Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 13429 dokumen yang sesuai dengan query
cover
New York: McGraw-Hill, 1980
624.483 1 THE
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall, 1993
670 INT
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Badiru, Adedeji Bodunde, 1952-
London: Taylor & Francis, 2006
670.72 BAD h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Romy Rizky
"ABSTRAK
Dalam sistem perpindahan panas, Two-Phase Closed Thermosyphon (TPCT) sangat efektif dan efisien. Thermosyphon adalah sebuah pipa kapiler tertutup yang berisi fluida kerja yang berfungsi sebagai media untuk menghantarkan panas dari sisi panas ke sisi dingin dari pipa. Thermosyphon terdiri dari tiga bagian yaitu: evaporator, adiabatik, dan kondensor. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada penggunaan thermosyphon adalah kekeringan atau "dry out". Kekeringan dapat menyebabkan melelehnya dinding evaporator karena laten panas yang berlebih sehingga menyebabkan fluida kerja di area evaporator berubah semua menjadi uap dan air kondensat hasil kondensasi tidak bisa kembali lagi ke area evaporator karena tertahan oleh uap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem yang dapat mencegah terjadinya kekeringan pada TPCT, simulasi CFD dilaksanakan untuk memahami karakteristik fenomena kekeringan pada TPCT dan sebagai bahan referensi dalam perancangan sistem kendali. Pengujian sistem dilaksanakan dengan menguji 3 jenis variasi filling ratio pada TPCT, yaitu 30%, 45% dan 60%. Bagian evaporator TPCT dipanaskan melalui kolam yang diberi pemanas dengan beban konstan sebesar 6000 watt. Dalam pengujian, filling ratio 30% mengalam 4 kali kekeringan pertama kali di suhu 336.05 K , 45% 1 kali di suhu 339.2 K, dan filling ratio 60% tidak mengalami kekeringan ditandai dengan nilai hambatan termal yang paling rendah sebesar 5.15446 K/W. Semakin sedikit volume fluida kerja yang ada pada TPCT menyebabkan semakin cepatnya terjadi kekeringan. Dalam pengujian, ketika kekeringan terjadi fluida kerja tambahan di injeksi ke TPCT untuk mencegah rusaknya dinding evaporator karena kekeringan yang terjadi, kemudian air hasil kondensasi kembali ke reservoar penampung fluida kerja tambahan sebelum kembali ke bagian evaporator.

ABSTRACT
In a heat transfer system, a Two-Phase Closed Thermosyphon (TPCT) is highly effective and efficient. A thermosyphon is a closed tube that contains working fluid that serves to transfer heat from the hot section to the cooler section of the tube. A thermosyphon consists of three sections, namely: evaporator, adiabatic, and condenser. One of the problems that occur in thermosyphon applications is "dry out". Dry out can cause the evaporator wall to melt due to excessive heat latency, which causes the working fluid in the evaporator area to turn all into steam and condensate water resulting from condensation can not return to the evaporator area because it is blocked by steam. The purpose of this study is to create a system that can prevent dry out in TPCT, CFD simulations are carried out to understand the characteristics of dry out phenomena in TPCT and as a reference parameter in the design of control systems. System testing is carried out by experiment with 3 variation of filling ratio on TPCT, namely 30%, 45% and 60%. The TPCT evaporator section is heated through a pool that is heated with a constant load of 6000 watts. In experiment, 30% filling ratio occur 4 times dry out at first temperature 336.05 K, 45% 1 time at temperature 339.2 K, and 60% filling ratio did not occur dry out marked by the lowest thermal resistance value of 5.15446 K/W. The less volume of working fluid available in the TPCT causes more rapid dry out. In experiment, when dry out occurs additional work fluid is injected into the TPCT to prevent damage to the evaporator wall due to dry out, then the condensed water returns to the reservoir of additional working fluid before returning to the evaporator section."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jeremy Lee
"Nannochloropsis spp. adalah mikroalga yang menghasilkan asam omega-3 eicosapentaenoic (EPA) dan protein kasar bernilai tinggi, di mana keduanya bermanfaat bagi kesehatan dan diet manusia. Ekstraksi protein dari non-defatted, ethanol-defatted, dan isopropanol-defatted Nannochloropsis kering menggunakan Aqueous Two-Phase Systems (ATPS) dilakukan. Kurva binodal pertama kali ditentukan secara eksperimental dengan bahan yang digunakan: polietilen glikol (PEG) 400, 1000, dan 4000 terhadap buffer fosfat (K2HPO4-KH2PO4) dengan pH 9. Diketahui bahwa protein larut dalam PEG, menghasilkan total konsentrasi protein dalam fase atas. Memvariasikan berat molekul PEG memberikan efek yang dapat diamati pada kurva binodal; semakin tinggi berat molekul, semakin dekat kurva ke sumbu x dan y. Mengindikasikan bahwa berat molekul PEG yang lebih tinggi meningkatkan kemungkinan dua solusi terpisah menjadi beberapa lapisan. Selain itu, Tie Line Length (TLL) dengan nilai rata-rata 40% (w / w) dipilih untuk semua PEG untuk menstandarisasi komposisi akhir. Selain itu, protein di lapisan atas ditentukan menggunakan uji protein Lowry dengan spektrofotometer pada absorbansi 750 nm.
Hasil menunjukkan bahwa biomassa yang tidak dihilangkan lemaknya dalam PEG400 menghasilkan pemulihan protein terbanyak pada 21,73%, diikuti oleh biomassa yang dihilangkan lemaknya oleh etanol di PEG400 dan biomassa yang dihilangkan lemaknya oleh isopropanol di PEG400 masing-masing dengan protein 12,67% dan 10,98% yang pulih. Diperkirakan bahwa mayoritas protein terdenaturasi selama proses penghilangan lemak menjadikannya tidak larut, dan  menghasilkan kadar protein yang rendah. Pemanfaatan biomassa mikroalga basah diduga dapat mengatasi masalah ini untuk penelitian di masa depan.

Nannochloropsis spp. is a microalga which produces high-value omega-3 eicosapentaenoic acid (EPA) and crude protein, where both are beneficial for human health and diet. Protein extraction from non-defatted, ethanol-defatted, and isopropanol-defatted dried Nannochloropsis biomass using Aqueous Two-Phase Systems (ATPS) was performed. Binodal curves were first determined experimentally for the solutions used: polyethylene glycol (PEG) 400, 1000, and 4000 against phosphate (K2HPO4-KH2PO4) buffer with pH 9. It is known that proteins are soluble in PEG, yielding the total protein concentrates in the top phase. Varying molecular weights of PEG gave observable effects on the binodal curves; the higher the molecular weight, the closer the curve was to the x and y axis. Indicating that higher molecular weight of PEG increases the chance of the two solutions separating into layers. Furthermore, a Tie Line Length (TLL) with average value of 40% (w/w) was selected for all PEGs to standardize the final composition. Additionally, proteins in the top layers were determined using the Lowry protein assay with a spectrophotometer at 750 nm absorbance.
Results showed that non-defatted biomass in PEG400 yielded the most protein recovery at 21.73%, followed by ethanol-defatted biomass in PEG400 and isopropanol-defatted biomass in PEG400 with 12.67% and 10.98% protein recovered, respectively. It is suspected that the majority of the protein denatured during the defatting process making them insoluble, hence, the low protein yields. Utilization of wet microalga biomass might overcome this issue for future research.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Beam, Walter R.
New York: McGraw-Hill, 1990
620.004 2 BEA s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Beam, Walter R.
New York: McGraw-Hill, 1990
620 BEA s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Thompson, S.
Harlow, Essex: Longman Scientific and Technical, 1989
629.83 THO c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Canada: Pergamon, 1981
620.706 8 PRO i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Butler, Robert Brown
New York: McGraw-Hill, 2002
624BUTA002
Multimedia  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>