Search Result  ::  Save as CSV :: Back

Search Result

Found 150441 Document(s) match with the query
cover
Hemi Verniawan
"Desalinasi air laut bermanfaat bagi kebutuhan air bersih. Untuk mendapatkan hasil desalinasi yang efektif maka diperlukan pengetahuan tentang karakteristik penguapan air laut. Air laut disini digantikan oleh air garam. Laju penguapan air; di mana sangat dipengaruhi oleh kelembaban udara, temperatur lingkungan dan kecepatan aliran udara; dapat diakomodir dengan melakukan penelitian penguapan tetesan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat berupa penyuntik cairan untuk menghasilkan tetesan, pemanas, penghembus udara dan alat kontrol. Tetesan ini berupa air garam dan aquades. Tetesan dijatuhkan pada wire probe thermocouple, udara dialirkan melalui tetesan dengan kecepatan dan temperatur bervariasi. Data berupa gambar perubahan dimensi tetesan direkam, kemudian diolah dengan software. Hasil pengolahan data berupa bilangan tak berdimensi yaitu Nusselt dan Sherwood. Pers. Ranz-Marshall digunakan sebagai pembanding. Terlihat bahwa air garam lebih sulit menguap dibandingkan dengan aquades. Data yang didapat dari penelitian mempunyai kecenderungan selalu berada di atas model analogi Ranz-Marshall.

Sea-water desalination useful in order to produce fresh water. Fundamental understanding of sea-water evaporation characteristic required to achieve the effectiveness in desalination process. Sea-water replaced by brine. Evaporation characteristic determined by humidity, ambient temperature and air flow rate; could be accomodated by droplet evaporation research. This research was done by using dilution injector for droplet yielding, heater, blower and control device. Droplet dropped at wire probe thermocouple, air flown through droplet with temperature and speed vary. The change of droplet dimension; captured and then processed by image processing software. Data result was in the form of dimensionless number; Nusselt and Sherwood. Ranz-Marshall equation applied as comparator. As could be seen, that brine more difficult to evaporate than aquades. Experiment data shows the tendency of being above the Ranz-Marshall analogy."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S37912
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riyadh Fikara Muhammadi
"Sirup gula tebu adalah larutan yang mengandung sukrosa dalam kemurnian yang tinggi. Sirup gula tebu disamping mengandung sukrosa juga terdapat campuran fruktosa dan glukosa. Secara umum sirup gula tebu dapat digunakan sebagai alternatif pengganti penggunaan gula dalam bentuk kristal. Untuk menghasilkan sirup gula tebu yang memenuhi syarat untuk dikonsumsi masyarakat atau industri dan stabil dalam jangka waktu yang lama selama disimpan, maka diperlukan proses pengeringan. Untuk mendapatkan hasil pengeringan yang efisien dan efektif maka diperlukan pengetahuan tentang karakteristik penguapan air gula. Semua itu dapat diatasi dengan penelitian penguapan tetesan. Penelitian tentang laju penguapan ini sangat dipengaruhi oleh kelembaban udara, temperatur lingkungan kerja dan kecepatan aliran, dengan cara penguapan sampai dengan kering tetesan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat berupa penyuntik cairan untuk menghasilkan tetesan, pemanas, penghembus udara dan alat kontrol. Tetesan ini berupa campuran air gula dan aquades. Tetesan dijatuhkan pada wire probe thermocouple, udara dialirkan melalui tetesan dengan kecepatan dan temperatur bervariasi. Perubahan dimensi tetesan direkam dan data berupa gambar, kemudian diolah dengan software. Hasil pengolahan data berupa bilangan tak berdimensi yaitu Nusselt dan Sherwood. Pers. Ranz-Marshall digunakan sebagai pembanding. Terlihat bahwa air gula lebih sulit menguap dibandingkan dengan aquades. Data yang didapat dari penelitian mempunyai kecenderungan selalu berada di atas model analogi perpindahan massa Ranz-Marshall."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S37914
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Faried Kurniawan
"Untuk melakukan pengawetan pada makanan adalah salah satunya dengan proses pengeringan. Agar mendapatkan hasil pengeringan yang efisien dan efektif guna memenuhi tuntutan industri makanan yang berkembang pesat maka diperlukan pengetahuan tentang sifat laju penguapan air yang terkandung di dalamnya. Penelitian tentang laju penguapan tetesan di mana sangat dipengaruhi oleh kelembaban udara, temperatur lingkungan kerja dan kecepatan aliran dengan cara penguapan sampai dengan kering tetesan, dapat diakomodir dengan penelitian penguapan tetesan (droplet evaporation). Digunakan alat berupa penyuntik cairan yang berisi air ( aquades ). Suntikan ini menghasilkan tetesan, yang kemudian dialirkan udara dengan variasi kecepatan dan temperatur. Di sini memperlihatkan hubungan bilangan Reynolds (Re), Prandtl (Pr), Schmidt (Sc), Nusselt (Nu), dan Sherwood (Sh).Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara data pengujian dengan pers. Analogi Ranz ? Marshall. Perpindahan massa ini ternyata mempengaruhi proses perpindahan panas. Penelitian yang sudah dilakukan antara lain; Ranz-Marshall (1953) menetapkan suatu persamaan analogi perpindahan kalor dan massa.

One of certain way to process the food and beverage preservation or to ease the packaging process is drying process. To achieve the efficiency and effectiveness, in order to fulfill the high demand of food industries, it needs to find out the characterisitic of water evaporation. This is the reason of the research about the flow rate of the evaporation. It depends on the humidity, surrounding temperature, and the velocity of air which can be accomodated with research of droplet evaporation. The instrument device uses injection contained aquades. Air flows through the droplet with the variation of velocity and temperature. It shows the relationship of Reynolds (Re), Prandtl (Pr), Schmidt (Sc), Nusselt (Nu), and Sherwood (Sh) numbers. Heat and mass transfer occur in this process. This experiment?s intended for knowing the correlation between analyzed data with Ranz-Marshall analogy used to calculate the equation. Data of the experiments show the tendency of being above the Ranz-Marshall analogy."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S37933
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tulus Nugroho
"Dalam proses pengeringan seperti dalam proses pengolahan industri makanan, spray drying, evaporative cooling dan pembakaran bahan bakar cair, laju penguapan tetesan mempunyai peranan penting. Sehingga diperlukan pengetahuan tentang sifat laju penguapan air yang terkandung di dalamnya akibat pengaruh temperatur, laju aliran, konsentrasi dan kelembaban terhadap laju penguapan. Dari sini akan diperlihatkan korelasi dari bilangan Reynolds (Re), Prandtl (Pr), Schmidt (Sc), Nusselt (Nu), dan Sherwood (Sh). Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya perpindahan kalor dan massa serta korelasi antara data pengujian dengan menggunakan metode rumus model umum, metode stagnan film, dan pendekatan model baru dari metode stagnan film oleh E. A. Kosasih.

In the drying process such as in food processing industry, spray drying, evaporative cooling and combustion of liquid fuel, the quick drop of evaporation plays an important role. Therefore it takes a knowledge about the nature of the water quick evaporation along with all the contents due to the effect of temperature, quick current, concentration and humidity of quick evaporation. Here it shows a correlation from reynold's number ( Re ), Prandtl's number ( Pr ), Schmidt's number (Sc), Nusselt's number ( Nu ) and Sherwood's number ( Sh ), This research is to find out the existing of heat and mass transfer and correlation between data experiment using the general formula method, stagnant film method and a new phenomenological stagnant film by Kosasih E.A ( 2006 )"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S50945
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Piazza, Wieldy
"Dalam dunia industri proses pengeringan sangatlah penting, untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang proses pengeringan. Dari sekian banyak model tentang laju penguapan tetesan, perlu diketahui model yang paling dekat korelasinya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model stagnan film dan model modifikasinya (oleh E.A.Kosasih) dengan acuan model analogi Ranz-Marshall. Juga untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi larutan dan kelembaban udara pada bilangan Sherwood dan Nusselt.
Penelitian ini menggunakan alat berupa nozzle yang berisi larutan. Setelah larutan diteteskan pada termokopel, kemudian dialirkan udara yang bervariasi kecepatan, temperatur dan kelembabannya. Setelah dianalisa akan didapat hubungan antara bilangan Reynold (Re), Prandtl (Pr), Schmidt (Sc), Nusselt (Nu) dan bilangan Sherwood (Sh). Model modifikasi ternyata mempunyai korelasi yang lebih kuat dibandingkan dengan model stagnan film. Nilai bilangan Sherwood dan Nusselt dari model modifikasi juga lebih dekat dengan analogi Ranz-Marshall dibandingkan dengan model stagnan film.

Drying process is very crucial in industry, that's why research on drying process is needed. From so many models about droplet evaporation rate, the closest correlation need to be known. The objective of this research is to compare stagnant film model and the modification model (by E.A.Kosasih) by referencing to Ranz-Marshall analogy. And also to find out about the effect of difference in solution concentration and air humidity to Sherwood and Nusselt number.
This research is using a nozzle filled with solution. After the solution is injected on thermocouple, then air flow is given with some variations of velocity, temperature and humidity. After being analized, the relations between Reynold number (Re), Prandtl (Pr), Schmidt (Sc), Nusselt (Nu) and Sherwood number (Sh) will be found. The modification model has stronger correlation than stagnant film model. The values of Sherwood and Nusslet number from modification model also closer to Ranz-Marshall analogy than stagnant film model.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S50793
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hamzah Dipa Kusumah
"Laju penguapan tetesan mempunyai peranan penting dalam proses pengeringan seperti dalam proses pengolahan industri makanan, evaporative cooling, spray drying dan pembakaran bahan bakar cair. Sehingga diperlukan penelitian tentang laju penguapan yang bertujuan untuk mengetahui perpindahan kalor dan perpindahan massa yang terjadi. Serta pengaruh temperatur, laju aliran, konsentrasi dan kelembaban udara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat berupa nosel untuk menghasilkan tetesan, pemanas, blower dan alat kontrol. Tetesan ini akan dialiri oleh udara yang berasal dari heater dimana temperatur heater dapat diatur. Sebelum masuk ke heater, udara ini telah mengalami penurunan kelembaban di dehumidifier. Pengatur laju aliran ini dilakukan melalui inverter yang mengontrol kecepatan blower. Dengan menggunakan lensa makro nikon D40, perubahan dimensi tetesan terhadap waktu dapat direkam. Dengan melakukan analisa dan perhitungan dari hasil data pengujian akan didapatkan bilangan Reynolds (Re), Prandtl (Pr), Schmidt (Sc), Nusselt (Nu), dan Sherwood (Sh). Sehingga dapat diketahui korelasi antara data pengujian yang menggunakan model stagnan film dengan pendekatan model baru (E.A.Kosasih, 2006) terhadap model analogi Ranz-Marshall.

Rate of drop evaporation have an important part on drying up process as in food processing industry, evaporative cooling, spray drying and combustion of liquid fuel. So that,is needed a research about rate of evaporation with aim to know transfer of kalor and transfer of mass that happened. Also influence of temperature, velocity of flow, concentration and air humidty. This research did use some device. There are, a nozzle that inject a liquid to form a droplet, heater, blower and control unit. A droplet that produced by nozzle then flowed by hot air with the variation of temperature and flow velocity. By using macro lens of Nikon D40, the changes of diameter droplet per time can be recorded. With doing some calculation and analysis from the result of experiment we can find number of Reynolds (Re), Prandtl (Pr), Schmidt (Sc), Nusselt (Nu), and Sherwood (Sh). So that we can find correlation between the result of experiment with analogy ranz-marshall model , stagnant film model, and the new model analysis of stagnant film model (E. A. Kosasih, 2006)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S50943
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Sugih Harto
"Penelitian ini berisi tentang laju penguapan tetesan di mana sangat dipengaruhi oleh kelembaban udara, konsentrasi, temperatur lingkungan dan kecepatan aliran. Pada penelitian ini digunakan alat berupa penyuntik cairan yang berisi larutan aquades. Suntikan ini menghasilkan tetesan, yang kemudian dialirkan udara dengan variasi kecepatan antara 7 Hz, 10 Hz dan 15 Hz. Lalu variasi temperatur yang ada pada nilai 50°C, 75°C, 100°C dan 150°C. Dari sini akan diperlihatkan korelasi dari bilangan Reynolds (Re), Prandtl (Pr), Schmidt (Sc), Nusselt (Nu), dan Sherwood (Sh). Tujuannya adalah untuk mengetahui adanya perpindahan kalor dan massa serta korelasi antara data pengujian dengan menggunakan metode rumus model umum, metode stagnan film, dan pendekatan model baru dari metode stagnan film oleh E. A. Kosasih.

Research about droplet evaporation is very influenced by air humidity, concentration, ambient temperature, and velocity of flow. The instrument device uses injection contained seaweed suspension. Air flows through the droplet with the variation of velocity on 7 Hz, 10 Hz dan 15 Hz. Variation of temperature on 50°C, 75°C, 100°C dan 150°C. This variation can shows the relationship of Reynolds (Re), Prandtl (Pr), Schmidt (Sc), Nusselt (Nu), and Sherwood (Sh) numbers. Heat and mass transfer occur in this process. This experiment's intended for knowing the correlation between analyzed data with the general method, stagnant film model, and the new model analysis of film stagnant model (E. A. Kosasih, 2006)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S50716
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
I Gede Wahyu Widiatmika Ariasa
"Suatu eksperimen penetesan butir air (droplet) pada minyak goreng (nabati) panas dengan temperatur di bawah titik nyalanya dilakukan untuk memahami fenomena percikan dan letupan minyak goreng yang dikaitkan dengan metode pengendalian api yang berasal dari minyak goreng. Beberapa faktor yang berpengaruh berupa ketinggian penetesan, diameter droplet, temperatur minyak goreng akan memberikan fenomena yang berbeda terutama dalam hal pembentukan kawah yang terjadi, cipratan, intensitas dan kekuatan letupan serta pengaruhnya terhadap fluktuasi temperatur minyak goreng. Sebagai pembanding, penyemprotan kabut air pada minyak goreng dapat memberikan referensi analisis yang memudahkan dalam memahami fenomena yang terjadi. Penetesan droplet pada minyak goreng menghasilkan fenomena yang menarik dikarenakan temperatur minyak goreng yang jauh di atas temperatur didih droplet air. Akan ada suatu efek Leidenfrost yang mana droplet air tidak akan langsung mengalami evaporasi akibat adanya lapisan uap yang menyelimuti droplet. Sementara itu pada penyemprotan minyak goreng dengan menggunakan kabut air akan memberikan fenomena yang berbeda dimana efek cipratan dan letupan akan jauh berkurang serta letupan bisa terjadi akibat kontak antara zat cair dengan cat cair. Hal yang juga perlu diperhatikan adalah penetesan droplet akan memberikan efek berupa fluktuasi temperatur sesaat setelah letupan. Setelah itu penurunan temperatur minyak goreng akan lebih cepat dibandingkan dengan tanpa adanya penetesan.

An experimental study of a water droplet impinging upon a pool of hot cooking oil below of auto ignition temperature has done to known splashing and explosion phenomena of a hot cooking oil and associated with cooking oil fire suppression method. Some factors that influence such as heigh of impinging droplet, droplet diameter, cooking oil temperature will give different phenomena especially for crater forming, splashing, intensity and the power of explosion and also the influence of cooking oil temperature fluctuation. For comparison, water mist suppression system for cooking oil can give analysis reference that make us easy to understand about the phenomena. Water droplet impinging upon a pool of hot cooking oil give some interested phenomena because of the cooking oil temperature is higher than boiling temperature of water droplet. There are Leidenfrost effect that make surface of the water droplet completely covered by a vapor blanket, so that the water droplet slowly boil. In the mean time, for cooking oil water mist suppressing system resulted different phenomena for less splashing and explosion effect. The explosion can also happen in contact of liquid-liquid substance. We must also concern about the faster reduction of cooking oil temperature depend without impinging water droplet."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S50933
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Kevin Akbar Aurelio
"Pemahaman terhadap perilaku penyebaran tetesan (droplet) pada permukaan padat sangat penting dalam berbagai aplikasi, seperti pencetakan tinta, pendinginan mikro, dan semprotan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi ketinggian jatuh, debit aliran, dan diameter jarum suntik terhadap karakteristik penyebaran tetesan air pada permukaan datar. Eksperimen dilakukan dengan ketinggian 495 – 895 mm, debit 0,5 – 0,9 mL/menit, dan diameter jarum 0,45 mm, 0,6 mm, dan 0,7 mm. Parameter utama yang diamati adalah βₘₐₓ, yaitu rasio antara diameter sebar maksimum (Dₘₐₓ) dan diameter awal tetesan (D₀). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan ketiga variabel tersebut berkontribusi terhadap kenaikan nilai βₘₐₓ. Selain itu, βₘₐₓ berkorelasi positif terhadap bilangan Reynolds dan Weber, serta berkorelasi negatif terhadap bilangan Ohnesorge. Sebagai pelengkap, analisis menggunakan Teorema Buckingham Pi dilakukan untuk membentuk hubungan tak berdimensi antara debit, diameter jarum suntik, dan ketinggian terhadap βₘₐₓ. Hasilnya mampu memprediksi βₘₐₓ secara akurat dan sebanding dengan data eksperimen.

Understanding droplet spreading behavior on solid surfaces is crucial in various applications such as inkjet printing, micro-cooling, and agricultural spraying. This study aims to evaluate the influence of falling height, flow rate, and syringe needle diameter on the spreading characteristics of water droplets on a flat surface. Experiments were carried out with heights ranging from 495 to 895 mm, flow rates from 0.5 to 0.9 mL/min, and needle diameters of 0.45 mm, 0.6 mm, and 0.7 mm. The main observed parameter was βₘₐₓ, defined as the ratio between the maximum spread diameter (Dₘₐₓ) and the initial droplet diameter (D₀). The results show that increases in all three parameters contribute to higher βₘₐₓ values. Furthermore, βₘₐₓ is positively correlated with Reynolds and Weber numbers, and negatively correlated with the Ohnesorge number. As a complement, the Buckingham Pi Theorem was applied to develop a dimensionless relationship between flow rate, needle diameter, height, and βₘₐₓ. The result accurately predicted βₘₐₓ and aligned well with experimental data."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rafael Sinema Hia
"Penelitian ini secara eksperimental mengkaji pengaruh viskositas terhadap dinamika droplet pada permukaan datar dengan memvariasikan jenis fluida, ketinggian jatuh (25, 50, dan 75 cm), serta debit (0,2–1,0 mL/min). Lima fluida— metanol, aquadest, minyak kelapa sawit, minyak zaitun, dan gliserol—digunakan untuk mewakili rentang viskositas 0,54 hingga 945 mPa·s. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa diameter penyebaran maksimum droplet berkisar dari 5,3 mm (gliserol) hingga 17,6 mm (aquadest pada 75 cm). Kenaikan ketinggian dari 25 cm ke 75 cm meningkatkan diameter penyebaran hingga 30% pada fluida viskositas rendah, namun hampir tidak berdampak pada fluida viskositas tinggi. Variasi debit tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penyebaran droplet. Analisis bilangan tak berdimensi menunjukkan bahwa penyebaran luas terjadi pada bilangan Weber > 1000 dan bilangan Ohnesorge < 0,01. Secara keseluruhan, viskositas terbukti sebagai parameter paling dominan dalam membatasi deformasi dan penyebaran droplet pada permukaan datar.

This experimental study examines the effect of viscosity on droplet dynamics on a flat surface by varying fluid type, drop height (25, 50, and 75 cm), and flow rate (0.2–1.0 mL/min). Five fluids—methanol, aquadest, palm cooking oil, olive oil, and glycerol—were used, representing a viscosity range from 0.54 to 945 mPa·s. The results showed that the maximum spreading diameter ranged from 5.3 mm (glycerol) to 17.6 mm (distilled water at 75 cm). Increasing the drop height from 25 cm to 75 cm enhanced the spreading diameter by up to 30% in low-viscosity fluids, but had negligible effect in high-viscosity cases. Flow rate variation had no significant impact on spreading. Dimensionless analysis revealed that extensive spreading occurred for Weber numbers > 1000 and Ohnesorge numbers < 0.01. Overall, viscosity was identified as the most dominant parameter limiting droplet deformation and spreading on a flat surface. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>