Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 118204 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Syukron Lutfi
"Proses pelapisan pada permukaan keramik SiC dengan oksida logam (ion Mg dan Al) dengan metode elctroless coating di dalam larutan HNO3 dapat meningkatkan kemampubasahan dari SiC, seiiring dengan terbentuknya fasa spinel MgAl2O4 ataupun SiO2 pada permukaan SiC yang dapat mempromosi fasa spinel pada saat oksidasi. Dengan meningkatnya kemampubasahan dari partikel SiC maka kedepannya partikel ini bisa dilakukan pembuatan material Metal Matrix Composites (MMCs). Variabel yang diberikan adalah dengan memvariasikan %berat Mg yaitu 0.05, 0.1, 0.15, 0.2, 0.3 gr dengan %berat Al tetap yaitu 0.5 gr. Hasil pengujian EDX menunjukan adanya sebaran Mg dan Al pada permukaan SiC. Pengujian X-RD didapatkan hasil pada variable Mg 0.1 gr, intensitas terbentuknya lapisan spinel paling besar diantara semua variable %berat Mg, yaitu MgAl2O4 pada sudut 2?: 34.82 dan fasa SiO2 pada 59.94. Lapisan spinel ini terdistribusi merata dan memberikan karakteristik yang baik. Sebagai gambaran dari hasil TEM, terdapat lapisan pada permukaan SiC dengan ketebalan yang tipis dan merata yang menyelimuti permukaan SiC dengan ketebalan sebesar 27.3-123 nm. Lapisan tersebut dari hasil X-RD menunjukkan terbentuknya lapisan SiO2, dan MgAl2O4.

The process of coating on the surface of SiC ceramics with metal oxide (Mg and Al ions) with the method of elctroless coating in HNO3 solution can increase wettability of SiC, accordance with the formation of spinel phase MgAl2O4 or SiO2 on SiC surface that can promote spinel phase during oxidation. This increase could ease the process of manufacture of Metal Matrix Composites (MMCs) materials. Variable is given by varying the weight% of Mg is 0.05, 0.1, 0.15, 0.2, 0.3gr with weight% of 0.5 grams of Al fixed. EDX testing showed the existence of Mg and Al particles dispersed on the surface of SiC. X-RD testing showed the highest intensity of spinel phase with variable wt% Mg 0.1gr among all variables. Spinel phase formed at 2? angle: 34.82 and SiO2 phase at 59.94. Spinel layer is distributed evenly and gives good characteristics. As an illustration of the results of TEM testing, there is a layer on the surface of SiC with a thickness of the thin and evenly covering the surface of SiC with a thickness of 27.3-123 nm. These layers are from X-RD results showed the formation of SiO2 layer, and MgAl2O4."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S51654
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Andhika Insan Adiyatma
"Proses Electroless Plating partikel Al2O3 dengan larutan elektrolit (HNO3+Al+Mg) dapat meningkatkan wettability dari Al2O3 dengan membentuk fasa spinel (MgAl2O4). Pada penelitian ini dilakukan variasi penambahan magnesium dengan konsentrasi 0.002 mol, 0.004 mol, 0.006 mol, 0,008 mol, dan 0.012 mol dengan konsentrasi aluminum tetap 0.018 mol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan magnesium dengan konsentrasi 0,004 mol pada larutan electroless plating menghasilkan lapisan spinel tipis pada permukaan partikel Al2O3 secara merata. Al2O3 hasil proses electroless plating dijadikan bahan penguat untuk membuat Aluminum Matrix Composite (AMC) dengan volum fraksi 22,5%.

Electroless plating process of Al2O3 particles with electrolyte solution (HNO3+Al+Mg) could improve the wettability of the Al2O3 to form the spinel (MgAl2O4) phase. In this research, the addition of magnesium to the variation of concentration was 0.002 mol, 0.004 mol, 0.006 mol, 0.008 mol, and 0.012 mol with a fixed concentration of 0.018 mol of aluminum.
It was shown that the addition of 0.004 mol of magnesium concentration in the electroless plating solution produce a thin layer of spinel on the surface of Al2O3 particles evenly. The Al2O3 plated, used as a reinforcement material for Aluminum Matrix Composite (AMC) with the volume fraction of 22.5%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S51656
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Nadira Anindya Putri
"Penambahan partikel nano SiC ke dalam matriks Al 6061 telah terbukti memberikan efek penguatan terhadap sifat mekanis dari komposit bermatriks logam dengan mempertahankan keuletannya. Untuk meningkatkan sifat mekanisnya, komposit hasil pengecoran diberikan perlakuan panas pada beberapa temperatur aging. Sebagai wetting agent, 10 wt Magnesium ditambahkan ke dalam komposit untuk mendapat ikatan antarmuka yang kuat. Pada penelitian ini, Al 6061 diperkuat dengan 0,15 vf nano SiC dibuat, lalu diberikan perlakuan panas pada beberapa temperatur aging 140°C, 160°C, 180°C, 200°C, dan 220°C. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa temperatur aging optimum adalah 180°C yang dilakukan selama 8 jam, dengan nilai kekuatan tarik maksimum UTS mendapai 240 MPa, nilai kekerasan mencapai 72 HRB. Efek penguatan yang terjadi pada komposit dipengaruhi oleh adanya fasa Mg 2 Si, endapan Mg 2 Si dan Mg 5 Al 8, distribusi partikel nano SiC yang baik, dan juga ikatan antarmuka matriks dengan penguat yang baik.

The addition of nano SiC particles to Al6061 matrix has enhancing the mechanical properties of metal matrix compoite while the ductility properties still maintaned. To improve the mechanical properties, the as cast composites are heat treated to various aging temperature. As the wetting agent, 10 Vf Magnesium were added into the composite to achieve strong interface bonding. In the present work, Al6061 reinforced with 0,15 Vf of nano SiC were prepared, then heat treated to various aging temperature 140°C, 160°C, 180°C, 200°C, and 220°C . Result of this studies shows that the optimum aging temperature was 180°C that was conducted for 8 hours, with UTS Ultimate Tensile Strength reached 242,52 MPa, and hardness value up to 71,7 HRB. The enhancement of mechanical properties of composite were influenced by the presence of Mg 2 Si phase, Mg 2 Si and Mg 5 Al 8 precipitates, good distribution of nano SiC particles, also good interfacial bonding between matrix and reinforce.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S66183
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nafis Dhaffarul Hannan
"Komposit merupakan material yang sedang dikembangkan, yang terdiri dari dua jenis material atau lebih untuk meningkatkan sifat mekanis. Komposit magnesium merupakan material yang cocok untuk dijadikan sebagai kerangka kendaraan karena magnesium merupakan logam yang memiliki nilai densitas paling rendah diantara logam lainnya sehingga dapat dihasilkan kerangka kendaraan yang ringan dengan sifat mekanik yang baik. Pada penelitian ini, komposit diciptakan dengan mencampurkan magnesium sebagai matriks dan nano SiC sebagai partikel penguat dengan penambahan fraksi volume sebesar 0.05 vf, 0.10 vf, 0.15 vf, 0.20 vf, dan 0.25 vf. Proses fabrikasi komposit magnesium ini adalah pengecoran aduk.
Hasil dari penelitian ini menunjukan dengan adanya penambahan nano SiC sebagai partikel penguat dapat meningkatkan sifat mekanis. Penambahan partikel penguat nano SiC yang menghasilkan komposit magnesium dengan sifat mekanis yang paling baik adalah penambahan dengan fraksi volume 0.010 vf yang menghasilkan nilai kekerasan sebesar 38.64 HB dan laju keausan sebesar 0.0106 mm3/m. Peningkatan sifat mekanis pada komposit magnesium disebabkan oleh pengecilan ukuran butir dan mekanisme penguatan Orowan.

Composites are advanced material which is being developed that contains of two materials or more in order to improve the mechanical properties. Magnesium composite is a suitable material to be applicated as vehicle body structure due to its lightweight and its low density. Thus, the vehicle body structure with lightweight and good mechanical properties can be achieved. In this research, magnesium composite is fabricated by mixing magnesium as composite matrix and nano SiC as reinforcement particle with the variation of the volume fraction 0.05 vf, 0.10 vf, 0.15 vf, 0.20 vf, and 0.25 vf with stir casting as fabrication methods.
The result of this research shows that with nano SiC addition as reinforcement particle will increase mechanical properties of magnesium composite. The best mechanical properties of magnesium composite is shown by the addition of 0.10 vf nano SiC. The result shows the brinnel hardness number of this composition is 38.64 HB and 0.0106 mm3 m wear rate. Mechanical properties of magnesium composite are increased due to several strengthening mechanism such as grain size reduction and Orowan strengthening mechanism.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amelia Syifa Herningtyas
"Komposit aluminium 6061 dengan partikel penguat nano SiC sudah banyak dikembangkan untuk aplikasi yang membutuhkan sifat mekanis yang baik dengan densitas yang rendah. Dalam rangka mencapai performa yang lebih baik, perlakuan panas T6 diberikan untuk meningkatkan sifat mekanis material komposit. Pada penelitian ini dilakukan proses perlakuan panas T6 dengan variasi waktu aging 2 jam, 4 jam, 6 jam, 8 jam, dan 10 jam pada temperatur 175°C. Solution treatment dilakukan pada temperatur 440°C selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimum aging adalah 10 jam yang ditandai dengan hasil kekerasan paling tinggi yaitu sebesar 66,22 HRB dan laju aus paling rendah yaitu sebesar 1,09 x 10-6 mm3/mm. Pengaruh perlakuan panas T6 terhadap hasil uji tarik sangat rendah akibat adanya porositas. Hasil struktur mikro dari mikroskop optik dan SEM menunjukkan adanya fasa α-Al, Mg2Si biner (Al+Mg2Si), dan fasa intermetalik β-Al2Mg3.

Aluminum 6061 composites reinforced by SiC nanoparticles has been widely used for high performance applications with low denstity. In order to obtain a better performance, artificial aging is conducted to improve mechanical properties of composite. In this study, aging treatment was done with varying aging time: 2h, 4h, 6h, 8h, and 10h at 175°C with solution treatment at 440°C for 1h. The results showed that the optimum aging time was achieved by 10h with the highest hardness up to 66,22 HRB and wear rate reached the lowest value by 1,09 x 10-6 mm3/mm. Heat treatment process did not show a strong influence to tensile strength due to a porosity. OM and SEM observation exhibit α-Al and binary Mg2Si (Al+Mg2Si) phases, and intermetallic phases of β-Al2Mg3.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S66580
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dilla Yuli Andini
"Pembuatan material komposit bermatriks Aluminium seri 6061 (Al-Mg-Si) berpenguatan nano partikel SiC memberikan peningkatan sifat mekanis. Penggunaan penguat berukuran nano meningkatkan kekuatan tanpa menurunkan nilai keuletan komposit secara signifikan.
Pada penelitian ini, penambahan fraksi volume dari nano partikel SiC sebesar 0,05%, 0,10%, 0,15%, 0,20% dan 0,30% dilakukan untuk mengetahui titik optimal penambahan penguat. Penambahan Magnesium sebesar 10 wt.% dilakukan untuk menghasilkan pembasahan yang baik antara matriks dan penguatnya. Penambahan Stronsium sebesar 0,02 wt.% sebagai modifier dilakukan untuk meningkatkan sifat mekanis komposit.
Hasil yang didapatkan, kekuatan tarik dan elongasi memiliki nilai optimum pada penambahan nano partikel SiC sebesar 0,10% dengan nilai mencapai 246,51 MPa dan 9%. Sedangkan nilai kekerasan dan harga impak memiliki nilai optimum pada penambahan nano partikel SiC sebanyak 0,30%. Persentase porositas meningkat seiring dengan peningkatannya volume fraksi nano partikel.

The manufacturer of materials composite Aluminum series 6061 (Al-Mg-Si) with addition nano-particles SiC provide reinforcement of improved mechanical properties. The use of nano-sized reinforcement increases the strength without reducing ductility values significantly.
In this study, addition of nano-particles volume fraction in the amount of SiC 0,05 %, 0,10 %, 0,15 %, 0,20 %, and 0,30 % were used in order to know the optimum volume fraction. Magnesium 10 vol.% were used as wetting agent to increase wettability between matrix and its reinforcement. Strontium 0,02 vol.% were used as modifier to increase mechanical properties of materials composite.
As the result, the ultimate tensile strength and elongation has the optimum value in addition of nano-particles volume fraction in the amount of SiC 0,10 % with value up to 246,51 MPa and 9%. However, hardness value and impact properties has the optimum value in addition of nano-particles volume fraction in the amount of SiC 0,30 %. The porosity percent tends to increase along with the increase of nano-particles volume fraction.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S65254
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tatu Mas`udah
"Komposit Al/SiCp coating telah dihasilkan dari gravity casting. Dengan partikel SiC dilapisi oleh lapisan metal oksida yang diperoleh dari proses electroless plating dalam larutan elektrolit HNO3, dengan konsentrasi magnesium (Mg) dalam larutan elektrolit tersebut bervariasi dari 0,002 sampai 0,012 mol dan konsentrasi aluminum (Al) dibuat tetap 0,018 mol. Partikel SiC coating tersebut, digunakan untuk membuat komposit (MMCs) dengan persen volume SiC bervariasi dari 2 sampai 20,5 vol%. Komposit aluminum yang dihasilkan, dianalisis dalam metalografi dan sifat mekanik. Dari komposit tersebut, diperoleh bahwa sifat mekanik komposit dapat meningkat dibandingkan dengan matriks aluminum, seperti kekerasan meningkat dari 76,23 BHN menjadi 96,82 BHN, porositas turun dari 8,97% menjadi 3,81% dan laju keausan turun dari 10,6 x 10-6/mm/mm3 menjadi 2,63 x 10-6/mm/mm3 karena penambahan persen volume SiC 15%. Sedangkan kuat tarik komposit Al/SiCp turun dibandingkan dengan matriks aluminumnya dari 203,31 Mpa menjadi 191,49 Mpa. Pembentukan fasa spinel MgAl2O4 di interface Al/SiC rendah, karena magnesium berinteraksi dengan silikon, membentuk fasa baru Mg2Si yang teridentifikasi oleh XRD pada semua komposisi persen volume SiC coating. Pembentukan fasa Mg2Si pada matriks aluminum, dapat meningkatkan sifat mekanis komposit Al/SiCp.

Al/SiCp coating MMCs has been produced by gravity casting. The SiC particles were coated with metal oxide film obtained by electroless plating in liquid electrolyte HNO3, and liquid electrolyte made various magnesium (Mg) concentrations from 0.002 to 0.012 mole and a concentration aluminum (Al) have made constant is 0,018 mole. The SiCp coated, used for making MMCs was various volume percent SiCp from 2 to 20.5 vol%. The aluminum composites produced was analysed both metalography and mechanical properties. It is obtained that mechanical properties of these composites are increased compared to unreinforced, i.e hardness increased from 76.23 BHN to 96.82 BHN, porosity decreased from 8.97% to 3.81% and wear rates decreased from 10.6 x 10-6/mm/mm3 to 2.63 x 10-6/mm/mm3 due to the additions volume percent SiC up to 15%. In contrast, the tensile strength of Al/SiCp composites decreased from 203.31 MPa to 191.49 MPa. Spinel phase of MgAl2O4 at the interface Al/SiC is low, due to magnesium interact with silicon, formed a new phase of Mg2Si indentified by XRD in all composition of volume percent SiC coating. A new phase of Mg2Si formed in the matrix aluminum, increased mechanical properties of Al/SiCp composites."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
T27092
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tatu Mas`udah
"Komposit Al/SiCp coating telah dihasilkan dari gravity casting. Dengan partikel SiC dilapisi oleh lapisan metal oksida yang diperoleh dari proses electroless plating dalam larutan elektrolit HNO3, dengan konsentrasi magnesium (Mg) dalam larutan elektrolit tersebut bervariasi dari 0,002 sampai 0,012 mol dan konsentrasi aluminum (Al) dibuat tetap 0,018 mol. Partikel SiC coating tersebut, digunakan untuk membuat komposit (MMCs) dengan persen volume SiC bervariasi dari 2 sampai 20,5 vol%. Komposit aluminum yang dihasilkan, dianalisis dalam metalografi dan sifat mekanik. Dari komposit tersebut, diperoleh bahwa sifat mekanik komposit dapat meningkat dibandingkan dengan matriks aluminum, seperti kekerasan meningkat dari 76,23 BHN menjadi 96,82 BHN, porositas turun dari 8,97% menjadi 3,81% dan laju keausan turun dari 10,6 x 10-6/mm/mm3 menjadi 2,63 x 10-6/mm/mm3 karena penambahan persen volume SiC 15%. Sedangkan kuat tarik komposit Al/SiCp turun dibandingkan dengan matriks aluminumnya dari 203,31 Mpa menjadi 191,49 Mpa. Pembentukan fasa spinel MgAl2O4 di interface Al/SiC rendah, karena magnesium berinteraksi dengan silikon, membentuk fasa baru Mg2Si yang teridentifikasi oleh XRD pada semua komposisi persen volume SiC coating. Pembentukan fasa Mg2Si pada matriks aluminum, dapat meningkatkan sifat mekanis komposit Al/SiCp.

Al/SiCp coating MMCs has been produced by gravity casting. The SiC particles were coated with metal oxide film obtained by electroless plating in liquid electrolyte HNO3, and liquid electrolyte made various magnesium (Mg) concentrations from 0.002 to 0.012 mole and a concentration aluminum (Al) have made constant is 0,018 mole. The SiCp coated, used for making MMCs was various volume percent SiCp from 2 to 20.5 vol%. The aluminum composites produced was analysed both metalography and mechanical properties. It is obtained that mechanical properties of these composites are increased compared to unreinforced, i.e hardness increased from 76.23 BHN to 96.82 BHN, porosity decreased from 8.97% to 3.81% and wear rates decreased from 10.6 x 10-6/mm/mm3 to 2.63 x 10-6/mm/mm3 due to the additions volume percent SiC up to 15%. In contrast, the tensile strength of Al/SiCp composites decreased from 203.31 MPa to 191.49 MPa. Spinel phase of MgAl2O4 at the interface Al/SiC is low, due to magnesium interact with silicon, formed a new phase of Mg2Si indentified by XRD in all composition of volume percent SiC coating. A new phase of Mg2Si formed in the matrix aluminum, increased mechanical properties of Al/SiCp composites."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
T41215
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
M. Zainuri
"Komposit isotropik Al-SiCp merupakan material komposit yang banyak diaplikasikan didunia industri. Permasalahan utama dari material ini mempunyai sifat kebasahan (wetability) yang rendah antara matrik (Al) dengan penguatnya (SiC). Rekayasa permukaan partikel SiC dengan cara melapisi MgAl2O4 (spinel) dapat meningkatkan gaya kohesifitas antara matrik dan penguatnya. Pada penelitian ini DIgunakan metode pelapisan elekctroless dengan larutan elektrolit HNO3 yang ditambahkan ion metal Al dan Mg. Konsentrasi ion Al dibuat tetap sedangkan ion Mg divariasikan dengan masa 0,25 gr dan 0,02 gr. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan pelapisan Mg(0,02) lebih merata dibanding Mg (0,25) pada permukaan partikle SiC. Peningkatan konsentrasi Mg cenderung menurunkan densitas sintering pada komposit Al-SiCp. Pada konsentrasi Mg(0,02) fase spinel banyak terbentukpada permukaan SiC dibandingkan konsentrasi Mg yang lebih tinggi, sehingga fase tersebut dapat meningkatkan wetability antara matrik dan penguatnya. Berdasarkan pengujian upper dan lower bound konsentrasi Mg(0,02) menunjukkan interaksi interfasial antara matrik dan penguatnya terjadi sangat baik dibandingkan konsentrasi Mg 0.25 gr.

The isotropic composites of Al-SiCp as a composites material spread of using in industry. The main problem of this material is low wetability between matrix(Al) and reinforcement (SiC). Surface treatment on SiC by coating with thin MgAl2O4 can increase cohesive force between matrix and reinforcement. This research use electroless plating with HNO3 electrolyte solvent, where Al and Mg metals are added as ionic metal. Concentration of Al is made constant, but concentration Mg is varieted with mass 0,25 and 0,02 gr. The research has shown coating with Mg(0,02) on SiC surface particles more homogenous than Mg(0,25), and increasing of concentration Mg tend to decrease sintering density of the Al-SiCp composites. In Mg(0,02) concentration, spinel phase formatting on SiC surface more than high concentration of Mg, so these phase can enhance wetability between matrix and reinforcement. Base on upper and lower test, a Mg(0,02) concentration has indicated better interfacial bound between matrix and reinforcement than 0.25 gr Mg concentration."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Wiskan Husein
"Menjawab kebutuhan akan material dimasa mendatang, ilmu pengetahuan dalam hal ini komponen penelitiannya didorong untuk menemukan material baru dengan keunggulan karakteristik lebih baik dan tentu saja ekonomis. Metal Matrix Composite (MMCs) merupakan salah satu alternatif material yang mampu menjawab kebutuhan tersebut Pemakaian MMCs telah meluas, misal dalam industri otomotif digunakan sebagai bahan pembuat piston, engine, serta dalam bidang penerbangan dipakai sebagai bahan pembuat baling - baling dan sebagai badan pesawat luar angkasa.
Penelitian yang dilakukan, dikonsentrasikan pada tahapan proses pembuatan Al-SiC MMCs dengan metode metalurgi serbuk, khususnya melihat pengaruh dari ukuran partikel serbuk SiC yang bertindak sebagai penguat dan melihat pengaruh besar tekanan kompaksi. Variasi ukuran partikel yang dipakai dalam penelitian adalah 70 -80 mesh digolongkan partikel kasar dan I40 - 170 mesh yang digolongkan sebagai partikel halus, kemudian variasi besar nilai tekanan kompaksi yang dipakai adalah 159, 191, 223, 255, dan 286 MPa. Penelitian mencoba melihat pengaruh dari kedua variabel diatas terhadap silat porositas, densilas, kuat tekan, dan kekerasaan. Penelitian memperoleh hasil yang, bisa dipertanggungjawabkan dan tentu saja ?debatable? atau bisa didiskusikan bersama Kenaikan lekanan kompaksi dapat meningkatkan sifat mekanik kekerasan dan kuat tekan, dan kenaikan tekanan koinpaksi dapat menurunkan porositas dan meningkatkan densitas. Untuk pengaruh ukuran partikel penguat SiC diperoleh kesimpulan untuk ukuran partikel yang lebih halus akan memberikan sifat yang Iebih baik dengan perbedaan yang tidak terlalu signifikan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S41453
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>