Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2394 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Naskah ini berisi uraian tentang kata kerja yang dikelompokkan berdasarkan maknanya. Misalnya kelompok kata kerja yang maknanya berhubungan dengan suasana hati, ulahing samudana, dll. Uraian makna disertai contoh pemakaian kata kerja dalam kalimat. Ulasan tata bahasa Jawa ini merupakan petikan dari karya R. Pujaharja yang lebih lengkap berjudul Surasabasa. Untuk informasi lebih lanjut buku tersebut lihat keterangan bibliografis FSUI/BA. 187-188. Teks di sini sejajar dengan bagian III dari teks BA.187 tersebut, h.27-57, akan tetapi jauh lebih luas, dan keterangan dan contoh-contohnya lebih lengkap. Di versi BA.187 diskusi tentang kata kerja terdiri atas sembilan bab saja, sedangkan di BA.193 tembung kriya itu dibahas dalam 23 bab. Dua-duanya masih merupakan konsep saja, belum selesai. Menurut catatan di naskah BA.187, tahun penulisan konsep pertama dari teks Surasabasa ini bertepatan dengan 1906. Versi ini jelas ditulis setelah itu, tetapi mungkin masih di tahun 1906-1907. Penyalinannya di buku tulis ini rasanya dilakukan sekitar tahun 1930, berdasarkan jenis kertas yang dipergunakan. Dalam naskah ini, teks Surasabasa terdapat di h.1-29. Di h.29-35 terdapat catatan-catatan leksikografis dengan pensil, terdiri atas sejumlah kata berawalan aksara , kemudian pendefinisiannya. Barang kali catatan ini merupakan ancer-ancer Pujaharja bagi kamus yang disusunnya untuk Dr. Pigeaud pada tahun 1930an (lihat deskripsi naskah FSUI/BA.29-39)."
Lengkap +
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.193-K 11.04
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Teks utama naskah ini merupakan semacam studi tentang tata bahasa Jawa yang ditulis oleh Pujaharja pada tahun 1906, di Surakarta. Menurut keterangan di h.3, isi dan maksud buku ini sebagai berikut. Serat SURASABASA, amratelakaken bangsaning tembung tuwin panunggilanipun, nerangaken teges-teges tuwin beda-bedaning suraosipun, mawi tuladha ukara panganggenipun lenggah ing basa sawatawis, kaimpun sakacepengipun dening pun Pujaharja, kawula dalem ing nagari Surakarta Hadiningrat. Studi Pujaharja ini terbagi atas empat bagian, yaitu tembung aran, tembung kahanan, tembung kriya dan tembung basa (pangucap). Namun naskah ini hanya merupakan konsep saja, yang jelas dikembangkan lagi oleh Pujaharja. Banyak teks dicoret-coret dan diperbaiki/diubah. Dalam naskah lain milik FSUI, yaitu BA.193, bagian dari teks ini yang membahas kata kerja dimuat lagi, tetapi dalam bentuk yang jauh lebih luas dan lengkap. Setahu kami, buku Pujaharja ini tidak pernah diterbitkan. Untuk versi lain (ringkasan) teks Surasabasa, bandingkan dengan FSUI/BA.188. Berdasarkan wewarah (petunjuk) Pujaharja, naskah ini merupakan impunan angka kalih (jilid kedua) sebagai kelanjutan dari jilid pertama yang disebutnya dengan impunan angka satunggal. Adapun isi teks tidak tersusun dengan baik, karena adanya pokok-pokok pembicaran yang penempatannya tidak sesuai dengan pokok permasalahannya. Di samping itu juga karena banyaknya teks yang sama (teks ganda) yang salah satu di antaranya dicoret silang sebagai tanda bahwa teks yang bersangkutan tidak terpakai. Selain teks Serat Surasabasa, naskah ini juga memuat teks lain, yaitu semacam daftar kata yang oleh penyunting diduga merupakan catatan-catatan untuk kamus Jawa-Jawa yang disusun Pujaharja atas permintaan Th. Pigeaud sekitar tahun 1930an. Catatan leksikografis ini ditulis dengan pensil dalam posisi terbalik (dibaca dari belakang) di halaman-halaman genap antara h.26-98, dan kemudian di h. 167-176, sedangkan teks Surasabasa terdapat di h.1-25 dan semua halaman ganjil dari 27-99, dan 100-166. Campuran catatan leksikografis dengan teks lain dari Pujaharja dapat dilihat juga pada naskah BA.193."
Lengkap +
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.187-K 15.02
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini memuat dua teks. Di depan terdapat teks yang diberi judul Pethikan Serat Surasabasa (h.1-34). Teks ini ditulis dari depan. Teks yang lain, yang berisi catatan-catatan kosa kata (35-57) ditulis dari belakang dalam posisi terbalik. Teks pertama berjudul Pethikan Serat Surasabasa, merupakan ringkasan dari karangan R. Pujaharja tahun 1906 berjudul Serat Surasabasa. Teks tersebut tidak pernah diterbitkan, tetapi masih dapat dibaca naskah autogramya yang berciri FSUI/BA.187; bandingkan juga versi lain dari bagian teks ini tentang kata kerja, yang dimuat di FSUI/BA.193. Ringkasan teks Surasabasa hanya memuat keterangan belaka, tanpa contoh-contoh yang terdapat dalam versi lengkapnya. Jenis kata yang diliputi juga lebih terbatas, mencakup kata benda, kata sifat, dan beberapa kata keadaan. Naskah bagian ini ditulis dengan aksara Latin, jadi sekaligus merupakan ringkasan dan alihaksara. Penyalin diduga R. Pujaharja sendiri, atau mungkin fami-linya. Dugaan ini berdasarkan kenyataan bahwa naskah ini diperoleh Pigeaud bersa-maan waktu dengan sejumlah- naskah lain yang berasal langsung dari tangan Pujaharja, termasuk BA. 186-187 dan BA.193. Penyalinannya diperkirakan sekitar tahun 1930, di Surakarta. Naskah bagian kedua ditulis dengan aksara Jawa memakai pensil. Letak teksnya terbalik, dibaca dari belakang. Isinya catatan kata-kata Jawa dengan definisinya yang rupanya disusun oleh Pujaharja waktu membuat kamus Jawa-Jawa untuk Dr. Pigeaud pada awal tahun 1930an. Kata yang termuat di sini sebagian berawalan aksara , sebagian aksara . Naskah yang disebut-sebut di atas (BA.T86-187, 193) memuat catatan yang mirip. Bagian naskah ini rasanya ditulis dan sekaligus disalin oleh Pujaharja beberapa tahun setelah bagian depan."
Lengkap +
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.188-K 15.03
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Supraptiwi
"[Skripsi ini membahas komponen makna ?memisahkan? dalam bahasa Jawa. Batasan memisahkan dalam skripsi ini adalah tindakan memisahkan objek dari induknya. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari majalah Panjebar Semangat edisi tahun 2014 sebagai data primer, dan masukan responden, serta dosen penguji skripsi sebagai data sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kata-kata yang bermakna ?memisahkan? dalam bahasa Jawa, serta komponen makna umum dan komponen makna khusus dari kata-kata tersebut. Penelitian ini menggunakan teori medan makna dan teori komponen makna oleh Nida (1979). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada 39 kata-kata yang bermakna ?memisahkan? dalam bahasa Jawa, dan dari ketiga puluh sembilan kata tersebut ditemukan 4 komponen makna umum dan 57 komponen makna khusus.
;This undergraduate thesis discusses semantic features of 'separating' in Javanese. Data that are used in this study come from Panjebar Semangat magazine 2014 edition as primary data, and respondents? as well as thesis examiners? input as secondary data. This research aims to find Javanese words which have meanings of 'separating' and also its semantic features (common components and distinctive components) . This research uses a theory of semantic field and a theory of semantic features by Nida (1979). The method that is used in this research is descriptive analysis. The results from this study show that: (1) there are thirty-nine words that have 'separating' meaning in Javanese and (2) from those thirty-nine words, this research found 4 common components and 57 distinctive components of ?separating? meaning.
;This undergraduate thesis discusses semantic features of 'separating' in Javanese. Data that are used in this study come from Panjebar Semangat magazine 2014 edition as primary data, and respondents? as well as thesis examiners? input as secondary data. This research aims to find Javanese words which have meanings of 'separating' and also its semantic features (common components and distinctive components) . This research uses a theory of semantic field and a theory of semantic features by Nida (1979). The method that is used in this research is descriptive analysis. The results from this study show that: (1) there are thirty-nine words that have 'separating' meaning in Javanese and (2) from those thirty-nine words, this research found 4 common components and 57 distinctive components of ?separating? meaning.
, This undergraduate thesis discusses semantic features of 'separating' in Javanese. Data that are used in this study come from Panjebar Semangat magazine 2014 edition as primary data, and respondents’ as well as thesis examiners’ input as secondary data. This research aims to find Javanese words which have meanings of 'separating' and also its semantic features (common components and distinctive components) . This research uses a theory of semantic field and a theory of semantic features by Nida (1979). The method that is used in this research is descriptive analysis. The results from this study show that: (1) there are thirty-nine words that have 'separating' meaning in Javanese and (2) from those thirty-nine words, this research found 4 common components and 57 distinctive components of ‘separating’ meaning.
]"
Lengkap +
2015
S60999
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1995
499.222 2 MED
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Erlin Rissa Ariyani
"Skripsi ini membahas mengenai kehiponiman verba bahasa Jawa. Bertujuan untuk mendapatkan deskrispsi makna kata, komponen bersama dan komponen pembeda yang terdapat dalam verba bergerak dalam bahasa Jawa, yang ditunjukkan melalui analisis komponen makna baik melalui metode subtitusi maupun menggunakan metode yang disarankan oleh Cruse (1996).
Hasil akhir dari penelitian ini juga mengetengahkan hierarki bercabang dari verba bergerak yang diteliti. Dengan adanya hierarkhi bercabang tersebut maka dapat dibuktikan bahwa leksem-leksem yang terdapat pada verba bergerak tersebut terdapat hubungan kehiponiman. Pun pada akhirnya penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan bagi perkembangan dunia perkamusan bahasa Jawa.

The focus of this study is about the hyponymy of verbs of motion in Javanese language. The purpose of this study is to get the description of the words, about the common component, and diagnostic component verbs of motion in Javanese language, which is used to Componential Analysis of Meaning Theory with substitution method of Cruse (1996).
The final result of this research is to get the hierarchy of hyponymy in verbs of motion. With the branches of hierarchy in the verbs of motion, we can show you about the fact that lexical words in the verbs of motion have the hyponymy relation. The researcher hope this research is having suggestion and should improve for the development of the information literature of Javanese dictionary."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S11704
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah yang memuat Serat Saloka Paribasan ini berisi penjelasan tentang saloka dan paribasan. Penjelasan tersebut mencakup definisi, perbedaan, dan menguraikan makna setiap saloka-paribasan yang dimuatnya. Isi teks disusun berdasarkan urutan aksara jawa. Uraian tersebut disajikan dalam suatu dialog antara ?Tuan Anu?yang bertindak sebagai penanya dan R.Ng.Kawitana yang bertindak sebagai penjawab. Selain saloka-paribasan, naskah ini juga menguraikan berbagai macam keterangan. Secara lengkap isi teks adalah sebagai berikut: 1. Salokabasa sebanyak 451 buah, dimuat di h.4-194, berurutan dari ha-nga. 2.Paribasan sebanyak 436 buah, dimuat di h. 194-374, berurutan dari ha-nga. 3. Salokabasa sebanyak 568 buah, dimuat di h.375-671, berurutan dari ha-nga. 4. Lambang Nagari sebanyak 18 buah, dimuat di h.672-696. 5. Jaman Nagari, sebanyak 4 buah, dimuat di h.697-717. 6. Candranipun Mangsa, sebanyak 12 buah, di muat di h.702-709. 7. Upacaranipun Abdidalem, dimuat di h.709-717. 8. Dhapur Cirining Gendera, dimuat di h.717-719. 9. Wangsalan Namining Sekar, sebanyak 65 buah, dimuat di h.702-709. 10. Wangsalan Wawohan, sebanyak 97 buah dimuat di h.734-751. 11. Wangsalan Ulam Toya,. Sebanyak 101 buah dimuat di h.751-770. Teks naskah ini merupakan salinan dari buku cetak berjudul Saloka tuwin Paribasan, terbitan 1886 di batavia. Buku cetak tersebut masih merupakan saduran dari karya asli C.F. Winter berjudul Javaansche Zamenspraken II (Amsterdam: Keyzer, 1858).(Bandingkan cetakan ulang karangan Winter ini pada tahun 1928 oleh Balai Pustaka.) naskah disalin oleh Mangunsuwirya seperti disebut pada h.i dan h.672. Mangunsuwirya menyalin dari ?kagunganipun? M.Ng. Suraprabawa (h.i), di desa timuran, mungkin di Surakarta (?). Nasklah mulai disalin pada Rabu Wage, 21 Mulud, Wawu 1817 (7 Desember 1887) dan selesai pada Sabtu Pon, 6 Jumadilakir, Wawu 1817 (18 Februari 1888). Berdasarkan informasi ini, diperkirakan bahwa Mangunsuwirya menyalin dari sebuah eksemplar buku Saloka tuwin Paribasan edisi 1886, milik Suprabawa. Pada h.ii terdapat gambar berupa untaian bunga dengan mahkota di bagian atas dan panah-busur di bagian bawah. Di bagian untaian bunga tersebut inisial huruf diapit oleh judul naskah diatasnya dan angka tahun di bawahnya. Gambar ini merupakan ilustyrasi dari judul naskah. Tentang peribahasa jawa, bandingkan dengan Arjasoetirta, 1928; Dirdjosiswojo, 1956; Prawiradikarjo t.t.; Mardiwarsito 1981; dan Soemarno dkk, 1981."
Lengkap +
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.154-NR 531
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah terdiri atas dua bagian, yaitu naskah asli dan salinan (alih aksara) ketikan yang dijilid menjadi satu naskah. Teks asli di belakang (h.7-16) sedangkan salinannya di depan (1-6). Teks yang disajikan dalam naskah ini juga dua macam. Yang pertama (1a-b, 7-9) memuat Serat Puji Dina, yaitu uraian tentang siklus tujuh hari (saptawara) dengan menyebutkan nama nabi, jenis tapa, dan jenis doanya. Karya ini terdiri atas tujuh baba, berbentuk prosa. Alih aksara ini dibuat rangkap dua, terdapat di h. 1a dan 1b, yaitu ketikan asli dan tembusan karbon. Teks kedua dalam naskah ini memuat daftar wangsalan dengan tebusan (jawaban)nya serta keterangan makna jarwa, sebanyak 89 pasangan (178 buah wangsalan). Urutannya acak, tidak alfabetis. Menurut judul lengkapnya, penyusun daftar wangsalan ini ialah R.Ng. Ranggawarsita; sulit untuk menentukan akurat atau tidaknya atribusi tersebut. Berdasarkan jenis kertas serta gaya tulisannya, penyalinan bagian asli naskah ini dapat diperkirakan sekitar tahun 1890an. Bagian alih aksara dibuat pada tahun 1933 oleh staf Dr. Th. Pigeaud. Naskah asli diperoleh Pigeaud dari Ir. Moens di Yogyakarta pada tahun yang sama (h.i). wangsalan ini digarap oleh Pigeaud untuk dimasukkan dalam kamusnya."
Lengkap +
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.157-A 31.05
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini memuat daftar wangsalan sebanyak kurang lebih 600 buah. Wangsalan ini khusus wangsalan yang yang tampil dalam ungkapan beramanat (zegswijzen). Untuk setiap wangsalannya diuraikan empat unsur, ialah kalimat wangsalan sendiri, tembusannya (batangan=jawabannya), keterangan amanat atau maksud tebusannya dalam bahasa Belanda, serta keterangan kata yang dimaksud dalam wangsalan asli. Wangsalan disusun secara alfabetis menurut kata pertama dalam kalimatnya, dimuali dari ?anak kadhal liripun? sampai dengan ?wreksa langking saupama?. Penyusunannya maupun penyajiaannya menunjukkan bahwa daftar ini dibuat oleh seorang dengan pendidikan modern/Belanda. Menurut keterangan di h.i., penyusun bernama M. Marsidik, dari Surabaya. Kumpulan wangsalan ini diperoleh H Overbeck di Yogyakarta dari Marsidik tadi, kemudian oleh Pigeaud dibuatkan salinan ketikan ini, juga di Yogyakarta pada tahun 1933. Bahan ini diperoleh Pigeaud dengan maksud untuk dipakai dalam kamus besar Jawa."
Lengkap +
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.158-A 32.03
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah yang hanya terdiri atas dua halaman ketik ini berisi catatan Dr. Walbeehm tentang beberapa istilah bahasa Jawa yang dikutip dari buku Javaansch-Hollandsch Samenspraken, oleh L.Th. Mayer (Batavia, 1894). Karena kondisi dua halaman ini cukup parah, berupa tembusan karbon berwarna ungu, maka tidak dimikrofilm."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
BA.189-W 41.02
Naskah  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>