in Giddens? structuration theory. This research is qualitative descriptive interpretive. The data were collected from secondary data such as: books, statistics, research reports, journals, and electronic publications. Refering Giddens? structuration theory, this study proved that 3Rs? practices in Japan?s MSWM are without doubt the social practices that integrates agent and structure."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S13664
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Farhanah Amaliah
"Skripsi ini menganalisis strategi kesantunan dan prinsip kerja sama antara pemandu acara dan narasumber. Tujuannya adalah mengetahui strategi bertutur apa sajakah yang digunakan keduanya yang berimplikasi untuk menjaga dan melindungi ‘muka’ yang bersangkutan dari keterancaman. Dari penelitian ini diperoleh beberapa penggunaan strategi kesantunan dan pelanggaran yang terjadi dalam sebuah percakapan antara pemandu acara dan narasumber. Kesimpulan dari analisis tersebut adalah strategi kesantunan yang lebih sering digunakan baik oleh pemandu acara maupun narasumber adalah strategi kesantunan positif sub strategi menghindari pertentangan dengan cara membatasi pendapat. Membatasi pendapat dengan menggunakan pemagar dilakukan keduanya sebagai penanda kehati-hatian atas tuturannya dan berimplikasi terbangunnya citra positif keduanya. Penggunaan strategi bertutur oleh narasumber berdampak terjadinya pelanggaran prinsip kerja sama Grice. Pelanggaran yang sering dilakukan adalah pelanggaran maksim kualitas, namun pelanggaran maksim yang terjadi bukan berarti bahwa narasumber tidak mau bekerja sama dengan pemandu acara, melainkan untuk keperluan kesantunan dan menjaga hubungan sosial antara keduanya.

This thesis analyzes politeness strategies and principles of cooperation between the host and informant. The goal is to figure out a strategy tells what are the implications that they use to guard and protect 'face' in question from threat. From this study obtained some use of politeness strategies and the violations that occurred in a conversation between host and informant. The conclusion of the analysis is politeness strategy is more often used by both the host and the informant is a positive politeness strategy sub-strategies to avoid disagreement by hedging the opinion. Hedging opinion used by both as tools to protect their face and implies a positive image of the establishment of both. The use of a strategy tells the informant affects the occurrence of violations of the principles of cooperation Grice. Violations are often performed is a violation of maxims of quality, but violations of maxims that happens does not mean that the informant does not cooperate with the host of the show, but for the purposes of maintaining politeness and social relations between both."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S117
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Elisa Carolina Marion
"ABSTRAK
Dalam penelitian ini, penulis akan membahas mengenai fenomena penggunaan yakushokumeishoo dan keigo sebagai bagian dari kerangka honorifics yang dilihat dengan konsep power distance dalam komunikasi di perusahaan Jepang. Keigo yang dimaksud adalah penuturan bahasa sopan, atau bahasa hormat, sedangkan honorifics adalah dalam arti luas, merupakan suatu sistem komunikasi bahasa yang bermakna sopan, hormat dan merendahkan diri. Penulis membatasi penelitian pada pembahasan mengenai fenomena penggunaan Yakushokumeishoo dan Keigo sebagai bagian dari kerangka honorifics yang dilihat dengan konsep power distance dalam komunikasi di perusahaan Jepang, oleh karyawan perusahaan Jepang di daerah Kansai, Jepang.
Dari kuisioner dan wawancara didapatkan hasil bahwa bentuk sapaan yang digunakan oleh karyawan terhadap atasan ketika berkomunikasi di dalam perusahaan adalah bentuk panggilan jabatan, nama keluarga+san. Dari hasil ini menunjukkan bahwa di Jepang sudah mulai terjadi perubahan terhadap penggunaan bentuk sapaan terhadap atasan, dari sebelumnya adalah panggilan jabatan, sekarang muncul panggilan biasa yaitu “-san”. Bentuk panggilan ini tidak berpengaruh terhadap jauh dekatnya jarak emosional dari bawahan terhadap atasan. Karyawan Jepang bisa menyampaikan pendapat dan ketidaksetujuan meskipun menggunakan panggilan jabatan. Sebaliknya ada pula responden yang menggunakan bentuk panggilan biasa yaitu nama keluarga+san namun mereka tidak bisa menyampaikan pendapat atau ketidaksetujuan terhadap atasan.

ABSTRACT
In this study, the authors will discuss about the phenomenon of the use of yakushokumeishoo and keigo, as part of the framework of honorifics that are seen with the concept of power distance in communications in the Japanese company. Keigo is a polite form in Japanese. And honorifics is in a broader sense, is a system of communication language which means polite, respectful and humble themselves. Authors restrict the discussion of research on the phenomenon of use of yakushokumeishoo and keigo as part of the framework of honorifics are seen with the concept of power distance in communication in Japanese companies, by employees of Japanese companies in the Kansai region, Japan. From questionnaires and interviews showed that the shape of address forms used by the employee to the superior when communicating in the office is address forms related with position, last name + san. This result shows that Japan have started a change to the use of address forms to the superior, from address forms related with position, now appear normal call is "-san". The shape of this address forms has no effect on emotional distance from subordinates to superiors. Japanese employees can express their opinions and disagreements despite using address forms which related with position. Instead there are also respondents who use form of the surname + san, but they could not express an opinion or disagreement to superiors."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Galuh Nurfaizah Novriainiah Lessy
"Pada tahun 2021 We Are Social mengumumkan bahwa YouTube telah menjadi media sosial teraktif di Indonesia. Pada platform YouTube, semua orang dapat mengakses dan membagikan berbagai informasi melalui unggahan dari kanal pilihan mereka. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana pengaruh vlog perjalanan wisata Waseda Boys pada kanal YouTube Nihongo Mantappu terhadap para penontonnya. Kunci utamanya terletak pada kekuatan personal branding Waseda Boys sebagai Vlogger dan YouTuber di kanal YouTube Nihongo Mantappu yang memiliki ciri khas serta mampu mempegaruhi penonton dan pengikutnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melalukan survei melalui kuesioner dan analisis tekstual dari data respon penonton vlog perjalanan Waseda Boys melalui kolom komentar pada unggahan vlog Waseda Boys di YouTube serta respon penonton yang dikemukakan di Twitter. Penelitian ini menemukan bahwa kuatnya personal branding Waseda Boys berhasil memancing keinginan penontonnya di YouTube untuk berwisata ke Jepang serta informasi yang disampaikan melalui unggahannya menjadi sumber informasi terkait wisata Jepang yang dapat diandalkan oleh calon wisatawan yang ingin berwisata ke Jepang.

In 2021 We Are Social announced that YouTube became the most actively used social media in Indonesia. In YouTube platform, everyone can access and share a wide variety of information through uploads from the channel of their choice. This research provides an overview of how the Waseda Boys travel vlog on the Nihongo Mantappu YouTube channel affects the audience. The main key lies in the strength of Waseda Boys’ personal branding as a Vlogger and YouTuber on Nihongo Mantappu YouTube channel that has a unique characteristic and can influence the audience and subcribers. The study used quantitative methods by conducting surveys through questionnaires and textual analysis of Waseda Boys' travel vlog audience’s response data through the comments field on the post. This study found that the strength of Waseda Boys' personal branding succeeded in provoking the desire of viewers on YouTube to travel to Japan and the information conveyed through their uploads became a reliable source of information related to Japanese tourism for potential tourists who want to travel to Japan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sausan Shalihah
"Fungsi partikel konjungtif (setsuzokujoshi/接続助詞) to dalam Kamus Pola Kalimat Bahasa Jepang untuk Pengajar dan Pemelajar (Nihongo Kyoushi to Gakushuusha no Tame no Bunkei Jiten/日本語教師と学習者のた めの文型辞典) dijabarkan ada enam macam, yaitu: kondisi umum (ippan jouken/ 一般条件), pengulangan/kebiasaan (hanpuku, shuukan/反復.習慣), kondisi hipotetis (katei jouken/仮定条件), kondisi tetap (kakutei jouken/確定条件), to sugu (とすぐ), dan prakata (maeoki/前置き). Setelah menelaah tiap-tiap fungsibeserta subfungsi di dalamnya, penulis jurnal ini menemukan bahwa tiap kelas klasifikasi partikel konjungtif to tersebut mempunyai fungsi dan makna tersendiri yang berbeda, namun ada ketumpangtindihan di antara keenam fungsi tersebut. Maka penulis mengusulkan penyederhanaan teori, mereduksinya menjadi empat fungsi dengan mengeliminasi fungsi to sugu (とすぐ) dan prakata (maeoki/前置き).

Dictionary of Japanese Sentence Pattern for Teacher and Learner (Nihongo Kyoushi to Gakushuusha no Tame no Bunkei Jiten/日本語教師と学習者のための文型辞典) explains six types of conjunctive particle to (setsuzokujoshi/接続助詞) functions, namely: general condition (ippan jouken/一般条件), repetition/custom (hanpuku, shuukan/反復.習慣), hypothetical condition (katei jouken/仮定条件), fixed condition (kakutei jouken/確定条件), to sugu (とすぐ), and preface (maeoki/前置き). After examining each function with its subfunction, the writer of this journal finds that each class of the conjunctive particle to classification has its own use and distinct meaning, yet there are some overlaps among the six functions. So the writer proposes to simplify the theory, reducing them into four functions by eliminating to sugu (とすぐ) and preface (maeoki/前置き) function.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>