Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 200923 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Endang Partrijunianti Gularso
"ABSTRAK
Pada tahun 1981, Pemerintah membentuk Kota Administratif Depok berdasarkan Peraturan Pemerintah No.43 th 1981, dan dalam kurun waktu 18 tahun, Depok menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Pada tahun 1999 berdasarkan UU No 15, atas dasar tuntutan dan aspirasi masyarakat maka Kotif Depok diangkat menjadi Kodya Daerah Tk II Depok dan ditetapkan pada tgl 20 April 1999.Perkembangan kota Depok semakin pesat dan meluas ke wilayah-wilayah lain di sekitarnya.Pembangunan perumahan, pembangunan perkantoran, pembangunan pusat-pusat perbelanjaan, pembangunan pasar tradisional semi modern, dan bermacam-macam pembangunan pelayanan umum dilaksanakan hampir di seluruh wilayah secara bersamaan. Dengan semakin meluasnya perkembangan pembangunan di segala bidang, sudah barang tentu membutuhkan lahan untuk mengaktualisasikannya.Lahan penduduk kampung yang semula merupakan lahan pertanian, dan perkebunan buah-buahan, menjadi menyusut karena dijual untuk kepentingan tersebut.Kondisi ini berdampak pada terjadinya suatu perubahan di berbagai aspek kehidupan penduduk kampong Rawakalong yang mengaku dirinya sebagai orang Betawi di wilayah Kodya Depok. Mereka kemudian mengubah pekerjaannya semula sebagai petani, menjadi pekerjaan lain di sector informal seperti bekerja sebagai tukang ojek, srabutan, tukang bangunan, dan pemilik rumah petak yang disewakan. Pekerjaan di sector informal tidak memberikan penghasilan tetap dan tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarga, dan mereka merespons kondisi ini dengan cara adaptif dimana para suami mengijinkan isteri mereka untuk bekerja di luar rumah dengan beberapa syarat yang tidak jauh menyimpang dari kebudayaan mereka. Dan pekerjaan yang banyak dilakukan oleh para perempuan di kampung ini adalah sebagai pekerja rumahtangga. Bentuk respons lainnya terjadinya konflik antara pasangan suami dan isteri karena tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Konflik yang berkepanjangan bisa berakhir dengan suatu perceraian, dan kemudian terjadi perkawinan baru dengan perempuan lain. Oleh karena itu kawin?cerai menjadi suatu hal yang biasa terjadi di kampong ini. Untuk memperoleh data penelitian dilakukan penelitian kualitatif, terhadap beberapa orang informan yang bisa mencakup berbagai usia dan status perkawinan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan menggunakan pengalaman hidup mereka (life history method).

ABSTRACT
In 1981, the government established the Administrative Town of Depok through Government Decree No.43 of 1981, and within 18 years, Depok showed considerable development. In 1999, based upon Legislation No.15 as well as the aspirations of its citizens, the Administrative Town of Depok was elevated to the Regional Municipality of Depok on April 20, 1999. The rate of development of Depok increased and spread to the surrounding areas. The development of housing, office complexes, retail centers, semi-modern traditional markets, and other public service facilities went underway almost at once throughout the area. The increase in growth and development in every area required space. Land held by kampong residents that was previously utilized as farmland and orchards decreased in area through their sale for development projects. The impact took the form of change in many aspect of life among the people of the kampong of Rawakalong,who identify themselves as Betawi of the Municipality of Depok. The people left their farmwork for other occupations in the informal sector, such as motorcycle taxis (ojek ), construction work, and tenement leasing. Work in the informal sector does not provide a steady income, nor does it cover family needs, and their response is adaptive. Husbands allow their wives to takes jobs outside the home, under certain conditions that do not break from their cultural norms. The job must often sought by the women of the kampong is as domestic help. Another response involves conflict between spouses, due to an inability to adapt to the changes occurring . A prolonged conflict may end in divorce, which may lead to re-marriage. Thus divorce and re-marriage has become common in this kampong. Data was collected through qualitative research among informant of varying age and marital status, with observation, in-depth interviews and the use of the life-history method."
Depok: 2012
D1305
UI - Disertasi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Melati
"Lingkungan pekerjaan memberikan pengalaman dan informasi yang dapat mempengaruhi pengetahuan wanita tentang pemeriksaan pap smear. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan wanita menikah yang bekerja dan tidak bekerja tentang pemeriksaan pap smear. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional dengan quota sampling dengan jumlah sampel 96 wanita menikah bekerja dan 96 wanita menikah tidak bekerja di Kelurahan Grogol, Depok.
Hasil analisis univariat menunjukkan persentase wanita menikah bekerja yang berpengetahuan baik tentang definisi (27,1%), tujuan dan manfaat (33,3%), kriteria (9,4%), prosedur (15,6%), dan jadwal pemeriksaan (9,4%). Persentase pengetahuan wanita menikah tidak bekerja yang berpengetahuan baik tentang definisi (18,8%), tujuan dan manfaat (29,2%), kriteria (11,5%), prosedur (15,6%), dan jadwal pemeriksaan (2,1%). Berdasarkan hasil tersebut, penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan pap smear perlu ditingkatkan dan dievaluasi agar pencegahan kanker serviks dapat lebih efektif.

Work environment give experience and information that can affect women's knowledge about Pap smears. This quantitative research with descriptive design aims to describe the working and not working married women's kwowledge about Pap smear. This research used proportional and quota sampling technique which the sample were 96 working married women and 96 not working married women in Kelurahan Grogol, Depok.
The results of univariate analysis showed the percentage of working married women who have good knowledge about the definition (27,1%), the purpose and benefits (33,3%), criteria (9,4%), procedures (15,6%), and the schedule (9,4%). The percentage of not working married women who have good knowledge about the definition (18,8%), the purpose and benefits (29,2%), criteria (11,5%), procedures (15,6%), and the schedule (2,1%). Based on these results, health education about Pap smear needs to be improved and evaluated for the prevention of cervical cancer can be more effective.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43362
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
S6927
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Hamdi
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1995
S6800
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Parwitaningsih
"Kajian tentang identitas orang Betawi merupakan kajian tentang posisi orang Betawi yang merupakan hasil dari terjalinnya interaksi antara orang Betawi dan orang pendatang , yang kemudian membentuk suatu jaringan dalam masyarakat Kampung Baru. Keberadaan identitas orang Betawi merupakan suatu fenomena dimana orang Betawi melihat posisinya di Kampung Baru yang berkaitan dengan perkembangan yang telah terjadi di Kampung Baru. Dengan kondisi Jakarta yang tengah mengalami perubahan menyebabkan identitas orang Betawi yang ada dipengaruhi oleh semakin intensifnya keterlibatan pendatang dalam kehidupan orang Betawi serta perkembangan yang terjadi dimasyarakat dimana globalisasi yang melanda Jakarta mengakibatkan adanya kebangkitan lokalitas dari orang Betawi sendiri. Sehingga identitas orang Betawi itu tetap ada dan bertahan karena upaya yang dilakukan oleh orang Betawi sendiri dalam rangka untuk mempertahankan keberadaan etniknya dalam arus perubahan di Jakarta.
Beranjak dari asumsi tersebut maka kajian ini berusaha menggambarkan bagaimana bertahannya identitas orang Betawi Kampung Baru ditengah arus perubahan di Jakarta. Pertanyaan tersebut diatas akan dijawab melalui beberapa pertanyaan kecil yaitu : apa identitas orang Betawi Kampung Baru era 2000-an , bagaimana kondisi yang memunculkan identitas orang Betawi, bagaimana upaya mempertahankan identitas serta bagaimana identitas orang Betawi dapat bertahan dalam perubahan yang terjadi di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sedangkan tehnik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam dengan informan kunci seperti aparat desa dan tokoh masyarakat.
Dalam menjelaskan tentang identitas penjeiasan teoritis yang dipakai adalah teori dari Peter Berger yang melihat bahwa identitas terbentuk melalui suatu proses yang disebut dengan proses konstruksi sosial yang didalamnya melibatkan proses ekternalisasi, objektifikasi dan internalisasi. Pengertian tentang identitas mengacu pada suatu pemahaman yang keluar dari dalam diri individu yang berkaitan dengan interaksinya dengan Iingkungan diluar kelompoknya.
Pengkajian terhadap identitas orang Betawi memberikan informasi bahwa identitas orang Betawi Kampung Baru era 2000-an telah mengalami pergeseran dari pada waktu Kampung Baru masih merupakan wilayah orang Betawi dan sesudah Kampung Baru menjadi suatu komunitas yang heterogen. Identitas orang Betawi Kampung Baru adalah penguasa wilayah Kampung Baru. beragama Islam dan pe-reproduksi adat kebiasaan Betawi. Penanaman nilai-nilai betawi adalah melalui proses sosialisasi dan membentuk suatu jaringan sosial antara lain dengan cara memanfaatkan keluarga besar Betawi serta mewujudkan suatu kerjasama ekonomi antar orang Berawi yang sudah berhasil. Dengan dimilikinya identitas tersebut tujuannya adalah mengintegrasikan orang Betawi serta adanya penguasaan wilayah Jakarta oleh orang Betawi.
Tetap bertahannya identitas orang Betawi Kampung Baru ditengah arus perubahan di Jakarta pada satu sisi dikarenakan adanya tindakan rasional yang dilakukan oleh orang Belawi sendiri. Tindakan rasional tersebut mengacu pada digunakannya pertimbangan ekonomi oleh orang Betawi dalam setiap tindakannya dalam mencapai tujuannya. Pada sisi yang lain identitas orang Betawi dapat bertahan karena di gunakannya identitas tersebut sebagai perlawanan terhadap dominasi pendatang.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya identitas orang Betawi dari segi sosial telah mengalami perkembangan sesuai dengan perubahan yang dialami oleh kota Jakarta, Artinya bahwa identitas tersebut tetap memiliki makna yang sama bagi orang Betawi tetapi cara yang digunakan untuk terbentuknya identitas tersebut berbeda, dalam hal ini orang Betawi lebih menggunakan pertimbangan ekonomi sebagai landasan dalam bertindak. Dalam penelitian ini saran yang dikemukakan bahwa identitas dapat berperan negatif maupun positif tergantung bagaimana orang Betawi menggunakan identitas tersebut dalam kehidupan mereka."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
T12202
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Muthia Syafira
"Suplemen makanan merupakan produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi makanan, mengandung satu atau lebih vitamin, mineral, asam amino atau bahan lain (berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan) yang mempunnyai nilai gizi dan atau efek fisiologis dalam jumlah terkonsentrasi. Suplemen makanan dapat berupa produk padat meliputi tablet, tablet hisap, tablet efervesen, tablet kunyah, serbuk, kapsul lunak, granula, pastiles, atau produk cair berupa tetes, sirup, larutan.”
“Di zaman era globalisasi persaingan bisnis menjadi semakin ketat. Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat perusahaan harus mampu untuk mengantisipasi persaingan agar dapat terus bertahan. Kondisi ini juga terjadi di industri farmasi, tidak
dipungkiri dunia kesehatan di Indonesia semakin berkembang. Berbicara mengenai industri farmasi tidak terlepas dari kesehatan masyarakat di Indonesia. Kesehatan menjadi hal yang terpenting dalam kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan zaman, produk-produk kesehatan juga semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Perusahaan harus dapat untuk membujuk konsumen supaya bersedia untuk membeli produk. ialah Keputusan pembelian adalah keputusan yang dibuat untuk membeli barang atau jasa dari suatu perusahaan (Prahastika dan Wahyuni, 2018)”
Jumlah suplemen yang kian beragam menuntut Apotek untuk dapat terus mencari tahu mengenai evidence base pada setiap keputusan penggunaan suplemen tersebut yag diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasie atupunmenjadi terapi obat komplementer. Sehingga perlu dilakukannya review efikasi, keamanan dan manfaat biaya dalam suplemen erta studi kasus pasien di apotek.

Food supplement is a product intended to supplement the nutritional needs of food, containing one or more vitamins, minerals, amino acids or other ingredients (of plant or non-plant origin) that have nutritional value and/or physiological effects in concentrated amounts. Food supplements can be in the form of solid products including tablets, lozenges, effervescent tablets, chewable tablets, powders, soft capsules, granules, pastilles, or liquid products in the form of drops, syrups, solutions.
"In the era of globalization, business competition is becoming increasingly stringent. Business competition is getting tougher, companies must be able to anticipate competition in order to survive. This condition also occurs in the pharmaceutical industry, no
It is undeniable that the world of health in Indonesia is growing. Talking about the pharmaceutical industry is inseparable from public health in Indonesia. Health is the most important thing in human life. Along with the times, health products are also increasingly needed by the community. Companies must be able to persuade consumers to be willing to buy products. namely Purchase decisions are decisions made to buy goods or services from a company (Prahastika and Wahyuni, 2018)”
The number of supplements that are increasingly diverse requires pharmacies to be able to continue to find out about the evidence base for each decision to use these supplements which are expected to help improve the patient's quality of life or become complementary drug therapy. So it is necessary to review the efficacy, safety and cost benefits of supplements as well as case studies of patients in pharmacies.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>