Ditemukan 3301 dokumen yang sesuai dengan query
Wignyaamidarma
"Buku ini merupakan buku pedoman untuk anak-anak sekolah di Madura. Penjelasan mengenai tata bahasanya, kemudian ada daftar kata-kata. Juga ada pelajaran mengenai macapat berikut guru lagu dan guru wilangannya, nama-nama metrumnya. Di akhir bagian buku ini ada contoh-contoh tembang dengan irama-irama tertentu seperti, kasmaran, gambuh, megatruh, maskumambang, durma, girisa, pangkur dan artate."
Weltevreden: Albert Rusche, 1918
BKL.0310-BA 23
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
Auwjong, Peng Koen
Jakarta : Kompas, 2004
940.54 OJO p
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Raden Tedjohadisumarto
"Buku ini menyajikan lagu-lagu yang digolongkan dalam “sekar macapat” dan “sekar tengahan”. Lagu-lagu tersebut ditujukan bagi murid kelas III dan IV sekolah rakyat (SD)."
Jakarta: Djambatan, 1958
BKL.1128-SS 36
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
Beumer, B.J.M.
Jakarta: Bhratara Karya Aksara , 1980
620.11 BEU mt
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
"Set lima naskah ketikan ini, merupakan alih aksara dari naskah KBG 613 yang dikerjakan oleh M. Kusrin tahun 1930an. Berisi saduran cerita Menak yang digubah di Kraton Kartasura pada akhir abad ke-17 atau awal abad ke-18 (?). Oleh karena itu, oleh Poerbatjaraka dinamakan Menak Kartasura untuk membedakannya dari versi Menak yang lain, termasuk versi Yasadipuran dan pelbagai redaksi pasisiran. Menurut Poerbatjaraka (1964: 110) babon transliterasi ini adalah naskah Menak tertua yang masih bertahan. Disebutkan ceritanya sangat dekat dengan Hikayat Amir Hamzah dalam tradisi naskah Melayu. Rincian isi kelima naskah ini sebagai berikut: Cerita Menak Kartasura ini bertokohkan Amir Hamzah yang juga disebut dengan nama Wong Agung Jayengrana; Prabu Nursewan raja di Medayin; dan Dewi Muninggar, putri Prabu Nursewan. Lihat Poerbatjaraka (1940a: 9-33) untuk ringkasan maupun cuplikan pupuh selengkapnya teks ini. Dari kolofon depan dapat diketahui bahwa naskah babon disalin pada tahun 1715, atas prakarsa permaisuri Sinuhun Pakubuwana I yang bergelar Kanjeng Ratu Balitar. Sedangkan orang yang mengerjakan penyalinannya bernama Ki Carik Narawita."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
CI.77-G 135
Naskah Universitas Indonesia Library
"Buku ini berisi bermacam-macam pengetahuan. Diantaranya adalah bermanfaatnya seseorang melakukan perbuatan yang baik atau tidak baik (buruk). Piwulang bagi para wanita, juga sebab mengenai perjodohan sudah diatur oleh yang kuasa. Bab pengantin pada upacara lembar sirih. Bab seorang wanita yang pada dasarnya mempunyai sifat penurut terhadap pria. Bergantinya agama Budha menjadi Islam. Apa makna dari perkataan musrik dan masih banyak lainnya."
Surakarta: Albert Rusche, 1831
BKL.0038-PW 38
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
Raden Ngabehi Jasadipura I
"Buku ini dimulai dengan cerita Rama bahwa Dewi Sinta masih ditahan di Alengka. Peperangan Rama dan Rahwana masih terus berlangsung. Wibisana yang tetap ada di pihak Rama. Di dalam buku ini juga menguraikan mengenai inti sari cerita Rama yang ada di dalam naskah Melayu dengan judul Hikayat Seri Rama. Juga menguraikan mengenai lakon Rama yang ada di dalam pewayangn dari Ngayogyakarta yang disertai dengan gambar."
Weltevreden: Bale Pustaka, 1925
BKL.0174-CW 3
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
Paduka Tuwan El Peneng
"Buku ini berisi mengenai orang Yahudi dilihat dari bagaimana mereka dalam memeluk dan menganut agamanya dan peperangannya dengan kaum Siriyah."
Weltevreden: Pisser, [Date of publication not identified]
BKL.0532-LL 58
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
R.Ng. [Raden Ngabehi] Yasadipura I
"Buku ini adalah salah satu dari rangkaian Serat Menak yang digubah oleh Jasadipura I yang berjudul Menak Jaminambar jilid Ke-3. Adapun rangkaian isinya adalah: Bab 33 (hlm. 3)-Patih Dul Jalal tewas oleh Wong Agung; Bab 34 (hlm. 9)-Wong Agung dikeroyok oleh para raja; Bab 35 (hlm. 16)-Raja Sapardan ditangkap; Bab 36 (hlm. 21)-Membahas perang dahsyat; Bab 37 (hlm. 26)-Para raja yang memihak Wong Agung banya yang diajak berperang; Bab 38 (hlm. 31)-Wong Agung berperang dengan Prabu Rabussamawati; Bab 39 (hlm. 37)-Mengganti taktik berperang; Bab 40 (hlm. 43)-Perang Dahsyat; Bab 41 (hlm. 48)-Prajurit Jamintoran membantu Wong Agung; Bab 42 (hlm. 52)-Prabu Rabussamawati dipenggal oleh Wong Agung."
Betawi Sentrem: Bale Pustaka, 1936
BKL.0652-CP 48
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
R.Ng. [Raden Ngabehi] Yasadipura I
"Buku Menak Purwakandha III adalah salinan dari naskah tulisan tangan yang tersimpan di KBG van K en W. Buku Menak Purwakandha III adalah salah satu bagian dari rangkaian serat/cerita Menak gubahan Yasadipura I yang diterbitkan oleh Balai Pustaka 1935. Adapun ringkasan isinya adalah: 36. Lanjutan dari Prabu Kasrukum mencari bantuan; 37. Sultan Jayusman duduk dihadapan punggawanya di Kuparman; 38. Bantuan dari Kuparman tiba; 39. Wong Agung mendapat pengampunan; 40. Raja Kulhibadir tewas oleh Rd. Aris Munandar; 41. Wong Agung menyerang Purwakandha (Mutadarawi); 42. Raja Kasrukum tewas oleh Wong Agung; 43. Wong Agung pulang kembali ke Kuparman; 44. Permaisuri Medayin diboyong ke Kuparman; 45. Permaisuri Medayin memberikan (harta?) kepada anak cucunya; 46. Permaisuri Medayin berada di Kuparman; 47. Prabu Semakun mewakili Wong Agung menyerang Ngambar Kustup; 48. Prabu Nusirwan dikukuhkan oleh Prabu Bariakbar; 49. Prajurit Kuparman berhadap-hadapan dengan prajurit Ngambarkustup."
Betawi Sentrem: Bale Pustaka, 1935
BKL.0642-CP 38
Buku Klasik Universitas Indonesia Library