Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 153550 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Astrid Marzia D.
"Dalam rangka mendayagunakan sumber daya alam untuk memajukan kesejahteraan umum, perlu dilaksanakan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup dengan memperhatikan kebutuhan generasi masa kini dan masa depan. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan pengelokaan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup yang serasi, selaras dan seimbang.
Aktivitas yang dilakukan oleh manusia telah banyak mengakibatkan perubahan pada lingkungan hidup. Perubahan yang tidak dapat ditoleransi oleh Iingkungan dapat menyebabkan turunnya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, bahkan dapat pula menimbulkan kerusakan lingkungan hidup yang mengakibatkan lingkungan tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap usaha dan latar kegiatan manusia yang dapat menyebabkan perubahan lingkungan hidup atau yang berdampak besar dan penting pada lingkungan hidup perlu dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL).
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomori 17 tahun 2001, proyek konstruksi Underpass Ciputat - Ps. Jumat ini tidak wajib dilengkapi dengan AMDAL Berdasarkan Keputusan Guwmur Propinsi DKI Jakarta Nomar: 189 tahun 2002, proyek ini juga tidak wajib dilengkapi dengan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL).
Melalui Studi kasus yang dilakukan, akan diketahui apakah proyek penelitian ini memang benar tidak memerlukan dokumen AMDAL, atau dolcumen UPL/UKL, dilihat dari besarnya intensitas dampak yang dihasilkan oleh proyek tersebut, yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan hidup.

In order to exploiting natural resources to move forward prosperity of public, require to be executed sustainable development which with vision of environment by paying attention requirement of present day generation and future. Therefore, require to be executed management of environment in order to sustainable development which with vision of compatible environment, harmony and is well-balanced.
Activity conducted by human being have resulting many change at environment. Change which cannot tolerant by environment can cause to go down energy environment support and energy accommodate environment, even earn also generate damage of environment resulting environment do not function again in sustainable supportin.
Therefore, every effort and/or activity of human being able to cause change of environment or affecting big and important at environment require to provide with analysis concerning environment impact ( AMDAL).
Pursuant to Decree Of The State's Minister Environment November: 17 year 2001, This Underpass Ciputat - Ps.Jumat construction project do not obliged to provide with AMDAL. Pursuant to Decision Of Govemor Province of DK1 Jakarta Number: 189 year 2002, this project nor obliged to provide with Environmental Effort Monitoring ( UPL) and Effort Management of Environment ( UKL).
Through conducted case study, will know that project of this research is true correctness do not need document of AMDAL, or document of UPL / UKL, seen from level of impact intensity yielded by project, which can decline the quality of environment.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S34716
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lydia Amanda H.
"Dalam era globalisasi sekarang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat; salah satu teknologi yang cukup banyak digunakan adalah teknologi nuklir. Teknologi nuklir dimanfaatkan dalam penelitian-penelitian dan pengembangan kegiatan di berbagai bidang kehidupan.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi (P3TIR) adalah salah satu bagian dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Di tempat itu banyak dilakukan penelitian-penelitian dan kegiatan-kegiatan yang menggunakan zat radioaktif. P3TIR yang berlokasi di Jalan Raya Cinere, Pasar Jum'at, terletak di dekat daerah perumahan yang cukup padat penduduknya. Dari kegiatan dan penelitian yang dilakukan di tempat itu, akan dihasilkan limbah. Limbah yang terjadi harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari dan merusak lingkungan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, sumber dan berapa besar limbah radioaktif yang terjadi pada kegiatan yang ada, dan kemudian meminimalkan pengelolaan limbah tersebut.
Metodologi yang akan digunakan adalah dengan pengisian kuesioner oleh tiap kepala kelompok kegiatan di P3TIR dan wawancara langsung kepada kepala sub bidang pengelolaan limbah, serta studi literatur dari beberapa buku referensi, yang berhubungan dengan penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa P3TIR telah melaksanakan pengelolaan limbah radioaktif dengan baik dan teratur sesuai prosedur yang seharusnya. Selain itu, P3TIR juga selalu melakukan pemantauan secara berkala terhadap lingkungan sekitarnya, memberikan pelatihan kepada para pegawainya dan memberikan penyuluhan dan pendidikan pada masyarakat tentang radioaktif."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S34793
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Darmono
Jakarta: UI-Press, 2001
363.738 DAR l
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Darmono
Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), 2008
363.738 DAR l
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 1996
363.738 4 IND b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Pusat Penelitian Sumberdaya Manusia dan Lingkungan UI , 1983
363.73 AND
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ardhi Putra
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran wilayah kualitas air tanah dangkal parameter pH, DHL dan TDS menurut baku mutu dalam Peraturan Pemerintah No.20 Tahun 1990, serta untuk menggambarkan perbedaan dan persamaan kualitas air tanah dangkal berdasarkan pasang surut, jarak dari sungai dan jarak dari laut. Pengukuran parameter penentu kualitas air dilakukan di lapangan pada bulan Agustus 2006.
Hasil penelitian menunjukan Pola persebaran wilayah kualitas air tanah dangkal parameter pH, DHL dan TDS di sepanjang Kali Bekasi dan Cikarang Bekasi Laut (CBL) menunjukan kecenderungan makin dekat dengan laut (utara) kualitas air tanahnya relatif semakin buruk, sedangkan makin dekat dengan sungai (tanggul sungai) cenderung akan semakin membaik. Tidak ada pengaruh jarak dari sungai terhadap nilai pH, DHL dan TDS. Jarak dari laut berpengaruh terhadap nilai DHL dan TDS dengan angka korelasi R = 0.7, namun tidak berpengaruh terhadap nilai pH. Pasang surut Kali Bekasi dan saluran CBL mempengaruhi perubahan kualitas air tanah dangkal parameter pH, DHL dan TDS, saat pasang kualitas air tanah dangkal cenderung lebih buruk dibandingkan saat surut."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
S34013
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sabrina Valentina
"Sejak tahun 2012, salah satu Perusahaan Migas memiliki permasalahan kualitas udara yang belum dapat teratasi hingga saat ini, yaitu kelembaban relative (RH) yang tinggi dan pertumbuhan mikrobiologi (jamur dan bakteri) di dalam ruangan pada bangunan akomodasi dan perkantoran. Hingga akhirnya modifikasi sistem HVAC, perbaikan bangunan bocor dan pemasangan UV-C light telah dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi efektivitas pengendalian sistem tata udara dalam mengatasi permasalahan kualitas udara. Desain penelitian adalah cross sectional kuantitatif dengan analisis uji statistik. Penelitian dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji komparasi pada parameter IAQ dan gejala SBS sebelum dan setelah modifikasi. Parameter IAQ meliputi temperatur, RH, air movement, VOC, CO2, O2, serta total jamur dan bakteri di udara dan permukaan. Agar dapat memberikan rekomendasi yang tepat dilakukan pula uji korelasi untuk menganalisis pengaruh antara parameter fisik dan kimia terhadap pertumbuhan mikrobiologi, serta pengaruh thermoregulation behavior dan aktivitas penghuni terhadap kondisi kualitas udara dan gejala keluhan SBS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara setelah modifikasi (HVAC dan UV-C light) mengalami perbaikan kondisi yang signifikan pada parameter RH, bakteri dan jamur di udara, bakteri dan jamur di permukaan. Thermoregulation behavior, aktivitas penghuni dan gejala SBS memiliki perubahan yang baik setelah modifikasi. Kelembaban relatif (RH), CO2 dan O2 signifikan mempengaruhi pertumbuhan mikrobiologi (jamur dan bakteri) di dalam ruangan. Aktivitas penghuni dan thermoregulation behavior secara signifikan mempengaruhi kondisi kualitas udara dan gejala keluhan SBS. Modifikasi HVAC dan perbaikan bangunan bocor terbukti efektif dalam menurunkan RH di dalam ruangan. Pemasangan UV-C light pada sistem HVAC dan UV-C light portable terbukti efektif untuk mendisinfeksi jamur dan bakteri di udara, jamur di permukaan diffuser dan sistem HVAC di bangunan akomodasi dan perkantoran. Pengendalian sistem tata udara (HVAC dan UV-C light) secara signifikan dapat memperbaiki permasalahan kualitas udara, namun kondisi ini harus selalu dipertahankan dan ditingkatkan untuk mencapai kondisi sesuai dengan standar KUDR. Rekomendasi mitigasi yang diberikan diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan kualitas udara tersebut.

Since 2012, an Oil and Gas Company has Indoor Air Quality (IAQ) problems that have not been resolved until now, such as the high relative humidity (RH) and microbiological growth (mold and bacteria) indoors in accommodation and office buildings. Finally, the HVAC system modifications, leaking building repairs and UV-C light installation have been implemented. Therefore, an evaluation of the effectiveness of HVAC system control is needed in addressing IAQ problems. Research design is a quantitative cross sectional study with statistical analysis. The study was conducted with descriptive statistics and statistical comparative tests on IAQ parameters and SBS symptoms before and after modification. The IAQ parameters include temperature, RH, air movement, VOC, CO2, O2, total mold and total bacteria in ambient air and surface area. In order to provide appropriate recommendations, statistical correlation tests were conducted to analyze the influence between physical and chemical IAQ parameters on microbiological growth, as well as the influence of thermoregulation behaviour and occupant activity on air quality conditions and SBS symptoms. The study results showed that IAQ conditions after modification (HVAC and UV-C light) has significant improvements in RH, bacteria and mold in ambient air, bacteria and fungi on the surface. Thermoregulation behaviour, occupant activity and SBS symptoms have good changes after modification. RH, CO2 and O2 significantly affect the microbiological growth (mold and bacteria) indoors. Occupant activity and thermoregulation behaviour significantly affected IAQ conditions and SBS symptoms. HVAC modifications and leaky building repairs have proven effective in lowering RH indoors. Installation of UV-C light on HVAC systems and portable UV-C light has proven effective for disinfecting airborne molds and bacteria, mold on diffuser surfaces and HVAC systems in accommodation and office buildings. Modification of HVAC systems and UV-C light can significantly improve IAQ problems, but these conditions must always be maintained and improved to achieve acceptable conditions based on IAQ standards. Mitigation recommendations are expected to solve the air quality problem."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Deny Irfanto
"Tugas sarjana ini berisi rancangan sistem tata udara ruang produksi obat sterl P.T. Bristol Myers Squibb Indonesia. Sistam tata udara dirancang dengan menarapkan konsep dasar rqang barsih. Hal ini dimaksudkan agar obat yang sedang da1arn prosas produksi tidak terkontaminasi oleh partikel melayang (airborne particle) yang ada di udara, baik barupa bakteri maupun partikel padat.
Kondisi udara dalam ruangan (konsentrasi partikel, temperatur, keIembaban, tekanan ruangan, bentuk aliran udara dan penerangan)
d'ir'anc:a.ng untuk memenuhi persyaratan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang diterbitkan Departemen Kesehatan FLI.
Untuk mencapai kelas kebarsihan yang disyaratkan, udara yang telah dikondisikan daiam unit pengolah udara (AHU) disuplai ke dalam ruangan melalui HEPA filter dan untuk ruangan dengan kelas kebarsihan yang paIing tinggi yaitu dalam ruang pendinginan dan ruang pangisian obat steril dialirkan aliran udara satu arah (Unidirectional Air Flow). Hasil rancangan menunjukkan bahwa dengan manggunakan modal ruang bersih dangan sistem konfigurasi seperti ini dapat dicapai kondisi ruangan dengan tingkat kebersihan keIas I.
"
1996
S36255
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>