Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 155586 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
cover
Nadhila Niandara
"Indofood telah dikenal masyarakat sebagai produsen Indomie yaitu sebuah produk mie instan yang sudah menjadi top of mind di bidangnya. Indomie sudah diproduksi sejak lama, sehingga mempunyai konsumen loyal, salah satunya Warung Makan Indomie (Warmindo) sekaligus sebagai mitra bisnis Indofood yang telah menyumbang masukkan besar dalam penjualan produk perusahaan. Kegiatan Indofood yang melibatkan para pengusaha Warmindo masih sedikit dan didominasi oleh kegiatan yang hanya bersifat filantropi, sehingga peliputan media akan Warmindo masih minim yang menyebabkan rendahnya kesadaran publik akan keberadaan Warmindo.Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu program pemberdayaan kepada para pengusaha Warmindo sebagai kegiatan Community Relations PT Indofood yang dikemas melalui kegiatan community relations, media relations, dan community gathering. Program tersebut bertujuan untuk mengoptimalisasi potensi dan meningkatkan loyalitas komunitas Warmindo yang berdomisili di Jabodetabek dan Banten sebagai salah satu strategi pemasaran produk Indofood sekaligus mitra bisnis perusahaan.

Indofood is the producer of Indomie, an instant noodle that has been a top of mind product in noodle segment. Indomie has been in the market for long, which means they have loyal customers. One of it them is Warung Makan Indomie (Warmindo), that has become a business partner of Indofood over their contribution to the Corporate sales. Indofood activities concerning Warmindo are still limited and mainly are still philanthropic, hence the media coverage generated are still very low, so is the public awareness towards Warmindo. Therefore, Indofood needs to create a community development program for Warmindo entrepreneurs as a Indofood CSR programs through activities such as community relations, media relations, and community gathering. This program aim to optimize and increase Warmindo's loyalty towards Indofood.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1995
S6808
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Soedjono
"Hubungan dengan media (Media Relations) adalah salah satu aspek dari kegiatan lembaga Hubungan Masyarakat (humas) yang cukup penting dan strategis. Dikatakan demikian, karena media (diwakili oleh wartawan) sebagai mitra kerja humas memiliki fungsi penyampai informasi, mendidik dan membentuk opini publik melalui surat kabar atau majalah. Posisi media itu menjadi semakin penting bila respon publik dapat diterima dan dikomunikasikan kembali melalui media tersebut.
Namun, pada prakteknya, untuk mencapai sebuah hubungan kerja yang baik antara humas dengan media tidak semudah yang dibayangkan. Meskipun juga disadari adanya kesalingtergantungan hubungan kerja antara humas dengan media, tetapi tak jarang timbul kesalahpahaman dan koflik di antaranya. Konflik itu menjadi semakin hebat, bila humas tertimpa oleh suatu krisis citra perusahaan.
Dilatari oleh kondisi tersebutlah, penulis mencoba mengkaji aspek hubungan dengan media sebagai salah satu fungsi humas, dengan mengambil kasus Humas PT. Merpati Nusantara Airlines, dengan kajian lebih mendalam di saat Humas Merpati menghadapi krisis citra perusahaan. Contoh krisis yang diniaksud adalah ketika Merpati menghadapi musibah kecelakaan pesawat dan ketika adanya pergantian direktur utama beberapa waktu silam.
Hasil penggalian data melalui wawancara mendalam terhadap pejabat Humas Merpati dan lima wartawan - 4 surat kabar nasional (KOMPAS, Republika, Media Indonesia, Suara Karya) dan 1 majalah Gatra - beserta observasi hubungan media secara langsung, dapat diperoleh gambaran sebagai berikut :
1. Meskipun kedudukan Humas Merpati telah berada pada posisi yang cukup ideal dan strategis di dalam tubuh organisasi perusahaannya, namun ternyata kehadirannya di dalam sistem perusahaan kurang banyak berperan. Hal ini lebih banyak disebabkan oleh adanya konflik personal yang sangat mempengaruhi hubungan kerja, baik itu konflik dari luar (Departemen Perhubungan) maupun dari dalam (Manajemen).
2. Hubungan media yang dilakukan oleh Humas Merpati telah berjalan cukup baik. Namun, terlalu baiknya hubungan tersebut -- baik formal maupun informal - nampaknya Humas Merpati "memanfaatkan" hubungan tersebut dalam mempengaruhi media untuk urusan pemuatan berita.
3. Hubungan media di saat krisis, Humas Merpati belum menampakkan perannya dalam memberikan informasi kepada media massa. Dalam hal ini, Humas Merpati lebih berkonsentrasi kepada kegiatan yang bersifat internal, seperti protokoler penyelenggaraan acaranya."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1997
T-9058
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novi Nurcahyani
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
S5438
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Melisa Sandrianti
"Skripsi ini merupakan penelitian mengenai pemahaman public relations pada PT. Helu Trans, dimana penekanannya adalah bag imana pemahaman tersebut menyebabkan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan public rela~ions dalam manajemen. Penelitian ·ini menggunakan met0de penelitia kualitatif yang bersifat deskriptif Sementara metode analisa yang digunakan adalah analisa..studi kasus, dengan
unit analisisnya adalah pimpinan, direksi, manajer, karyawan, dan klien P elu Trans.
Data diperoleh melalm pengumpulan dokumen, observasi langsung dan wawancara sistematik.
Peneliti juga berusaha menyeimbangkan pero ehan data dari para karyawan dengan menca · informasi kepada mantan k ryawan perusahaan yang keluar karena adanya ketidakcocokan dengan arakteristi!C pimpinan. Hal ini· · dilakii an dengan maksud memperoleh keterangan yang sesungguhnya karena terindikasi · bahwa karyawan yang masih Beketja di Helu Trans tidak bisa memberikan informasi yang jujur
mengenai kekurangan-kekurangan aalam manajemen perusahaan.
Helu Trans memiliki karakterisitik perusahaan yaNg oleh Rhenald Kasali digolongkan dalam jenis perusahaan muda, yakni perusahaan yang mumi dikuasai oleh satu orang yang pemilik sekatigus pimpinan dan sulit untuk menerima masuhn dari pihak lain. Dengan karakteristik yan dimih ri, Helu Trans sebenamya sangat membutuhkan keberadaan PR, namun temyata titlak memilikinya sampai sekarang.
Bahkan perusahaan ini tidak pemah menggunakan jasa konsultan PR.
Penelitian ini dilakukan untuk mencari faktor-faktor apa yang mempengaruhi keputusan top management Helu Trans untuk tidak memiliki divisi PR. Dengan melakukan analisa berdasarkan wawancara dan dokumen perusahaan, ditemukan ada empat faktor yaitu: pertama, kesalahpahaman mengenai definisi dan fungsi PR~ kedua,
anggapan bahwa PR bisa dilakukan oleh siapa saja dalam perusahaan; ketiga, tidak adanya pengalaman kerja dengan PR lain; dan keempat, faktor kepemilikan. Terbukti bahwa kesalahpahaman mengenai definisi dan fungsi PR membuat banyaknya hambatan-hambatan dalam pelaksanaan fungsi PR dalam manajemen perusahaan.
Selanjutnya dengan tidak adanya PR Internal tersebut, didapati bahwa
pelaksanaan fungsi-fungsi PR dalam sesungguhnya betjalan secara kurang maksimal
dan bahkan mengalami kekurangan. Apabila kekurangan tersebut dianalisa dari segi
kerangka pernikiran penelitian maka dapat pula diprediksi keadaaan fungsi PR Helu
Trans jika prak.-tisi PR tidak ada dalam perusahaan.
Masalah pada hubungan dengan karyawan sekaligus bagaimana bentuk
komunikasi dua arah bisa berjalan dalam perusahaan adalah hambatan yang paling besar
dihadapi perusahaan . Kedua hal ini temyata banyak menimbulkan permasalahan namun
belum disadari oleh pimpinan. Masalah sebagian besar disebabkan oleh ciri-ciri
pimpinan yang one man show, tidak bisa menepati janji kesejahteraan kepada pegawai,
dorninasi dalam penerimaan pegawai baru, dan tidak diperlengkapinya Helu Trans
dengan sarana komunikasi dua arah yang baik.
Padahal dengan karaki:er pimpinan ·yang sulit untuk menerima masukan maka
adanya sarana akan mempermudah komunikasi dua arah tersebut. Akibatnya banyak
pegawai bermutu Helu Trans yaiig-·feluar karena inenemukan bahwa lingkungan kerja
di Helu Trans kurang sehat karena masalah komunikasi terse but.
Kalaupun ada masalah pada kaq,awan, tidak berani dikemukan kepada
pimpinan. Hal ini dibuki:ikan dari perbedaan jawaban antara respond en yang merupakan
karyaw·an dan responden yang merupakan mantan karyawan. Berarti bagi karyawan
yang bermasalah namun tidak mernililh pilihan lain selain tetap bekerja, akan terjadi
konflik batin yang pas · berpengaruh dengan produk-tifitas pegawai tersebut.
Pada akhimya dengan serangkaian jawaban atas permasalahan yang ada maka
peneliti hendak mep1berikan saran kepada PT. Helu Trans secara khusus dan secara
umum kepada Rerusahaan muda lainnya bahw·a keberadaan PR Internal sangat penting
dalam perus aan. PR juga yang akan membantu pelaksa aan komu il(asi lainnya
dalam perusahaan yang setelah diteliti temyata kurang maksi al.
Temyata sangat terbuk-ti bahwa jika suatu perusahaan merniliki divisi R ,maka
yang perlu diberikan hanyalah kesempatan untuk bisa melaksanakan fungsinya
semaksimal mungkin. Kesempatan akan sangat ljerarti karena ruang lingkup gerak PR
dalam setiap kegia ya akan sangat dipengaJ i oleh dukungan dari pihak eksekutif
atas, dan bila dibatasi maka tidak akan berfUI1gsi sebagaimana mesti.ny,"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
S4062
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Widiasworo Ambarsari
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
S4609
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Idit Mutijat Tulkin
"Membangun hubungan dengan media, menjadi penting bagi sebuah organisasi atau perusahaan, ketika muncul sebuah issue yang dilansir oleh media, atau ada informasi yang memerlukan media sebagai sarana.
Eksistensi Humas (Hubungan Masyarakat) dalam menjalankan fungsinya, yang salah satunya adalah membina hubungan dengan media (Media Relations) sangat dipengaruhi oleh bentuk dan lingkungan sebuah organisasi atau perusahaan. Itulah yang mendasari penelitian, bagaimana humas sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara dalam menyikapi hubungan media (Media Relations) ketika dilanda sebuah krisis/issue.
PT. Perhutani (Persero) sebuah BUMN dibawah binaan teknis Dep Kehutanan, merupakan subyek penelitian, untuk mengetahui sejauhmana fungsi humas dilaksanakan. Hal ini terkait dengan karakteristik Perhutani (Persero) sangat unik, balk bidangusahanya pengelolaan hutan, disamping itu sebuah BUMN tidak lepas dari suasana birokratis.
Dalam penelitian yang dilakukan, data diambil melalui metode kualitatif diskriptif, adapun prosedurnya melalui wawancara yang mendalam kepada pejabat humas Perhutani dart pejabat lainnya, begitu juga kepada tujuh wartawan - 6 surat kabar nasional (Kompas, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, Republika, Pikiran Rakyat dan Kedaulatan Rakyat) dan 1 majalah Forum.
Hasil penelitian, memberikan gambaran sebagai berikut :
1. Ada kendala secara struktural, posisi humas sebuah BUMN dalam men jalankan fungsinya.
2. Dalam menjalankan Media Relations, Humas BUMN dalam hal ini PT Perhutani(Persero) mengalami keterbatasan sebagai penyedia
3. Penyelesaian krisis dari sebuah issue yang berkembang, Fungsi humas dilaksanakan secara fungsional, artinya satuan dalam organisasi dapat berfungsi sebagai humas.
4. Sehingga ada anggapan Humas sebuah BUMN diposisikan sebagai lembaga pengundang wartawan saja, serta menangani protokoler sebuah acara dan dokumentasi."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
T9460
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Made Haryawan
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1985
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>