Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 176193 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tedi Tejo Handoyo
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S35827
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vivienne Wahab
"
ABSTRAK
Topik yang dibahas pada tugas akhir ini adalah mengenai analisa statik maupun dinamik terhadap tiga elemen balok geser transversal, yaitu elemen Discrete Kirchhoff Mindlin for Beams (DSB); Poutre Mixed Linear (MLB) dan Poutre Mixed Quadrilateral (MQB). Elemen ini digunakan pada kasus portal bidang (2 nodal 6 dof)
dan pada kasus portal ruang (2 nodal 12 dot). Ketiga elemen ini diuji ketangguhannya baik pada analisa statik maupun dinamik.
Dari ketiga elemen diatas, elemen MQB merupakan elemen yang mempunyai perfonnance yang paling baik baik untuk balok tipis maupun balok tabal. Keunggulan elemen ini dikarenakan adanya faktor pengaruh geser φ yang merupakan rasio antara tinggi balok dan panjang elemen, dan juga dikarenakan oleh formulasi model hibrida pada elemen ini.
Pada karya tulis ini, juga diturunkan perumusan gaya nodal ekivalen untuk berbagai macam pembebanan, yang setelah diujikan kebenarannya memberikan hasil yang baik.
Untuk analisa dinamik problem getaran bebas, selain formulasi matriks kekakuan untuk setiap elemen yang merupakan standart untuk problem statik, ditambahkan formulasi matriks massa elemen yang menggunakan metode matriks massa terkumpul (Lump mass). Sedang untuk solusi nilai eigermya digunakan metode subspace ileralion.
Pengujian elemen untuk problem statik dilakukan dengan melakukan test-test standart untuk statik seperti test nilai eigen, patch test dan lain-lain. Sedang untuk analisa dinamik, dipergunakan standart NAFEMS dengan memperhatikan konvergensi nilai-nilai frekuensi naturalnya Selain itu digunakan pula elemen balok dari program SAP90 sebagai pembandingnya.
"
1997
S34680
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syamsul Hadi Zakaria
"Penggunaan beton bertulang pada berbagai jenis konstruksi merupakan hal yang umum dewasa Ini. Namun pada kenyataannya di lapangan, tak sedikit kerusakan yang terjadi pada stuktur beton bertulang. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, yang secara garis besar berdasarkan faktor penyebab kerusakan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu 1 pengaruh fisika, mekanika, dan kimia. Kerusakan berat struktur beton yang terjadi di Dermaga D, Pelabuhan Panjang, Propinsi Lampung merupakan Salah satu kerusakan struktur beton akibat pengaruh kimia, tepatnya diakibatkan Oleh kondisi lingkungan air asin (unsur kimia) dari air laut yang mengakibatkan korosi pada struktur beton dermaga tersebut. Perbaikan struktur beton dengan bahan perbaikan Grout LN322M dengan metode pengerjaan Prepack, menjadi salah satu alternatif perbaikan yang bisa dikerjakan pada kasus dermaga tersebut. Untuk menunjang hal itu perlu dilakukan penelitian terhadap kinerja dan kapasitas dari struktur beton yang mengalami perbaikan tersebut. Pembahasan pada skripsi ini mengambil fokus kerusakan balok sis/ bawah. Penelitian selain didasarkan pada studi literatur, juga dilakukan simulasi perbaikan struktur beton dengan pembuatan modul-modul balok diikuti pengujian terkait guna mengetahui kinerja dari balok perbaikan tersebut dan membandingkannya dengan balok normal."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S35182
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Panggabean, Romeo
"Penggunaan Isolator pada Bangunan bertingkat bertujuan untuk mengontrol respons pada struktur akibat gaya Filosoli dasar dari teknologi ini adalah mereduksi peroepatan gempa sebesar mungldn sehingga bangunan cukup direncanakan terhadap beban gempa secara Percepatan gempa ini direduksi sebesar-besarnya melalui suatu sistem isolator yang fleksibel dan teredam. Pereduksian percepatan gempa ini dilakukan dengan rnereduksi percepatan respons strulctur melalui redaman isolator. Dengan sistem ini, respons struktur dapat diperkecil sehingga lconsekuensi praktis dari pernakaian isolator pada bangunan adalah mengurangi biaya struktur bangunan.
Isolator dipasang pada pertemuan balok dengan kolom supaya balok dapat berputar sudut sebesar mtmgkin tanpa texjadi retak pada pertemuan balok dan kolom yang diakibatkan oleh gempa burni. Penggunaan isolator ini sangat mengurangi besamya percepatan, gaya geser dan momen guling pada struktur. Hal ini disebabkan karena adanya penyerapan energi melalui redaman dari isolator. Untuk bangunan tanpa isolator, penyerapan energi yang terbesar melalui kerusakan stmktumya.
Model isolator yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah isolator yang menyerap pergerakan rotasi dari bangunan. Besamya kekakuan dari isolator kita tentukan sendiri berdasarkan kebutuhan. Keistimewaan dari isolator ini adalah isolator ini dapat membuat struktur berdeforrnasi sebesar-besamya, sehingga memperkecil reaksi dari struktur.
Pada penelitian ini struktur bangunan dimodelisasi sebagai portal lentur dua dirnensi dengan tinggi 40 m dan memiliki 10 lantai. Gaya dinamik yang ditinjau adalah percepatan gempa El Centro 18 Mei 1940 dengan durasi 31 detik increment 0.02 N-S.
Kemudian sistem ini diformulasikan dalam persamaan-persamaan gerak dinamik. Penyelesaian persamaan ini dilakukan dengan bantuan program GT-STRUDL sehingga dapat diperoleh respons struktur tersebut. Parameter-parameter isolator maupun struktur akan divariasikan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap respons strulctur. Secara sederhana struktur dengan isolator ini dapat dimodelisasi seperti garnbar di bawah ini:
Gambar l. Modelisasi portal 2D dengan isolator."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S34694
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Daniel
"Balok merupakan elemen struktur yang utamanya menahan lentur dan geser dengan atau tanpa gaya aksial atau torsi. Tujuan penelitian ini adalah mengamati perubahan natural frekuensi terhadap pembebanan bertahap pada balok beton bertulang dengan agregat daur ulang. Studi dilakukan secara eksperimen, yakni menggunakan beton dengan agregat kasar daur ulang (kuat tekan fc’ 20,74 MPa). Balok yang digunakan berukuran 3000 × 150 × 250 mm3 yang diberi beban semi-siklik dengan metode pembebanan four-point loading. Pembebanan dilakukan dalam 4 siklus, yaitu siklus 2 ton, 4 ton, 6 ton, dan 8 ton. Respon struktur berupa grafik perpindahan vs beban dan waktu, regangan vs beban diolah dari hasil pengujian menggunakan Digital Image Correlation (DIC) dan pengukuran manual dengan LVDT, dial gauge, dan strain gauge. Karakteristik dinamik balok berupa frekuensi alami dan rasio redaman diperoleh dengan alat accelerometer. Hasil eksperimen tersebut dibandingkan dengan hasil perhitungan teoritis. Analisis menunjukan bahwa balok mencapai batas elastis pada beban 8000 kg. Frekuensi alami cenderung menurun terhadap penambahan beban, hal dikarenakan nilai kekakuan balok yang telah diberi beban akan turun akibat muncul retakan. Nilai rasio redaman pada balok RAC cenderung menurun terhadap penambahan pembebanan bertahap.

Beams are structural elements that primarily resist bending and shear with or without axial or torsional forces. The purpose of this study was to observe the natural frequency changes to the gradual loading of reinforced concrete beams with recycled aggregate. The study was conducted experimentally, using concrete with recycled coarse aggregate (compressive strength fc' 20.74 MPa). The beam used is 3000 × 150 × 250 mm3 which is given a semi-cyclic load with a four-point loading method. The loading is carried out in 4 cycles, namely 2 tons, 4 tons, 6 tons, and 8 tons. Structural responses in the form of graphs of displacement vs. load and time, strain vs. load were processed from the test results using Digital Image Correlation (DIC) and manual measurements with LVDT, dial gauge, and strain gauge. The dynamic characteristics of the beam in the form of natural frequencies and damping ratio were obtained by using an accelerometer. The experimental results are compared with the results of theoretical calculations. The analysis shows that the beam reaches its elastic limit at a load of 8000 kg. The natural frequency tends to decrease with increasing load, this is because the stiffness value of the beam that has been given a load will decrease due to cracks appearing. The value of the damping ratio in the RAC beam tends to decrease with the addition of gradual loading."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bagus Nur Rendra
"Dalam tulisan ini dibahas studi eksperimen mengenai perilaku rangkaian balok kolom dengan sambungan pracetak pada balok yang menggunakan sambungan las pada tulangan longitudinal balok. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui perilaku rangkaian balok-kolom beton apabila dibebani dengan pembebanan semi siklik. Rangkaian balok-kolom beton yang digunakan yaitu rangkaian pracetak, dengan daerah penyambungan di balok. Keruntuhan struktur seringkali disebabkan kegagalan sambungan dalam menahan beban yang bekerja. Kondisi beton yang tidak monolit membuat kemungkinan hal ini terjadi bertambah besar, oleh karena itu pendetailan, terutama tulangannya sangat diperlukan. Sistem portal pracetak yang ditelili pada skripsi ini adalah rangkaian komponen balok-kolom pracetak dan elemen balok pracetak. Pada sistem ini elemen balok-kolom pracetak dirangkai pada lokasi setengah tinggi lantai. Sedangkan untuk pracetak balok dirangkai di dekat muka kolom. Tulangan dari bagian sambungan balok-kolom pracetak disambung dengan tulangan dari balok pracetak dengan bantuan las lislrik. Setelah penvambungan tulangan dari dua bagian beton pracetak ini, barulah dilakukan pengecoran pada daerah sambungan. Percobaan dilaboratorium dilakukan dengan memberi beban pada model struktur. Pembebanan dilakukan pada bagian spesimen sehingga perilaku spesimen sama dengan jika diberikan beban gempa siatis Pemhanding dari rangkaian mi adalah rangkaian monolit yang telah diuji sebelum ini dan memiliki spesifikasi mendekati dari rangkaian pracetak. Dilihat dari hasil yang didapat dari pengujian, rangkaian balok-kolom beton pracetak memiliki perilaku yang mendekati rangkaian monolit. Keruntuhan yang terjadi melalui pembentukan sendi plastis pada balok, sehingga dapat dikatakan sambungan pada balok dapat mendukung terbentuknya mekanisme keruntuhan balok. Dari kurva P-? yang diperoleh, dapat disimpulkan rangkaian memiliki rasio daktilitas, kekuatan struktur, kekakuan yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Pola retak adalah satu hal yang menjadi catatan, karena keberadaannya diluar perhitungan, terjadinya bounding failure membuat penulis menyimpulkan penggunaan bounding agent pada sambungan pracetak mutlak diperlukan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S35520
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rudi Himawan
"ABSTRAK
Ruang lingkup tugas akhir ini terbatas pada evaluasi pola grid yang effisien pada kasus spesifik, balok- balok grid beton yang amendukung beban merata dari bangunan gedung bertingkat sedang. Pala (bentuk dan posisi silang ) balok - balok grid beton yang akan dianalisa tersusun seem orthogonal dan diagonal. Program yang akan digunakan adalah STAAD III versi 20.1.
Berat sendiri dari pads balok grid turut diperhitungkan, sedangkan beban yang bekerja pada balok grid berasal dari pelat bujur sangkar. Luas pelat yang dihitung yaitu 6m x 6m, 8m x 8m, 10m x 10m dan 12m x 12m.
Dengan luas dan ketebalan pelat yang lama besar, beban yang sama, modulus elastisitas beton sama, akan ditinjau besarnya lendutan yang terjadi.
Harga satuan dari besi, beton dan bekisting adalah sama.
Balok - balok grid beton yang memenuhi syarat struktur berhasil, dihitung jumlah harga balok dan jumlah harga pelat beton, yang di5ebut dengan ""Harga Y"". Harga Y harus meme3nuhi ""Kriteria Harga"" yang telah ditetapkan. Dalam satu kelompok Kriteria Harga dapat berupa balok - balok grid yang tersusun secara orthogonal maupun diagonal, dimensi balok yang bervariasi maupun luas pelat yang bervariasi.
Balok grid tipe TB adalah balok grid yang memberikan basil yang relatif paling baik dibandingkan balok - balok grid tipe lainnya dalam menjawab tiga simulasi non dimensional yang diperlihatkan.

"
2001
S35646
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nine Farida
"Berkembangnya dunia uaha ikut mendorong berkembangnya laju transportasi yang kompleks dan kepadatan arus lalu lintas, sehingga diperlukannya suatu area tersendiri yang aman bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan. Salah satunya adalah sarana jembatan penyeberangan. Oleh karena itu perlu dikembangkannya suatu disain untuk membuat inovasi dari teknologi yang telah ada untuk kemudian dikembangkan ke arah yang lebih main dan efisien.
Salah satu disain jembatan pejalan kaki yang akan dikembangkan adalah dalam bentuk castellated beam atau honey comb. Untuk itu, dalam tugas akhir ini akan dibahas mengenai desain jembatan pejalan kaki dengan menitikberatkan pada desain castellated. Tujuan penulis dalam menyusun tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan suatu grafik perancangan jembatan pejalan kaki berbasis perhitungan metode tegangan kerja AISC, sehingga mudah digunakan oleh user dalam mendesain suatu jembatan pejalan kaki. Hasil akhir simulasi adalah suatu graiik yang mudah digunakan oleh user dimana graiik tersebut menyajikan panjang bentang, tipe struktur, momen inersia profil sebenarnya (Im), momen inersia profil castellated (`I,¢)dan besar sudut castellated yang digunakan. Berdasarkan pada grafik-grafik tersebut diperoleh hasil Studi yaitu bahwa jembatan castellated di atas tiga tumpuan sendi-rol-rol yang menggunakan 0 = 45° akan menggunakan profil castellated yang lebih besar dibandingkan dengan jembatan castellated yang rnenggunakan ¢ = 60°. Selain itu struktur jembatan balok di atas tiga tumpukan sendi-sendi-sendi dengan bentang L1 = L2 ; fb = 45° dan 60° menggunakan profil castellated yang lebih kecil dibandingkan dengan memilih struktur jembatan balok di atas tiga tumpuan sendi-1-ol-rol dengan bentang L1==¢L1¢=45°dan 60°."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S35713
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Wildan Pratomo
"Studi ini bertujuan untuk membuat suatu standarisasi pemilihan dimensi profil baja Castellated untuk jembatan pejalan kaki 3 (tiga) bentang dengan melihat variasi pada panjang bentang dan sudut potong profil. Tinjauan perencanaan dibatasi pada panjang bentang antara 7 meter sampai dengan 25 meter dengan beban pejalan kaki yang bekerja sesuai ASCE dan sudut potong profil 45_& 60_. Tipe struktur yang ditinjau adalah struktur dengan perletakan 4 (empat) tumpuan sendi -- rol - rol - rol dengan bentang LZ = L2 = L3, Ll = L2 ~A La, Li = L3 # LZ dan L10 L2 0 L3. Metodologi penulisan didasari pada studi iiteratur dan dilanjutkan dengan analisa data dengan cara melakukan simulasi perhitungan dengan variasi panjang bentang, sudut potong profil dan kondisi pembebanan, sehingga didapatkan data-data momen inersia profit Castellated untuk setiap kondisi yang dituangkan dalarm bentuk grafik Hasil dari perencanaan yang berupa grafik menyajikan variasi panjang bentan& tipe struktur, momen inersia profit sebenarnya, momen inersia profil Castellated dan sudut potong ini diharapkan akan memudahkan perencanaan desain jembatan pejalan kaki dan meningkatkan minat dunia konstruksi untuk menggunakan Baja sebagai balok jembatan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S35692
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jeffrey Atosochi Zega
"Pertumbuhan dan perkembangan kota-kota besar ditandai dengan semakin pcsatnya laju transportasi yang begitu kornpleks,menuntut kita untuk memberikan fasilitas-fasi1itas yang terbalk dan efisien sebagai pengakomodasian sarana tranportasi tersebut. Salah satu pengakomodasian yang te!haik dan efisien tanpa menambah kepadatan arus la1u lintas tersebut adalah sarana penyeberangan.tepatnya jembatan penyeberangan. Oleh sebab ltu per1u dlkembangkan suatu disain jembatan penyeberangan kearah yang inovatif dan efektiftanpa mengurangi pemanfaatannya. Salah satu disain jembatan pejalan kaki yang akan dikembangkan adalah dalam bentuk Cawellaled Beam atau Honey Comb. Untuk itu, dalam Tugas Akhir ini akan dlbabas mengenai disain jembatan pejalan kaki dengan menitikberatkan pada disain Castellaltid Tujuan penulis dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah untuk mendapatkan Sllatu grafik perencanaan jembatan pejalan kaki berbasis perhitungan metode tegangan kerja AISC,sehingga mudah digunakan oleh user dalam mendisain suatu jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki. Hasil akhir simulasi adalah suatu grafik yang menyajikan panjang benrang, tipe struktur. mornen inersla profil sebenarnya (~). momen inersia profil castellated (lr.:) dan besarnya sudut (Qt) caoncellated yang digunakan. Berdasarkan pada grafik-grafik tersebut, diperoleh hasil studi yaitu bahwa jembatan castellated diatas 5 (lima) tumpuan (sendi-rol-rol-rol-rol), yang menggunakan sudut(r) = 45° akan menggunakan profil concellated yang lebih besar dibandingkan dengan jembatan castellated yang menggunakan sudut(.PJ = 60°. Selain itu struktur jembatan balok diatas akan mendapatkan profil yang lebih kecil Selain itu dengan struktur jembatan balok diatas 5 (lima) tumpuan dengan Panjaog bentang(L) L1 ""' L2 = LJ = L.t dan Sudut ($) = 45° dan 60o. menggunakan protii <:asteilalitd yang lebih kecil dibandingkan dengan mcmilih struktur jembatan balok pada Panjang bentang L 1 :t::- L2 :r LJ :1:- L4 dan Sudut (4;) = 45° dan 60'."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S35697
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>