Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 188867 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Trias Nisa
"Alat ukur K-ABC adalah alat ukur yang digunakan untuk melihat inteligensi dan prestasi seseorang di mana di dalam alat ukur ini terdapat dua skala yaitu Skala Mental dan Skala Prestasi. Skala Mental terbagi menjadi dua skala, yaitu Skala Sekuensial dan Skala Simultan. Dengan diadaptasinya alat ukur K-ABC untuk digunakan di Indonesia maka diharapkan adaptasi alat ukur ini dapat menjadi salah satu alternatif alat ukur yang dapat membantu psikolog maupun pengajar untuk memahami kemampuan siswa.
Dalam penulisan Tugas Akhir ini akan dianalisis apakah item-item dalam setiap subtes yang terdapat dalam Skala Mental sudah tersusun berdasarkan tingkat kesulitannya dan apakah sudah memiliki validitas yang layak terhadap Kuesioner Penilaian Guru.
Metode yang digunakan untuk melihat tingkat kesulitan item adalah metode statistik modern yaitu Item Respons Theory. Sedangkan untuk melihat kelayakan validitas digunakan metode klasik yaitu Criterion-related Validity dengan metode Concurrent Validity. Pengolahan data untuk Item Respons Theory menggunakan program QUEST sedangkan untuk validitas menggunakan program SPSS10. Jumlah sampel keseluruhan yang digunakan untuk melihat tingkat kesulitan item adalah sebanyak 120 siswa, jumlah sampel tersebut juga dilihat berdasarkan profil kemampuannya sebanyak 120 siswa dan sebanyak 30 siswa dengan rentang usia 4 sampai 5 tahun 11 bulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh item dalam subtes-subtes yang ada masih belum tersusun berdasarkan tingkat kesulitannya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa uji validitas adaptasi slat ukur K-ABC Skala Mental usia 4 sampai 5 tahun 11 bulan dengan kuesioner penilaian guru untuk subtes jendela ajaib, gerakan tangan, pengulangan angka , analogi matriks, dan ingatan spasial berkorelasi sedang, sementara subtes mengenali wajah, urutan kata dan rangkaian gambar memiliki korelasi rendah dan subtes pendekatan gestalt dan segitga tidak berkorelasi secara signifikan.
Disarankan agar penelitian ini dilanjutkan dengan memperbanyak jumlah sampel, memperluas wilayah untuk pengambilan sampel, dan mempertimbangkan kembali Kuesioner Penilaian Guru dalam hal item dan instruksi pelaksanaannya."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T16825
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mira Aliza Rachmawati
"Alat tes Kaufman Assessment Battery for Children (K-ABC) yang dikembangkan oleh Alan Kaufman dan Nadeen Kaufman merupakan alat tes psikologi yang dikembangkan di Amerika pada tahun 1983. Alat tes K-ABC ini dibuat berdasarkan pada teori yang berorientasi pada proses dan digunakan untuk mengukur inteligensi dan prestasi pada anak dengan rentang usia 2-6 sampai dengan 12-5 tahun. Melalui suatu proses penelitian yang cukup lama dan melalui proses yang panjang diperoleh hasil bahwa alat tes ini memiliki validitas, reliabilitas dan susunan item yang baik.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan adaptasi tes K-ABC khususnya skala prestasi usia 4 - 5 tahun 11 bulan. Adapun metode pengolahan data yang digunakan adalah metode modem yaitu [RT untuk mendapatkan tingkat kesukaran item serta reliabilitas dan metode klasik yang digunakan untuk mencari validitas dalam penelitian ini.
Penelitian ini merupakan penelitian payung yang terbagi menjadi empat kelompok usia dan melibatkan 122 subyek penelitian usia 4 sampai dengan 12,5 tahun. Adapun usia 4 - 5 tahun 11 bulan sebanyak 30 subyek yang duduk di bangku TK dan tinggal di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Depok. Pengambilan data dilakukan secara individual kepada masing-masing subyek penelitian. Hasil yang telah diperoleh diolah secara kuantitatif maupun kualitatif Adapun pengolahan secara kuantitatif menggunakan metode IRT untuk 122 subyek dan secara kualitatif terhadap subyek yang berjumlah 30 orang. Sedangkan kofisien validitas diperoleh dengan cara mengkorelasikan skor estimasi kemampuan siswa pada masing-masing subtes skala prestasi dengan penilaian guru (teacher rating) yang dikembangkan dari definisi operasional masing-masing subtes dalam skala prestasi.
Berdasarkan hasil diperoleh bahwa item hasil adaptasi belum memiliki susunan item berdasarkan tingkat kesukarannya. Dari reliabilitas diperoleh hasil reliabilitas item estimate dan relibilitas case estimate mendekati 1. Sedangkan hasil validitas menunjukkan bahwa dari seluruh subyek yang berjumlah 122 subyek hanya subtes membaca dan memahami yang tidak valid. Sedangkan untuk usia 4 - 5 tahun ll bulan terdapat tiga subtes yang tidak valid yaitu subtes wajah dan tempat, menebak, membaca, mengeja, dan mengkode sebab tidak berkorelasi dengan penilaian guru (teacher rating).
Dai hasil dapat disarankan untuk mengganti gambar yang kurang familiar, mengganti gambar yang kurang tajam, mempertimbangkan anak-anak di daerah pedesaan, menambah jumlah sampel dalam penelitian, mempertimbangkan kendala teknis dalam perrnohonan ijin dan pengambilan data, serta menambah karakteristik dari subyek penelitian."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T16808
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitria Prabandari
"Alat ukur K-ABC merupakan alat ukur inteligensi yang sudah terbukti reliabel dan valid untuk mengukur inteligensi untuk anak usia 2,6 sampai dengan 12,6 tahun berdasarkan beberapa penelitian di Amerika dan di Indonesia. Alat ukur ini juga tidak dipengaruhi faktor budaya atau culture fair. Alat Ukur K-ABC yang dapat mengukur inteligensi adalah Skal Mental. Skala Mental terbagi menjadi dua skala yaitu Skala Sekuensial dan Skala Simultan. Penelitian adaptasi Alat Ukur K-ABC yang dilakukan ini bertujuan untuk dituj ukan untuk mengetahui apakah item-item dalam setiap subtes yang terdapat dalam Skala Mental sudah tersusun berdasarkan tingkat kesulitannya dan apakah sudah memiliki validitas yang layak terhadap Kuesioner Penilaian Guru. Diharapkan dari hasil penelitian ini diperoleh data-data yang mencukupi untuk melakukan penelitian lanjutan guna memperoleh norma kelompok, sehingga Alat Ukur K-ABC dapat digunakan sebagai altematif alat ukur inteligensi di Indonesia. Metode statistik yang digunakan untuk analisis item adalah metode statistik modern yaitu Item Respons Theory, lalu pengolahan data untuk metode ini menggunakan program QUEST. Sedangkan untuk melihat kelayakan validitas digunakan metode klasik yaitu Criterion-related Validity dengan metode Concurrent Validity dan menggunakan program SPSS13.
Berdasarkan hasil pengolahan analisis item menunjukkan bahwa seluruh item dalam subtes-subtes Alat Ukur K-ABC Skala Mental belum tersusun berdasarkan tingkat kesulitannya. Sedangkan hasil dari uji validitas adalah bahwa adaptasi alat ukur K-ABC Skala Mental untuk usia 8 sampai dengan 9 tahun 11 bulan tidak berkorelasi secara signifikan terhadap Kuesioner Penilaian Guru. Hal ini disebabkan antara lain karena item-item yang kurang sesuai dengan kondisi belajar mengajar di kelas siswa usia 8 - 9 tahun 11 bulan, kurang bervariasinya jawaban guru pada kuesioner dan kondisi yang kurang kondusif ketika memberikan kuesioner yaitu saat para guru sedang sibuk mempersiapkan ujian akshir semester.
Beberapa saran yang diberikan untuk penelitian lanjutan antara lain, untuk mernperbaiki item-item pada Kuesioner Penilaian Guru agar lebih sesuai dengan situasi kelas siswa usia 8 - 9 tahun 11 bulan, penyesuaian gambar-gambar yang digunakan dengan masa sekarang dan pelaksanaan tes di pagi hari agar respon subyek dapat lebih optimal."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2004
T18568
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sylvia Damayanti Amril
"Kaufman Assessment Battery for Children (K-ABC) merupakan alat tes psikologi yang mengukur inteligensi dan prestasi pada anak usia 2-6 hingga 12-5 tahun. Tes ini diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1983, dan teruji secara validitas, reliabilitas, dengan susunan butir soal yang baik. Alat ini mengukur konstruk inteligensi berdasarkan teori yang berorientasi proses dan mengukur prestatif berdasarkan pertimbangan logis bahwa prestasi dan inteligensi bersama-sama mempengaruhi fungsi intelektual anak saat ini.
Tujuan penelitian ini adalah melakukan adaptasi terhadap tes K-ABC skala Prestatif agar dapat digunakan di Indonesia terutama bagi usia kanak madya (8 s.d. 9-11 tahun). Pendekatan IRT sebagai suatu revisi terhadap metode klasik dilakukan pada analisis butir soal. Juga dilakukan uji validitas untuk mengetahui kualitas tes K-ABC skala Prestatif.
Penelitian payung ini melibatkan 122 subyek (usia 4 hingga 12-5 tahun), dengan 31 subyek usia kanak madya yang berdomisili di daerah Jakarta dan Depok. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes secara individual. Pengolahan data secara kuantitatif menggunakan metode IRT terhadap 122 subyek, dan secara kualitatif terhadap 31 subyek kanak madya. Pada uji validitas digunakan validitas kriteria yang bersifat konkuren dengan perhitungan korelasi Pearson, yakni mengkorelasikan skor estimasi kemampuan pada subtes skala Prestatif tertentu dengan aspek tertentu dari penilaian guru terhadap prestasi subyek.
Hasil analisis kuantitatif secara umum menunjukkan bahwa butir-butir soal belum tersusun menurut derajat kesukaran. Pembahasan mengenai susunan butir soal tersebut dijelaskan secara kualitatif yakni dikaitkan dengan beragam teori pada kanak usia madya. Nilai validitas menunjukkan korelasi yang cukup pada tiga subtes: Ragam Kata, Wajah dan Tempat serta Berhitung. Korelasi yang rendah pada satu subtes: Membaca, Mengeja, Mengkode dan korelasi yang tidak signifikan pada dua subtes: Menebak, dan Membaca, Memahami.
Disarankan untuk melakukan revisi terhadap butir soal subtes Membaca, Mengeja, Mengkode. Menggunakan teknik sampling yang lebih memadai dengan ukuran sampel yang lebih diperbesar. Untuk uji validitas sebaiknya ditekankan pada uji validitas konstruk. Seandainya akan menggunakan uji validitas kriteria dengan kriteria penilaian guru, dipertimbangkan jumlah butir soal yang lebih banyak dengan pilihan jawaban yang lebih netral."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T16821
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Melinda Hariyanti Rustana Kusharto
"Kaufman Assessment Battery for Children (K-ABC) merupakan alat ukur yang mengukur inteligensi dan prestasi untuk anak usia 2 tahun 6 bulan sampai 12 tahun 5 bulan. Tes ini pertama kaii dibuat oleh Kaufman & Kaufman (1933) di Amerika Serikat, dan telah memenuhi persyaratan alat ukur yang baik. Sebagai battery tes, K-ABC mengukur taraf inteligensi berdasarkan teori yang berorientasi proses dan mengukur taraf prestatif untuk melihat level pemfungsian kemampuan intelektual anak.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan adaptasi tes K-ABC skala prestatif untuk usia 6 sampai 7 tahun 11 bulan, sehingga tes ini sesuai dengan latar belakang budaya dan pendidikan anak di Indonesia. 2 metode pengujian yang digunakan adalah validitas mengikuti cara skoring berdasarkan Item Response Theory dan Criterion Validity dengan menggunakan Kriteria Penilaian Guru.
Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian "payung" tes K-ABC skala prestatif terhadap 122 anak (usia 4 sampai l2 tahun 5 bulan), dengan 31 sampel usia 6 sampai 7 tahun 11. Pemilihan sampel dilakukan tersebar pada 4 daerah DK1 Jakarta dan Depok dari Sekolah Dasar Negeri dan Swasta. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode. IRT dengan software Acer Quest, sedangkan pengujian criterion validity dilakukan melalui perhitungan korelasi Pearson dengan software SPSS 10.
Hasil analisa menunjukkan bahwa item-item pada setiap subtes skala prestatif belum tersusun berdasarkan derajat kesukarannya. Pembahasan secara kualitatif dilakukan berdasarkan teori-teori perkembangan dan kurikulum pendidikan anak usia 6 Sampai 7 tahun 11 bulan. Hasil perhitungan reliabilitas menurut konsep IRT membuktikan adanya indeks relibilitas yang tinggi untuk keenam subtes. Sedangkan hasil uji validitas menunjukkan adanya korelasi signifikan pada subtes Berhitung dan Membaca, Mengeja & Mengkode, sedangkan korelasi tidak signifikan pada subtes Ragam Kata, Wajah & Tempat, Menebak, dan Membaca & Memahami.
Saran berdasarkan hasil penelitian yaitu penelitian lanjutan diharapkan lebih memperhatikan penilaian praktisi pendidikan dan latar bclakang sosial ekonomi serta budaya anak dalam pengadaptasian alat, perbaikan kriteria dalam uji validitas, penggunaan teknik sampling yang lebih baik dengan populasi yang lebih luas, dan memperhatikan kegiatan belajar-mengajar dalam pengambilan data."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T16809
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Silalahi, Yulita Rosaria
"Alat ukur K-ABC merupakan alat ukur yang digunakan untuk melihat inteligensi dan prestasi seseorang. Alat ukur ini terdiri dari dua skala yaitu Skala Mental dan Skala Prestasi. Skala Mental terbagi menjadi dua skala yaitu Skala Sekuensial dan Skala Simultan. Adaptasi alat ukur K-ABC yang dilakukan dalam Tugas Akhir ini diharapkan agar alat ukur ini dapat digunakan di Indonesia sehingga menjadi salah satu alternatif alat ukur yang membantu psikolog maupun pengajar untuk memahami kemampuan siswa.
Dalam penulisan Tugas Akhir ini akan dianalisis apakah item-item dalam setiap subtes yang terdapat dalam Skala Mental sudah tersusun berdasarkan tingkat kesulitannya dan apakah sudah memiliki validitas yang layak terhadap Kuesioner Penilaian Guru (teacher rating).
Peneliti menggunakan metode statistik modem yaitu Item Respons Theory untuk melihat tingkat kesulitan item. Sedangkan untuk melihat kelayakan validitas digunakan metode klasik yaitu Criterion-related Validity dengan metode Concurrent Validity. Pengolahan data untuk Item Respons Theory menggunakan program QUEST sedangkan untuk validitas menggunakan program SPSS. Jumlah sampel keseluruhan yang digunakan untuk melihat tingkat kesulitan item adalah sebanyak 120 siswa, sedangkan jumlah sampel yang dilihat profil kemampuannya adalah sebanyak 30 siswa dengan rentang usia 10 sampai 12 tahun 6 bulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh item dalam subtes-subtes Skala Mental alat ukur K-ABC belum tersusun berdasarkan tingkat kesulitannya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa adaptasi alat ukur K-ABC Skala Mental untuk usia 10 sampai 12 tahun 6 bulan ini memiliki korelasi yang tidak signifikan terhadap Kuesioner Penilaian Guru.
Disarankan agar penelitian ini dilanjutkan dengan memperbanyak jumlah sampel, memperluas wilayah untuk pengambilan sampel, dan mempertimbangkan kembali Kuesioner Penilaian Guru dalam hal item dan instruksi pelaksanaannya."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T16812
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aries Yulianto
"Salah satu tes kemampuan nonverbal yang banyak digunakan adalah Progressive Matrices Test (tes PM). Tes PM yang tersedia saat ini berbentuk PPT dan disusun dengan pendekatan teeri pengukuran klasik. Di lain pihak, kebutuhan untuk mendapatkan hasil tes secara cepat dan akurat mendorong penggunaan komputer untuk mengetes individu. Pada awalnya, item-item dipindahkan ke dalam komputer untuk ditampilkan kepada penempuh tes pada layar komputer dengan jumlah dan urutan yang sama dengan yang ada pada administrasi paper pencil test (PPT), yang disebut Computerized Testing (CT). Dengan penerapan pendekatan item response theory (IRT), komputer dapat digunakan untuk mengatur pemberian item yang diberikan kepada penempuh subyek yang disesuaikan dengan kemampuannya, yang disebut dengan Computerized Adaptive Testing (CAT).
Penggunaan komputer untuk pengetesan menarik untuk diteliti, baik administrasi konvesional maupun administrasi adaptif. Meskipun di luar negeri sudah banyak dilakukan penelitian seperti ini sejak awal tahun 1980-an, di Indonesia sendiri masih sedikit penelitian yang dilakukan. Selain bentuk administrasi tes melalui komputer, yang menarik diteliti adalah batas waktu pengerjaan tes akan diberikan kepada penempuh tes, apakah sama dengan administrasi PPT ataukah lebih lama.
Penelitian pada 120 orang mahasiswa menunjukkan skor tes dengan administrasi CAT tidak berbeda dengan administrasi PPT, sedangkan skor administrasi PPT berbeda dengan skor administrasi CT. Kelompok subyek dengan administrasi CT memiliki skor yang berbeda dengan kelompok subyek yang diadministrasikan CAT. Diantara ketiga batas waktu pengerjaan yang digunakan tidak rnenunjukkan perbedaan skor yang signifikan, karena sebelum 25 menit sebagian besar subyek telah menyelesaikan tes. Tidak ditemukan pengaruh interaksi antara bentuk administrasi tes dan batas waktu pengerjaan tes terhadap performa tes APM. Jumlah item yang diadministrasikan meIalui CAT lebih kecil (rata-rata 12 item) dibandingkan melalui CT (rata-rata 34 item). Namun karena penetapan S.E. yang besar, yaitu 0,40 untuk pemberhentian tes, keakuratan CAT lebih kecil dibandingkan administrasi CT dan PPT."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T18533
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marthen Pali
"Salah satu indikator meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya faktor psikologis dalam pendidikan dan perusahaan ialah makin banyaknya permintaan akan pengukuran tes psikologi termasuk tes Matriks Progresif dan perangkat tes Bakat Diferensial. Bermacam-macam tes dan alat ukur psikologis telah diadaptasi dan bahkan telah luas digunakan oleh para profesional di bidang ini. Akan tetapi, penelitian terhadap tes Matriks Progresif dan seluruh subtes Bakat Diferensial belum banyak dilakukan.
Tujuan penelitian ini adalah mengadakan studi validitas prediktif tes Matrik Progresif dengan kriteria prestasi belajar siswa SMA dan validitas sintetik tes tersebut pada tiga jenis pekerjaan di perusahaan. Studi validitas prediktif diharapkan dapat memberikan informasi tentang tes/subtes manakah yang memiliki nilai prediksi yang bermakna terhadap prestasi belajar siswa SMA pada Jurusan Al, A2, dan A3, dan Kelas T. Selain itu, juga diharapkan dapat diperoleh informasi tentang tes/subtes yang memberikan sumbangan efektif dalam memprediksikan prestasi belajar siswa SMA baik di Kelas 1 maupun di Jurusan Al, A2, dan A3. Studi validitas sintetik diharapkan dapat memberikan informasi tentang gabungan tes/subtes yang dapat digunakan dalam penyeleksian dan penempatan karyawan di perusahaan.
Sampel penelitian ini adalah siswa SMA Negeri di tujuh propinsi sebanyak 2804 orang siswa dan 110 orang karyawan pemegang pekerjaan teknisi, wartawan, dan kasir, serta masing-masing lima orang supervisor dari tiga perusahaan yang karyawannya terpilih sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpul data yang digunakan dan sekaligus diteliti ialah tes Matriks Progresif dan delapan subtes Bakat Diferensial. Instrumen lainnya ialah Skala Penilaian Unjuk Kerja Karyawan dan Skala Nilai Kepentingan Aspek-aspek yang Dinilai. Data prestasi belajar siswa diperoleh dari dokumen-laporan nilai prasemester. Teknik analisis data yang digunakan ialah Product-moment Pearson, Multiple Regression, ANOVA, dan Synthetic Validity.
Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tes Matriks Progresif dan perangkat tes Bakat Diferensial memiliki nilai prediksi yang bermakna terhadap prestasi belajar siswa SMA. Berdasarkan pembuktian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa tes/subtes Matriks Progresif, Numerikal, Relasi Ruang, Mekanik, dan Berpikir Abstrak merupakan prediktor yang memiliki nilai prediksi yang bermakna terhadap prestasi belajar siswa Jurusan Al. Tes/subtes yang sama juga memiliki nilai prediksi yang bermakna pada Jurusan A2, kecuali tes Mekanik.
Untuk Jurusan A3, tes/subtes yang memiliki nilai prediksi yang bermakna ialah tes/subtes Matriks Progresif, Verbal, Kecepatan Ketelitian, Bahasa Asing, dan Bahasa Indonesia. Di kelas I tes/subtes yang memiliki nilai prediksi yang bermakna ialah tes/subtes Matriks Progresif, Verbal, Numerikal, dan Skolastik. Selain itu, juga telah ditemukan tes/subtes yang memberikan sumbangan efektif yang bermakna dalam memprediksikan prestasi belajar siswa di Jurusan Al, A2, A3, dan di kelas I.
Pembuktian hipotesis dengan uji ANOVA menunjukkan bahwa bakat verbal dan bahasa Indonesia wartawan berbeda secara bermakna dengan bakat verbal dan bahasa Indonesia teknisi dan kasir. Bakat mekanik, relasi ruang, dan berpikir abstrak teknisi tidak berbeda secara bermakna dengan bakat mekanik, relasi ruang dan berpikir abstrak wartawan. Temuan ini merupakan hasil penelitian yang menolak hipotesis yang diajukan. Berbeda dengan wartawan, bakat mekanik, relasi ruang dan berpikir abstrak berbeda secara bermakna antara teknisi dan kasir.
Bakat numerikal kasir tidak berbeda dengan teknisi. Temuan ini merupakan suatu penolakan terhadap hipotesis penelitian, sedangkan antara kasir dengan wartawan berbeda bakat numerikalnya. Suatu perbedaan yang terjadi kebalikannya ialah bahwa wartawan lebih tinggi daripada kasir.
Berdasarkan analisis validitas sintetik, telah ditemukan tes/subtes tertentu yang dapat dipergunakan untuk penyeleksian dan penempatan yang berkaitan dengan pekerjaan teknisi, wartawan, dan kasir di perusahaan. Untuk pekerjaan teknisi, empat dari sembilan tes/subtes menunjukkan validitas sintetik yang cukup tinggi. Keempat subtes tersebut adalah Mekanik, Relasi Ruang, Numerikal, dan Kecepatan dan Ketelitian Klerikal. Besarnya koefisien validitas sintetik sub-subtes tersebut berkisar antara 0.415 sampai 0.499.
Pada pekerjaan wartawan, enam tes/subtes menunjukkan validitas sintetik cukup tinggi. Keenam subtes tersebut adalah tes Matriks Progresif, Verbal, Mekanik, Kecepatan dan Ketelitian Klerikal, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Asing. Masing-masing subtes tersebut memiliki koefisien validitas sintetik 0.404, 0.418, 0.573, 0.475, 0.421, dan 0.459. Dengan demikian, gabungan keenam subtes di atas dapat digunakan untuk penyeleksian dan penempatan wartawan di perusahaan.
Pada pekerjaan kasir, terdapat tiga tes/subtes yang memliki koefisien validitas sintetik yang cukup tinggi. Tes/subtes tersebut adalah Matriks Progresif, Numerikal, dan Kecepatan dan Ketelitian Kierikal. Koefisien validitas sintetik ketiga tes/subtes masing-masing adalah 0.412, 0.396, dan 0.486. Berdasarkan besarnya koefisien validitas sintetik tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketiga tessubtes di atas dapat digunakan untuk penyeleksian dan penempatan kasir di perusahaan.
Berbagai temuan yang didiskusikan baik penolakan hipotesis maupun ketidaksesuaian hasil yang diperoleh dengan tujuan tes yang diteliti dapat ditelusuri pada faktor kriteria, keadaan sampel, dan kemungkinan berpengaruhnya faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
Sejumlah saran telah dirumuskan dan ditujukan kepada peneliti lain, Pusat-Pusat Penelitian Perguruan Tinggi dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Pengujian Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kepada para Psikolog dan Konselor atau pihak lain yang menggunakan hasil penelitian ini, disarankan agar menggunakannya secara profesional dan selalu mendasarinya dengan etika profesi."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1993
D252
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marthen Pali
"ABSTRAK
Salah satu indikator meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya faktor psikologis dalam pendidikan dan perusahaan ialah makin banyaknya permintaan akan pengukuran tes psikologi termasuk tes Matriks Progresif dan perangkat tes Bakat Diferensial. Bermacam-macam tes dan alat ukur psikologis telah diadaptasi dan bahkan telah luas digunakan oleh para profesional di bidang ini. Akan tetapi, penelitian terhadap tes Matriks Progresif dan seluruh subtes Bakat Diferensial belum banyak dilakukan.
Tujuan penelitian ini adalah mengadakan studi validitas prediktif tes Matrik Progresif dengan kriteria prestasi belajar siswa SMA dan validitas sintetik tes tersebut pada tiga jenis pekerjaan di perusahaan. Studi validitas prediktif diharapkan dapat memberikan informasi tentang tes/subtes manakah yang memiliki nilai prediksi yang bermakna terhadap prestasi belajar siswa SMA pada Jurusan A1, A2, A3, dan Kelas I. Selain itu, juga diharapkan dapat diperoleh informasi tentang tes/subtes yang memberikan sumbangan efektif dalam memprediksikan prestasi belajar siswa SMA back di Kelas I maupun di Jurusan Al, A2, dan A3. Studi validitas sintetik diharapkan dapat memberikan informasi tentang gabungan tes/subtes yang dapat digunakan dalam penyeleksian dan penempatan karyawan diperusahaan.
Sampel penelitian ini adalah siswa SMA negeri di tujuh propinsi sebanyak 2804 orang siswa dan 110 orang karyawan pemangku pekerjaan teknisi, wartawan, dan kasir, serta masing-masing lima orang supervisor dari tiga perusahaan yan karyawannyaterpilih sebagai subjek penelitian. Instrumen Instrumen pengumpul data yang digunakan dan sekaligus diteliti ialah tes Matriks Progresif dan delapan subtes Bakat Diferensial. Instrumen lainnya ialah Skala Penilaian Unjuk Kerja Karyawan dan Skala Nilai Kepentingan Aspek-aspek yang Dinilai. Data prestasi belajar siswa diperoleh dari dokumen laporan nilai prasemester. Teknik analisis data yang digunakan ialah Product-moment Pearson, Multiple Regression, ANOVA, dan Synthetic Validity.
Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tes Matriks Progresif dan perangkat tes Bakat Diferensial memiliki nilai prediksi yang bermakna terhadap prestasi belajar siswa SMA. Berdasarkan pembuktian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa tes/subtes Matriks Progresif, Numerikal, Relasi Ruang, Mekanik, dan Berpikir Abstrak merupakan prediktor yang memiliki nilai prediksi yang bermakna terhadap prestasi belajar siswa Jurusan Al. Tes/subtes yang sama juga memiliki nilai prediksi yang bermakna pada Jurusan A2, kecuali tes Mekanik.
Untuk Jurusan A3, tes/subtes yang memiliki nilai prediksi yang bermakna ialah tes/subtes Matriks Progresif,. Verbal, Kecepatan Ketelitian Klerikal, Bahasa Asing, dan Bahasa Indonesia. Di kelas I tes/subtes yang memiliki nilai prediksi yang bermakna ialah tes/subtes Matriks Progresif, Verbal, Numerikal, dan Skolastik. Selain itu, jugs telah ditemukan tes/subtes yang memberikan sumbangan efektif yang bermakna dalam memprediksikan prestasi belajar siswa di Jurusan Al, A2, A3, dan di kelas I.
Pembuktian hipotesis dengan uji ANOVA menunjukkan bahwa bakat verbal dan bahasa Indonesia wartawan berbeda secara bermakna dengan bakat verbal dan bahasa Indonesia teknisi dan kasir. Bakat mekanik, relasi ruang, dan berpikir abstrak teknisi tidak berbeda secara bermakna dengan bakat mekanik, relasi ruang dan berpikir abstrak wartawan. Temuan ini merupakan hasil penelitian yang menolak hipotesis yang diajukan. Berbeda dengan wartawan, bakat mekanik, relasi ruang dan berpikir abstrak berbeda secara bermakna antara teknisi dan kasir.
Bakat numerikal kasir tidak berbeda dengan teknisi. Temuan ini merupakan suatu penolakan terhadap hipotesis penelitian, sedangkan antara kasir dengan wartawan berbeda bakat numerikalnya. Suatu perbedaan yang terjadi kebalikannya ialah bahwa bakat numerikal wartawan lebih tinggi daripada kasir.
Berdasarkan analisis validitas sintetik, telah ditemukan tes/subtes tertentu yang dapat dipergunakan untuk penyeleksian dan penempatan yang berkaitan dengan pekerjaan teknisi, wartawan, dan kasir di perusahaan. Untuk pekerjaan teknisi, empat dari sembilan tes/subtes menunjukkan validitas sintetik yang cukup tinggi. Keempat subtes tersebut adalah Mekanik, Relasi Ruang, Numerikal, dan Kecepatan dan Ketelitian Klerikal. .Besarnya koefisien validitas sintetik sub-subtes tersebut berkisar antara 0.415 sampai 0.499.
Pada pekerjaan wartawan, enam tes/subtes menunjukkan validitas sintetik cukup tinggi. Keenam subtes tersebut adalah tes Matriks Progresif, Verbal, Mekanik, Kecepatan dan Ketelitian -Klerikal, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Asing. Masing-masing subtes tersebut memiliki koefisien validitas sintetik 0.404, 0.418, 0.573, 0.475, 0.421, dan 0.459. Dengan demikian, gabungan keenam subtes di atas dapat digunakan untuk penyeleksian dan penempatan wartawan di perusahaan.
Pada pekerjaan kasir, terdapat tiga tes/subtes yang memiliki koefisien validitas sintetik yang cukup tinggi. Tes/subtes tersebut adalah Matriks Progresif, Numerikal, dan Kecepatan dan Ketelitian Klerikal. Koefisien validitas sintetik ketiga tes/subtes masing-masing adalah 0.412, 0.396, dan 0.486. Berdasarkan besarnya koefisien validitas sintetik tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketiga tes/subtes di atas dapat digunakan untuk penyeleksian dan penempatan kasir di perusahaan.
Berbagai temuan yang didiskusikan baik penolakan hipotesis maupun ketidaksesuaian hasil yang diperoleh dengan tujuan tes yang diteliti dapat ditelusuri pada faktor kriteria, keadaan sampel, dan kemungkinan berpengaruhnya faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
Sejumlah saran telah dirumuskan dan ditujukan kepada peneliti lain, Pusat-Pusat Penelitian Perguruan Tinggi dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Pengujian Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kepada para Psikolog dan Konselor atau pihak lain yang menggunakan hasil penelitian ini, disarankan agar menggunakannya secara profesional dan selalu mendasarinya dengan etika profesi."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1993
D266
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>