Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 77920 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Listya Dian Purnama
Universitas Indonesia, 2005
S32802
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2000
S32239
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1999
S32048
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Syelli Noorsitta Rivai
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2006
S32867
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dharnita Cernalia
"Penggunaan pemanis buatan dalam produk minuman sudah sedemikian meluas mencakup jenis pemanis buatan yang digunakan dan bentuk sediaan yang dibuat. Salah satu pemanis buatan yang digunakan pada produk minuman adalah aspartam, dimana memiliki tingkat kemanisan 180-200 kali gula biasa. Oleh karena adanya batasan penggunaan aspartam dalam asupan harian, perlu diteliti kandungan aspartam salah satunya yang terdapat dalam produk minuman ringan.
Pada penelitian kali ini dilakukan analisis aspartam secara Kromatografi Lapis Tipis Densitometri. Kondisi analisis menggunakan lempeng silika gel F254 sebagai fase diam, campuran pelarut butanol : asam asetat : air (4:1:1) sebagai fase gerak dan dianalisis pada ë 262 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien variasi kurang dari 2% dan akurasi 80-110%. Kurva kalibrasi dilakukan pada rentang 500-5000 ìg/ml menghasilkan linieritas 0,9982 dengan batas deteksi 1,0882 ìg dan batas kuantitasi 3,6274 ìg. Kadar aspartam dari sepuluh sampel minuman ringan, sampel mengandung aspartam pada sampel JO (3,4382 mg/g), sampel JM (3,4389 mg/g), sampel JJ (2,9287 mg/g) dan sampel KF (1,7839 mg/g), sedangkan sampel PI, NSH, NT, NHC, FS dan FB tidak dapat ditentukan.

The use of sweetener in the beverage products has been spread out very significantly. One of the sweetener that is commonly used in beverage products is aspartam which 180-200 times sweeter than the ordinary sugar. Since there is a limitation of the aspartam usage in the daily calories intake, it?s necessary to make a research about the aspartam content in the beverage products.
In this experiment, aspartam analysis in beverages using Thin Layer Chromatography Densitometry. The analysis condition was performed by using silica gel F254 as the stationary phase, mixture solvents contents of butyl alcohol : acetic acid : water (4:1:1) as the mobile phase and analysis in ë 262 nm. This experiment showed lower than 2% precision and accuracy between 80-110%. Calibration curve was performed in the range of 500-5000 ìg/ml, resulting good linearity 0.9982, limit of detection 1,0882 ìg and limit of quantitative 3,6274 ìg. Sample of aspartame contained JO (3.4382 mg/g), sample JM (3,4389 mg/g), sample JJ (2,9287 mg/g) and sample KF (1,7839 mg/g), whereas sample PI, NSH, NT, NHC, FS and FB can not determined.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
S32921
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Bawono Pramudita
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2009
S32925
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Detri Sudiarto
"Obat tradisional yang oleh masyarakat lebih dikenal sebagai jamu, sudah sejak dahuiu digunakan untuk kesehatan. Berdasarican Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 246/ Menkes/ Per/ V/ 1990 tentang Izin Usaha Industri Obat Tradisional dan Pendaftaran Obat Tradisional dinyatakan bahwa obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia sintetik atau basil isolasi yang berkhasiat obat. Salah satu obat yang mungkin ditambahkan dalam jamu adalah obat-obat golongan anti inflamasi non steroid (AINS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis obat anti inflamasi non steroid yang digunakan dalam jamu secara kromatografl lapis tipis.. Metode yang digunakan adalah ekstraksi jamu dengan etanol absolut selama 40 detik dilanjutkan dengan kromatografl lapis tipis dengan menggunakan fase gerak toluena ; etanol (7:3) dan etil asetat:metanol:amonia (85:10:5) dengan penampak noda cahaya uv gelombang pendek. Dari sampel yang diperiksa, ditemukan sembilan sampel yang positif mengandung obat golongan anti inflamasi non steroid. Sampel tersebut.yaitu S4, 35, 36, 311 dan 313 mengandung antaigin. 39 mengandung as am mefenamat dan indometasin. Sedangkan 35, 38, 310 dan 311 mengandung parasetamol dan 36 serta 312 mengandung fenilbutazon.

Indonesian traditional medicine which is widely known as jamu has been used for along time in medicatioa According to the regulation of Minister Of Health No. 246 / Menkes / Per / V / 1990 on Industrial Permission and the Registrj' of Traditional Medicine stated that traditional medicine must not contain chemical substance or active drug isolation product One of possibly added drug in jamu is classified as Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs (NSAID). This research was aimed to analyze NSAID added in jamu using thin layer chromatography. IT Method applied was jamu extraction with absolute ethanol for 40 seconds followed by TLC using mobile phase toluene : etiianol (7:3) and ethyl acetate: methanol: ammonia (85:10:5) with short waved UV as detection mediod. From samples analyzed, it was found that 9 samples contained NSAID drugs which were S4, S5, S6, S7, Sll, S13 containing antalgin and S9 containing raefenamic acid and indometacin while S5, S8, SIO, Sll contained paracetamol, and S6, SI2 contained phenylbutazoa"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1999
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Aini
"Jamu merupakan obat tradisional Indonesia. Peraturan pemerintah menyatakan bahwa di dalam jamu tidak diperbolehkan terkandung bahan kimia sintetik atau hasil isolasi berkhasiat obat. Namun pada kenyataannya masih terdapat jamu-jamu yang mengandung bahan berkhasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Bisakodil, Furosemid dan Sibutramin HCl dalam jamu pelangsing. Identifikasi dilakukan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Densitometri dengan eluen metanol – amonia pekat (100:1,5) dan eluen etil asetat, didukung dengan spektrum serapan dari masing-masing bercak yang mempunyai harga Rf yang sama dengan pembanding. Masing-masing obat ditotolkan sebanyak 2 μl pada lempeng KLT. Batas deteksi Bisakodil dengan volume penotolan 2 μl adalah 0,0447 μg, Furosemid adalah 0,0203 μg, dan Sibutramin HCl adalah 0,1256 μg. Dari hasil identifikasi terhadap sepuluh sampel jamu, ternyata tidak satu pun sampel jamu tersebut yang mengandung Bisakodil, Furosemid, maupun Sibutramin HCl."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2006
S32559
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Kurniasih
"Tempuyung (Sonchus arvensis L) yang termasuk dalam familia Asteraceae, adalah salah satu tanaman obat tradisional yang sering digunakan dalam jamu penghancur batu ginjal. Identifikasi simplisia dalam jamu serbuk sulit dilakukan secara mikroskopik, karena sangat halus. Telah dilakukan penelitiari identifikasi Sonchi Folium dalam jamu penghancur batu ginjal secara kromatografi lapis tipis, menggunakan beberapa fase gerak yaitu kioroform-metanol (10:1), benzena-metanol (97:3), n-butanol-asam asetat-air (4:1:5) dan hcksana-etil asetat(1 7:3). Pereaksi penampak noda asam sulfat 10 % dalam etanol dan dipanaskan 110 °C selama 10 menit. Pengamatan dilakukan sebelum dan sesudah disemprot dengan sinar tampak dan sinar UV 365 nm. Bahair yang digunakan adalah fraksi petroleum benzena, fraksi etanol 70 %, dan ekstrak etanol 70 % dari Sonchi Folium, beberapa simplisia yang biasa digunakan dalam jamu penghancur batu ginjal yaitu Orthosiphonis Folium, Plantaginis Folium, Sericocalycis Folium, Phylanthi Herba, hnperatae Rhizoma, Piperis nigri Fructus, Piperis cubebae Fructus dan Caricae Folium, sampel jamu dan pasar (J 1 ,J2,J3) danjamu yang diracik sendiri (C1). Hasil penelitian menunjukan bahwa fraksi petroleum benzena dengan fase gerak heksana-etil asetat (17:3) dan penampak noda asam sulfat 10 % dalam etanol membenkan bercak identitas path Rf 0,39 yang berwama ungu kecokiatan path sinar tampak dan berwarna kuning terang pada sinar UV 365 nm, yang dapat digunakan untuk identifikasi Sonchi Foliuni dalam jamu.

Tempuyung (Sonchus arvensis L - Asteraceae) is one of the medicinal plant often used injamu for renal stone. Identification of the crude drug in powder jamu is very difficult to do microscopically, because it is very fine. The identification experiment of Sonchi Folium in the renal stone jamu has been performed by Thin Layer Chromatography, using several mobile phase: chloroformmethanol (10:1), benzene-methanol (97:3), n-butanol-acetic acid-water (4:1:5) and hexane-ethyl acetate (17:3). The spray reagent is 10 % sulfuric acid in ethanol and heated at 1,,10 °C in 10 minutes. The observation has been done before and after spraying in daylight and under UV 365 nm. - The materials have been used: petroleum benzene fraction; 70 % ethanolic fraction; 70 % ethanolic extract of Sonchi Folium and other crude drugs used in renal stone jamu consist of Orthosiphonis Folium, Planiaginis Folium, Sericocalycis Folium, Phylanthi Herba, Jmperatae Rhizoma, Piperis nigri Fructus and Caricae Folium; several samples ofjamu available in comercial market (J 1 ,J2,J3) and my own madejamu (C1) The results showed that the petroleum benzene fraction with hexane-ethyl acetate (17:3) as the mobile phase and the spray reagent 10 % sulfuric acid in ethanol, gave an identity spot at Rf 0,39 in brownish violet in daylight and bright yellow under UV 365 nm could be used for identification of Sonchi Folium injamu."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1998
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>