Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 67377 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Modulasi Discrete Mu//iloue (DMT) merupakan Salah satu teknik modulasi mu/licarrier yang dipakai sebagai standar leknik modulasi dalam aplikasi Asymmerric Digital Subscriber Line (ADSL). DMT membagi lmndwidfh Erekuensi ke dalam sejumlah subkanal-subkanal yang saling bebas (f!l£fL§!)E!Il`/Gill) sehingga ridak terjadi infemjwubol in!erj'erence_ Perbedaan DMT dengan teknik pembagian fre]-:ucnsi konvensional adalah adanya mekanisme pembebanan bil pada subkanal-
subkanalnya_ Hal ini ditujukan untuk mernaksimalkan performansi, yang dapat bempa pemaksimalan bit rate dengan batasan energi tetap yang disebut ran:
adap/ive dan peminimalan energi dengan batasan bit rate letap yang disebut margin adaptive.
Pada Skripsi ini disimulasikan dua macam metode pembebanan bit yaitu pembebanan bit dengan algoritma walerjfl/ing dan algodtma distribusi Q11/of umuk menghitung kapasitas transmisi DMT dan kernudian dibuat analisa perbandingannya. ‘
Dari hasll simulasi dan analisanya dapat dilihat bahwa algoxitma waiezjfilling member-ikan solusi ideal permasalahan pembebanan bit, sementara distzibusi an/ojj'
tidak seoptimum ware;/illing tetapi oocok untuk distribusi energi yang rata dengan kompensasi kemudahan implementasinya. Selain itu juga dapat dilihat bahwa semakin banyak jumlah carrier akan semakin mendekati kapasitas ideal."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S39916
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Randy Satria Putra
"ABSTRAK
Proses transmisi sinyal dari pengirim menuju ke penerima dalam system telekomunikasi memiliki gangguan noise dan multipath fading yang disebabkan oleh reflection, scattering, atau difraction. Data rate yang tinggi pada kanal fading menyebabkan bandwidth koheren kanal menjadi lebih sempit jika dibandingkan dengan bandwidth sinyal sehingga kanal mengalami frekuensi selektif fading. Untuk mengatasinya, salah satunya adalah dengan digunakannya teknik modulasi multi carrier dengan tujuan agar sinyal mengalami flat fading pada tiap subcarrier. Teknik multi carrier yang popular digunakan adalah Orthogonal Frequency Division Multiplex (OFDM). Namun, salah satu kekurangan teknik ini adalah nilai Peak to Average Power Ratio (PAPR) yang tinggi. PAPR merupakan perbandingan daya puncak dengan daya rata-rata sinyal. Nilai PAPR yang tinggi menyebabkan penurunan performasi sistem OFDM. Skripsi ini membahas perancangan dan analisis metode reduksi PAPR dengan menggunakan transformasi wavelet dan teknik clipping agar didapatkan reduksi PAPR yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan performansi OFDM. Dari hasil perancangan dan analisa didapatkan penurunan nilai PAPR yang signifikan, khususnya pada wavelet rbio3.7 dan teknik Deep Clipping.

ABSTRACT
The process of signal transmission from transmitter to receiver in a telecommunication system has some disturbance such as noise and multipath fading caused by reflection, scattering, or difraction. High data rate in the fading channel causes the channel coherent bandwidth becomes narrower compared to the signal bandwidth so that the channel has frequency selective fading. To overcome this problem, the multi carrier modulation technique is used with the aim to have a flat signal fading on each subcarrier. The well-known multi-carrier technique is Orthogonal Frequency Division Multiplex (OFDM). However, one of the drawbacks of this technique is the Peak to Average Power Ratio (PAPR) is high. PAPR is ratio between the peak power and the average power of the signal. High PAPR values causes degradation in system?s performance. This thesis designs and analyses PAPR reduction using wavelet transform and clipping techniques in order to obtain better PAPR reduction to improve the performance of OFDM system. The results of design and analysis show a significant reduction in PAPR value, especially when wavelet rbio3.7 and Deep Clipping techniques are used."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42614
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Latif Mawardi
"ABSTRAK
Jaringan komunikasi yang sudah ada (PSTN) merupakan sarana pendukung untuk Internet versi lama melakukan transfer data, electronic mail dan worl wide web. Dengan kemampuan yang terbatas tersebut, internet telah membuktikan keandalanya, namon kebutuhan pelanggan menuntut mute dan kemampuan layanan dari internet yang lebih baik antara lain voice dan video. Pengembangan internet telah menghasilkan protokol RSVP (Resource Reservation Protocol) sebagai solusinya. RSVP meny rdiakan layanan dalam tiga kelas QoS, best - effort, guaranteed service dan controlled load service. Data dikirim dalam format datagram dengan panjang total 65.535 byte ke address tujuan melewati sebuah atau beberapa jaringan internet yang tergabung menjadi sebuah hubungan antar jaringan (intemetworking).
Teknologi Asyncronous Transfer Mode (ATM) telah ditetapkan oleh CCITT sebagai teknologi komunikasi masa depart, sehingga merupakan salah sate solusi prasarana komunikasi untuk BISDN, sehingga mampu memnyediakan bearer dengan kapasitas yang lebih besar dari PSTN. ATM mengirimkan data dalam format cell, yang terdiri dari 8 octet header dan 48 octet informasi atau total maksimum 53 octet, dengan kualitas layanan, CBR, rt-VBR, nrt-VBR , SBR dan ABR.
Teknologi ATM dan RSVP keduanya menjanjikan layanan dengan QoS yang lebih balk. Kedua protokol tersebut berada pada layer yang berbeda, tetapi dilihat dari fungsi, format dart signalingya merupakan hal yang berharga untuk dipelajari lebih dalam.

"
2000
S39844
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siswoyo Setyo Wibowo
"Suatu operator GSM yang mempunyai pelanggan yang terus berkembang tentu akan meningkatkan kapasitas jaringannya. Apalagi banyak layanan yang selalu menggunakan signaling dengan trafik yang tinggi seperti SMS, maka jaringan akan sangat terbebani. Sebagai salah satu solusinya adalah dengan menambah protokol Signaling Sistem 7 over IP (SS7oIP). Selain biaya pembangunannya murah, metode ini juga dapat dihandalkan, sehingga operator dapat menghemat biaya pengembangan. SS7 over IP pada jaringan dapat diaplikasikan dengan menggunakan Router IP Transfer Point (ITP) versi 7507 dan 7513. ITP adalah suatu perangkat yang mengkonversikan signaling yang melalui Time Division Multiplex (TDM) ke signaling yang dapat melalui jaringan IP. Pada jaringan GSM, ITP dapat diletakkan di antara MSC dan Signaling Transfer Point (STP). Tugas akhir ini akan membahas performansi yang dibutuhkan SS7 over IP yang sesuai dengan standar GSM. Data diperoleh dengan cara debug antara Router ITP 7507 yang terhubung dengan MSC dan ITP 7513 yang terhubung dengan STP, kemudian akan diamati performansi nya. Hasil analisa menunjukkan bahwa kapasitas rata-rata trafik signaling dari ITP saat kondisi normal sebesar kirim 18,5% dan terima 20,4% sehingga sesuai dengan spesifikasi vendor yaitu di bawah 40% kapasitas maksimum, waktu down sebesar 99,9877% sehingga masih dibawah standar ITU sebesar 99,9988%, delay rata-rata sebesar 44 mdetik sehingga sesuai dengan spesifikasi ITU harus di bawah 100 mdetik. Jenis paket yang melalui jaringan ini saat kondisi normal lebih dari 95% adalah SCCP. Saat kondisi jaringan TDM jatuh memungkinkan trafik SCCP lebih rendah dari 95% dan trafik ISUP lebih tinggi dari 5%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S40234
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haykin, Simon
New York: John Wiley & Sons, 1978
621.38 HAY c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Stremler, Ferrel G.
Reading : Addison-Wesley, 1982
621.38 STR i (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Brown, Robert Grover
New York: John Wiley & Sons, 1983
621.380 43 BRO i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Alhamdi Yosef Herman
"Kelancaran komunikasi melalui telepon selular merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh operator komunikasi di Kota Bukittinggi yang merupakan pusat tujuan wisata dan kota terbesar kedua di Propinsi Sumatera Barat. Tersusunnya model spasial kualitas penerimaan layanan sinyal telekomunikasi (PLST) merupakan tujuan akhir dari penelitian ini melalui pengukuran kuat sinyal di 69 lokasi yang dilanjutkan dengan analisis keruangan secara kuantitatif antara kuat sinyal dengan jarak dari BTS, ketinggian tempat, ketingian lokasi BTS dan arah hadapan lereng, dijadikan landasan untuk menyusun model spasial PLST di Kota Bukittinggi.
Hasil penelitian menunjukkan pola spasial PLST operator merah mempunyai kualitas yang sangat baik hampir diseluruh daerah penelitian, sedangkan sinyal layanan operator hitam cenderung mengelompok dibagian selatan, makin jauh dari lokasi BTS operator merah atau operator hitam kualitas PLST semakin buruk. Lereng yang menghadap BTS operator merah dan operator hitam menunjukkan kualitas PLST yang lebih baik, makin tinggi lokasi BTS, semakin buruk kualitas PLST operator hitam. Model spasial kualitas PLST di Kota Bukittinggi terlihat bahwa daerah yang dekat BTS dengan wilayah yang datar atau dengan lereng yang menghadap BTS.

Smooth communication through mobile phones is an obligation that must be met by communication operators in the Bukittinggi City is the center of a tourist destination and second largest city in West Sumatra Province. The formulated models of Spatial Signal Reception Quality Telecommunications Services (SSRQTS) is the ultimate goal of this research through a strong measurement signal in 69 locations, followed by a quantitative spatial analysis of signal strength with distance from the BTS, altitude, location of base stations and the direction of the level before the slope, provides a basis to develop spatial models of SSRQTS in the Bukittinggi City.
The results show the spatial patterns of SSRQTS of red operators have a very good quality in nearly all the research areas, while the signal carrier services tend to cluster in the southern black, farther from the BTS site operator or service quality black or red SSRQTS worse. Slopes facing the BTS service shows the red and black operators SSRQTS better quality, the higher the location of the BTS, the worse the quality of the service SSRQTS black. Model of SSRQTS in the Bukittinggi City is seen that the area near the BTS with the area of a flat or a slope overlooking the BTS.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S998
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Haykin, Simon
New York: John Wiley & Sons, 1983
621.380 413 HAI c (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Haykin, Simon
Hoboken: John Wiley & Sons, 2010
621.38 HAY c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>