Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 139932 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
S6984
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aully Grashinta
"ABSTRAK
Dunia pendidikan selalu mengalami perubahan, baik dalam hal teoritis
maupun praktis. Beberapa tahun terakhir di Indonesia, muncul beberapa sekolah
alternatif yang menawarkan metode pembelajaran yang berbeda dengan sekolah
konvensional pada umumnya. Sekoiah-sekolah ini berusaha merubah pendekatan
pengajaran ke arah perbaikan. Salah satu teori yang menjadi acuan adalah teori
mulrzple intelligence dari Gardner (1983). Salah satu sekolah yang menerapkan
metode ini adalah Sekolah Citra Alam. Untuk melihat seberapa jauh penerapan
suatu metode pengajaran dapat dilakukan evaluasi pada beberapa komponen
pendidikan berdasarkan teori yang mendasarinya.
Dari evaluasi didapatkan hasil bahwa dalam menyampaikan materi ajar
Matematika dan Bahasa Indonesia di kelas III yang berdasarkan pada Kurikulum
Diknas serta materi ajar Seni, pengajar telah mengakomodasi berkembangnya
berbagai aspek kecerdasan dan siswa dengan melakukan metode-metode
pengajaran yang sesuai dengan teori multiple inrelligence. Mengingat pendidikan
merupakan suatu proses yang kontinyu maka hasil dari metode pengajaran ini
tidak serta merta dapat terlihat pada diri siswa saat ini, namun akan berkembang
sejalan dengan interaksi siswa dengan lingkungannya di masa datang. Mengingat
penerapan teori multiple intelligence memang tidak mudah dilakukan, ada
baiknya pihak sekolah memberikan pelatihan mengenai penerapan teori ini,
sehingga para pengajar mendapat pemahaman yang Iebih komprehensif dan
mampu menerapkannya baik secala tertulis dalam rencana pengajaran maupun
dalam praktek kegiatan pembelajaran."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2005
T38234
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rima Andriani Sari
"This study focuses on evaluating vocabulary in textbook for elementary school students. It aims to answer three questions about the vocabulary: First, how far does the vocabulary in the textbook cover the vocabulary in General Service List of English Words (GSL), a word list suggested for beginners of English? Second, is the frequency of the vocabulary in the textbook suitable with the theory about it in teaching vocabulary? Third, are the written input of the exercises in the textbook parallel to the theory of teaching vocabulary?
Data were collected from the vocabularies and the written input in the textbook Get Ready for Beginners, published by Erlangga in 1996. This book is a textbook for elementary school students. Other data were collected from the words in the GSL word list.
Data were analysed in three ways. First, the vocabulary in the textbook and in GSL were compared and analysed by using two computer programs. The first program, Rimal.BAS, was used to gain the comparison between the vocabulary in the textbook and GSL. The second program, Rima2.BAS, was used to see the context of the vocabulary. With this program, the writer can sort out any ambiguous words. Second, by using program Rimal.BAS, the frequency of each word was counted and described. The vocabulary in the textbook were categorized into words with frequency>6 and words with frequency <6. Third, the written input in the textbook was identified and sorted.
This research produces description as follows: the vocabulary in the textbook covers 80,135% of the vocabulary in the GSL; in analysing the frequency, the writer found out that 86,90% of the whole words in the textbook. occur more than 6 times, but only 76,469% of the words covered in GSL occur the same; The written input in the textbook covers 87,20% of the theory about teaching vocabulary and about 91% of the written input suit to the goal of the lesson unit. However, about 37,93% of the dialogues in the textbook do not meet the requirements of good dialogues.
The writer suggests some revisions of the book. First, the writer of the book should add more occurrences of the words with high frequency as suggested by GSL. Second, there should be less number of names of people in the textbook and a story making of the characters to make this book interesting. Third, there should be a revision of some of the written input, especially dialog. Most of the dialogues are not good.
In spite of the fact that the textbook Get ready for Beginners fulfils the requirements needed about selecting vocabulary and the frequency of the words, dealing with the designing of the written input of the vocabulary, the writer strongly suggests revisions of the textbook."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
T20457
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Moh. Asmuni
"ABSTRAK
Penelitian 1ni dilandasi pemikiran bahwa proses
pengajaran merupakan tahapan panting dari seluruh kegiatan
pendidikan di sakolah. Pengalaman yang diperoleh siswa
selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah sangat membekas pada diri siswa. Keadaan tersebut dapat dilihat pada perubahan kognitif, keterampilan maupun sikapnya.
Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak pengajaran
pendekatan CBSA pada kemandirian, kreativitas dan prestasi
belajar siswa. Peneliti melakukan pembandingan antara
sekolah dasar negeri yang menyelenggarakan pengajaran
pendekatan CBSA baik dengan sekolah dasar negeri yang
menyelenggarakan pengajaran pendekatan CBSA kurang baik.
Hasil studi perbandingan tersebut menemukan adanya perbedaan
pada kemandirian, kreativitas dan prestasi belajar siswa
sebagai dampak dari proses pangajaran pendekatan CBSA yang
diikutinya. Sasaran penelitian ini adalah guru dan siswa
kelas V sekolah dasar negeri di Kota Administratif Mataram, catur wulan ke 3, tahun ajaran 1990/1991. Mengapa penelitian ini dilakukan di tingkat sekolah dasar? Alasan penulis adalah (1) Sekolah dasar merupakan dasar pendidikan atau sebagai fondasi pendidikan tingkat berikutnya dengan diketahui kelebihan atau kekurangan proses pengajaran yang
dipraktekkan di sekolah dasar kita dapat mengambil manfaat
untuk membuat rencana proses pengembangan atau penyempurnaan
pelaksanaan pengajaran di tingkat sekolah dasar tersebut.
(2) Sekolah dasar negeri di Kota Administratif Mataram
marupakan sekolah dasar replikasi pengajaran pendekatan CBSA
pertama setelah sekolah dasar uji coba di Kabupaten Cianjur.
Sejak replikasi tahun 1985 sampai sekarang belum pernah
diadakan penelitian secara sistematis untuk melihat dampak
prgses pengajaran tersebut pada perubahan kemandirian,
kreatlvitas maupun prestasi belajar siswa, karena itu
paneliti tertarik untuk meneliti masalah ini.
Berdasarkan kajian teori diajukan lima hipotesis untuk
diuji kebenarannya dengan data empiris yang diperoleh dari
lapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa:
1. Tingkat kemandirian kalompok siswa yang diajar Qieh guru
yang menerapkan pengajaran pendekatan CBSA baik lebih
tinggi dibandingkan dengan tingkat kemandirian kelompok
Siswa yang diajar oleh guru yang menerapkan pengajaran
pendekatan CBSA kurang baik.
2. Kreativitas kelompok siswa yang diajar oleh guru yang
manerapkan pengajaran pendekatan CBSA baik lebih tinggi
dibandingkan dengan kreativitas kelompok Siswa yang
diajar oleh guru yang menerapkan pengajaran pendekatan
CBSA kurang baik.
3. Prestasi belajar kelompok siswa yang diajar oleh guru
yang menarapkan pengajaran pendekatan CBSA baik lebih
tinggi dibandingkan prestasi belajar kelompok siswa yang
diajar oleh guru yang menerapkan pengajaran pendekatan
CBSA`kurang baik.
4. Korelasi antara kemandirian dengan kreativitas siswa
signifikan positif.
5. Korelasi antara kreativitas dengan prestasi belajar siswa
signifikan positif.
Berdasarkan hasil temuan tersebut di atas diajukan
beberapa saran: 1) Guru perlu mamberi kesempatan kepada
siswa untuk berpartisipasi lebih banyak dalam aktivitas
perencanaan program pengajaran dan proses helajar-mengajar
di kelas. 2) Guru perlu merumuskan tujuan pengajaran yang
lebih bervariasi (tidak hanya sampai tujuan kognitif tingkat
pengetahuan - tetapi yang lebih tinggi dari itu - sintesis,
analisis atau bahkan sampai evaluasi) dan sekaligus menyusun
alat evaluasinya untuk keperluan mengukur tercapai atau
tidak tercapainya tinjuan pengajaran tersebut. 3) Perlu
penelitian lebih lanjut dengan mengambil sampel lebih banyak
dan dengan menggunakan metoda pengumpulan data yang lebih
bervariasi agar hasilnya lebih bagus. 4) Pengambil kebijakan
pendidikan dasar di Nusa Tenggara Barat dapat memanfaatkan
hasil penelitian ini untuk keperluan penyempurnaan proses
pengajaran pendekatan CBSA di sekolah dasar."
Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1992
T38130
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hasibuan, J.J.
Bandung: Ramaja Karya, 1988
371.102 HAS p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Andreas Irwan Susanto Gani
"Dalam menyongsong era teknologi seperti saat ini, seseorang perlu untuk belajar setiap saat, kapan pun juga. Para profesional memerlukan pengetahuan baru dan keahlian seiring dengan langkah cepat perubahan dalam dunia kita. Hal ini dimungkinkan dengan adanya kolaborasi antara teknologi dan koneksi ke World Wide Web. Perkembangan ini semakin cepat dengan berkembangnya kemampuan untuk menghasilkan dan mendistribusikan Digital Content, untuk mengajar dan memberikan fasilitas pengajaran dan diskusi secara On-line, dan untuk bekelja dalam kelompok yang tersebar. Semua faktor tersebut dapat menciptakan suatu kondisi pengaJaran yang kokoh dan pendidikan yang dihadirkan secara On-line.
Thesis ini akan membahas penerapan collaborative learning dalam proses pengajaran. Pembahasan akan dimulai dari komponen-komponen pendukung kolaborasi, serta perangkat lunak pendukungnya. Model yang ditawarkan akan diarahkan kepada solusi yang dapat memberikan pengajaran yang mendukung kolaborasi secara menyeluruh. Di Indonesia sendiri model ini masih harus mempertimbangkan faktor infrastruktur jaringan yang ada.

In technology era like this time being, people need to learn in anytime and anywhere. Professionals need new knowledge and skill along with technology change in our world. It could be happened with colaboration between technology and World Wide Web connection. This pace becomes faster since there is capability to deliver and distribute Digital Content, to teach and deliver pedadogical facility, and have an on-line discusion, and to work in team. All of those factor above could create a condition for a strong and good quality of online learning.
This Thesis will discuss about collaborative learning in learning proses. First, it will discuss about collaboration component and the software. The model that being proposed will give a solution for an integrated collaboration. In Indonesia, it still have to consider the network infrastucture.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2001
T40414
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizki Washarti Siregar
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang proses
pembelajaran di Sekolah Dasar di Brisbane, Australia. Antara masyarakat Indonesia dan
masyarakat Barat terdapat banyak perbedaan. Contohnya, masyarakat Barat, termasuk
Australia dididik untuk berpikir mandiri dan kritis, sedangkan masyarakat Timur,
termasuk Indonesia tidak dibiasakan untuk mengemukakan pendapatnya di dalam kelas.
Perbedaan ini disebabkan oleh faktor kultur dan pendidikan yang berbeda. Karena faktor
kultur mencakup hal-hal yang cukup luas, maka skripsi ini hanya akan meneliti faktor
pendidikan. Penelitian ini akan membahas faktor-faktor yang terkait dalam proses
pembelajaran seperti kurikulum, metode pengajaran, cara evaluasi dan pengelolaan
kelas. Kurikulum adalah perencanaan untuk belajar, yang disusun agar siswa memiliki
serangkaian pengalaman yang berurutan dengan tujuan supaya siswa dapat lebih disiplin
dalam berpikir dan bertindak (Mclnemey & Mclnemey, 1998). Metode pengajaran
adalah pengulangan dari bentuk tingkah laku guru yang bisa diterapkan ke berbagai
macam mata pelajaran (Gage & Berliner, 1991). Metode pengajaran yang digunakan
dalam skripsi ini meliputi metode-metode pengajaran oleh Gage dan Berliner (1991)
serta Barry dan King (1998). Evaluasi siswa adalah pengujian dari pekeijaan siswa yang
dilakukan di sekolah (Slavin, 1991). Tujuan dari pengaturan kelas adalah untuk
mempertahankan lingkungan belajar yang positif dan produktif (Woolfolk, 1998).
Apabila diperoleh gambaran proses pembelajaran di Australia, maka diharapkan metode
yang sama dapat diterapkan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada seorang guru kelas dua Sekolah Dasar Rainworth,
Bardon, Brisbane, Australia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Metode pengumpulan data yang dilakukan
adalah wawancara dan mengajukan pertanyaan melalui e-mail. Proses pengumpulan data
dilanjutkan dengan analisa data. Proses analisa data ini menggunakan metode-metode
pengajaran dari Gage dan Berliner serta teori pendidikan adaptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek guru menggunakan kurikulum
pemerintah yang dapat dimodifikasi oleh guru. Secara umum, metode pengajaran yang
dilakukan oleh guru sesuai dengan metode-metode yang dikemukakan oleh Gage dan
Berliner (1991) serta Barry dan King (1998), yaitu pendekatan humanistik dan metode
adaptif. Kemudian tampak pula bahwa guru menggunakan evaluasi formal dan informal
untuk mengetahui kemampuan orang tuanya. Selain itu, ia merasa memiliki hubungan
yang baik dengan murid-muridnya serta orang tua mereka.
Pada penelitian di masa yang akan datang, peneliti sebaiknya memiliki waktu
yang memadai sehingga dapat melakukan observasi-observasi dan wawancarawawancara
lanjutan. Selain itu, disarankan agar menggunakan subyek yang lebih banyak
di penelitian yang akan datang. Salah satu saran lain untuk penelitian lanjutan adalah
penggunaan gabungan dari metode kualitatif dan kuantitatif agar mendapatkan data yang
lebih kaya. Melakukan perbandingan, misalkan membandingkan proses pembelajaran di
Australia dengan di Indonesia, juga adalah salah satu hal menarik yang dapat dilakukan
peneliti selanjutnya."
2005
S3387
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
"Manipulative materials is one of equipment that can be used for teaching mathematics concept to students at elementary schools. Hopefully the students have the skill to compute mathematics by fun. This research used to teach concept of addition and subtraction in grade five at public. Elementary Schools in Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi. For collecting data, the respondents were given a test after learning the subject matter. The data processing was used the hypotesis test o mean of population by using software Minitab. Based on the data analysis this experiment show that (p<0,05) which means the difference of result of the test was significant. It concluded that the result of test of experiment group is better that control class."
2006
370 JPUNP 29:1 (2006)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Susilowati
"Pengembangan perumahan tidak akan terlepas dari pengembangan fasilitas yang akan memenuhi tiga kebutuhan pokok konsumen perumahan yaitu tempat belanja kebutuhan sehari-hari, tempat ibadah dan sekolah. Bagi konsumen perumahan, terutama keluarga muda atau keluarga yang memiliki anak usia sekolah dasar, pemilihan lokasi perumahan akan mempertimbangkan keberadaan sekolah dasar di lingkungan perumahan dan sekitarnya. Kondisi ini terjadi karena kemampuan jangkauan anak usia sekolah dasar masih relatif rendah atau tidak jauh dari tempat tinggalnya. Oleh karena itu sekolah dasar yang balk diharapkan berada dalam lingkungan perumahan, apalagi Iingkungan perumahan tersebut sengaja direncanakan oleh pengembang Di Kecamatan Kelapa Gading saat ini berkembang 37 sekolah dasar yaitu 17 sekolah dasar negeri (SDN) dan 20 sekolah dasar swasta (SDS), yang jika ditinjau lebih dalam terdapat beberapa perbedaan antara SDN dan SDS yaitu perbedaan distribusi lokasi, daya tampung siswa, jenjang akreditasi dan biaya pendidikan. Perbedaan antara SDN dan SDS yang disebutkan di atas, menyebabkan persaingan antar sekolah yang akan menambah perbedaan atau variasi antar sekolah dan akan mengurangi kesamaan akses terhadap pendidikan. Di sisi lain perkembangan SDS menimbulkan beberapa penyimpangan penggunaan lahan karena pemilihan lokasi SDS yang mempertimbangkan pasar sehingga perlu memperluas jangkauan pelayanan. Konsekuensinya lokasi yang dipilih seringkali tidak sesuai dengan kriteria lokasi SD. Hal ini mendorong munculnya pertanyaan penelitian yang perlu dijawab yaitu `Bagaimana penyediaan sekolah dasar di Kecamatan Kelapa Gading?', `Apakah penyediaan sekolah dasar sesuai dengan kebutuhan masyarakat (efektif)?', dan `Bagaimana penerapan kriteria penyediaan sekolah dasar di Kecamatan Kelapa Gading?'.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut maka akan dilakukan beberapa analisis dengan beberapa metode yaitu analisis deskriptif, perbandingan, non parametrik, faktor dan keruangan. Adapun kesimpulan yang diperoleh adalah penyediaan SD 1) selaras dengan perkembangan perumahan walaupun menimbulkan kesenjangan antar SD dan penyimpangan penggunaan lahan, 2) melibatkan multistakeholder, 3) terutama SDS, didorong oleh permintaan masyarakat yang cukup tinggi terutama masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi yang tinggi, penawaran pelayanan pendidikan yang kurang memadai, keterbatasan pemerintah serta dukungan pemerintah bagi swasta untuk lebih berperan dalam penyelenggaraan pendidikan, 4) efektif atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat, 5) didasari oleh penerapan kriteria penyediaan SD mencakup perhitungan kebutuhan SD dan lingkup pelayanan SD, 6) tidak didasari oleh penerapan kriteria penyediaan SD mencakup alokasi lahan dan distribusi Iokasi, 7) terkait dengan distribusi lokasi SD, dipengaruhi oleh perkembangan perumahan, status sekolah dasar, kualitas sekolah dan penggabungan SD dengan jenjang sekolah lainnya. Kesimpulan ini diduga tidak hanya berlaku di Kecamatan Kelapa Gading, tetapi berlaku juga di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa.
Adapun rekomendasi penelitian ini adalah pemerintah harus menerapkan integrated and multi-stakeholders approach dalam penyediaan SD di Kecamatan Kelapa Gading (dan kasus lain yang serupa, mengkaji kembali kriteria penyediaan SD, membentuk format dan program kemitraan, dan pembenahan legal adminstratif penggunaan lahan dan perijinan pembangunan; pengembang harus merencanakan fasilitas perumahan yang memadai dan sesuai kebutuhan masyarakat sejak awal pengembangan perumahan dan sebagai bagian dari perencanaan pengembangan perumahan dengan mempertimbangkan rencana kota secara keseluruhan; yayasan pendidikan dan pemerintah harus mempertimbangkan berbagai hal dalam pemiiihan lokasi, dari faktor lokasi, perkembangan perumahan, status dan kualitas sekolah, penggabungan sekolah dan rencana kota secara keseluruhan; melakukan beberapa kajian lanjutan karena adanya beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, mengenai kesenjangan SDN dan SDS, keterlibatan multi-stakeholder dalam penyediaan terkait dengan format dan program kemitraan antar stakeholder, penerapan kriteria penyediaan SD dengan kasus lain dan integrasi perencanaan fasilitas dengan perencanaan kota.

Facilities development in a housing development is inevitable and shall be able to provide three basic needs of housing consumer they are shopping places for common goods, worships places and schools. Housing consumer, typically young couples or a family with primary school-age children would consider chosen a housing complex by considering the presence of primary school in the neighborhood. This consideration was based on the limited mobility of primary school-age children to go to school. In this case, parents expecting that there will be good primary school in their neighborhood, especially when the neighborhood was planned/ designed by the housing developer, In Kecamatan Kelapa Gading currently established 37 primary schools consisting of 17 public schools (Sekolah Dasar Negeri - SDN) and 20 private schools (Sekolah Dasar Swasta -- SDS). Based on further review it was found out that there are few differences between them, such as location distribution, school capacity, accreditation level and tuition fee. These differences create higher school competition that will lead to school variation and decreasing equal access to education. In the other side the development of private primary school introduced few discrepancies in the land use implementation, since the private school's location is mainly selected based on market demands and the need to increase service area. As consequences of this selection, the chosen location usually not complies with the primary school location criteria.
Above facts triggered research questions, that will be answered in this research such as "How is the provision of primary school in Kecamatan Kelapa Gading?, 'Did the primary school provision meet the consumer needs (effective)?', and 'How does the implementation of primary school provision criteria in Kecamatan Kelapa Gading?'.
To answer above questions there are few analysis will be conducted by utilizing various analysis methods such as descriptive analysis, comparative analysis, non-parametric analysis, factorial analysis and spatial analysis. The conclusions of those analysis are 1) the provision of primary school is aligned with housing development even it's caused gap among primary schools and discrepancies in the land use, 2) the provision of primary school involves multistakeholders, 3) the provision of primary school, especially private primary school, is influenced by demand of consumer whose high social economic level, inadequate education service supply, Iimitations of government and supports from government for private sector to be involved in education service production 1 provision, 4) the provision of primary school met the consumer needs, 5) the provision of primary school is based on implementation of primary school provision criteria including calculation of primary school need and primary school service area, 6) the provision of primary school isn't based on implementation of primary school provision criteria including land classification and distribution of location, 7) the provision of primary school, especially primary school location distribution, influenced by housing development, school status, school quality and combination of primary school with other school level in one location. These conclusions are assumed to be applicable not merely in Kecamatan Kelapa Gading, but in other area that have similiar condition with Kecamatan Kelapa Gading.
Recommendations from this study are government must implement integrated and multi-stakeholders approach in primary school provision especially in Kecamatan Kelapa Gading (and other similar area), review the primary school provision criteria, create partnership format and program, and improve legal administrative approach in land use and building permit sector; ensure that developer must plan housing facilities as part of housing development plan with consideration to the entire of urban plan; education institution and government must consider some factors in location selection (location factors, housing development trend, status and quality school, and urban plan); conduct various further study, due to limitation of this study, related to the gap between private - public primary school, multi-stakeholders involvement in primary school provision in regards to the partnership format and program among stakeholders, the implementation of primary school provision criteria in another case and the integration of facilities planning into urban planning."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T20232
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>