Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 24009 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nani Soedarsono
Jakarta: Yayasan Melati Bhakti Pertiwi, 2000
338.959 8 NAN p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Faiq Fahmi Bahwal
"ABSTRACT
Dalam membangun infrastruktur, pemerintah belum bisa banyak mengalokasikan pembangunan infrastruktur karena keterbatasan anggaran negara. Pemerintah hanya mampu membiayai sebesar 41,3 saja dari kebutuhan biaya pembangunan periode 2015-2019 di seluruh Indonesia Bappenas 2016b. Oleh karena itu, dalam membiayai pembangunan infrastruktur dibutuhkan skema pembiayaan lain diluar APBN dan APBD yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu opsi pembiayaan yang bisa digunakan adalah pembiayaan berbasis syariah Rarasati 2014. Pembiayaan infrastruktur dapat dibiayai secara syariah karena di dalamnya tidak mengandung hal-hal yang dilarang di dalam prinsip syariah Rarasati, Trigunarsyah, dan Too 2014. Dengan dipelajarinya metode alternatif dalam pembiayaan infrastruktur khususnya bagi infrastruktur perdesaan di Batang, diharapkan dapat mengurangi salah satu faktor penghambat dalam pembangunan infrastruktur Antara News 2015a untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan wawancara terstruktur terhadap penduduk di kecamatan Subah. Dari hasil wawancara terstruktur tersebut, data dapat diproyeksikan untuk tingkat Kabupaten Batang untuk jenis infrastruktur yang paling dibutuhkan oleh masyarakat, potensi dana donasi dan pemberian modal untuk pembangunan infrastruktur, hingga siapa yang paling dipercaya masyarakat sekitar untuk mengelola pembiayaannya. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa infrastruktur yang paling dibutuhkan oleh penduduk kecamatan subah adalah infrastruktur pengolahan sampah, dibiayai dengan skema donasi maupun musyarakah yang dikelola oleh organisasi masyarakat setempat.

ABSTRACT
In building infrastructure, the government has not been able to allocate the exact needed fund for infrastructure development due to the limited state budget. The government is only able to provide 41.3 of the development cost needs for the period 2015 2019 throughout Indonesia Bappenas 2016b . Therefore, in financing infrastructure development, other financing schemes are required outside the state budget APBN and the regional budget APBD in order to meet those needs. One of the financing options that can be used is syariah based financing Rarasati 2014. Infrastructure financing is able to be fund by sharia since it contains nothing that is prohibited in sharia principles Rarasati, Trigunarsyah, and Too 2014. With the study of alternative methods of infrastructure financing, especially for rural infrastructure in Batang, it is expected to reduce one of the obstacles in infrastructure development Antara News 2015a to catch up with the development itself. This study was held by conducting structured interviews to the community in Kecamatan Subah. From these structured interviews, the data can be projected at the Batang District level as the type of infrastructure which most needed by the community, the potential of donation fund, and the provision of capital for infrastructure development, to whom the community trusts most to manage its financing. From this research, it is found that most infrastructure needed by sub districts is waste processing infrastructure, can be funded by donation scheme or musharaka and managed by local community organization. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Michida Budi Darmawan
"Air adalah komponen yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Jenis air yang sangat berkaitan dengan manusia adalah air minum, air sanitasi, dan air kolam renang. Berdasarkan jenis air yang ada, instrumen yang sudah tersedia adalah dengan mengukur kadar kimia pada air menggunakan alat-alat laboratorium yang tidak efisien. Penelitian ini berfokus untuk membangun instrumen pengklasifikasi jenis air berbasis ponsel pintar untuk memudahkan pengklasifikasi jenis air. Instrumen yang dibangun memanfaatkan strip tes yang akan diakuisisi oleh kamera ponsel pintar. Selanjutnya citra akan dilatih menggunakan Deep Learning model CNN dengan arsitektur AlexNet dan ResNet50. Penggunaan DL sudah banyak dilakukan untuk mengklasifikasi citra dan hasilnya terbukti sangat baik. Model hasil pelatihan akan dijadikan sebagai server komputasi yang akan mengolah citra. Sisi klien merupakan aplikasi ponsel pintar dan dihubungkan ke server yang sudah dibangun. Hasil pelatihan model adalah arsitektur AlexNet dengan akurasi yang sangat tinggi yaitu sebesar 100%. Oleh karena itu, model AlexNet dijadikan server komputasi pada penelitian ini. Pembangunan aplikasi pengklasifikasi jenis air berhasil dibangun dengan arsitektur klien-server. Tingkat keberhasilan aplikasi adalah 100% dalam mengunggah dan mengolah citra. Berdasarkan hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa pembangunan instrument kolorimetri pengklasifikasi jenis air berbasis ponsel pintar android berhasil dibangun dengan sisi server mengimplementasikan model CNN arsitektur AlexNet.

Water is component that very important for human life. Some types of water human’s environments are drinking water, sanitary water, and swimming pool water. With these types of water, an instrument that are already available are to measure the chemical levels in water using laboratory equipment which is inefficient. This research focuses on building a smartphone-based water type classification instrument. The instrument being built will use the test strips that will be acquisition by the smartphone camera. Furthermore, the image will be trained using the Deep Learning CNN model with AlexNet and ResNet50 architectures. The use of DL has been widely used to classify images and the result is satisfying. The results of the training model will be used as a computing server that will process images. The client-side is a smartphone application and connected to a built-in server. The result of the training model is the AlexNet architecture has a high accuracy which is 100%. With this performance, AlexNet will be used as a computing server in this research. The development of the water type classifier application has been successfully built with a client-server architecture. The success rate is 100% in uploading and processing images. Based on the results obtained, it is concluded that the development of a colorimetric instrument for classifying water types based on an Android smart phone has been successfully built with the server side implementing CNN AlexNet architecture model. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ridho Fakhrin
"Berdasarkan data RPJMN tahun 2015-2019, realisasi pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia mengalami keterlambatan sebesar 49% atau sepanjang 904 km dari rencana total. Salah satu penyebab keterlambatan adalah akibat dari faktor kelembagaan. Studi kasus pada penelitian ini adalah Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi serta melakukan pengembangan fungsi kelembagaan pada Pembangunan JTTS berdasarkan risiko yang paling dominan. Analisis risiko dilakukan berdasarkan fungsi, peran, tugas, dan tanggung jawab dari setiap stakeholder yang dilakukan pada Tahap Pendanaan, Tahap Perencanaan Teknik, dan Tahap Pelaksanaan Konstruksi. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data melalui survei kuesioner, selanjutnya diolah menggunakan metode statistik yaitu uji homogenitas, uji kecukupan data, uji validitas, dan uji reliabilitas, serta dilanjutkan dengan penilaian risiko menggunakan matriks risiko. Hasil dari analisis didapatkan 28 risiko yang paling dominan dari 20 stakeholder yang ada pada JTTS. Pengembangan fungsi kelembagaan dilakukan dengan merubah sistem pendanaan yang semula menggunakan pendanaan perusahaan (corporate finance) menjadi pendanaan proyek (project finance). Sehingga, dalam melaksanakan Pembangunan JTTS digunakan pendanaan yang didapatkan dari sponsor/investor. Sedangkan, anggaran Pemerintah dapat lebih difokuskan untuk membiayai pembebasan lahan.

Based on the 2015-2019 RPJMN data, the realization of toll road infrastructure development in Indonesia experienced a delay of 49% or 904 km of the total plan. One of the causes of delays is the result of institutional factors. The case study in this research is the construction of the Trans Sumatra Toll Road (JTTS). The purpose of this study is to evaluate and develop institutional functions in JTTS development based on the most dominant risk. Risk analysis is carried out based on the functions, roles, duties, and responsibilities of each stakeholder which is carried out at the Funding Stage, Technical Planning Stage, and Construction Implementation Stage. This research was conducted by collecting data through a questionnaire survey, then processed using statistical methods, namely homogeneity test, data adequacy test, validity test, and reliability test, and continued with risk assessment using a risk matrix. The results of the analysis are 28 of the most dominant risks of the 20 stakeholders in JTTS. The development of institutional functions is carried out by changing the funding system which originally used corporate finance to become project finance. Thus, in carrying out the JTTS development, funding obtained from sponsors/investors is used. Meanwhile, the Government's budget can be more focused on financing the land acquisition."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Basuki Anondho
"ABSTRAK
Prediksi durasi banyak dilakukan oleh para pemangku kepentingan berdasarkan pengalaman atau intuisi mereka. Hal ini menyebabkan perkiraan durasi memiliki risiko kesalahan yang dapat menggangu proses pelaksanaan konstruksi. Penelitian ini mencoba mengembangkan suatu model pendekatan prediksi durasi proyek berdasarkan metode prediksi durasi akhir proyek Earned Schedule, yang merupakan pengembangan metode Earned Value, dan memanfaatkan faktor-faktor pengaruh eksternal yang tersedia dalam informasi resmi. Selain itu penelitian ini mengakomodasi kondisi ketidak pastian yang umum terjadi di lingkungan negara berkembang semisal Indonesia. Ketiga hal tersebut dirangkum dalam suatu model pengembangan prediksi durasi probabilistik berdasarkan faktor pengaruh eksternal. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara beberapa faktor pengaruh terukur dengan durasi probabilistik proyek konstruksi. 

ABSTRACT
The prediction of project duration is mostly calculated based on the experience or intuition of the estimator. This causes the estimated duration to have an error risk that could disrupt the construction process. This research tries to develop a project duration prediction approach model based on the Earned Schedule project's final prediction method, which is the development of the Earned Value Method, and utilizes the external influencing factors available in official information. In addition, this study accommodates uncertainty conditions that are common in developing countries such as Indonesia. These three matters are summarized in a probabilistic duration prediction development model based on external influencing factors. The result of the research shows that there is a sufficient correlation between several factors of measured influence with the probabilistic duration of the construction project. 

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
D2593
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rosma Indriyani
"Pembangunan Jalan Tol saat ini sedang gencar dilakukan baik dilakukan oleh Pemerintah maupun oleh pihak swasta. Namun pada pelaksanaannya sering terjadinya keterlambatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol. Keterlambatan penyelesaian ini mengakibatkan banyak dampak diantaranya timbulnya potensi klaim, meningkatnya biaya konstruksi yang dapat berimbas kepada meningkatnya biaya investasi hingga merusak image/ citra dari perusahaan dan Pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Project Management Body Of Knowledge (PMBOK) 6th Edition dan PMBOK 7th Edition untuk mengetahui risiko-risiko apa saja yang muncul pada tahap Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Jalan Tol. Studi literatur dilakukan untuk penyusunan variabel, kemudian dilakukan evaluasi pakar, pilot survey, penyebaran kuesioner utama kepada responden, melakukan evaluasi, uji validasi dan reliabilitas, korelasi, analisa faktor. Didapatkan 9 risiko dengan level tertinggi pada tahapan perencanaan dan dan 13 risiko untuk tahapan pengendalian. Dari faktor risiko dominan disusun pengembangan proses berupa penyusunan prosedur sebagai salah satu bentuk mitigasi dari risiko dominan. Penelitian ini melakukan pengembangan terhadap 16 prosedur untuk tahapan perencanaan dan pengendalian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Operator Jalan Tol dalam melakukan perencanaan dan pengendalian pembagunan jalan tol, sehingga dapat meminimalis terjadinya keterlambatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol.

Toll road construction is currently being intensively carried out by both the government and the private sector. However, in practice there are often delays in completing the construction of toll roads. This delay in completion results in many impacts, including the emergence of potential claims, increased construction costs which can result in increased investment costs and even damage to the image of the company and the Government. This research uses the Project Management Body of Knowledge (PMBOK) 6th Edition and PMBOK 7th Edition approaches to find out what risks arise at the Toll Road Development Planning and Control stage. Literature studies were carried out to prepare variables, then expert evaluation was carried out, pilot surveys were carried out, distribution of the main questionnaire to respondents, evaluation, validation and reliability tests, correlation and factor analysis. There were 9 risks with the highest level at the planning stage and 13 risks for the control stage. From the dominant risk factors, process development is developed in the form of procedures as a form of mitigation of the dominant risk. This research developed 16 procedures for the planning and control stages. It is hoped that the results of this research can provide input for Toll Road Operators in planning and controlling toll road construction, so as to minimize delays in completing toll road construction."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Baksyadennaya Wisesatama
"ABSTRAK
Dalam perencanaan proyek konstruksi, diperlukan uraian pekerjaan proyek yang nantinya akan digunakan sebagai acuan pelaksanaan proyek konstruksi. Nyatanya, masih ada proyek konstruksi khususnya proyek jalan yang tidak sesuai dengan perencanaannya dalam segi waktu maupun biaya. Untuk itu, diperlukan WBS Work Breakdown Structure sebagai acuan pelaksanaan proyek guna mendefinisikan pekerjaan proyek hingga ke sumber dayanya. Hal tersebut akan dibahas pada penelitian ini, sehingga nantinya pelaksanaan proyek diharapkan dapat sesuai dengan perencanaannya. Hasil dari penelitian ini menguraikan rincian pelaksanaan proyek konstruksi jalan hingga ke sumber dayanya dalam bentuk Kamus dan Checklist WBS Work Breakdown Structure .

ABSTRACT
In the construction project plan, a description of the project work that will be used as a reference for the implementation of the construction project is required. In fact, there are many construction projects, especially road projects that are not in accordance with the plan in terms of time and cost. For that, we need WBS Work Breakdown Structure as a reference project implementation in order to define project work to the resources. It will be discussed in this research, so that the implementation of the project is expected to be in accordance with the plan. The results of this study describe the details of the road construction projects to their resources in the form of WBS Work Breakdown Structure Dictionaries and Checklist."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mutia Zahra Nurul Aini
"Pembangunan Infrastruktur di Indonesia sedang dilakukan dengan gencar. Infrastruktur seperti Stadion, sebagai salah satu wajah Indonesia, masih  menelan banyak korban dalam pembangunannya. Untuk itu diperlukan sasaran dan program keselamatan konstruksi dengan sumber daya yang memumpuni. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sumber daya daya keselamatan konstruksi berbasis BIM pada struktur atas Stadion. Dengan menggunakan BIM, perencanaan sumber daya keselamatan konstruksi, akan lebih singkat dan biaya yang dikeluarkan akan lebih rendah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif ddan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah risiko dan faktor bahaya menggunakan WBS pada proyek pembangunan Stadion. Penelitian ini pada akhirnya akan menghasilkan strategi manajemen keselamatan konstruksi dan akan mengukur dampak penggunaan BIM terhadap kinerja keselamatan konstruksi.

Infrastructure is being developed at a high rate in Indonesia. Infrastructures like stadiums, as one of the objects of pride of Indonesia, still claimed many casualties in its construction. Therefore, a construction safety program and goal is needed along with capable resources. One example of such resource is Personal Protective Equipment (PPE). This study aims to create a plan for BIM-based construction safety resource in stadiums' upper structure. By using BIM, the planning of safety resource. The study used qualitative and quantitative methods, and the results found risks and danger factors in using WBS in stadium constructions. Finally, this study will result in a construction safety management strategy and will measure the impact of BIM usage on construction safety performance."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurdeka Hidayanto
"Kebakaran hutan telah mengakibatkan kerugian pada aspek ekologis, sosial dan ekonomi. Indonesia menjadi salah satu negara yang sering terjadi kebakaran hutan. Kebakaran hutan di Indonesia paling signifikan terjadi pada lahan gambut. Untuk mencegah kejadian kebakaran hutan dan mengurangi tingkat kerugian jika terjadi kebakaran hutan, perlu dilakukan pemetaan prediksi potensi kerentanan kebakaran hutan. Dalam beberapa tahun terakhir, metode Convolutional Neural Network (CNN) telah menjadi state-of-the-art algoritma deep learning dan banyak diimplementasikan pada berbagai bidang diantaranya computer vision. Oleh sebab itu, penelitian ini mengusulkan model prediksi spasial kerentanan kebakaran hutan dengan menambahkan data kedalaman gambut yang digabungkan dengan data Topografi, Pengaruh Manusia, Iklim dan Vegetasi. Selanjutnya hasil data fusion dimodelkan menggunakan Alexnet yang berbasis CNN. Model yang diusulkan juga dibandingkan dengan algoritma machine learning yang sudah umum yaitu Random Forest (RF), Gradient Boosting Machine (GBM), dan Support Vector Machine (SVM) dan Deep Neural Network (DNN). Sebagai studi kasus, digunakan data kebakaran hutan di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah dari tahun 2014 hingga 2019 dan 11 variabel pendukung kebakaran hutan yang diturunkan dari faktor penyebab kebakaran hutan. Terakhir, performa model diuji dengan menggunakan beberapa metode statistik yaitu uji akurasi, Area Under Curve (AUC) dan Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT). Hasilnya modifikasi arsitektur Alexnet menghasilkan performa akurasi paling tinggi yaitu (0,94) dibandingkan dengan RF (0,90), DNN (0,89), GBC (0,89), SVC (0,89). Selain itu dari uji perbedaan statistik menunjukkan bahwa proposed model berbeda dibandingkan model pembandingnya. Hasil tersebut mengungkapkan bahwa CNN mampu mengungguli model yang sudah umum, oleh sebab itu dapat digunakan sebagai alternatif model prediksi indeks kerentanan kebakaran hutan.

Forest fires have resulted in losses in ecological, social and economic aspects. Indonesia is one of the countries with frequent forest fires. The most significant forest fires in Indonesia occur on peatlands. To prevent forest fires and reduce the level of losses in the event of forest fires, it is necessary to develop prediction map of potential forest fire susceptibilities. In recent years, the Convolutional Neural Network (CNN) method has become a state-of-the-art deep learning algorithm and is widely implemented in various fields including computer vision. Therefore, this study proposes a spatial prediction model for forest fire susceptibility by adding peat depth data combined with topography, human influence, climate and vegetation data. Furthermore, the results of the data fusion are modeled using a modified Alexnet based on CNN. The proposed model is also compared with common machine learning algorithms, namely Random Forest (RF), Gradient Boosting Machine (GBM), and Support Vector Machine (SVM) and Deep Neural Network (DNN). As a case study used data on forest fires in Pulang Pisau, Central Kalimantan from 2014 to 2019 and 11 variabels supporting forest fires derived from the factors causing forest fires. Finally, the performance of the model was tested using several statistical methods, namely accuracy test, Area Under Curve (AUC) and Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT). The result is that the Alexnet architecture modification produces the outstanding accuracy performance (0,94) compared to RF (0,90), DNN (0,89), GBC (0,89), SVC (0,89). In addition, the statistical difference test shows that the proposed model is different from the comparison model. These results conclude that CNN is able to outperform the benchmark model, therefore it can be used as an alternative model for predicting forest fire susceptibility index."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Akbar Mahdafi
"Air adalah bagian penting dari kehidupan ini. Makhluk hidup di bumi sangat bergantung terhadap kehadiran air bersih. Namun nyatanya, air bersih kini sudah sangat sulit didapatkan karena banyaknya terjadi pencemaran. Menurut Direktorat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terdapat 564 titik sungai yang tercemar. Zat besi merupakan salah satu parameter penting air bersih. Air yang mengandung zat besi berlebih sangat berbahaya bagi tubuh manusia bila dikonsumsi, karena dapat menyebabkan penyakit seperti kulit dan pencernaan. Oleh karena itu dibutuhkan instrumen yang mudah digunakan dalam mendeteksi zat besi pada air. Penelitian ini melakukan pembangunan sebuah instrumen dalam mengukur konsentrasi zat besi dengan citra ponsel pintar berbasis prinsip kolorimetri. Citra diambil dari tiga buah ponsel pintar yaitu Huawei Nova 5T, Samsung Galaxy A72, dan Realme 3 Pro. Instrumen berupa image housing akan mewadahi pengambilan citra dari papan warna referensi dan barcode uji. Papan warna referensi yang digunakan berdasarkan standar papan warna X-Rite ColorChecker Classic. Image housing yang digunakan adalah image housing berbahan putih kapur, karena memiliki nilai evaluasi delta E lebih baik dibandingkan dengan image housing berbahan putih susu. Algoritma CNN dengan arsitektur GoogleNet digunakan untuk memprediksi system dengan pemodelan klasifikasi dan regresi. Hasil akurasi yang diperoleh dalam model klasifikasi sebesar 95% dan o,99 untuk pemodelan regresi. Dengan demikian instrumen akuisisi citra menggunakan ponsel pintar dengan image housing berbasis kolorimetri dapat menentukan kelas zat besi dan mengukur konsentrasi zat besi pada air.

Water is an essential part of life. Living creatures are dependent on the existence of water. However, it is strenuous to find clean water due to the high level of water contamination. According to Direktorat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) and Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), there are 564 sites of polluted river. Iron is one of the important parameters that is being used to indicate clean water. High level of iron in water is extremely dangerous to be consumed as it can cause skin and digestion health issues. Thus, a convenient instrument is needed to measure the level of iron in water. This study developed an instrument to measure iron concentration using smart phone images based on colorimetric principle. The images are taken from three smart phones; Huawei Nova 5T, Samsung Galaxy A72, and Realme 3 Pro. An image housing is being used to accommodate the image retrieval from color reference board and test barcode. The color reference board being used is based on the standard of X-Rite ColorChecker Classic palette. The image housing is made from white chalk material because it has a better evaluation value of delta E than the image housing made of white milk material. CNN Algorithm and GoogleNet is used to predict the system with classification and regression modeling. The results accuracy obtained in the classification model are 95% and 0,99 for regression modeling. Therefore, the acquisition of image using smart phones with a colorimetric-based image housing can determine the class of iron and measure the iron concentration in water."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>