Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 149547 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hendri Darmen
Depok: Universitas Indonesia, 1990
S27890
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wambra Aswo Nuqramdha
"Tahapan eksplorasi masih menyimpan tantangan terbesar dan memiliki resiko yang tinggi bagi para pelaku industri bidang geothermal. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai kondisi bawah-permukaan dengan mengintegrasikan data geosains yang memiliki kualitas yang bagus. Target utama dari eksplorasi yaitu penentuan lokasi pemboran dengan tingkat kepastian yang lebih tinggi. Pemboran diarahkan pada area yang memiliki temperatur dan permeabilitas yang tinggi. Distribusi temperatur bawah permukaan dapat didekati dari nilai resistivitas yang diperoleh dari data MT. Sementara zona dengan permeabilitas yang tinggi, berasosiasi dengan struktur geologi. Pemetaan geologi hanya dapat menggambarkan struktur geologi di permukaan, sementara kemenerusannya di bawah-permukaan menjadi kesulitan tersendiri untuk dideteksi. Penelitian ini difokuskan pada identifikasi struktur geologi bawah-permukaan menggunakan data Magnetotellurik (MT) dan Gravitasi. Analisis pola spliting kurva, arah elongasi polar diagram, serta pencitraan struktur di bawah-permukaan dengan melihat hasil inversi 3-dimensi, yang diperoleh dari data MT, serta didukung oleh hasil pemodelan data Gravitasi, merupakan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Data geologi dan geokimia, dilibatkan sebagai data pendukung untuk membuat analisis keberadaan struktur geologi bawah-permukaan ini menjadi lebih komprehensif. Tahap akhir dari penelitian ini adalah memberikan rekomendasi dalam menentukan lokasi pemboran, dengan sebelumnya membuat model konseptual dan mendelineasi daerah prospek. Hasil analisis struktur, model konseptual, dan delineasi daerah prospek, menghasilkan rekomendasi tiga buah sumur eksplorasi. Dua sumur mengarah pada upflow di Gunung ?X?, dan satu sumur mengarah pada upflow di scoria cone.

Exploration stage still holds the biggest challenges and have a high risk for the geothermal industry. Therefore, required a good understanding of subsurface conditions by integrating the geoscientific data that has a high quality. The main target of exploration is the determination of drilling trajectory. The subsurface drilling target is actually directed to high temperature and high permeability zone. Subsurface temperature distribution can be approximated from the resistivity values obtained from the data MT. While the zones with high permeability, associated with geological structures. Geological mapping could only figure out geological structures indicated at the surface. However, continuation of the geological structure into the subsurface is difficult to detect. This study focused on the identification of subsurface geological structure using Magnetotelluric (MT) and gravity data. Splitting pattern analysis from MT curve, the elongation of orientation of polar diagrams, as well as imaging of subsurface structures by looking at the results of 3-dimensional inversion, the data obtained from MT, and supported by the results of Gravity data modeling, a methodology used in this study. Geological and geochemical data, were included as supporting data to make the analysis of the presence of subsurface geological structure has become more comprehensive. And the final stage of this research is to provide recommendations in determining the location of drilling, by first making a conceptual model of the geothermal system and delineating the prospect area. The result of structure analysis, conceptual model, and prospect delineation, provide three exploration wells for recommendation. The first two will be directed to upflow at Mount ?X?, and the other one to upflow at scoria cone."
Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
T43414
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
cover
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 1993
S26905
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Adilla Armando
"Daerah penelitian AA merupakan area potensi panasbumi yang cukup prospek dan memiliki manifestasi berupa Fumarol yang memiliki temperatur 90 oC dan beberapa mata air panas yang memiliki temperatur permukaan antara 30-60 oC. Ditinjau dari informasi geologi, area ini memiliki basement batuan tersier yang ditutupi oleh produk lava andesit dan tufaan jaman kuarter. Bentukan geologi yang muncul pada area ini berupa kaldera dan beberapa struktur utama berarah NE-SW sebagai pengontrol aliran fluida menuju manifestasi. Sedangkan, struktur lokal yang membatasi area prospek dapat diidentifikasi oleh beberapa atribut dari metode Geofisika Magnetotellurik dan Gravitasi. Atribut metode Magnetotellurik dapat menghasilkan informasi terkait orientasi dominan struktur serta keberadaan zona konduktif, sedangkan atribut metode Gravitasi digunakan untuk mengetahui jenis struktur dan batas kontak dari zona regional dan residual struktur sebagai benda anomali. Dari hasil atribut dan pemodelan kedua metode tersebut beserta data pendukung geokimia, bahwa zona prospek terletak diantara kemunculan manifestasi fumarol di gunung Ambang dengan luasan prospek sebesar 11 km2 dan prediksi temperatur reservoir 260 0C. Area prospek tersebut menjadi rekomendasi sebagai lokasi exploration drilling selanjutnya dengan well output yang tinggi.

AA research area is a potential and prospect geothermal region. There are some manifestation, fumarol 90 0C and some cool hot springs that has an ambient temperature 30 60 0C. Based on geological information, there is dominantly tertiary sediment basement which are covered by andesite lava products and quartery tufaan. There are caldera and some major structure oriented NNE SSW as geological surface product and controlling some surface manifestations. Whereas, local structure which is located between major structure can be identified by several attributes of Magnetotellurik and Gravity methods. Magnetotelluric attributes can provide about structure orientation and conductive zone relocation while Gravity attributes can also answering about surface Geology structure distribution based on regional residual anomaly. Accordingly, based on integrative analysis and interpretation, prospect area is constrained between the appearance of fumarol and major structure in Ambang mount, which is covered 11km2 and prediction reservoir temperature 260 0C. It rsquo s very useful as a recomendation for the next exploration drilling location with high output well."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
T47949
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nasution, Rifa Saifanah
"Walaupun sudah diprediksi dapat menghasilkan sebanyak 20 MW energi listrik, Lapangan Geotermal “T” masih belum dapat mencapai target tersebut bahkan setelah dibornya lima sumur. Dengan data dari lubang bor yang sudah tersedia, dilakukan analisis keberadaan feed zone untuk mencoba memetakan lapisan permeabel serta kemenerusan struktur geologi di Lapangan Geotermal “T”. Hasilnya, lapisan permeabel terduga reservoir berada pada rentang kedalaman 800 – 1400 m, dan dipotong oleh dua sesar normal yaitu Sesar Banda dan Sesar Banda-Hatuhasa yang menerus hingga kedalaman ±1400 m Kedua sesar tersebut memiliki arah kemiringan ke tenggara – selatan, dengan besar kemiringan 50° (Sesar Banda) dan 70° (Sesar Banda-Hatuhasa).  Selain itu, data temperatur bawah-permukaan dan data geokimia Na/K menunjukkan bahwa pusat sistem panas bumi adalah G. Eriwakang. Dari hasil analisis tersebut, diperkirakan lokasi pengeboran terbaik untuk meningkatkan temperatur fluida panas bumi yang diekstraksi adalah dengan membuat sumur yang lebih dekat dengan G. Eriwakang dengan menargetkan sesar baru.

The previously predicted 20 MW electrical energy producing “T” Geothermal Field still has not reached said target even after five wells being drilled. Earlier studies showed that the center of geothermal system in the area was predicted to be below Mt. Eriwakang all along and not below Mt. Salahutu – Mt. Kadera as JICA had reported. Using temperature, pressure, and lithology datas acquired from existing wells, feed zone analysis were done in order to map permeable layers and faults’ continuities beneath the surface. The results showed that the major permeable layer is located at around 800 – 1400 m beneath the surface, being cut by two, 1400 m deep-normal faults named Banda Fault and Banda-Hatuhasa Fault. Both faults has shown south to southeast dip direction, facing the field’s heat source and upflow zone with dip value of ±50° for Banda Fault and ±70° for Banda-Hatuhasa Fault. Through subsurface temperature data and Na/K ratio analysis it is predicted that Mt. Eriwakang is the center of the geothermal system. From this analysis, it is assumed that the best location for drilling to increase extracted fluid’s temperature in the future would be near Mt. Eriwakang while targetting faults other than Banda and Banda-Hatuhasa."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia;Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia;Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia;Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia;Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
V. Sunarwati S.
1992
S29863
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>