Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4628 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lampo, Hubert
Antwerpen/Amsterdam: Meulenhoff/Manteau, 1994
BLD 839.36 LAM g
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Gomperts, H.A., 1915-
Amsterdam: G.A van Oorschot, 1963
BLD 839.360 9 GOM g
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Keulen, Mensje van
Amsterdam/Antwerpen: Atlas, 1992
BLD 839.36 KEU g
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Boon, Marinus
Utrecht: A. Oosthoek, 1943
BLD 991.330 BOO j
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Amsterdam: UvA Erfgoedlab, 2011
BLD 839.317 MAX
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Priyatna Murtyaningsih
"Berakhirnya kolonialisme menyebabkan negara-negara penjajah secara perlahan kehilangan kekuasaan atas negara koloninya. Untuk mempertahankan kekuasaan yang dimiliki, maka negara penjajah menggunakan cara lain untuk mempertahankan kuasanya. Neo-kolonialisme merupakan sebuah konsep untuk menguasai suatu negara tanpa menggunakan kekerasan, melainkan dengan hubungan bilateral, persebaran budaya dan bantuan ekonomi. Neo-kolonialisme dapat mengancam kebebasan dan kemerdekaan suatu negara, karena negara tersebut akan dijadikan boneka oleh negara yang mendominasinya. Emmanuel Macron selaku Presiden Prancis menyampaikan sebuah pidato pada Hari Frankofoni Internasional di hadapan publik Académie Française 2018. Pidato ini dianggap menggambarkan neo-kolonialisme yang dilakukan oleh Prancis. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan unsur-unsur neo-kolonialisme yang terdapat dalam pidato Macron, dan menggunakan teori Analisis Wacana Kritis dari Ruth Wodak. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggambaran neo-kolonialisme dalam pidato dilakukan melalui dominasi bahasa pada tiga bidang utama, yaitu politik, ekonomi, dan sosial-budaya. Neo-kolonialisme dalam pidato ini digambarkan sebagai usaha-usaha Prancis untuk menyebarkan bahasanya ke seluruh dunia, khususnya negara-negara anggota Organisation International de la Francophonie (OIF).

The end of colonialism caused the colonizing countries to slowly lose power over their colonies. To maintain the power possessed, the colonial state used other means to maintain its power. Neo-colonialism is a concept for controlling a country without resorting to violence, but rather with bilateral relations, cultural distribution and economic assistance. Neo-colonialism can threaten the freedom and independence of a country, because that country will become a puppet by the state that dominates it. Emmanuel Macron as the President of France delivered a speech on International Francophonie Day in public in the 2018 Académie Française. This speech was considered to describe neo-colonialism carried out by France. This study aims to show the neo-colonial elements contained in Macron's speech, and use the theory of Critical Discourse Analysis from Ruth Wodak. This research shows that the description of neo-colonialism in speech is carried out through language dominance in three main areas, namely politics, economics, and socio-culture. Neo-colonialism in this speech was described as France's efforts to spread its language throughout the world, especially the member states of Organisation International de la Francophonie (OIF)."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Berge, Claude van de
Antwerpen/Amsterdam: Manteau , 1991
BLD 839.36 BER me
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nouwen, Pieter, 1949-
Amsterdam : Thoth, 1991
BLD 839.36 NOU g
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dalman, Yorgos
Groningen: Uitgeverij Passage, 2004
BLD 839.313 08 DAL v
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>