Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 28 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Waldi
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1998
S28403
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Toho Alfredo
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1993
S38658
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Aminudin
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1998
S28421
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1998
S28423
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahidin
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1999
S28504
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Robbi Prayudha
"Distorsi dari penjalaran gelombang seismik menghasilkan penampang seismik yang kurang mewakili struktur geologi bawah permukaan. Migrasi, salah satu langkah dalam pengolahan data seismik, dapat memperbaiki masalah tersebut dengan mengurangi efek penjalaran gelombang (depropagasi). Pergeseran Fase, Kirchhoff, dan Finite Difference merupakan metode-metode migrasi yang dibahas pada penilitian ini. Masing-masing dari tiga metode tersebut diaplikasikan kepada dua tipe model struktur geologi yang berbeda, Marmausi dan Salt Dome. Model Marmausi memiliki struktur geologi yang kompleks dan perubahan kecepatan lateral dan vertikal yang signifikan. Sementara Model Salt Dome memiliki variasi kecepatan yang rumit dan dapat menyebabkan banyak difraksi gelombang seismik. Hasil-hasil migrasi dari dua model tersebut menunjukkan bahwa setiap metode migrasi memiliki keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan masing-masing. Metode Kirchhoff memunculkan hasil yang relatif bagus pada area berkemiringan curam dibandingkan dengan metode lainnya. Sementara Metode Finite Difference dapat mengatasi perubahan velocity yang relatif rumit baik secara lateral ataupun vertikal.
The Distortion Of seismic wave propagation create a less representative seismic section to the subsurface geological structure. Migration, one step in seismic data basic processing, can fix that problem by diminishing the effect of seimic wave propagation (depropagation). Phase Shift, Kirchhoff, and Finite Difference are migration methods studied in this research. Each of those three methods are applied to two different types of geological structure model, Marmausi and Salt Dome. Marmausi Model has complex geological structure and significant change on both lateral and vertical velocity. While Salt Dome Model has complex velocity variation and can cause a lot of seismic wave diffractions. The migration results produced from those two models show that each migration method has superiorities and also weaknesses. Kirchhoff Method produces relatively good result on steep slope area compare to others. While Finite Difference Method can handle the relatively complex change of velocity both on lateral or vertical."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S29396
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Robbi Prayudha
Depok: Universitas Indonesia, 2009
FIS.020/09 Pra a
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Azhari
"Proses migrasi bertujuan untuk meningkatkan resolusi lateral data seismik dengan cara memindahkan kedudukan reflektor pada posisi dan waktu pantul yang sebenarnya berdasarkan lintasan gelombang. Selain itu, migrasi juga dapat menghilangkan pengaruh difraksi gelombang yang muncul akibat pengaruh struktur geologi seperti patahan, sinklin dan antiklin. Metode migrasi yang dikembangkan bekerja dalam domain frekuensi-bilangan gelombang yaitu migrasi pergeseran fase (migrasi Gazdag), Phase Shift Plus Interpolation (PSPI) dan split step. Dilakukan perbandingan antara ketiga metode terhadap data dengan variasi kecepatan lateral sederhana dan kompleks. Migrasi pergeseran fase tidak cukup mampu untuk mengatasi data seismik dengan kecepatan lateral yang kompleks. Kedua metode lainnya sangat baik mengatasinya, metode split step lebih dapat mengatasi reflektor dengan kemiringan yang curam (90°), namun keakurasian hasil migrasi penampang seismiknya secara keseluruhan tidak lebih baik dibandingkan metode PSPI.

The purpose of migration is to enhance spatial resolution seismic data. The way its to remove of reflector position and reflected time into the true position based on wave propagation. Beside that, migration can collapse diffraction effect that shown from the result of geological structure such as fault, sinklin and antiklin. Migration method that have been developed work on number of frequency wave domain, which is Phase Shift Migration (Gazdag Migration), Phase Shift Plus Interpolation (PSPI) and Split Step. Comparation have been done between the methods and data with variation of a simply and complex laterally velocity. Phase Shift Migration is not quite enough to solve a complex laterally velocity, but the others are quite enough to solve it. Split Step method can solve the reflector with steep dip (90º), but overall the accuration of its seismic trace migration is not much better than PSPI method."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
S29338
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jadearman
"Migrasi Seismik merupakan salah satu proses akhir dalam prosessing seismik yang berfungsi untuk memindahkan kedudukan reflektor pada posisi dan waktu pantul yang sebenarnya. Migrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah migrasi geser-fase dan fourier split-step. Migrasi ini bekerja dalam domain frekuensi-bilangan gelombang dan mempunyai kemampuan untuk memigrasi struktur dip sampai 90o. Namun pada struktur yang memiliki perubahan kecepatan secara lateral, metode ini kurang mampu menanganinya. Metode geser-fase dan fourier split-step dicoba untuk melihat hasilnya dan ternyata metode fourier split-step mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menangani perubahan kecepatan secara lateral dibandingkan dengan metode geser-fase.

Seismic migration is a part of final process in seismic processing that have a function to move the reflector to the true position. Migration method that is used in this thesis is phase-shift and split-step fourier migration. This migration works in frequensi-wave number domain and has the ability to migrate the structure that has dip until 90o. But for the structure that has lateral velocity variation, this method is less to handle it. Phase-shift and split-step fourier is used to migrate seismic data and the result is split-step fourier migration has the ability to handle lateral velocity variation more than phase-shift migration."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
S28952
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizki Wira Pratama
"Dalam merancang kendaraan bus listrik, dibutuhkan komponen untuk menyuplai daya ke sistem auxiliary yang membutuhkan tegangan 24V dari sumber baterai 600V. DC-DC konverter terisolasi merupakan solusi untuk mengubah tingkat tegangan dari 600V ke 24V dengan menggunakan metode Switch Mode Power Supply (SMPS) yang bertopologi phase shift full bridge current doubler with synchronous rectification agar dapat memperoleh daya sebesar 3kW. Rangkaian dirancang terisolasi agar aman bagi komponen sistem auxiliary, baterai, dan penggunanya, karena rangkaian sumber dan beban terpisah secara elektris, namun terhubung secara magnetis oleh transformator. Frekuensi switching yang digunakan adalah 100 kHz dengan menggunakan semikonduktor MOSFet. MOSFet harus mencapai kondisi zero voltage swithching yaitu pada saat MOSFet akan menyala, tegangan MOSFet sudah menyentuh angka nol, sehingga tidak terjadi rugi-rugi swithing saat menyala. Kondisi ZVS harus tercapai pada sisi primer maupun sisi sekunder. Tercapainya ZVS akan membuat efisiensi konverter menjadi lebih tinggi sehingga mencapai spesifikasi yang diinginkan. Pada sisi sekunder terdapat rangkaian snubber yang bertujuan untuk mengurangi ringing pada tegangan sekunder, dua induktor dan satu kapasitor yang berfungsi sebagai filter.

Designing electric vehicle, especially bus, a component is needed to supply the power for 24V auxiliary system from 600V battery source. Isolated DC-DC converter is a solution to convert voltage level from 600V to 24V with Switch Mode Power Supply (SMPS) method that designed with phase shift full bridge current doubler synchronous rectification to produce 3 kW of electric power. The circuit has been designed to be safely used for the auxiliary system, battery source, and for the user, because the source circuit and load circuit is electrically separated, but magnetically connected by transformer. Switching frequency that used in this simulation is 100 kHz using MOSFet semiconductor. MOSFet must reach zero swithching voltage condition that is when the MOSFet is turn on, the MOSFet voltage has reached zero, so there is no need to calculate swithing losses when it is on. ZVS condition must be agreed on the primary and secondary side. Reached ZVS will make the converter efficiency higher so that it reaches the desired specifications. On the secondary side there is a snubber circuit that is intended to reduce the ringing voltage at the secondary switching, two inductors and one capacitor that functions as a filter."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>