Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5770 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Naskah yang dibeli Pigeaud di Yogyakarta pada tanggal 21 September 1932 (h.i) ini, berisi teks sejarah campur legenda, semacam Babad Tanah Jawi, yang menceritakan sejarah pulau Jawa dimulai dari kisah para dewa di kahyangan, sampai kedatangan Ajisaka, hingga kisah para wali di Demak, dan berakbir dengan cerita Jakasura. Teks babad ini, yang terputus sebelum tamat, berbeda jauh dengan edisi Babad Tanah Jawi Bale Poestaka. Bandingkan naskah FSUI/SJ.5, yang mengandung beberapa pupuh yang sama dengan teks SJ.4 ini. Keterangan penyalinan tidak terdapat dalam naskah ini. Penyalinan mpanya dikerjakan oleh beberapa orang, dengan memakai kertas yang tidak sama ukurannya, dan tinta yang wamanya tidak sama persis. Berdasarkan kertas maupun gaya tulisan (gaya sekolahan) timbul kesan bahwa naskah kemungkinan disalin sekitar awal abad 20. Awal teks: Punvaning reh sinarung artati, neng maduning lalangen panirat, nuju ing dinten Kemis Pon, mangsanira kapitu, Rabyalakir tanggal ping kalih, Jimawal ingkang warsa, sangkala pinetitng, gunaning wong murti tunggal, wuku Wuye windu Kuncara lumaris, nenggih kang mangunsastra. Akhir teks: Mangrepa mangaraspada Jeng Sunan ngrangkul kang siwi, sang Dipati kinen lenggah, ngandika sang Maha Yekti, ana karyane kaki, sira kepanggih lan ingsun, kang putra atur... Daftar pupuh: (1) dhandhanggula; (2) asmarandana; (3) durma; (4) dhandhanggula; (5) pangkur; (6) asmarandana; (7) dhandhanggula; (8) sinom. Lihat pupuh 2, SJ.5; (9) girisa. Lihat pupuh 3, SJ.5; (10) dhandhanggula. Lihat pupuh 4, SJ.5; (11) durma. Lihat pupuh 5, SJ.5; (12) asmarandna. Lihat pupuh 6, SJ.5; (13) mijil. Lihat pupuh 7, SJ.5; (14) pangkur. Lihat pupuh 8, SJ.5; (15) dhandhanggula. Lihat pupuh 9, SJ.5; (16) sinom. Lihat pupuh 10, SJ.5. (17) durma. Lihat pupuh 11, SJ.5; (18) asmarandana. Lihat pupuh 12, SJ.5; (19) dhandhanggula. Lihat pupuh 13, SJ.5; (20) asmarandana. Lihat pupuh 14, SJ.5; (21) dhandhanggula. Lihat pupuh 15, SJ.5; (22) durma. Lihat pupuh 16, SJ.5; (23) asmarandana. Lihat pupuh 17, SJ.5; (24) kinanthi. Lihat pupuh 18, SJ.5; (25) dhandhanggula. Lihat pupuh 19, SJ.5; (26) maskumambang. Lihat pupuh 20, SJ.5; (27) sinom. Lihat pupuh 21, SJ.5; (28) durma. Lihat pupuh 22, SJ.5; (29) asmarandana. Lihat pupuh 23, SJ.5; (30) kinanthi. Lihat pupuh 24, SJ.5; (31) pangkur. Lihat pupuh 25, SJ.5; (32) mijil. Lihat pupuh 26, SJ.5; (33) durma; (34) megatruh. Lihat pupuh 27, SJ.5; (35) mijil. Lihat pupuh 28, SJ.5; (36) dhandhanggula. Lihat pupuh 29, SJ.5; (37) pucung. Lihat pupuh 30, SJ.5; (38) kinanthi. Lihat pupuh 31, SJ.5; (39) pangkur. Lihat pupuh 32, SJ.5; (40) dhandhanggula. Lihat pupuh 33, SJ.5; (41) durma; (42) dhandhanggula; (43) girisa. Lihat pupuh 34, SJ.5; (44) durma; (45) gambuh; (46) sinom; (47) asmarandana. Lihat pupuh 35, SJ.5; (48) pangkur. Lihat pupuh 50, SJ.5; (49) durma. Lihat pupuh 51, SJ.5; (50) mijil. Lihat pupuh 52, SJ.5; (51) dhandhanggula. Lihat pupuh 53, SJ.5; (52) kinanthi. Lihat pupuh 54, SJ.5; (53) pangkur. Lihat pupuh 55, SJ.5; (54) asmarandana; (55) sinom; (56) mijil; (57) dhandhanggula; (58) asmarandana; (59) pangkur; (60) dhandhanggula; (61) asmarandana; (62) pangkur; (63) sinom; (64) dhandhanggula; (65) asmarandana; (66) sinom; (67) pangkur; (68) gambuh; (69) dhandhanggula; (70) asmarandana; (71) wtr; (72) asmarandana; (73) kinanthi; (74) dhandhanggula; (75) durma; (76) asmarandana; (77) megatruh; (78) dhandhanggula; (79) sinom."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.4-NR 216
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah SJ. 184 ini diberi judul Serat Panji Wulung tot Pangeran Senapati, berisi teks sejarah bercampur legenda tentang kerajaan Majapait, Demak, Pajang (kisah Jaka Tingkir dan peperangannya dengan Arya Penangsang), hingga kerajaan Mataram pada masa Panembahan Senapati. Terselip pula di dalamnya kisah Ki Pandan Arang dan kisah Kalinyamat. Pupuh 24-72 dari teks naskah ini hampir sama dengan pupuh 72-121 naskah Babad Tanah Jawi FSUI/SJ.8, tetapi sangat berbeda dengan teks naskah Panji Wulung yang terdapat dalam Pratelan I: 495. Oleh karena itu dirasakan lebih tepat kalau judulnya diralat menjadi Babad Tanah Jawi dumugi Senapati. Data tentang penulisan maupun penyalinan tidak terdapat dalam naskah, mungkin sebenarnya tercantum pada bagian depan dan belakang yang kini telah hilang. Menurut keterangan di h.i, naskah ini diterima Th. Pigeaud dari Ir. Moens di Yogyakarta bulan Oktober 1927, dan dibuat ringkasannya oleh Suwandi pada bulan Mei 1929, tetapi keberadaan ringkasan tersebut kini tidak diketahui lagi. Daftar pupuh: (1) dhandhanggula; (2) megatruh; (3) kinanthi; (4) sinom; (5) pangkur; (6) maskumambang; (7) dhandhanggula; (8) mijil; (9) pangkur; (10) asmarandana; (11) sinom; (12) dhandhanggula; (13) asmarandana; (14) durma; (15) sinom; (16) asmarandana; (17) sinom; (18) dhandhanggula; (19) asmarandana; (20) pangkur; (21) dhandhanggula; (22) asmarandana; (23) pangkur; (24) sinom; (25) dhandhanggula; (26) asmarandana; (27) sinom; (28) pangkur; (29) dhandhanggula; (30) asmarandana; (31) kinanthi; (32) dhandhanggula; (33) durma; (34) asmarandana; (35) megatruh; (36) dhandhanggula; (37) sinom; (38) pangkur; (39) durma; (40) asmarandana; (41) pangkur; (42) dhandhanggula; (43) sinom; (44) asmarandana; (45) pangkur; (46) dhandhanggula; (47) asmarandana; (48) pangkur; (49) sinom; (50) asmarandana; (51) sinom; (52) asmarandana; (53) megatruh; (54) dhandhanggula; (55) sinom; (56) kinanthi; (57) mijil; (58) asmarandana; (59) pangkur; (60) megatruh; (61) durma; (62) dhandhanggula; (63) pangkur; (64) sinom; (65) asmarandana; (66) pangkur; (67) durma; (68) asmarandana; (69) sinom; (70) asmarandana; (71) durma; (72) dhandhanggula; (73) asmarandana; (74) dhandhanggula; (75) asmarandana; (76) dhandhanggula; (77) durma; (78) girisa; (79) asmarandana; (80) pangkur; (81) dhandhanggula; (82) pucung; (83) durma; (84) dhandhanggula ; (85) durma"
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.184-NR 3
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
899.222 BAB
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini berisi ringkasan dari naskah MSB/S.37, tersusun atas 37 pupuh. Teks diawali dengan silsilah dari Nabi Adam, Esis, Nurcahya, Nurasa, Hyang Wening, Hyang Tunggal, Batara Guru sampai dengan Raja Kandiawan (Jayalengkara). Jayalengkara menurunkan raja-raja yang bertahta di Bagelen, Jopasa, Prambanan, Kahuripan, Jenggala, Daha, Gegelang, Singosari. Cerita dilanjutkan dengan masuknya agama Islam ke Jawa oleh Makdum Ibrahim dan putranya Rahmat serta Santri. Cerita tentang kerajaan Demak hingga kerajaan Mataram. Diakhiri dengan kisah Adipati Puger yang mempunyai empat orang putra, yaitu: R.M. Bumi, R.M. panenggak, R.M. Alit, dan R.A. Wulan. Naskah babon mulai disalin pada hari Sabtu 17 Sapar, Je 1733 (24 April 1807) (h.l). Naskah induk berasal dari Sampang. Untuk alih aksara naskah induk lihat MSB/S.38."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.162-L 15.02
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah yang terdiri dari empat lembar (h.247-254) ini, kemungkinan berasal dari sebuah naskah yang utuh, hanya saja hingga saat ini tidak diketahui keberadaan naskah induk tersebut. Teks yang tersusun atas 2 pupuh tidak lengkap ini, mengisahkan tentang Cakrajaya yang mempunyai seorang istri dan seorang putra. Mereka tinggal di sebuah dusun kecil."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.164-B 32.03
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Jilid pertama dari seri 16 jilid Babad Tanah Jawi (pupuh 1-26) ini, diawali dengan genealogi dari Nabi Adam, Nabi Sis, Hyang Nurcahya, Hyang Nurasa, Hyang Wening, Hyang Tunggal, Hyang Guru, Wisnu. Wisnu kelak menjadi raja di tanah Jawa. Dilanjutkan dengan cerita Watugunung, dan diakhiri dengan kisah bertahtanya Jaka Tingkir di Pajang dan kisah Ki Penjawi/Ki Pemanahan menjelang berdirinya kerajaan Mataram."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.165a-G 41a
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini merupakan jilid ke-2 (pupuh 27-47) dari seri 16 jilid Babad Tanah Jawi. Diawali dengan kisah Ki Pemanahan mempunyai lima orang putra dan dua orang putri. Kelima orang putranya masing-masing bernama: R. Bagus, R. Santri, R. Jambu, R. Tompe, R. Kadhawung. Cerita dilanjutkan dengan kisah Sunan Kudus yang mempunyai banyak murid, diantaranya adalah Sunan Prawata dan Arya Jipang. Teks diakhiri dengan kisah Senapati ketika membangun kerajaan Mataram. Keterangan lebih lanjut mengenai Babad Tanah Jawi dapat dilihat pada SJ.165a."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.165b-G 41b
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Jilid ke-3 dari seri 16 jilid Babad Tanah Jawi yang mencakup pupuh 47-70 (lihat edisi cetak Bale Poestaka, 1939-1941). Diawali dengan kisah Senapati membangun kerajaan Mataram. Dilanjutkan dengan kisah pertempuran antara Mataram dengan orang-orang yang berasal dari Bang Wetan. Panembahan Mataram (Senapati) wafat dan digantikan oleh putranya. Teks diakhiri dengan cerita peperangan Mataram melawan Pati. Keterangan selanjutnya lihat deskripsi naskah SJ.165a."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.165c-G 41c
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Jilid ke-4 dari seri 16 jilid Babad Tanah Jawi Yasadipuran, mencakup seseorang yang jatuh sakit di dusun Pasiraman, tidak lama kemudian beliau wafat. Sebelum wafat sang Raja berpesan kepada putranya agar meminta bantuan Belanda untuk mengusir orang-orang Madura keluar dari Mataram. Keterangan selanjutnya lihat deskripsi naskah SJ.165a. Pupuh 71-99 (lihat edisi cetak Bale' Poestaka, 1939-1941). Teks dimulai dengan kisah kekalahan daerah Pati ketika berperang melawan Mataram. Penduduk Pati pergi mengungsi sedangkan para prajurit Mataram yang memenangkan pertempuran mendapat hadiah dari raja. Cerita dilanjutkan dengan kisah Raden Mas Pekik (Adipati Surabaya) mendapat wangsit yang memberitahukan bahwa kelak salah satu keturunannya, yaitu Ratu Kuning akan menjadi raja di Wanakarta. Cerita tentang penyerangan yang dilakukan oleh kerajaan Mataram terhadap kota Jakarta, yang kala itu telah diduduki Belanda. Teks diakhiri dengan kisah pertempuran antara Madura yang dipimpin oleh Trunajaya melawan kerajaan Mataram, Mataram mengalami kekalahan. Raja Mataram jatuh sakit di dusun Pasiraman, tidak lama kemudian beliau wafat. Sebelum wafat sang Raja berpesan kepada putranya agar meminta bantuan Belanda untuk mengusir orang-orang Madura keluar dari Mataram. Keterangan selanjutnya lihat deskripsi naskah SJ.165a."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.165d-G 41d
Naskah  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>