Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 109074 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Agustin Indracahyani
"Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia. Tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare baik di Indonesia maupun di dunia menunjukkan bahwa diare perlu penanganan secara global. Anak-anak merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami diare. Oleh karena itu, anak-anak perlu diajarkan mencuci tangan dengan metode yang tepat dan waktu yang sesuai agar prevalensi diare dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan perilaku mencuci tangan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan potong lintang. Sampel penelitian ini beajumlah 67 anak dan orang tua dengan kriteria inklusi sebagai berikut: Siswa-siswi SD kelas IV-VI, orang tua dengan anak yang menjadi responden, dapat membaca dan menulis, tinggal bersama keluarga, bersedia dan mampu berpartisipasi dalam penelitian Pengumpulan data dilakukan melalui observasi metode mencuci tangan anak, dan memberikan kuesioner kepada anak dan orang tua. Setelah itu, data diolah dan dianalisis dengan menggunakan uji Fisher Exact.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 42 responder: (75 %) yang memiliki perilaku mencuci tangan tidak tepat mengalami kejadian diare sedang. Sedangkan dari responden yang memiliki perilaku mencuci tangan tepat terdapat 10 responden (90,9 %) yang mengalami kejadian diare sedang. Analisis lebih lanjut diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku mencuci tangan dengan kejadian diare (P value=0,095, α=0,05). Peneliti menyarankan adanya penelitian lanjutan yang lebih mendalam mengenai perilaku mencuci tangan pada tingkatan usia berbeda dengan menggunakan desain dan instrumen penelitian yang lebih baik Selain itu, agar hasil penelitian dapat representatif terhadap populasi tertentu, maka perlu memperbanyak jumlah responden dan memperluas area penelitian.

Diarrhea is one of the major health problems in children around the world. The high prevalence morbidity and mortality of diarrhea, both in Indonesia and in the world shows that diarrhea needs to be overcome globally. Children as the high risky group need to be taught the proper method and time of hand washing to minimize the prevalence of diarrhea. The aim of this stuay is to identify the correlation between hand washing behavior and the incidence of diarrhea in school age children.
This study use descriptive correlation and cross sectional design. It needs 67 children and their parents as respondents with qualifications as follows: students in elementary school from 4th grade to 6th grade (or 9-12 years old) and their parents, enable to reading and writing, agree to participate as respondent in this study. Data were collected by observation of hand washing methods, and give questionnaire, both to children and parents. Then, data were processed and analyzed by Fisher exact test.
The study results moderate incidences of diarrhea were experienced by 42 respondents (75 %) with improper hand washing, and 9 respondents (90.9 %) with proper hand washing. The analysis also identify there is no significant correlation between hand washing behavior with the incidence of diarrhea (P value =0.095, α=0. 05). The author recommends to held research or stuoy about hand washing behavior in certain developmental stage by using better instrument and research design The author also recommends to increase the number of respondents and widen the research area in order to represent the characteristic of population.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5639
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Wahyuni A.
"Mencuci tangan dengan sabun merupakan tindakan sederhana yang dapat mencegah berbagai macam penyakit salah satunya diare, namun tindakan tersebut masih jarang dilakukan oleh anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi perilaku dengan teknik modeling terhadap perilaku mencuci tangan pada anak usia sekolah dasar (6-12 tahun). Metode yang digunakan quasi eksperimen yang terdiri dari dua kelompok; 38 anak sebagai kelompok intervensi dan 38 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling yang dilanjutkan dengan simple random sampling.
Hasil penelitian menunjukkan modifikasi perilaku dengan teknik modeling berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), dan keterampilan (p=0,000) cuci tangan anak sekolah. Analisis lebih lanjut menunjukkan modifikasi perilaku dipengaruhi oleh pengetahuan keluarga (p=0,000). Modifikasi perilaku dengan teknik modeling dapat diterapkan sebagai salah satu upaya peningkatan perilaku mencuci tangan pada anak sekolah yang dapat diintegrasikan dalam pelayanan keperawatan di sekolah.

Hand washing is a simple action that can prevent a variety of diseases especially diarrhea, but this action is still rarely carried out by school children. The aim of this study was to determine the effect of behavior modification with modeling techniques on hand washing behavior at primary school age children (6-12 years). The research design was quasi experiment consisting of two groups; 38 subjects as intervention groups and 38 subjects as control groups. The sampling technique used stratified random sampling, followed by simple random sampling.
The results showed a behavior modification significantly affect of knowledge (p=0.000), attitude (p=0.000), and skills of hand washing (p=0.000). Further analysis showed that behavior modification is influenced by family knowledge (p=0.000). Behavior modification with modeling techniques can be applied as one effort to increase hand washing behavior of school children that could be integrated in the school nursing service.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
T45790
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Nadiyatuz Zahrah
"Pendahuluan: Sebagian besar kematian pada balita di negara berkembang diakibatkan oleh penyakit diare. Indonesia sebagai negara berkembang juga berpotensi mengalami kejadian ini. Kejadian diare yang dialami balita dapat dicegah dengan pola hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan mencuci tangan pada ibu yang memiliki balita pertama dengan kejadian diare pada balita di kecamatan Cimanggis. Metode pada penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan responden sebanyak 378 orang di kecamatan Cimanggis yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan tingkat pengetahuan mencuci tangan cukup pada ibu sebanyak 106 (28%) dengan 101 (26.7%) balitanya mengalami kejadian diare. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian diare pada balita (p-value < 0.05). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan tentang cuci tagan pada ibu.

Introduction: Most deaths in children under five years old in developing countries are caused by diarrheal diseases. Indonesia as a developing country also has the potential to experience this incidence. The incidence of diarrhea experienced by children under five years old can be prevented by a clean and healthy lifestyle. This study aimed to see the relationship between the level of knowledge of hand washing in mothers who have their first children under five years old with the incidence of diarrhea in children under five years old in Cimanggis sub-district. Method This study used a cross sectional design with 378 respondents in Cimanggis sub-district who were selected using purposive sampling method. The results showed that the level of knowledge of sufficient handwashing in mothers was 106 (28%) and was 101 (26.7%) children under five years old experienced diarrhea. There was a significant relationship between level of knowledge and the incidence of diarrhea in children under five years old (p-value < 0.05). Future research are expected to further analyze the factors that influenced the level of knowledge of knowledge of washing hands in mothers."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purba, Wilfried Hasiholan
"Sistiserkosis adalah penyakit yang disebabkan oleh stadium larva cacing pita babi yaitu Taenia solium. Manusia merupakan hospes definitif dan sekaligus hospes perantara, sedangkan babi dan anjing merupakan hoepes perantara cacing ini. Di Indonesia. sistiserkosis terutama ditemukan di tiga propinsi yaitu Sumatera Utara, Bali dan Papua. Angka prevalensi sistiserkosis di beberapa propinsi di Indonesia berada pada rentang 1,0% -42,7%, prevalensi tertinggi ditemukan di Papua (42,7%).
Kecamatan Wamena terletak di Kabupaten Jayawijaya, dibagian tengah propinsi Papua serta berbatasan dengan Papua Nugini disebelah timur. Tingkat kebersihan masih sangat rendah dan pemakaian jamban masih belum menjadi kebiasaan, sehingga penduduk berisiko terkena sistiserkosis.
Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian sistiserkosis pada penduduk Kecamatan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Propinsi Papua Tahun 2002.
Pada hasil studi ini dapat disimpulkan bahwa faktor mencuci tangan sebelum makan berhubungan dengan kejadian sistiserkosis, setelah dikontrol variabel lain dengan OR 5,611 (95% CI 3,066 - 10,269). Dengan kata lain dapat disederhanakan bahwa responden yang tidak mencuci tangan sebelum makan memiliki risiko 5,611 kali menderita sistiserkosis dibanding yang tidak mencuci tangan.
Disarankan agar melakukan penyuluhan kesehatan terutama di daerah endemis tentang kebersihan diri yaitu mencuci tangan sebelum makan, dengan kampanye kepada masyarakat melalui media massa seperti radio, televisi, pemutaran film, spanduk, papan iklan. Disamping itu dapat dilakukan pendekatan melalui sosio anthropologi bagi masyarakat umum antara lain dengan menggunakan bahasa setempat.
Daftar pustaka : 33 (1974 - 2001)

The Association Between Washing Hands, Before Meals And The Occurrence Of Cysticercosis In Wamena Sub-District Jayawijaya District, Papua Province In 2002Human cysticercosis is a disease caused by the larval stage of the pig tapeworm, Taenia solium. Man is the definite and also intermediate host of this tapeworm, whereas the pig and dog are intermediate hosts. In Indonesia, cysticercosis, is mostly found in three provinces i.e. North Sumatera. Bali and Papua. The prevalence rate of cysticercosis in several provinces of Indonesia range from 1.0 % - 42,7 %, the highest prevalence rate is found in Papua (42,7 %).
Wamena Sub-district is located in Jayawijaya District, in the center of the province of Papua and on the eastern side is bordered to Papua Nugini. The hygienic is very low and people are not in the habit in using sanitary facilities, therefore the risk of people to be infected with this tapeworm is high.
The objective of this case control study was to determine the association between washing hands, before meals and the occurrence of cysticercosis. Data were collected in Wamena Sub-district, Jayawijaya District, Papua Province during January-February 2002. This study shows that the relationship between washing hands, before meals and the occurrence of cysticercosis, after being adjusted by frequency of bathing and water sources is significantly associated OR= 5,611 ; 95% CI: 3,066 - 10,289. This means that respondents who were not washing hands before meals have the risk 5,611 times more to suffer from cysticercosis compared to respondents who are washing their hands. Furthermore the covariate variable among nine variables associated with the occurrence cysticercosis.
It was suggested to conduct health education, especially in endemic areas, on personal hygiene, i.e. washing hands before meals, with campaigns for the community through mass media such as radio, television, films, banners and advertising boards. Beside that the socio-anthropologic approach for the general community should be considered, using the local languages.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2002
T12629
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diana Mardhiah
"ABSTRAK
Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang belum terselesaikan di Indonesia. Rendahnya cakupan personal hygiene, yaitu kebiasaan cuci tangan dan makanan yang tidak higienis menjadi salah satu faktor risiko terjadinya diare pada anak sekolah dasar. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terbukti efektif menghilangkan bakteri di tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cuci tangan pakai sabun pada anak sekolah dasar dengan kejadian diare di SDN 01 Ciputat, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan besar sampel 105 siswa kelas 4,5, dan 6. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret-April 2018. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare. Variabel confounding dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, status gizi, tempat membeli jajanan, frekuensi jajan, kontaminasi E. coli pada jajanan, kebiasaan membawa bekal, sumber air minum, dan kebersihan jamban di rumah. Uji kontaminasi E. coli menunjukkan hasil negatif pada jajanan es, ketoprak, dan soto. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa anak yang tidak biasa cuci tangan pakai sabun berisiko untuk diare 1,21 kali dibandingkan anak yang biasa cuci tangan pakai sabun, setelah dikontrol variabel frekuensi jajan dan kebiasaan membawa bekal. Perlu dilakukan pengendalian risiko kontaminasi makanan di sekolah dengan penyediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun di sekolah untuk anak dan pedagang di kantin.

ABSTRACT
Diarrheal disease is still an unresolved public health problem in Indonesia. The Less implementation of personal hygiene, handwashing habits and unhygienic foods are risk factors for diarrhea suffered by children in in primary school. Hand washing with soap and flowing water proves to effectively remove bacteria in the hands. This study aims to explain the relationship of handwashing with soap in primary school children with the incidence diarrhea in SDN 01 Ciputat, South Tangerang. Design of this study is cross sectional with 105 sample of students grade 4,5, and 6. Data collection was conducted in March April 2018. The results showed no significant relationship between handwashing with soap and incidence diarrhea. The confounding variables used in this study are gender, nutritional status, place to buy snack, frequency of snack, E. coli contamination on snack, habit of bringing food supplies, drinking water source, and toilet clean at home. The E. coli contamination test showed negative results on ice cube, ketoprak, and soto. The results of the analysis showed that children who are not always wash their hands with soap at risk for diarrhea 1.21 times than children who always wash their hands, after controlled by variable frequency of snacks and the habit of bringing food supplies. It is necessary to control and reduce the risk of food contamination in schools with providing of handwashing facilities with soap for children and seller in the canteen."
2018
T50709
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Cedera telah menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak. Di sisi lain peran orang tua dalam pendidikan dan pengawasan sangat besar bagi keselamatan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tipe keluarga dan kejadian cedera. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan jumlah responden sebanyak 82 orang. Responden adalah orang tua yang memiliki anak usia sekolah di RW 9, Kel Beji Timur, Depok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian cedera lebih sering terjadi pada tipe keluarga permisif dibandinglcan tipe keluarga demokratis dan otokratis. Namun uji chi square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tipe keluarga dan kejadian cedera pada anak usia sekolah (P value = 4,046 > α — 0,05). Sehingga berdasarkan penelitian ini penting sekali bagi orang tua mengenal potensi-potensi bahaya bagi anak sehingga cedera dapat dihindari sedini mungkin."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5896
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Siagian, Lusi Apriani
"Bullying merupakan tindakan menyakiti fisik atau psikologis orang lain secara sengaja, dengan menggunakan kekerasan fisik maupun verbal yang dilakukan seorang anak terhadap anak lain secara berulang dengan tujuan memperoleh kepuasan. Perilaku bullying yang terjadi pada usia sekolah dasar dapat menjadi pemicu terjadinya tindak kekerasan di jenjang pendidikan selanjutnya. Tidak hanya itu perilaku bullying ini juga dapat memberikan pengaruh negatif kepada pelaku atau pun korban. Banyak hal yang dapat mempengaruhi anak dalam melakukan bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peer group dengan timbulnya perilaku bullying pada anak usia sekolah di SDN Mekarjaya 22 Depok, dengan responden yang berada di kelas 4, 5 dan 6. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan uji chi square. Sebanyak 95 siswa diminta untuk menjadi responden dan mengisi kuesioner penelitian.
Dari hasil analisis didapatkan jumlah siswa yang melakukan perilaku bullying sebanyak 44,2%, jumlah siswa yang masuk ke dalam peer group sebanyak 35,8%, jumlah siswa yang masuk kedalam peer group dan melalcukan perilaku bullying sebanyak 58,8%, jumlah siswa yang masuk kedalam peer group tetapi tidak melakukan perilaku bullying sebanyak 41,2%, jumlah siswa yang tidak masuk ke dalam peer group dan tidak melakukan perilaku bullying sebanyak 63,9% dan jumlah siswa yang tidak masuk ke dalam peer group tetapi melalcukan bullying sebanyak 36,1%.
Hasil penelitian menyimpulkan tidak adanya hubungan antara peer group dengan timbulnya perilaku bullying pada anak usia sekolah (P value = 0,054, α = 0,05). Peneliti merekomendasikan untuk meneliti variabel-variabel yang mempengaruhi terjadinya perilaku bullying seperti keluarga, media dan lingkungan."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5900
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yulia Praptiwi
"Kontaminasi Escherichia coli pada makanan jajanan anak sekolah dapat meningkatkan risiko anak terkena diare. Depok merupakan salah satu kota dengan kasus diare yang tinggi dan berdasarkan penelitian yang dilakukan Sofiana (2012), sebanyak 33% makanan jajanan anak sekolah dasar di salah satu kecamatan di Depok dilaporkan terkontaminasi oleh Escherichia coli. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara Escherichia coli dalam makanan jajanan dengan kejadian diare akut pada anak sekolah dasar di Kelurahan Pancoran Mas Depok Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan disain studi cross sectional dengan analisis bivariat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan pemeriksaan laboratorium.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keberadaan Escherichia coli dalam makanan jajanan dengan diare akut (p=0,021 OR=3,323). Jenis makanan jajanan juga berhubungan signifikan dengan diare akut (p=0,000 OR=7,031). Sedangkan frekuensi jajan, kebiasaan cuci tangan, dan sarana pembuangan sampah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare akut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keberadaan Escherichia coli dalam makanan jajanan berhubungan signifikan dengan kejadian diare akut pada anak sekolah dasar di Kelurahan Pancoran Mas Depok.

Snack contaminated with Escherichia coli can increase the risk of children with diarrhea. Research performed in Depok district in 2012 showed 33% of snacks in elementary school was contaminated by Escherichia coli. This study aimed to test association of Eschericia coli in snacks with elementary school’s students acute diarrhea in Pancoran Mas Depok Sub-District. This study implemented cross sectional design with bivariate analyzis. The information collected by methods of interview, observation, and laboratory analyzis of snack samples.
Result of this study showed that Escherichia coli in snack (p=0,021 OR=3,323) and types of snacks (p=0,000 OR=7,031) had association with elementary school’s students acute diarrhea. Whereas, frequency snacking, hand washing behavior, and rubbish disposal have not association with elementary school’s students acute diarrhea. This study concluded that snack contaminated with Escherichia coli has an association with elementary high school’s student acute diarrhea.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
S59991
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Entin Prakartini
"ABSTRAK
Cuci tangan merupakan salah satu metode yang efektif dalam mengurangi resiko terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan peningkatan angka penyebaran infeksi nosokomial adalah pengunjung. Penelitian terkait pengetahuan dan perilaku pengunjung dalam mencuci tangan masih sedikit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku pengunjung dalam hal mencuci tangan. Penelitian ini melibatkan 94 responden dan dilakukan dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian ini terdiri dari kuesioner pengetahuan pengunjung tentang cuci tangan dan lembar observasi perilaku cuci tangan. Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pengunjng dalam hal cuci tangan (p = 0,445 ; α = 0,05). Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pemberian informasi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengunjung dalam cuci tangan di rumah sakit.

ABSTRAK
Handhygiene is one of the effective methods in reducing the risk of nosocomial infections in hospitals. One of the factors that can lead to the increasing number of nosocomial infections is visitors. Research related to knowledge and handhygiene behavior of visitors is still rare. Therefore, this study aimed to determine the correlation between knowledge and behavior of handhygiene visitors in terms of handhygiene. This research involved 94 respondents and conducted using consecutive sampling technique. The research instrument consists of a questionnaire about the knowledge of visitors? handhygiene and handhygiene?s behavior observation sheet. Kolmogorov-Smirnov test results showed that no significant correlation between the level of knowledge and visitor?s behavior in hamdhygiene (p = 0.445; α = 0.05). The study recommnds the important of providing information to improve knowledge and awareness of visitors in handhygiene in hospitals."
2016
S64265
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>