Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 142218 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ma`ruf
"Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh: (1) supervisi kepala sekolah terhadap disiplin guru SMK Negeri se Kabupaten Lampung Tengah, (2) etos kerja terhadap disiplin guru SMK Negeri se Kabupaten Lampung Tengah, (3) supervisi kepala sekolah terhadap etos kerja guru SMK Negeri se Kabupaten Lampung Tengah.
Jenis penelitian ini berdasarkan tujuannya termasuk penelitian eksplanatif, karena ingin menjelaskan hubungan pola-pola yang berbeda tetapi ada keterkaitan serta menghasilkan pola hubungan sebab akibat. Dalam hal ini Supervisi kepala sekolah sebagai variabel bebas ( X1 ) berpengaruh terhadap disiplin guru sebagai variabel terikat ( Y ), dan Etos kerja sebagai variabel bebas ( X2 ) berpengaruh terhadap disiplin guru sebagai variabel terikat ( Y ).
Berdasakan hasil penelitian disimpulkan: (1) supervisi kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap disiplin guru. (2) Etos kerja berpengaruh terhadap disiplin guru. (3) supervisi kepala sekolah berengaruh terhadap Etos kerja.

The purpose of the study is to analyze the influence of: (1) the principal supervision towards the discipline of all teachers of State Vocational High School s in Central Lampung Regency, (2) Working Ethos towards the discipline of all teachers of State Vocational High School s in Central Lampung Regency, (3) the principal supervision towards the work ethos of all teachers of State Vocational High School s in Central Lampung Regency.
This research is a quantitative research. Based on its purpose of this research belongs to explanative research because it explains the relationship of the different patterns, but there is relationship and produces the pattern of casual relationships. In this case the principal?s supervision is as the independent variable (X1) and work ethos as the independent variable (X2) determine towards the teachers discipline as the independent variable (Y).
The result of the study shows: (1) the principal supervision significantly effects towards the discipline of teachers, (2) Work ethos significantly effects towards teachers discipline, and (3) principals supervision significantly effects towards work ethos. And (4) principals supervision and work ethos significantly effects alltogether towards the discipline of teachers."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
T29622
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Supriyono
"ABSTRAK
Sistem supervisi akademik pengawas sekolah adalah kegiatan pengawasan akademik yang dilakukan oleh pengawas satuan pendidikan terhadap guru dalam melaksanakan tugasnya, agar lebih profesional dan kompeten dalam bidangnya.
Sistem pengawasan terdiri tiga dimensi kegiatan, yaitu memantau, menilai, dan membina. Profesiolalisme guru adalah merupakan sikap mental yang senantiasa mendorong untuk mewujudkan diri sebagai guru profesional yang kompetensi dalam bidangnya. Kompetensi profesionalisme guru terdiri dari empat dimensi yaitu pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh antara sistem supervisi akademik pengawas sekolah terhadap profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem supervisi akademik pengawas sekolah terhadap profesionalisme guru di SMA Negeri 1 Padang Ratu Lampung Tengah. Jenis penelitian adalah eksplanatif dengan dua variabel, yaitu sistem supervisi akademik pengawas sekolah sebagai variabel bebas dan profesionalisme guru sebagai variabel terikat. Data diperoleh menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana dan regresi ganda.
Hasil penelitian diketahui bahwa sistem supervisi akademik pengawas sekolah berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru. Demikian pula hasil analisis regresi berganda terhadap masing-masing dimensi variabel bebas, seluruh dimensi supervisi akademik berpengaruh secara serempak terhadap masing-masing dimensi profesionalisme guru. Secara parsial, dimensi supervisi akademik pengawas sekolah yang berpengaruh signifikan terhadap masingmasing dimensi profesionalisme guru adalah dimensi menilai dan dimensi membina/melatih terhadap dimensi kompetensi pedagogik profesionalisme guru; Dimensi menilai pengawas sekolah dalam melakukan supervisi akademik berpengaruh signifikan terhadap dimensi kompetensi profesional profesionalisme guru; Dimensi membina/melatih dari kegiatan supervisi akademik pengawas sekolah berpengaruh signifikan terhadap dimensi kompetensi kepribadian profesionalisme guru; Dimensi membina/melatih dari kegiatan supervisi akademik pengawas sekolah berpengaruh signifikan terhadap dimensi kompetensi sosial profesionalisme guru.
Kata Kunci: sistem supervisi akademik, profesionalisme guru

ABSTRACT
Supervision academic system of school supervisor is the action supervision academic that is done by supervisor of education unit toward the teacher in professional carrying out their duties. There are three actions in dimensions supervision system, they are supervising, scoring, and guiding. The teacher professionalism is the expression of attitude than gain to the professional.
There are four dimensions of teacher professionalism. They are pedagogic, professional, character, and social. The formulation problem in this research is whether there is influences between the supervision academic system of school supervisor towards the teacher professionalism. The aim of research to analyze the influence of the supervision academic system of school supervisor toward the teachers professionalism at state SMA 1 Padang Ratu Central Lampung. The kind of the research is explanative with two variable, supervision academic system of school supervisor is as in independent variable and teachers professionalism is as dependent variable. The data?s are abstained by using questioners, and then the analyzed using simple regression analysis and multiple regression.
The result of research is known that the supervision academic of school supervisor influences significantly toward the teacher professionalism, and so the result of the double analysis regression toward to each dimension independent variable the all dimension of supervision academic influence compactly toward to each the dimension of the teacher professionalism partially. The dimensions of supervision academic of school supervisor that influence significantly toward each dimension of scoring and dimension of guiding toward the dimension of pedagogic competence. The dimension of scoring of school supervisor in doing supervision academic influence significantly toward the dimension of teacher professionalism; dimension of guiding from actions supervision academic of school supervisor influence significantly toward the dimension of the teacher character professionalism; dimension of guiding from the activities supervision academic of school supervisor influence significantly toward the dimension of social.
Key word : supervision academic system, teacher professionalism.
"
2011
T29523
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hubullah
"Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat profesionalisme supervisi akademik kepala sekolah menengah atas menurut persepsi para guru. Penelitian ini dilakukan di tiga SMAN Kabupaten Indramayu yaitu SMAN 1 Sindang, SMAN 1 Sukagumiwang dan SMAN 1 Gantar dengan total sampel sebanyak 124 orang. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dengan menggunakan instrumen utama kuesioner. Fokus analisis data pada satu variabel yaitu tingkat profesionalisme supervisi akademik kepala sekolah menengah atas, dengan metode statistik deskriptif seperti nilai modus, median dan prosentase.
Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa tingkat profesoinalisme supervisi akademik kepala sekolah menengah atas masih rendah. Dari enam faktor, aspek pengetahuan, keterampilan, komitmen, etika, tanggung jawab dan pengabdian terhadap masyarakat yang digunakan sebagai indikator untuk mengukur tingkat profesionalisme supervisi akademik kepala sekolah hanya empat faktor saja yang dikatakan 'baik'. Dua faktor lainnya yaitu aspek keterampilan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik dan aspek etika termasuk dalam kategori 'cukup'.
Masing-masing prosentasenya untuk aspek pengetahuan sebesar 55,65 persen, keterampilan sebesar 44,35 persen, komitmen sebesar 52,42 persen, etika sebesar 50 persen, tanggung jawab sebesar 62,90 persen dan pengabdian terhadap masyarakat sebesar 59,68 persen. Meskipun demikian, jika mengurutkan pada nilai skla Likert maka secara umum keenam faktor tersebut termasuk dalam kategori 'baik' karena berada pada skala 4 yang berarti baik atau mencukupi.

The main objective of this study is to analyze the academic supervision profesionalism level of the senior high school principal to the teacher. This research was conducted in three senior high schools in Indramayu regency namely SMAN 1 Sindang, SMAN 1 Sukagumiwang and SMAN 1 Gantar with a total sample of 124 respondents. The sample of population is total sampling with questionaire as the main instrument. The focus of data analysis in one variable is the academic supervision profesionalism level of the senior high school principal to the teacher, with descriptive statistical methods such as the mode, median and percentages.
Results of this research generally indicates that the level of profesionalism in academic supervision to the teachers is still in low level. The six factors, aspects of knowledge, skills, commitment, ethics, responsibility and dedication to the community that are used as indicators to measure the the academic supervision profesionalism level of the senior high school principal to the teacher only four factors are 'good'. Two other factors are the principals skills aspect in carrying out the academic supervision and ethical aspects included in the category of "sufficient".
Each percentage for knowledge aspect is 55.65 percent, 44.35 percent for the skills, 52.42 percent for commitment, 50 percent for ethics, 62, 90 percent for responsibility and 59.68 percent for dedication to the community. However, if you sort on the value Likert Scale then in general the six factors are included in the category of "good" because it is on a scale of 4 which means good or adequate.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
T31530
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Slamet Wardoyo
"Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Apakah terdapat pengaruh kompetensi kompetensi supervisi akademik pengawas sekolah dan iklim organisasi terhadap profesionalisme guru SMP Negeri di Kabupaten Lampung Tengah". Jenis sampel dalam penelitian ini adalah probability sampling, dimana pengambilan sampel memberikan peluang sama bagi guru-guru SMP Negeri pada populasi survei. Ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 7% diperoleh 110 orang guru. Teknik yang digunakan untuk penarikan sampel adalah teknik acak sistematis (systematic random sampling). Adapun analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dan regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: (1) Kompetensi supervisi akademik pengawas berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru. (2) Iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru. (3) Kompetensi supervisi akademik pengawas dan iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme.

Formulation of the problem in this study was "Is there supervision of academic competence competence influence the school superintendent and teacher organizational climate of professionalism Junior High School in Central Lampung regency?". Types of samples in this study is probability sampling, where sampling provides equal opportunities for state school teachers in the survey population. The sample size was determined using the Slovin formula with an error rate of 7% obtained 110 teachers. The technique used for sampling is the technique of systematic random (systematic random sampling). The analysis of data using simple linear regression analysis and multiple linear regression.
Based on the results of the study concluded: (1) Academic Competence regulatory supervision significantly influences the professionalism of teachers. (2) organizational climate significantly influence the professionalism of teachers. (3) Competency of academic supervision and oversight of organizational climate significantly influence professionalism.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2011
T29524
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Ruswandi
"Bidang pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun harus diakui bahwa mutu pendidikan di Indonesia ternyata masih rendah. Rendahnya mutu pendidikan ini salah satu penyebabnya adalah kinerja guru yang rendah dalam mengelola proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik oleh pengawas sekolah terhadap kinerja guru rintisan sekolah menengah atas bertaraf internasional di provinsi lampung. Berdasarkan tujuannya penelitian ini termasuk penelitian eksplanatif, karena ingin menjelaskan hubungan pola-pola yang berbeda tetapi ada keterkaitan serta menghasilkan pola hubungan sebab akibat.
Dalam penelitian ini kegiatan supervisi akademik dianggap sebagai variabel bebas (X) dan Kinerja Guru (Y) sebagai variabel terikatnya. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif (campuran). Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih dalam mengenai data yang tidak bisa diperoleh hanya melalui kuisioner. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan metode survey menggunakan kuisioner dan wawancara mendalam. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, Metode ini digunakan karena dalam pemilihan sampel survey akan diberikan kriteria bahwa sampel yang dipilih adalah guru-guru yang sudah pernah mendapatkan supervisi akademik oleh pengawas sekolah. Pemberian kriteria ini bertujuan agar guru yang dipilih sebagai sampel benar-benar mengetahui atau memahami topik penelitian ini. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat signifikansi 7,25% diperoleh jumlah sampel sebanyak 100 orang guru. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi liniear sederhana untuk mencari pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru.
Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana disimpulkan bahwa supervisi akademik oleh pengawas sekolah berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Adapun secara simultan dimensi-dimensi dari variabel bebas supervisi akademik oleh pengawas sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap dimensi perencanaan dan persiapan, lingkungan kelas, pengajaran, dan tanggung jawab profesionalisme dari variabel terikat kinerja guru. Tetapi jika secara parsial dimensi-dimensi dari variabel supervisi akademik oleh pengawas sekolah, hanya dimensi pendekatan kolaboratif yang berpengaruh terhadap dimensi pengajaran pada variabel kinerja guru.

Education is a very important thing for both state and nation. However, it must be recognized that the quality of education in Indonesia still very low, and one of the causes is the low performance of teachers in managing the learning process. This study is aimed at determining The effect of academic supervision by the supervisor to the teachers performance of the pilot senior high school of international standardn in lampung province. This study is based on the research objectives in explanative, because it wanted to explain the relationship of different patterns, but there is a relationship and to produce the pattern of causal relationships.
In this research, academic supervision activities are considered as the independent variable (X) and the teacher performance (Y) as the dependent variable. Research data collection techniques were conducted by using a combination of quantitative and qualitative techniques. This is done to obtain more information on data that can not be obtained only through a questionnaire. While the data collection method used in this study is a survey method using questionnaires and in-depth interviews. Sampling techniques in the study was the purposive sampling method used, because the survey sample selection criteria was based on samples of teachers who had never received academic supervision by school inspectors. The provision was intended as the criteria chosen as a sample of teachers who would understand the purpose of this research. The number of samples was determined using the Slovin formula with a significant level of 7.25% obtained form total sample of 100 teachers. Statistical analysis used a simple regression analysis liniear method to determine the influence of the academic supervision of teacher performance.
Based on the results of the linear regression analysis, it is concluded that the academic supervision by a school superintendent has a significant effect on teacher performance. The simultaneous dimensions of the independent variable of academic supervision by a school superintendent, therefore has significant influence on planning and preparation, classroom environment, teaching, professionalism and responsibility of the dependent variable of teacher performance. But if the partial dimensions of the variable of academic supervision by school inspectors, only the collaborative approach dimensions that affect to the variable dimensions of teaching performance of teachers.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2011
T29820
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Anyes Sedayu Pramesti
"Pemerintah berupaya menciptakan guru berkualitas yang memiliki kinerja baik. Berbagai kebijakan pemerintah telah diupayakan dalam meningkatkan kinerja guru, diantaranya adalah memberikan tunjangan guru melalui melalui sertifikasi guru. Pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk peningkatan kinerja guru melalui sertifikasi guru ini, tetapi pada kenyataannya kinerja guru masih rendah. Penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru dipengaruhi oleh kompetensi dan motivasi guru. Penelitian ini menguji secara empiris pengaruh kompetensi dan motivasi guru terhadap kinerja guru SMK Negeri di kabupaten Tangerang, Banten. Penelitian ini melibatkan 112 guru SMK yang telah bersertifikasi pendidik. Data diolah menggunakan analisis Regresi Linier Berganda, dengan variabel independen adalah kompetensi dan motivasi guru, dan variabel dependennya adalah kinerja guru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru; 2) motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru; 3) kompetensi dan motivasi guru bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kabupaten Tangerang. Tingkat kompetensi dan motivasi guru berada dalam kategori sedang. Pemerintah perlu menstimulasi guru agar tunjangan profesi guru yang sudah disalurkan dapat digunakan oleh guru untuk mengikuti program-program yang dapat meningkatkan kompetensi mereka dan dapat memotivasi mereka dalam pengembangan profesi sebagai guru. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji faktor-faktor lain di luar kompetensi dan motivasi guru yang dapat mempengaruhi kinerja guru sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia bisa.

The government has undertaken many efforts to improve quality of national education by improving quality of teachers. Teachers should have a good performance when conducting their tasks and responsibilities. Good teacher performance has an important role in ensuring the quality of schools. Previous studies showed that teachers performance was influenced by teacher competence and motivation. To improve teacher performance, the government issued a policy to certify teachers. Certified teachers can earn additional teacher incentives besides their monthly salary. The teacher certification policy was expected to enhance teacher competence and motivation, hence, teacher performance. The government had allocated a a lot of budget to enhance teacher performance. However, its result was not satisfying yet. This study tested the influence of teacher competence and motivation on performance. This study involved 112 certified teachers from vocational schools in Tangerang Regency, Banten. Data were analyzed using multiple linier regression, in which teacher competence and motivation as the independent variables while teacher performance as the dependent variable.
Results showed that (1) there were a positive and significant association between competence and teacher performance; (2) there was a positive connection between motivation and teacher performance; and (3) competence and motivation simultaneously influence to teacher performance in the context of vocational teachers in Tangerang Regency. The level of competence and motivation of vocational teachers in Tangerang Regency in the category of moderates. The government should stimulate teachers to use the incentive for improving teacher competence and motivating their professional development. This study was subject to limitation as the variables included in this research are competence and motivation affecting teacher performance. Future study should examine other factors influencing teacher performance.
"
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2019
T52575
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Titin Kartini
"Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi profesional guru di SMK Negeri 1 Losarang Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menggali faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi profesional guru di SMK Negeri 1 Losarang Kabupaten Indramayu. Variabel terikat (dependen) adalah kompetensi profesional guru. Jumlah populasi sebanyak 70 guru, sampel diambil dari seluruh populasi sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi ganda dengan metode stepwise.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu faktor yang mempengaruhi kompetensi profesional guru secara signifikan yaitu faktor etos kerja sebesar 0,237. Sedangkan tujuh faktor lain yang tidak berpengaruh yaitu: 1) supervisi akademik disebabkan supervisi belum dilaksanakan secara berkelanjutan, 2) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) disebabkan minat dan kemampuan guru masih kurang dalam memanfaatkan TIK, 3) kepemimpinan kepala sekolah disebabkan kurangnya komunikasi antara guru dan kepala sekolah, 4) training: melanjutkan pendidikan disebabkan orientasi dalam melanjutkan pendidikan bukan untuk meningkatkan kompetensi, 5) kompetensi profesional: melaksanakan pembelajaran disebabkan guru dalam melaksanakannya dikejar oleh target kurikulum, 6) training: program magang disebabkan hampir semua guru tidak pernah melaksanakan magang, dan 7) training: seminar dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan disebabkan orientasi guru dalam mengikuti seminar hanya sebatas formalitas.

The research aims to find out the factors influencing the competence of the professional teachers at SMK Negeri 1 (State Vocational High School 1) Losarang, Indramayu Regency. The research used a quantitative approach to discover the factors influencing the competence of the professional teachers at SMK Negeri 1 (State Vocational High School 1) Losarang, Indramayu Regency. The dependent variable is the competence of the professional teachers. The total number of the teachers is 70, and the samples were taken from the entire teacher population so that this study is a study of population. The statistic analyses used are factor analysis and double regression analysis with the stepwise method.
The research results show that there is one factor influencing the competence of the professional teachers significantly, which is work ethic with the value of 0.237. Meanwhile, the other seven factors are not influential, and they are 1) academic supervision because the supervision has not been conducted sustainably, 2) the use of TIK (information and communication technology because of the lack of teachers? interest and ability in using TIK, 3) the leadership of the school principal because of the lack of communication between teachers and the school principal, 4) training: continuing education because the orientation to continue education is not to improve competence, 5) professional competence: doing teaching/learning since in doing it the teachers are pressured with the curriculum target, 6) training: internship program since almost all teachers have never done an internship, and 7) training: seminar in the effort to increase education quality since the orientation of the teachers in attending seminars is only for formality.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2011
T29824
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Khatami
"Faktor manusia merupakan faktor yang berkontribusi besar terhadap terjadinya kecelakaan kerja dimana 88% kecelakaan kerja di industri terjadi karena tindakan tidak aman dari manusia (Ramli, 2019). Karena hal tersebut, untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan tentang manusia salah satunya adalah dengan membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) (Ramli, 2019). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan formal dimana pada proses pembelajaran siswa SMK tidak hanya dituntut untuk memahami suatu konsep atau teori namun juga harus bisa mempraktikan teori yang telah diajarkan. Adanya interaksi langsung antara siswa dengan peralatan atau mesin produksi dapat berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja sehingga K3 menjadi isu yang penting (Monisa, 2016). Penelitian ini dilakukan di 5 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bogor untuk mencari gambaran awal budaya K3 di SMK Kabupaten Bogor berdasarkan tiga dimensi yaitu dimensi manusia, dimensi organisasi, dan dimensi teknologi. Dalam penelitian ini tidak dilakukan pengurutan atau penentuan tingkatan budaya K3 di SMK yang kurang baik hingga baik, melainkan hanya menggambarkan kondisi awal budaya K3 di SMK berdasarkan dimensi manusia, dimensi teknologi, dan dimensi organisasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain studi campuran atau mixed method. Sumber data berasal data primer yang didapatkan menggunakan kuesioner kepada guru, tenaga kependidikan dan siswa SMK di Kabupaten Bogor, wawancara mendalam kepada guru SMK dan observasi ke sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan dari lima SMK di Kabupaten Bogor yang diteliti terdapat satu SMK dengan budaya K3 yang paling baik, dua SMK dengan budaya K3 yang cukup baik, dan dua SMK dengan budaya K3 yang kurang baik. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa budaya K3 dari kelima SMK bervariasi.

Human factors are a major contributing factor to workplace accidents, with 88% of industrial accidents occurring due to unsafe actions by individuals (Ramli, 2019). To prevent workplace accidents, various approaches to understanding human behavior, such as building a safety and occupational health (OSH) culture, can be implemented (Ramli, 2019). Vocational High Schools or in bahasa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) are formal educational institutions where students are not only required to understand concepts or theories but also to apply them practically. The direct interaction between students and equipment or production machinery can potentially lead to work accidents or occupational diseases, making OSH an important issue (Monisa, 2016). This study was conducted in five Vocational High Schools in Bogor Regency to provide an initial overview of the OSH culture in SMK Bogor Regency based on three dimensions: the human dimension, the organizational dimension, and the technological dimension. The study did not rank or determine the level of OSH culture in SMK from poor to good; instead, it only described the initial conditions of the OSH culture in SMK based on the human, technological, and organizational dimensions. The research design used a mixed-method approach, combining primary data from questionnaires distributed to teachers, educational staff, and SMK students in Bogor Regency, in-depth interviews with SMK teachers, and observations conducted at the schools. The results of this study show that out of the five SMKs investigated in Bogor Regency, one SMK has the best OSH culture, two SMKs have a moderately good OSH culture, and two SMKs have a poor OSH culture. These findings indicate that the OSH culture varies among the five SMKs."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Barid Fauziah
"Kualitas pendidikan salah satunya ditentukan oleh guru. kompetensi profesional guru di kabupaten Karanganyar belum optimal ditunjukkan dengan hasil uji kompetensi guru dibawah standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi guru tentang supervisi akademik kepala sekolah dengan kompetensi profesional guru SD dikabupaten Karanganyar. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Dimana data diperoleh dengan study dokumen dan kuisener. Populasi adalah guru SD dikabupaten karanganyar yang diambil sampel sebanyak 196 guru di 5 UPT. Kemudian data diolah dengan menggunakan analisa korelasi.
Hasil analisa menunjukkan bahwa persepsi guru tentang supervisi akademik berhubungan dengan kompetensi profesional guru ditunjukkan t hitung > t tabel, dengan koefisien korelasi sebesar 0,371. Begitu juga tiap dimensi variabel supervisi akademik berhubungan signifikan dengan dimensi variabel kompetensi profesional guru. Kesimpulan bahwa supervisi akademik kepala sekolah berhubungan secara signifikan dengan kompetensi profesional guru. untuk itu saran yang diajukan Kepada a) Dikpora setempat, untuk membuat kebijakan yang lebih tegas dalam menekankan kegiatan supervisi akademik kepala sekolah terhadap guru, b) kepala sekolah untuk mengintensifkan pelaksanaan supervisi akademik, c) guru untuk tidak ragu berbagi dengan rekan sejawat maupun kepala sekolah bila menghadapi permasalaham pembelajaran.

The quality of education one of which is determined by the teacher. The professional competence of teachers in the district of Karanganyar has not been optimal. It is shown from the results of under standarize teacher competency test. The purpose of this research was to know the correlation between teachers' perceptions of academic supervision with professional competence of elementary teachers in the District of Karanganyar. This research is a survey study with quantitative approach. The data obtained by the study of documents and questionnaires. Population is the elementary teachers in district of Karanganyar, the sample is taken on 196 teachers in 5 UPT. Then the data were processed using correlation analysis.
The result of analysis shows that teachers' perceptions about academic supervision correlated with the professional competence of teachers is shown t count > t table, with a correlation coefficient of 0.371. Furthermore, each of variable dimensions of academic supervision significantly relates with dimensional variables of teacher professional competency. The conclusion is that the principal academic supervision has a significant corelation to teachers' professional competence. The suggestions put forward to a) Dikpora, to make a more assertive policy in emphasizing activities academic supervision principal to the teachers, b) the principal, to intensify the implementation of academic supervision, c) teachers, to not hesitate to share with colleagues and principals when they faced learning problems.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
T35027
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>