Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 29759 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Anshar
"Saat ini di tanah air sedang mengalami perkembangan pembangunan gedung komersial yang sangat pesat, terutarna pada wilyah DK! Jakarta. Akibat dari pembangunan tersebut mengakibatkan berlambahnya volume Ialu linlas pada area tersebut. Salah satu contohnya adalah volume Ialu Iintas pada jalan Hayam Wuruk kini sedang dilakukan pembangunan Lindeteves Trade Centre, pada saat ini volume kendaraan sudah cukup padal dan berdasarkan analisa dampak Ialu lintas yang dilakukan mengakibalkan penambahan volume Ialu Iintas yang signitikan.
Dalam melakukan analisis dampak lalu |intas_ estimasi bangkitan dihasilkan berdasarkan perbandingan luas bangunan yang disewal
Dari hasil analisis disimpulkan pembangunan Lindeteves Trade Centre menimbulkan bangkitan perjalanan yang cukup besar terutama pada hari kerja, mengakibatkan terjadinya penambahan arus perjalanan saat kondisi jam puncak mencapai 44,15% dari total arus perjalanan sebesar 6.543. Dari hasil perbandingan dengan adanya pembangunan Lindenteves Trade Centre kondisi kinerja Simpang sebagai berikul 2 Arus bertambah j&flUh, anlrian bertambah panjang. Disarankan perlu dilakukan peningkalan kinerja persimpangan dan membuka pintu masuk pada jalan Labu dan jalan Mangga Besar 1."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S35679
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amirul Mukminin
"Dalam skripsi ini dibahas tentang suatu pemilihan model perancangan perkerasan jalan dengan menggunakan metode analitis yang diperuntukan pada Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) tinggi. Metode-metode analitis yang digunakan adalah Metode Shell, Metode Nottingham dan Metode The Asphalt Institute. Metode yang dipilih dibandingkan dengan menggunakan data Lalu Lintas Harian Rata-rata yang ada dan berdasarkan tegangan dan regangan yang teljadi pada perkerasan.
Ketebalan perkerasan dalam metode analitis didapat dan suatu perhitungan volume lalu lintas yang dikonversikan menjadi satuan ESAL atau msa yang dibandingkan dengan tegangan dan regangan yang terjadi. Untuk perhitungan tegangan tarik akibat beban berulang pada metode Shell diatur dalam dua pembebanan yaitu consiant stress dan consiant strain dan dalam metode The Asphalt Institute ditekankan pada dua tipe tegangan yang mempengaruhi desain lapisan aspal, yaitu horizontal tensile strain 6t, pada bagian bawah lapisan aspal yang menyebabkan fatigue cracking dan vertikal compressive strain ac yang terjadi permukaan tanah dasar yang menyebabkan deformasi permanen atau rutting. Sedangkan dalam metode Nottingham lebih diperhitungkan pada subgrade strain dan asphalt strain.
Dari ketiga metode mempunyai kesamaan yaitu sama-sama memperhitungkan tegangan dan regangan yang berlebihan pada struktur perkerasan yang menimbulkan kenrusakan fatigue dan kerusakan permanen.
Hasil akhir yang didapat adalah ketebalan yang mampu menahan beban kendaraan dengan LHR yang tinggi yaitu jumlah kendaraan lebih dari 500 kendaraan per line untuk kendaraan < 3 ton dan Iebih dari 250 kendaraan per line untuk kendaraan 2 3 ton. Untuk perhitungan tebal pekerasan dengan volume lalu lintas sebesar 33.439 kendaraan/lajur tahun 2004 pada Gerbang Masuk Pondok Gede Timur Jalan Tol Jakarta-Cikampek didapat ketebalan perkerasan sebesar 25,75 cm untuk metode Shell, 36 cm untuk metode Nottingham dan 25 cm untuk metode The Asphalt Institute. Besarnya tegangan yang menyebabkan kerusakan fatique dihasilkan 2,0817.10 -05 untuk constan stress dan 1,9065.10 -05 untuk constan strain pada metode Shell dan tegangan sebesar 2,6138.10 -04 pada metode Asphalt Institute. Sedangkan perhitungan tegangan yang meuyebabkan deformasi permanen pada metode The Asphalt Institute dihasilkan sebesar 7,04336.10 -04. Pada metode Nottingham dihasilkan tegangan 174,1 microstrain pada lapisan swbgraide dan 39,2 microsrrain pada lapisan aspal. Dari perhitungan tersebut dapat dibuat suatu kesimpulan yaitu dengan menggunakan metode The Asphalt Institute menghasilkan tebal perkerasan yang Iebih tipis dan regangan yang terjadi Iebih besar di bandingkan dengan metode Shell dan metode Nottingham."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S35823
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Christanto Prihambodo
"Jalan Tol dalam Kota dioperasikan dengan sistem terbuka artinya jumlah volume lalu lintas hanya terdeteksi pada saat transaki pembayaran, maka untuk mengetahui jumlah volume lalu lintas pada masing-masing segmen ruas jalan tidak dapat dihitung seara matematis. Volume lalu lintas pada masing-masing segmen ruas jalan sangat diperlukan dalam perhitungan tingkat pelayanan jalan, tingkat kecelakaan, volume lalu lintas pada jam sibuk dan panjang rata-rata perjalanan kendaraan. Dalam Studi ini Volume lalu lintas pada beban ruas ditentukan dengan suatu model berupa persamaan yang didasarkan dari volume lalu lintas gerbang tol.
Dalam tulisan ini pendekatan untuk menghitung maksud diatas, digunakan dasar teori Kapasitas Jalan, Kapasitas gerbang tol, Regresi linier ganda, Perhitungan panjang perjalanan, Penentuan Volume lalu lintas pada jam sibuk dan uji statistik dengan menggunakan uji korelasi. Mengingat Jalan Tol Dalam Kota memiliki segmen ruas yang cukup banyak dan membentuk suatu lingakaran, maka studi ini dibatasi hanya pada ruas Jakarta Interchange - Simpang Susun Tomang yaitu sepanjang 12 km dengan jumlah segmen 11 ruas.
Dari Hasil Analisa data diketahui bahwa volume lalu lintas dari gerbang tol Cililitan berkontribusi sebesar 47 % kendaraan menuju arah SS. Tomang sedangkan dari gerbang Halim yang menuju SS. Tomang sebesar 62 %. Panjang perjalanan rata-rata pada hari kerja untuk kendaraan niaga (Truk) menempuh jarak 11 km, sedangkan untuk kendaraan penumpang menempuh jarak 7 km. Hubungan korelasi antara volume lalu lintas gerbang lol dengan Volume lalu lintas pad ruas jalan memiliki signifikasi nilai R cukup tinggi yaitu 0,8. Dari hasil analisa Regresi Iinier ganda didapat suatu persamaan untuk hubungan antara volume Ialu Iintas gerbang tol Cililitan, Halim dan Ruas Gerbang Tol cawang-Pintu keluar Bukopin adalah Y = 49.24658 - 0,693X1 + 1,207 X2.
Dari hal-hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa jam sibuk pada suatu ruas jalan dapat diasumsikan sebagai jam sibuk pada gerbang tol transaksi (Gerbang Tol Halim dan Cililitan), Jenis kendaraan Angkutan Barang umumnya mempunyai tujuan perjalanan kearah Tangerang atau Grogol sedangkan Kendaraan Angkutan Penumpang bertujuan kedaerah sekitar Jalan Kuningan atau Semanggi (jalan Sudirman/Thamrin)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S35708
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Junior Alberto
"Angkutan umum sering dijadikan penyebab masalah kemacetan di kota -kota besar di Indonesia tidak terkecuali Depok. Salah satu penyebabnya adalah terlalu banyaknya armada angkutan umum (supply) yang beroperasi yang tidak sesuai dengan jumlah penumpang (demand) yang ada. Jumlah penumpang angkutan umum sangat bervariasi pada waktu-waktu tertentu menyebabkan jumlah armada yang dibutuhkan juga bervariasi. Kebijakan penentuan jumlah armada yang digunakan saat ini mengasumsikan bahwa kebutuhan armada per periode waktu adalah tetap sehingga sering ditemui pada jam sibuk banyak angkutan umum mempunyai load factor tinggi sedangkan pada jam tidak sibuk load factor menjadi rendah karena terlalu banyak armada yang beroperasi. Trayek angkutan umum yang baik harus dapat memenuhi kepentingan beberapa pihak terkait seperti penumpang (user), pengelola (operator) dan pemerintah (regulator).
Makalah ini akan menjelaskan suatu metoda yang dapat mengoptimasi kebutuhan jumlah armada angkutan umum sesuai dengan permintaan yang bervariasi dan sekaligus memenuhi kepentingan penumpang, pengelola, dan pemerintah. Metoda optimasi yang akan digunakan adalah dengan merasionalisasi atau mengatur jumlah angkutan kota Depok D-02 yang beroperasi pada jam ? jam sibuk maupun tidak sibuk dengan optimasi load factor. Pengaturan jumlah angkutan kota tersebut dilakukan dengan 3 skenario optimasi, yaitu load factor desain 0,7 , load factor desain 0,8 dan load factor desain 0,9. Diharapkan dari ketiga skenario optimasi ini, load factor angkutan kota Depok D-02 menjadi optimal dengan tetap memperhatikan kepentingan pengguna.

Public transport is often to be blamed of the cause in traffic problem in a big city in Indonesia include Depok. One of the cause is the number of public transport (supply) that operated in road is exceeded and does not match with a number of passenger (demand) that using public transport. The number of public transport passenger is so varied in a certain time caused the number of public transport that needed is also varied. Recently, the policy to decide the number of public transport which needed is assumed that the need of armada per period time is constant so that in peak hour the load factor is high while in off peak the load factor is low because the number of fleet size in operation is exceeded. A good public transport?s route must be able to consider interest of several related roles, those are such as passengers as users, drivers as operators and government (DLLAJ) as a regulator.
This thesis will explain a method to optimize the number of fleet size which will be matched with the various number of passengers (demand) and at the same time it copes with the interest of passengers, drivers and government. Optimization method that will be used is rasionalization the number of fleet size that operated in peak hour and off peak by load factor optimization. The arrangement of number of public transport is done by three optimization scenario. Those are load factor design 0,7 , load factor design 0,8 and load factor design 0,9. By this optimization scenario, load factor of D-02 Depok fleet size becomes optimal and in the otherside it also pay attention to the user?s interest.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
R. 01.08.50 Alb r
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Imam Hagni Puspito
"Kemacetan yang umum terjadi pada ruas-ruas jalan dalam suatu kawasan dapat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti kapasitas jalan yang tidak dapat menampung volume kendaraan yang melalui ruas tersebut, hal seperti ini dikarenakan adanya ketidak seimbangan antara pemenuhan dan permintaan (Supply and Demand).
Dalam suatu sistem transportasi untuk wilayah perkotaan sangat perlu dipikirkan bagaimana sistem tersebut dapat memberikan kenyaman, baik untuk pengguna maupun penyedia. Sistem transportasi tidak lepas dari pergerakan yang timbul akibat adanya kegiatan, pergerakan tersebut dapat berupa kegiatan individu atau kelompok dalam zona atau antar zona dan dalam wilayah atau antar wilayah.
Pergerakan keberangkatan dalam melakukan aktivitas sangat tergantung aktivitas apa yang mereka lakukan dalam satuan waktu (misal 24 jam), seperti sekolah, bekerja dan lain-lain (S,P,L). Pergerakan ini sangat berkaitan dengan banyaknya pergerakan dalam satu ruas jalan, bila dalam satu ruas jalan yang melewati melebihi kapasitas jalan tentu akan mempengaruhi kinerja jalan tersebut, seperti timbulnya kemacetan.
Adapun hipotesis dari gambaran kondisi jaringan tersebut (kenerja jaringan), apakah setelah dilakukan penanganan dengan penjadualan dapat lebih baik kinerjanya atau tidak terjadi perubahan ?
Oleh karena itu perlu dipikirkan bagaimana cara mengatasi kemacetan yang terjadi tersebut. Dalam penulisan tesis ini saya akan melakukan pengaturan terhadap pergerakan pada jam jam tertentu, seperti pada jam sibuk, usaha ini berupa mengatur jadual pemberangkatan (scheduling) untuk setiap aktivitas.
Pengaturan penjadualan tersebut hams sesuai dengan karakteristik individu pelaku juga terhadap zona. Tools yang dapat mengamodasi penjadualan tersebut masih belum dapat memenuhi sehingga perlu membangun program yang dapat mengatur penjadualan tersebut. Mengingat salah satu program yang berhubungan dengan sistem jaringan jalan yakni, Model Stochastic Taxonomy User Equilibrium (STUE) dapat dimanfaatkan ,tetapi belum dapat mengatur penjadualan.
Untuk itu dibangun model yang mengamodasi kebutuhan tersebut dan dapat berinteraksi dengan program STUE, membangun model tersebut dengan memanfaatkan bahasa visual basic.
Dan data-data yang tersedia (data Jabodetabek) dilakukan skenario simulasi untuk dapat mengatur pergerakan (penjadualan) pada jam sibuk pagi (06.00 - 10.00) agar sebaran pergerakan tersebut lebih merata untuk setiap jamnya. Simulasi ini dilakukan berdasarkan skenario yaitu sebarannya dibuat merata pada jaringan jalan di DKI Jakarta dengan data O-D matriknya Jabodetabek.
Dari hasil yang didapat kondisi jaringan jalan di Jakarta setelah dilakukan penjadualan terhadap aktivitas sekolah, bekerja dan lain-lain menjadi lebih baik (tersebar merata pada sekmen waktu yang ditentukan/waktu sibuk), dengan jumlah ruas yang rasio v/c < 0.8 bertambah banyak yang menandakan kemacetan pada ruas jalan di Jakarta berkurang serta terjadi penghematan waktu perjalanan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T14700
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Indonesia cities laways face transportation problem. The movement in the urban road network needs transportation means, services and infrastructures. Therefore, trip assignment pattern of urban road network needs to be researched. There are several Trip Assignment Methods which can be used to calculate the traffic volume on each modeled roads. In this paper, two methods of traffic assignment are used,i.e.: All or Nothing and Equilibrium. To find the best mothod, the predicted traffic flow produced by each model was compared to the real traffic flow collected by traffic counting survey. Traffic flow from 11 links were taken for comparison. These cover the movements onarterial collector, and local roads. The result showed that equilibrium method gave the best result for the urban network of Kota Cimahi. But all-or-nothing method gave the best result for the rural network at Kota Cimahi (such as. Jl. Ciwaruga-Jl.Cibabat, Jl. Kol. Masturi - Lembang, Jl. Soreang - Nanjung)"
JJJ 26:3 (2009)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Road transport system that has not been effective, resulting in some people prefer a type of mode for transport was motorcycle is wieved as having advantages in terms of mobility, accesibilitas and economally, so that the proportion of motorcycles on the road now reaches 65%. Changes in road transportation system due to the high number of users of motorcycles and behavior has. If not treated, transportation system of roads and accidents will be worse. In this paper, we want to give the effect of the number of motorcycles on the road to the road to the speed of vehicles that can be developed by the driver, and also model the relationship as one of alternative answers in determining the proportion of motorcycles on the streets. Relationship variables that are intended, obtained from traffic counting amount of each type of and it speed in each range of time--per-five-minutes, the data is grouped in intervals poroporsi number of motorcycles that is, conditions 1:10% up to 35%, condition 2:35% s/d 75% and 3 conditions: a merger. regresion analysis methods showed there was a positive and significant correlation coefficients with the indicator for the condition 1 of 0.67, the condition 2 of 0.59 and 0.66 for condition 3. It means that the number of motorcycle affect traffic flow velocity. "
JUJAJEM
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
S35063
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Thomas Putradi Nurwaskito
"Aiiran dua fase merupakan bagian dari aliran multi fase. Aliran dua fase yang berupa fase Iikuid dan fase gas sering dijumpai daiam kehidupan sehari-hari dan dalam berbagai macam proses industri. Komponen - komponen di proses industri seperti evaporaton kondenser dan steam generator sering diketemukan fiuida mengaiir berupa dua fase yang berbeda yaitu fase likuid dan fase gas.
Aiiran dua fase dan perpindahan kalor dalam aliran dua fase sampai saat ini masih terus dikembangkan dan diiakukan penelitian untuk mendapatkan suatu petunjuk teknis dan desain praktis dalam merencanakan komponen - komponen sistem konversi energi. Untuk mendapatkan hasil peneiitian yang baik dan akurat diperlukan sebuah untai uji atau sebuah model dengan dimensi yang iebih kecil dari ukuran sebenarnya, dan dapat menunjukan seluruh parameter yang dibutuhkan untuk terciptanya aliran dua fase.
Penelitan dan pembuatan untai uji aliran dua fase yang dilakukan oleh Togar Mulia ( 1995 ), menghadapi beberapa masalah yaitu : fiuida kerja air yang dipakai membutuhkan supiai kalor yang sangat tinggi untuk merubah fase fluida yang mengalir dari cair menjadi uap, sehingga mengakibatkan material yang kurang begitu tahan terhadap suhu tinggi mengalami kerusakan dan diketemukan udara yang terjebak di dalam sistem untai uji tersebut. Dari beberapa masaiah yang terjadi tersebut periu diadakan koreksi-koreksi untuk mendapatkan hasil yang sempurna.
Usulan perbaikan terhadap untai uji aliran dua fase terdahulu rnembutuhkan desain dan perancangan ulang, dikarenakan penggantian fluida kerja dan membuat suatu sistem tertutup untuk mencegah udara yang terjebak di dalam aliran fluida. Untuk keperluan iti dibutuhkan perancangan kondenser dan pompa untuk dapat meiayani sistem dengan baik."
1996
S36288
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Teuku Agam Saifudin
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
S35586
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>