Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 172688 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yunita Mestika L S
Depok: Universitas Indonesia, 2003
S30177
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farida Hanum
"Isomerisasi olefin pada eugenol adalah reaksi yang penting, karena produknya, yaitu isoeugenol digunakan pada aplikasi farmasi, industri parfum, dan industri perasa pada makanan dan minuman. Reaksi isomerisasi membutuhkan energi aktivasi yang tinggi, sehingga diperlukan katalis. Katalis yang biasa digunakan dalam reaksi isomerisasi adalah larutan alkali kuat (KOH atau KOtBu) sebagai katalis homogen. Reaksi katalisis homogen menimbulkan masalah lingkungan dan proses pemisahan yang sulit antara hasil reaksi dengan katalis. Pada penelitian ini, dilakukan reaksi isomerisasi eugenol menjadi isoeugenol menggunakan Mg-Al hidrotalsit sebagai katalis padatan basa. Pembuatan Mg-Al hidrotalsit dilakukan dengan mencampurkan larutan Mg(NO3)2 dan Al(NO3)3 dengan perbandingan mol 4:1. Katalis yang terbentuk dianalisis dengan XRD. Reaksi isomerisasi eugenol dengan katalis Mg-Al hidrotalsit menghasilkan campuran cis-isoeugenol, trans-isoeugenol, dan senyawa lain yang belum diidentifikasi. Dari hasil isomerisasi, diperoleh kondisi optimum, yaitu pada penggunaan pelarut DMSO dengan suhu reaksi 150 oC, berat katalis 0,6 g, dan reaksi selama 5 jam dengan persentase selektivitas isoeugenol sebesar 21,98%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
S30411
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Gerry Kosamagi
"Kalkon merupakan senyawa organik yang penting karena memiliki aktivitas biologis tertentu seperti anti-oksidan, anti-konvulsan, anti-bakteri, dll. Jumlah senyawa kalkon yang didapatkan dari hasil isolasi bahan alam sangat sedikit. Telah banyak upaya yang dilakukan untuk mendapatkan senyawa kalkon dan turunannya melalui jalur sintesis. Penelitian ini telah berhasil mensintesis senyawa kalkon dengan menggunakan katalis heterogen Ca@Al-Bentonit. Bentonit alam yang digunakan dalam penelitian ini, berasal dari daerah Bogor. Berdasarkan penentuan nilai Kapasitas Tukar Kation KTK , bentonit alam Bogor memiliki nilai KTK 35,84 meq/100 gram bentonit. Bentonit alam dipreparasi, dijenuhkan menjadi Na-Bentonit, dan dipilarkan menggunakan larutan pemilar polikation Al dengan rasio OH/Al 2,2. Al-Bentonit ini untuk kemudian diimpregnasi basah dengan 20 Ca2 dari prekursor CaCl2. Pola XRD Al-Bentonit 2? = 4,6541o mengalami pergeseran ketika diimpregnasi basah dengan 20 Ca2 2? = 4,8691o . Data tersebut diperkuat dengan data dari PSA dimana luas permukaan Al-Bentonit naik 29,58 setelah diimpregnasi dengan Ca2 . Data FTIR menunjukkan hal yang sama, terlihat puncak serapan pada bilangan gelombang 519,8 cm-1 yang mengindikasikan adanya ikatan Ca ndash;O setelah proses impregnasi. Berdasarkan hasil karakterisasi tersebut, disimpulkan Ca@Al-Bentonit berhasil disintesis. Katalis Ca@Al-Bentonit ini, kemudian dipelajari aktivitas katalitiknya pada reaksi sintesa senyawa kalkon. Reaksi dilakukan dengan variasi suhu RT, 45 °C, 60 °C, 75 °C , variasi massa katalis 10 , 20 , 30 , 40 , dan variasi lama waktu reaksi 6 jam, 12 jam, 18 jam, 24 jam dalam kondisi refluks. Berdasarkan hasil reaksi, diperoleh kondisi optimum pada suhu reaksi 75 °C ; 40 massa katalis ; dan lama waktu reaksi 24 jam dengan yield sebesar 6,29 0,0141 gram .

Chalcone is an important organic compound because it has certain biological activities such as anti oxidant, anti convulsant, anti bacterial, etc. The amount of Chalcone compound obtained from the isolation of natural materials are very low in yield. There have been many attempts made to obtain Chalcone compounds and its derivatives through the synthesis pathway. This research has succeeded in synthesizing Chalcone compound by using Ca Al Bentonite as heterogeneous catalyst. Natural bentonite which is used in this research comes from the Bogor region. Based on Cation Exchange Capacity CEC determination, Bogor 39 s natural bentonite has CEC value 35.84 meq 100 gram bentonite. Natural bentonite was prepared, saturated into Na Bentonite, and pillared with Al polycation solution with an OH Al ratio of 2.2. Al Bentonite is then wet impregnated with 20 Ca2 of CaCl2 precursors. The Al Bentonite XRD pattern 2 4.6541o undergoes a shift after being wet impregnated with 20 Ca2 2 4,8691o . The data was reinforced by data from PSA in which the Al Bentonite surface area increased by 29.58 after being impregnated with Ca2 . FTIR data show the same thing, seen the absorption peak at wave number 519,8 cm 1 which indicate the existence of Ca O bond after impregnation pr°Cess. Based on the results of the characterization, it was concluded that Ca Al Bentonite was successfully synthesized. This Ca Al Bentonite catalyst, then studied its catalytic activity in the synthesis reaction of the Chalcone compound. The reaction was carried out on temperature variation RT, 45 °C, 60 °C, 75 °C , variation of catalyst mass percentage 10 , 20 , 30 , 40 , and variation of reaction time 6 hours, 12 hours, 18 hours, 24 hours under reflux conditions. Based on the reaction result, the optimum condition was obtained at the reaction temperature of 75 °C 40 mass of catalyst and 24 hours reaction time with the yield of 6.29 0.0141 gram ."
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Saus tomat memiliki kandungan senyawa karotenoid yang bernama
likopen dimana sebagian besar dalam bentuk all-trans yang sukar diabsorpsi
di saluran pencernaan. Bentuk all-trans likopen di dalam tubuh akan diubah
menjadi bentuk cis yang lebih mudah diabsorpsi. Penelitian ini bertujuan
untuk memperoleh bentuk cis likopen melalui induksi isomerisasi dengan
beberapa pelarut organik. Pelarut organik yang digunakan yaitu n-heksana,
n-heksana-metanol = 25:75, aseton. Kondisi optimum reaksi isomerisasi
dicari melalui variasi suhu dan lamanya inkubasi. Saus tomat diekstraksi
dengan etanol selanjutnya dengan diklorometana hingga menghasilkan
supernatan berwarna merah. Kadar trans likopen ditentukan secara
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi menggunakan kolom fase terbalik (C18)
dengan fase gerak campuran asetonitril ? diklorometana ? metanol = 47,5:
42,5:10 dan kecepatan alir 1,0 mL/menit. Hasil optimum isomerisasi terjadi
pada penambahan aseton pada suhu 37°C selama 45 menit dengan
perbandingan cis:trans = 1:44,2."
Universitas Indonesia, 2009
S33066
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Widajanti Wibowo
"Meningkatnya kebutuhan akan minyak bumi sebagai sumber energi dan melambungnya harga minyak bumi akhir-akhir ini diharapkan dapat mempercepat realisasi aplikasi bahan bakar alternatif, seperti biodiesel dan bioalkohol. Kandungan utama biodiesel adalah senyawa metil ester asam lemak rantai panjang, yang dapat dihasilkan dari reaksi transesterifikasi trigliserida dari minyak nabati dengan metanol menggunakan katalis basa kuat, seperti KOH. Biodiesel bila digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel sebaiknya bebas dari air, unluk menghtndarkan terjadinya reaksi degradasi hidrolisis senyawa metil ester. Sintesis biodiesel yang bebas air dapat dilakukan dengan menggunakan katalis padatan, seperti campuran oksida basa Mg-AI-hidrotalsit. Pada penelitian int reaksi transesterifikasi dilakukan dengan menggunakan katalis padatan Mg, AI-hidrotalsit, sedangkan sebagai sumber minyak nabati dipakai minyak kefapa sawit kasar (crude palm oil, CPO) yang diperoleh dari perkebunan. Katalis campuran oksida basa hidrotalsit dibuat dari campuran Mg(NO3)2 dan Al(NO3)j dalam suasana basa dengan rasio molar Mg/Al = 4 dan Mg/Al = 3. Reaksi katalisis dilakukan pada perbandmgan mol trigliserida dan metanol 1:6 pada temperatur 69°C selama 6 jam dengan variasi berat katalis 2%, 3% dan 4% berat minyak CPO. Gliserol dipisahkan dari metil ester dengan ekstraksi menggunakan n-heksana dan ditimbang perolehan metil ester terbesar 46,40 % berat CPO dengan 2% berat katalis yang lebih basa, yaitu dengan rasio Mg/Al = 4."
2006
SAIN-11-1-2006-1
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Riza Marlyne
"Pengembangan tanaman jarak pagar sebagai bahan energi nabati (bahan bakar nabati/BBN) terbarukan pengganti BBM menjadi cukup menjanjikan, karena harga bahan bakar minyak (BBM) yang masih cenderung berfluktuasi. Pada penelitian ini digunakan minyak jarak, sehingga reaksi transesterifikasi terjadi antara minyak jarak dan metanol dengan menggunakan katalis Mg-AI Hidrotalsit. Reaksi transesterifikasi dilakukan dengan variasi suhu, yaitu 70, 80 dan 90°C dan dilakukan juga variasi perbandingan mol dari minyak dengan meta not, yaitu 1 :4,5; 1 :6 dan 1 :9. Katalis hasil reaksi dikarakteristik dengan menggunakan XRD. Dari hasil perhitungan, didapat bahwa semakin tinggi suhu yang direaksikan maka persen konversi dari angka asam maupun angka penyabunan semakin besar dan sernakin besar perbandingan mol antara minyak dengan metanol, didapat bahwa persen konversi antara angka asam dan angka penyabunan juga semakin besar. Penambahan PEG (polyethylene glycol) pada katalis Mg-AI Hidrotalsit, menyebabkan struktur Mg-AI Hidrotalsit lebih kristalin. Metanol dapat larut pada suhu 56-60°C, namun karena struktur Mg-AI Hidrotalsit lebih kristalin maka dibutuhkan suhu yang lebih tinggi untuk dapat melarutkan metanol, yaitu pada suhu 90°C, sehingga hasil konversi angka asam dan angka penyabunan menjadi lebih tinggi yaitu sebesar 62, 573% dan 65,455% pada perbandingan antara mol minyak dengan mol metanol 1:4,5."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rista Aristiteka D.
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2000
S29677
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Emmy Ratna Putri
"Hidroksiapatit (HA) merupakan kandungan senyawa anorganik utama pada tulang dan gigi manusia maupun hewan sehingga bahan ini disebut juga biomaterial. Hidroksiapatit pada mahluk hidup biasa disebut biological hidroksiapatite atau bio-HA dengan nilai rasio molar Ca/P sebesar 1,67 dan memiliki bentuk hidroksiapatit tipe A dan B. Dalam bidang kesehatan, aplikasi bio-HA sebagian besar digunakan sebagai bahan untuk implantasi tulang namun ketersediaan bio-HA sangatlah terbatas. Sesuai dengan kegunaannya tersebut, maka dibutuhkan HA sintetik dengan karakter yang menyerupai bio-HA. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesa HA dari dua sumber Ca2+ dan PO43- yang berbeda yaitu dari kalsium nitrat (Ca(NO3)2) dengan diammonium hidrogen fosfat ((NH4)2HPO4) atau (HA-1) dan dari kalsium hidroksida (Ca(OH)2) dengan asam fosfat (H3PO4) atau (HA-2) menggunakan pelarut SBF (Synthetic Body Fluid), mengidentifikasi dan mengetahui pengaruh pemanasan pada temperatur 7000C ? 11000C terhadap karakter serbuk HA sintetik yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk HA sintetik yang dihasilkan berwarna putih dan memiliki nilai rasio molar Ca/P sebesar 1,69 untuk HA-1 dan 1,89 untuk HA-2. Identifikasi gugus anion HA sintetik dengan Fourier Transform Infrared (FTIR) menunjukkan bahwa tipe hidroksiapatit yang terbentuk adalah tipe A dan B untuk HA-1 dan tipe B untuk HA-2. Identifikasi fasa HA sintetik dengan X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa HA-1 dan HA-2 tidak mengalami perubahan fasa meskipun telah dipanaskan pada temperatur 7000C ? 11000C. Identifikasi morfologi HA sintetik dengan Scanning Electron Microscophy (SEM) menunjukkan bahwa morfologi HA-1 dan HA-2 sebelum pemanasan berupa serbuk agglomerat. Setelah pemanasan HA-1 mengalami perubahan menjadi bentuk granul yang kurang merata dan tidak beraturan sedangkan HA-2 berubah menjadi seperti serpihan kristal yang memanjang. Hal ini menunjukkan bahwa HA sintetik yang berasal dari kalsium nitrat (Ca(NO3)2) dengan diammonium hidrogen fosfat ((NH4)2HPO4) memiliki karakter yang lebih menyerupai bio-HA."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lidyawati
"ABSTRAK
Eugenol merupakan bahan awal yang sangat berguna bagi sintesis senyawa-senyawa yang lebih
bermanfaat seperti metil eugenol yang banyak digunakan dalam industri parfum, dan farmasi.
Reaksi O-metilasi eugenol yaitu penambahan gugus metil yang terjadi pada atom O pada gugus
hidroksi eugenol dan dapat terjadi dengan adanya katalis basa. Eugenol direaksikan dengan
metanol yang berfungsi sebagai sumber metilasi dan katalis zeolit KNaX pada temperatur 700C.
Katalis zeolit KNaX yang digunakan sebesar 20% berat eugenol sedangkan perbandingan mol
yang digunakan antara eugenol dengan metanol adalah 1:20. Reaksi dilakukan dengan
menggunakan hot plate dan labu leher tiga yang dilengkapi kondesor. Variasi yang dilakukan
antara lain reaksi tanpa katalis, dengan katalis, dan variasi waktu yaitu 3, 6, 9, dan 12 jam.
Analisis uji katalitik dilakukan dengan GC-MS untuk kualitatif dan GC untuk kuantitatif. Hasil
optimum diperoleh dari reaksi menggunakan katalis selama 12 jam dengan persentase yield
sebesar 3,006%, persentase konversi sebesar 11,03%, dan persentase selektivitas sebesar
27,253%. Zeolit KNaX disintesis dari kaolin yang berasal dari Bangka Belitung dan memiliki
rasio Si/Al sebesar 0,63.

ABSTRACT
Eugenol is a very useful starting materials for the synthesis of compounds which are more useful
as methyl eugenol is widely used in the perfume industry, and pharmaceuticals. O-methylation of
eugenol is the addition of methyl groups occurred at the hydroxy O atom and eugenol may occur
in the presence of base catalyst. Eugenol is reacted with methanol which serves as a source of
methylation and a zeolite catalyst at a temperature of 700C. Zeolite of KNaX catalysts are used
by 20% by weight of eugenol used while the mole ratio of eugenol in methanol is 1:20.
Reactions were performed using a hot plate and a three neck flask equipped with condenser.
Variation among others the reaction without catalyst, the catalyst, and the time variation of the 3,
6, 9, and 12 hours. Analysis of the catalytic is carried out by GC-MS for qualitative and GC for
quantitave. The optimum results obtained from the reaction using the catalyst for 12 hours with a
percentage yield of 3.006%, the percentage conversion rate of 11.03%, and the percentage
selectivity of 27.253%. Zeolite of KNaX is synthesized from kaolin derived from Bangka
Belitung and has a ratio of Si / Al of 0.63."
Universitas Indonesia, 2012
S42553
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
S49223
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>