Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3815 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Pramoedya Ananta Toer, 1925-2006
Jakarta: Lentera Dipantara, 2010
899.232 PRA b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Evizariza
"ABSTRACT
This study aims to examine the moral values in the novel Night Market No, works of Pramoedya Anantatoer . Specificallv , this study aims to find out : the moral value of humanity in the novel Night Market is not the work of Pramoedya Anantatoer.
The results of this study are No Night Market, Pramoedya suggests that the economy is a force that drives the lives of the people. Economic power allows them to care for and help each other, like a father experience. My
father believed that menguasakannya economy to be strong in suffering. Without money, life will be harder for him. If he does not have money, he
will not get medical treatment in the sanatorium. Through this novel, Pramoedya authorize him self and natives, and support them in their struggle against the pressure and struggled to get the value of humanity, that is very impressive about the natives in this novel is courage and their spirit to fight, not only for their moral values but also to award and their dignity."
Pekanbaru: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, 2017
020 JPB 4:2 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Wiesel, Elie
Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003
843 WIE m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nugroho Notosusanto
"Pada awal masa tugas saya, pada bulan Februari 1982, Pimpinan Universitas Indonesia telah mencanangkan suatu gerakan yang saya beri nama "Menegakkan Kewibawaan Almamater". Isi gerakan itu ialah usaha untuk sejauh mungkin bertumpu kepada sumberdaya (manusia) Universitas Indonesia sendiri dalam segala kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler (terutama untuk kuliah, ceramah, seminar, simposium serta diskusi-diskusi lainnya).
Hanya jika jelas-jelas Universitas Indonesia tidak mempunyai tenaga pada suatu bidang tertentu, maka akan didatangkan tenaga dari luar demi kemajuan Universitas Indonesia untuk memberikan exposure kepada tenaga-tenaga Universitas Indonesia. Hal ini terutama menyangkut tenaga-tenaga profesional. Dan memang mengenai usaha mendatangkan tenaga-tenaga profesional yang sungguh-sungguh, jarang sekali timbul masalah di dalam usaha "Menegakkan Kewibawaan Almamater" ini.
Masalah yang sering timbul adalah di bidang kokurikuler apalagi di bidang ekstrakurikuler. Terutama di bidang ekstrakurikuler pernah ada gejala yang luas di kalangan mahasiswa yang dipengaruhi oleh kaum anarkis, bahwa oknum-oknum di dalam kampus Universitas Indonesia bertindak sebagai agen bagi kekuatan di luar Universitas Indonesia untuk meniup-niup sesuatu issue dari luar di dalam kampus Universitas Indonesia dengan jalan secara sistematis mengundang masuk eksponen luar itu.
Dengan demikian, jelas bahwa Universitas Indonesia sematamata dijadikan pasar /oak yang menjual issue-issue dari luar yang sudah loyo dan kurang laku. Dengan prestise Universitas Indonesia diharapkan, bahwa issue-issue itu akan memperoleh perhatian kembali dari masyarakat luas. Hal semacam itu semasa dominasi anarkisme, sangat lazim di lingkungan kampus kita dan patut disesalkan bahwa ada oknum-oknum Universitas Indonesia yang tidak punya rasa malu untuk "menjual" Almamaternya kepada kepentingan-kepentingan eksternal itu."
Depok: Universitas Indonesia, 1983
Makalah-3
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Fabianus Hiapianto Koesoemadinata
"Pasar Malam Komidi Putar yang masih ditemukan di pinggiran Jabodetabek merupakan hiburan rakyat yang sederhana dan terjangkau serta menjadi ruang berkumpul para penghibur dan pedagang yang bergerak secara kolektif dengan memanfaatkan lahan terbuka di sekitar permukiman padat penduduk. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap hiburan rakyat yang semakin kurang mendapat ruang. Isu utama yang diangkat penelitian ini adalah dinamika okupasi lahan dan relasi kuasa dalam penyelenggaraan hiburan rakyat. Kelompok yang diteliti adalah “Yudhika Ria” yang merupakan kelompok pengelola pasar malam dan beroperasi di periurban Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, dan memetakan historisitas pasar malam dalam konteks sosial, politik dan budaya di Indonesia. Hasil dan temuan penelitian lapangan diinterpretasikan dalam kaitannya dengan strategi okupasi dan pemanfaatan lahan dalam konteks praktik negosiasi antara kelompok pengelola dan otoritas formal serta informal. Penelitian ini menemukan bahwa pelaku hiburan rakyat melakukan fluid-placemaking menggunakan strategi melipir, menyelinap dan mengokupasi ruang secara temporer untuk bernegosiasi dengan struktur kekuasaan tempat mereka beroperasi. Eksistensi hiburan rakyat ini merepresentasikan perlawanan bidang usaha informal terhadap gempuran hegemoni industri hiburan modern dan pusat perbelanjaan di perkotaan.

Pasar Malam Komidi Putar is a form of folk entertainment which is affordable for lower middle class communities and has become a space for informal entertainment business and traders to work collectively in open lands situated near densely populated settlements. This research departs from the concern of how entertainment for lower class is getting less and less space. The main issue raised inthis research is the dynamics of land occupation and power relations in organizing this type of entertainment. The chosen case study is 'Yudhika Ria' which is a night market management group that operates in Jabodetabek suburbs. Data is collected and analyzed by utilizing qualitative method with an ethnographic approach. The research also involves a historical mapping of night markets in Indonesia within its social, political, and cultural context. Research findings are interpreted in relation to strategies in occupying and using spaces while reflecting the process of negotiation between the management group with the formal and informal authorities. Data analysis reveals that the group who runs entertainment for lower middle-class communities is actually doing fluid- placemaking by implementing strategies of melipir (slipping away), menyelinap (sneaking) and occupying spaces temporarily. The existence of this type of entertainment represents the resistance of informal businesses againts the hegemonic onslaught of the modern entertainment industry in urban areas."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta : Adler Manurung Press, 2003
332.108 46 PAS
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nugroho Notosusanto
Jakarta: UI-Press, 1983
PGB 0089
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Nugroho Notosusanto
Jakarta : Universitas Indonesia, 1983
378.053 NUG m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Khonsa Khoirunnisa
"Perkembangan pasar tradisional informal pada malam hari menimbulkan tantangan bagi pengunjung, terutama perempuan, dalam menemukan pedagang yang dituju. Tantangan ini memunculkan isu wayfinding akibat susunan ruang yang terus berubah dan visibilitas yang terbatas. Penulisan ini bertujuan untuk melihat pola perilaku dan strategi wayfinding pengunjung, serta elemen lingkungan pasar yang yang berinteraksi dengan pengunjung saat berbelanja di malam hari. Pengambilan data dilakukan secara kualitatif melalui observasi langsung, pengamatan perilaku pengunjung saat berbelanja, dan wawancara. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pola wayfinding bersifat subjektif berdasarkan interaksi antara kepribadian pengunjung dengan kondisi elemen lingkungan. Meski demikian, terdapat kecenderungan untuk memilih jalur dan lapak berdasarkan intensitas pencahayaan. Perubahan susunan lapak yang dinamis turut menyebabkan kecenderungan disorientasi. Temuan ini juga menegaskan pentingnya elemen visual yang konsisten dan mudah dikenali di sepanjang jalur pasar tradisional informal untuk mendukung proses kognisi ruang. Selain itu, perhatian terhadap kontras visual menjadi krusial agar citra lingkungan tetap terbaca dengan jelas, baik pada siang maupun malam hari.

The development of informal traditional market at night poses challenges for visitors, especially women, in finding the traders. This challenge raises the issue of wayfinding due to dynamic spatial arrangements and limited visibility. This paper aims to observe visitors’ wayfinding behavior and strategies, as well as the environmental elements of the market that interact with visitors while shopping at night. Data was collected qualitatively through direct observation, observation of visitor behavior while shopping, and interviews. The results of the observation show that the wayfinding pattern is subjective based on the interaction between visitors’ personalities and the condition of environmental elements. However, there is a tendency to choose paths and stalls based on lighting intensity. Dynamic changes in the arrangement of stalls also cause a tendency for disorientation. This finding also emphasizes the importance of consistent and easily recognizable visual elements along the informal traditional market path to support the process of spatial cognition. Furthermore, visual contrast must be carefully considered to ensure that the environmental image remains legible, both during the day and at night. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putu Wijaya, 1944-
Jakarta: Pustaka Jaya, 1971
899.232 PUT b (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>