Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 116310 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Aurelius Noorman Iljas
"Pembicaraan tentang golput seringkali mewarnai sejarah perjalanan pemilihan umum di Indonesia. Keberadaannya di mata pemerintah dipandang sebagai "noda" dalam cerita keberhasilan pelaksanaan pemilu. Pada mulanya mahasiswalah yang menjadi pelopor gerakan ini. Sampai saat ini mereka masih tetap dilihat sebagai golongan pendukung golput. Sikap kritis merekalah yang hendak diamati dalam penelitian ini. Artinya, sebagai suatu kelompok masyarakat yang memiliki kaitan erat dengan isu ini hendak dikaji apakah mereka memiliki kemauan dalam menyatakan pendapatnya tentang isu golput dan faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi kemauannya tersebut. Untuk memahami masalah kemauan mahasiswa dalam menyatakan pendapatnya tentang isu golput maka dipergunakan teori Spiral of Silence sebagai dasar pemikiran. Seseorang sebelum memberikan pendapatnya tentan suatu peristiwa akan mengamati terlebih dahulu iklim pendapat yang berkembang di lingkungan masyarakatnya. Apabila pendapatnya sesuai dengan iklim pendapat yang dominan maka ia akan lebih mau menyatakan pendapatnya. Sebaliknya jika pendapatnya bertentangan dengan iklim pendapat di lingkungannya maka ia cenderung segan memberikan pendapatnya. Keengganan itu lebih disebabkan perasaan takutnya terisolasi dari lingkungan masyarakatnya. oleh Disamping itu dibahas pula variabel-variabel yang diperkirakan akan mempengaruhi kemauan mahasiswa dalam menyatakan pendapatnya tentang isu golput. ketertarikan pada politik, self efficacy, persepsinya terhadap budaya politik yang berlaku, dan persepsinya terhadap kemungkinan resiko yang dihadapinya. Dengan menggunakan teknik penarikan sampel jatah (Quota Sampling) didapatkan sebanyak 237 mahasiswa Universitas Indonesia sebagai sampel penelitian ini. Ternyata didapat hasil, pada mereka yang berpendapat golput wajar dan , hanya self efficacy dan kemungkinan resiko yang terbukti memiliki pengaruh di lingkungan pembicaraan terbatas. Sedangkan di lingkungan pembicaraan terbuka yang terbukti memiliki pengaruh adalah ketertarikan pada politik, self efficacy dan persepsi tentang budaya politik yang berlaku dan kemungkinan resiko yang akan terjadi. "
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1993
S3943
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
E. Suhamad Handryatmaja
"ABSTRAK
Kebutuhan akan tenaga ahli semakin dirasakan penting. Mereka berguna untuk menghadapi tantangan zaman yang kadang-kadang di luar perkiraan. Selain itu memang mereka bermanfaat demi mengejar ketinggalan dari negara maju. Keterbatasan dana pemerintah serta kemampuan finansial individu yang minim menjadi kendala utama untuk mencapai tujuan itu. Fulbright Scholarship memberikan jalan guna meraih kesuksesan di atas pada perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di Amerika Serikat. Namun informasi mengenai beasiswa ini perlu diketahui khalayak supaya bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang kekurangan dana. Guna menghadapi hal ini pengelola Fulbright Scholarship di Indonesia telah menyebarkan poster poster beasiswa tersebut serta mengadakan ceramah-ceramah yang dilakukan para pengajar Fulbright yang berkunjung ke Indonesia dan para alumni program ini. Penelitian ini dimaksudkan melihat pendapat mahasiswa tentang poster Fulbright Scholarship di atas, Penarikan sampelnya sendiri dilakukan secara acak yang non probabilitas pada mahasiswa-mahasiswa Fakultas-Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia. Dari hasil pengolahan dan analisa data penelitian, responden pada umumnya berpendapat poster beasiswa ini kurang komunikatif. Sehingga hanya sebagian responden mengenal dan mengetahui adanya poster ini. Mereka Fulbright yang memberikan jawaban bahwa poster beasiswa ini tidak istimewa, tetapi biasa-biasa saja. Hal ini menunjukan bahwa mereka belum merasakan pentingnya arti beasiswa ini. Karena semakin seseorang membutuhkan beasiswa, maka orang tersebut akan tertarik pada elemen-elelemen yang mendukung atau yang mendekatkan dirinya dengan beasiswa yang diperlukannya. Dengan demikian, supaya khalayak lebih tertarik visualisasi poster ( lay out, komposisi warna, ukuran dan naskah atau tulisan) beasiswa ini perlu diperbaiki dan penyebarannya perlu diperbanyak supaya khalayak yang terdedah juga lebih banyak pula."
1991
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arif Zulkifli
"Golongan menengah memi1iki peran yang besar saat kita menganalisis struktur masyarakat. Unfuk konteks Indonesia peran golongan ini mengalami pasang naik dan surut seiring perubahan sistem politik yang berlaku di Ind onesia : sistem demokrasi parementer. Demokrasi terpimpin dan orde baru.
Pada akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an terjadi sejumlah perubahan pada situasi politik Indonesia. Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana peran golongan menengah Indonesia itu yang dalam konteks penelitian ini
adalah bagaimana isi komunikas politiknya terhadap suatu
peristiwa demokratisasi di Indonesia kini. Sebagai kasus demokratisasi dipilih kasus Kongres Luar Biasa Partai Demokrasi Indonesia (KLB-PDI). Sedangkan kelompok yang diidentifikasikan sebagai golongan menengah adalah intelektual, mahasiswa kelompok profesional, pemimpin suratkabar dan pengusaha/pedagang Penguktiran isi komunikasi politik ini dilakukan dengan metodologi analisa ini kualit.aUf terhadap seluruh
pernyataan kclima kelompok yang .diteliti yang terdapat pada
suratkabar Kompas dan Media Indonesia pada periode 2-13
Desember 1993. Dari konseptualisasi yang dilakukan terhadap pernyataan
kelima kelompok yang diteliti terhadap isu KLB PDI diperoleh
2 isu utama KLB POI: isu independensi partai dan isu kepemimpinan.
Terhadap isu independensi partai, kelima kelompok
masyarakat yang diteliti umumnya tidak sepenuhnya menolak
intervensi eks ternal terhadap POI. Artinya intervensi itu
dipahami Sebagai sesuatu yang ada dalam kon teks kehidupan
partai politik di Indonesia yang memungkinkan peran negara
sebagai ekuatan eksternal. Apa yang kelima Kelompok masyarakat
anggap penting adalah bagaimana mengurangi peran kekuatan
eksternal tersebut dan bukan menghi langkannya sama sekali.
Sebagai catatan , kekuatan eksternal yang dimaksudkan oleh
kelima kelompok masyarakat yang diteliti adalah negara.
Terhadap isu epemimpinan, yang lebih dipilih umumnya
adalah tipe kepemimpinan figuritas taripada ipe kepemimpinan
kelembagaan. Tipe kepemimpinan yang pertama lebih
menyangkut figur tokoh itu dengan mitos-mitos yang melekat
padanya -- dan tipe yang kedua lebih mengacu pada kemampuan
diri tokoh tersebut dalam menyelesaikan persoalan-persoalan
di dalam organisasi yang dipimpinnya"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1995
S4116
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desmon Danus
"Penelitian ini membahas hubungan agenda media surat kabar dengan agenda publik mahasiswa, yang merupakan studi hubungan agenda media harian Media Indonesia dan harian Republika dengan agenda publik HMI Jakarta tentang isu-isu nasional. Untuk itu digunakan pendekatan agenda setting yang merupakan salah satu cara untuk mengetahui apakah ada hubungan antara agenda media dengan agenda publik. Media surat kabar mampu menyeleksi isu-isu nasional dan menyusunnya dalam suatu agenda, sehingga berita tersebut oleh publiknya dipersepsikan sebagai isu yang penting pula dalam kurun waktu tertentu. Disamping itu juga ingin diketahui apakah ada variabel lain yang turut berpengaruh terhadap hubungan antara agenda media dan agenda publik. Variabel independen dalam penelitian ini adalah agenda media harian Media Indonesia dan harian Republika dan variabel dependennya adalah agenda publik Himpunan Mahasiswa Isalam (HMI) Jakarta. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah kredibilitas."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
T1292
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1982
S4439
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siahaan, Parlagutan
"Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menggunakan pendekatan agenda setting untuk mengetahui apakah media massa mampu menyeleksi isu-isu dan menyusunnya dalam suatu agenda, sehingga berita-berita tersebut dipersepsikan oleh publiknya sebagai isu yang penting pada kurun waktu tertentu. Dengan kata lain peneliti ingin mengetahui "apakah ada hubungan antara agenda media dengan agenda publik". Di samping itu ingin mengetahui pula adanya variabel lain yang mempengaruhi hubungan antara agenda media dan agenda publik tersebut.
Media massa yang menjadi objek penelitian ini adalah surat kabar Kompas dan surat kabar Suara Pembaruan yang terbit di Jakarta. Publik yang terpilih dalam penelitian ini adalah mahasiswa anggota organisasi GMKI di Jakarta- Dari populasi yang ada, diambil sampel sebanyak 45 orang dengan menggunakan prosedur "acak sederhana" (simple random sampling), dan isu-isu yang diteliti adalah isu-isu yang berskala nasional. Untuk variabel yang diduga mempengaruhi hubungan antara agenda surat kabar dengan agenda publik adalah: (1) kredibilitas media, (2) penggunaan media, dan (3) tingkat orientasi. Ketiga variabel tersebut bertindak sebagai variabel kontrol.
Penelitian ini menggunakan dua metode. Pertama, analisis isi (content analysis) yang digunakan untuk mengukur agenda surat kabar. Kedua, survey riset yang digunakan untuk mengukur agenda publik mahasiswa anggota GMKI.
Dari hasil studi penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa hubungan antara agenda surat kabar Kompas dengan agenda publik mahasiswa anggota GMKI mempunyai korelasi yang kuat (I = 0,80 ), juga diketahui bahwa hubungan hubungan antara agenda surat kabar Suara Pembaruan dengan agenda publik mahasiswa anggota GMKI mempunyai korelasi yang cukup kuat (Y5=0,67).
Kekuatan hubungan masing-masing agenda surat kabar terhadap agenda publik mahasiswa anggota GMKI, ternyata dipengaruhi oleh variabel kredibilitas surat kabar, penggunaan media, dan tingkat orientasi. Hubungan antara agenda media dan agenda publik, contohnya, lebih kuat dalam kondisi dimana individu mempersepsikan surat kabar yang bersangkutan memiliki kredibilitas tinggi. Jadi ketiga variabel tersebut merupakan specifying variable atau variabel yang merinci hubungan antara agenda surat kabar dengan agenda publik mahasiswa anggota GMKI pada keadaan kondisi yang berbeda."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Christine S.T. Kansil
Jakarta: Pradnya Paramita, 1974
324.659 8 KAN i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Shanty Capucine Harmayn
"Media massa telah menjadi bagian yang melekat dengan kehidupan sehari-hari. Media menjalankan beberapa fungsi yang sangat penting sebagai sumber informasi. Penelitian Agenda Setting ini adalah salah satu cara untuk meneliti dan mengukur seberapa jauh suatu media massa menjalankan fungsi pengawasan terhadap lingkungan publik baik yang dekat dan yang jauh dari kehidupan publik sekalipun. Penelitian ini memperlihatkan apakah publik mahasiswa menerima gambaran yang disajikan oleh kedua media dalam hal ini Kompas dan TVRI tentang topik politik internasional. Terlebih lagi sekarang ini publik mahasiswa bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak dengan perkembangan teknologi komunikasi massa yang bergerak pesat. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat fungsi Agenda Setting dari harian Kompas dan TVRI pada publik mahasiswa tentang isu-isu politik internasional walaupun bersifat lemah. Hubungan antara media dan publik ini pun mempunyai variasi. Pertama, faktor pola ketertarikan publik terhadap isu politik internasional merupakan faktor yang berperan dalam pembentukan agenda publik. Kedua, pembentukan agenda publik secara bertahap setelah publik menerima liputan berita dalam jangka waktu tertentu.Ketiga, kredibilitas media mempunyai pengaruh yang signifikan pada hubungan agenda media dan publik. Hal ini disebabkan publik cenderung memberi penilaian yang r berbeda dan unik bagi setiap media sesuai dengan karakteristik dan sifat masing-masing media. Keempat, fungsi Agenda Setting lebih terlihat pada tingkatan individu. Karena setiap individu mempunyai, pola penggunaan media dan latar belakang yang berbeda satu sama lainnya. Faktor-faktor ini yang sebenarnya paling berperan."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1990
S3874
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1990
S4453
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Prima T. R. Pulun
"ABSTRAK
Studi Agenda Holding, merupakan salah satu jenis studi Agenda Setting. Jenis studi ini berada dalam wilayah kajian studi mengenai efek. Studi Agenda Holding, sebagai salah satu akibat adanya kelemahan-kelemahan studi muncul agenda setting. Dalam studi Agenda Holding, publik merupakan pihak yang aktif dalam membentuk agendanya. Pemikiran tersebut, menolak asumsi agenda setting yang melihat publik sebagai pihak yang semata-mata dipengaruhi media dalam proses pembentukan agendanya. Pemikiran ini, mendasari pilihan peneliti terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam studi ini. Personal Salience dan Valence Judgment, merupakan variable-variabel independent penelitian ini. Sedangkan Agenda Holding, merupakan variabel dependent. Dalam mengkaji hubungan antar variabel-variabel tersebut, digunakan beberapa variabel Terpaan Media, Akses terhadap media, Media, Keterlibatan, Disiplin Ilmu kontrol. Antara lain. Ketersediaan dan Angkatan tahun masuk. Dalam pelaksanaan studi ini, peneliti menggunakan metode survai riset. Dimana data dikumpu1kan dari responden dengan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh, dianalisa dengan menggunakan test statistik Spearmans Rho dan T-test. Hasil penelitian menunjukkan, adanya minat responden terhadap isu-isu nasional yang bersifat primer (mendasar). Sifat dasar isu, nampak cenderung berperan kuat dalam pembentukan agenda holding. Jangka waktu beredarnya isu-isu yang bersifat primer, nampaknya tidak berpengaruh terhadap kecenderungan responden untuk menganggap isu-isu tersebut penting. Hal ini nampak dipengaruhi oleh peran komunikasi interpersonal dalam studi ini. Jaringan komunikasi antar pribadi dan pranatapranata sosial yang dimiliki kelompok responden, cenderung berperan dalam pembentukan agenda holding. Hasil ini memperli hatkan, pembentukan agenda holding. tidak tergantung pada satu medium atau beberapa media saja."
1991
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>