Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 119745 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nadirin
"Perkembangan produk elektronika pada dekade terakhir ini berlcembang begitu pesatnya. Kemajuan teknologi ini hams ditunjang pula dengan inovasi produk komponen elektronika seperti transistor yang dihasilkan oleh 'industri semikonduktor. Chip yang terbuat dari bahan semikonduktor, merupakan inti dari komponen ini. Perlakuan yang benar terhadap chip dalam perakitan transistor akan menghasilkan produk semikonduktor yang berkualitas.
Perakitan chip dalam pembuatan lcomponen transistor adalah meletakkan chip dengan sistem solder pada lead frame dan menghubungkan chip dengan benang emas ke kaki-kaki transiston Mesin perakit chip ini Salah satunya yaitu mesin Mound-er 107B menggunakan die pemiukaan pemanas sebagai medium unluk memanaskan lead frame sehingga pada pennukaannya tercapai ternperatur titik lebur (melting point) dari chip yaitu 310 sampai 3l4°C.
Untuk mencapai tcmperatur tersebut diperlukan perhitungan perpindahan kalor yang baik dan tepat. Karena proses perakitan chip berlangsung dalam kecepatan yang tinggi yaitu mesin diset mampu menghasillran produk 0,66 detik per pieses.
Dari hasil perhitungan didapatkan panjang lintasan die permukaan pemanas utama sampai posisi chip diletakkan adalah 50 mm dan die pemanas awal adalah 75 mm. Dalam proscs perpindahan kalor yang terjadi pada die tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi permukaan dari die dan perlakuan terhadap lead fianme saat chip diletakkan, karena hal ini berhubungan dengan besamya rcsistansi antara die dengan lead frame.
Diharapkan dari hasil perhitungan dan perlakuan terhadap proses penyolderan chip ini dapat dihasilkan produk yang berkualitas tinggi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S37310
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Till, William C.
Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, 1982
621.381 7 TIL i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Millman, Jacob
Auckland: McGraw-Hill , 1979
621.381 MIL m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Glaser, Arthur B.
Reading, Mass: Addison-Wesley, 1979
621.381 GLA i (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Benda, Hansjochen
Jakarta: Katalis, 1985
621.33 BEN p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Hodges, David A.
Jakarta: Erlangga, 1987
621.381 HOD at (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"Proses desain transformator merupakan manipulasi perhitungwi dari beberapa variabel signifrkml mengenai &mensi rangkaian magnetik (magnetic circuit) dan dimensi rangkaian listrik (electric circuit) yang saling berhubungan. Manipulasi perhitungan dilakuk= dengan tujuan memperoleh harga karakteristik listrik transformator yang diinginkarr dalam hal ini rugi beban nol, rugi tembaga dan efrsiensi serta mem:mgkink= reahsasi dalam proses produksi. Mengingat hubungan antara variabel desain, maka perubahan harga yang dilakukan pads satu variabel akan mempengaruhi variabel yang lain. Oleh karena itu proses desain akmr lebih efektif jika difasilitasi dengan program komputer, sehingga dapat dilakukan analisa tentang berbagai kemungkinan untuk melakukan pendekatan terhadap hasil yang dnnginkan. Dalam skripsi ini &buat program sederhana untuk menghitung rugi beban nol, rugi tembaga dati efrsiensi transformatordisiribusi 3 fasa core type dalam suatu proses desain menggunakan fasilitas Microsoft Excel Program ini digunakan untuk menganalisa hubungan antar variabel desain serta hubungan variabel desain terhadap rugi beban nol, rugi tembaga dan efrsiensi transformator &sinbusi 3 fasa core type."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S38797
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yudi Pantja Putera
"Untuk menyeimbangkan beban kerja suatu Iintas perakitan dengan mengelompokan elemen-elemen kerja kedalam tiap stasiun kerja, metode-metode yang ada pada saat ini tidak dapat digunakan untuk kondisi-kondisi seperti, digunakannya Predetemined Time System untuk menghitung waktu normal tiap elemen kerja yang bersifat sementara, tidak pastinya waktu dari suatu elemen kerja sampai elemen kerja ini ditempatkan kedalam stasiun kerja, dan adanya waktu normal sementara elemen kerja yang Iebih besar dari waktu siklus produk.
Dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar pengelompokan elemen kerja dan penggunaan stasiun kerja paralel, dikembangkan suatu metode penyeimbangan Iintas perakitan yang dapat digunakan pada kondisi-kondisi diatas.
Metode ini mengelompokan elemen-elemen kerja yang masih mempunyai waktu sementara kedalam stasiun kerja menjadi tugas stasiun sehingga dapat dipastikan waktu standardnya. Dengan metode ini juga dimungkinkan terdapatnya stasiun kerja paralel yang mempunyai waktu siklus stasiun kerja mempakan kelipatan dari waktu siklus produk."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S36239
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Teguh Supriyanto
"Perkembangan produk elektronika pada dekade terakhir ini berkembang begitu pesatnya. Kcmajuan teknologi ini harus ditunjang pula dengan inovasi produk komponen elektronika seperti transistor yang dihasilkan oleh industri semi konduktor. Chip yang terbuat dari bahan semikonduktor, merupakan inli dari komponen ini, Perlakuan yang benar terhadap chip dalam perakitan transistor akan menghasilkan produk semikonduktor yang berkua!ltas. Perakitan chip dalam pembuatan komponen transistor adalah meletakkan chip dengan sistem solder pada lead frame dan menghubungkan chip dengan benang emas ke kaki-kaki transistor. Mesin perakit chip ini salah satunya yaitu mesin Maunder 107 B menggunakan die pennuknan pernanas sebagai medium untuk memanaskan lead frame sehingga pada permukaannya tercapai temperatur titik lebur (melting point) dari chip yaitu 3l0°C. Untuk mencapai temperatur tersebut dlperlukan perhitungan perpindahan kalor yang baik dan tepat. Karena proses perakitan chip berlangsung dalam kecepatan yang tinggi yaitu mesin diatur mampu menghasilkan produk 0-66 detik perbuah. Dari hasH perhitungan didapatkan panjang lintasan die permukaan pemanas utama sampai posisl chip diletakkan adalah 50 mm dan die pemanas awal adalah 75 mm dalam proses perpindahan kaJor yang terjadi pada die tecsebut sangat dlpengaruhi oleh kondisi permukaan dari die dan perlakuan terhadap lead frame saat chip diletakkan, karena hal ini berhubungan dengan besarnya resisransi antara die dengan lead frame. Diharapkan dar! hasil perhitungan dan perlakuan terhadap proses penyolderan chip ini dapat dihasilkan produk yang berkualitas tinggi"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S37618
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
S38433
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>