Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 191896 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ainul Rochman
"Sistem distribusi AC telah lama dipilih sebagai sistem distribusi yang handal karena mempunyai kelebihan dalam hal konversi tegangan. Namun demikian, penerapan sistem AC ini menyebabkan perlunya penggunaan konverter AC-DC pada setiap beban DC baik pada rumah tangga, fasilitas komersial, maupun perkantoran. Penggunaan konverter AC-DC ini menimbulkan adanya rugi-rugi konversi dimana rugi-rugi konversi ini dapat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan beban-beban DC. Skripsi ini membahas tentang perbandingan jatuh tegangan dan rugi daya pada sistem AC dan DC serta membahas tentang rugi-rugi konversi yang ada pada konverter AC-DC dari laptop dan ponsel. Selain itu, juga dipaparkan beberapa topologi sistem DC pada rumah tangga yang dapat menjadi alternatif untuk permasalahan rugi-rugi konversi yang ada pada sistem AC. Dari hasil pengukuran, pada AC Adapter laptop yang diuji, didapatkan bahwa konverter AC-DC ini memiliki rugi-rugi 1 W hingga 5 W dengan efisiensi rata-rata 94 %. Sedangkan pada AC Adapter ponsel yang diuji, rugi-rugi konversi rata-rata yang dihasilkan 0,6 W dengan efisiensi rata-rata 78 %.

AC system has been chosen as a reliable distribution system due to advantages in terms of voltage conversion. However, the AC system application led to the need for the use of AC-DC converters on each DC load on the residential, commercial facilities, and offices. The use of AC-DC converters led to the conversion losses where it can be increased along with increased use of DC loads. This paper discusses comparison of voltage drop and power losses between AC and DC systems and also discusses conversion losses that exist in the AC-DC converters of DC loads, especially in AC Adapter of laptops and mobile phones. Moreover, some of DC system topologies for the household that may be alternative solutions due to the conversion losses problem in existing AC system are also discussed. From the measurement results, it was found that conversion losses of AC Adapter of laptop 1 W up to 5 W with an average efficiency of 94 %. While in AC Adapter of mobile phones tested 0,6 W with an average efficiency of 78%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42314
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aditya Kurniawan
"Riset-riset tentang energi terbarukan saat ini semakin lama semakin berkembang. Hal ini membuat adanya sistem Jaringan Listrik Mikro (JLM) semakin terasa cocok untuk menjadi solusi. JLM terbagi dalam dua katagori yaitu jaringan listrik mikro arus bolak-balik dan jaringan listrik mikro arus searah. Perkembangan jenis beban dalam rumah tangga seperti, komputer, lampu hemat energi, lampu led, dan peralatan elektronika lain membuat jaringan listrik mikro arus searah mudah di terapkan. Konvertor penaik tegangan merupakan peralatan yang penting dalam sistem jaringan listrik mikro arus searah. Konvertor berfungsi sebagai penaik tegangan dari sumber energi terbarukan ke jaringan listrik mikro. Konvertor yang digunakan dalam jaringan listrik mikro arus searah biasanya dibuat khusus sesuai dengan karakteristik jaringan, yang meliputi parameter tegangan dan daya yang dibutuhkan, sehingga desain peralatan ini membutuhkan waktu yang panjang dan biaya yang mahal.
Dalam penelitian ini akan dijabarkan bagaimana merancang suatu konvertor penaik tegangan agar menghasilkan performa yang andal dari konvertor tersebut. Lalu akan digunakan invertor sebagai konvertor penaik tegangan yang penerapannya akan lebih efisien, karena peralatan ini sudah tersedia di pasaran sehingga mudah diterapkan. Invertor yang digunakan pada penelitian ini jenis invertor merk Augen dengan spesifikasi input 12 Vdc, output 220-240 V, output daya 600 VA. Konvertor ini menghasilkan penaik tegangan dari 12 Vdc ke 253 Vdc, dengan gelombang riak yang dihasilkan sangat kecil sehingga kualitas dayanya sangat baik.

Research on renewable energy is currently more developed. This makes the microgrids system is increasingly felt right to be a solution. Microgrids is divided into two categories, AC microgrids and DC microgrids. Development of the type of load in such household, computer, energy saving lamps, LED lamps, and other electronic equipment make DC microgrids easily applied. Boost converter is an essential piece of equipment in the DC microgrids system. Converter serves as a booster of voltage from renewable energy sources into the microgrids. Converters are used in DC microgrids usually tailor made to suit the characteristics of the network, which includes the parameters of voltage and power needed, so the design of this equipment requires a lengthy and expensive.
In this study we will clarify how to design a boost converter to produce reliable performance of these converters. Then be used invertor as a boost converter application would be more efficient, because the equipment is already available on the market so easily applied. Inverter used in this study with the type of inverter brand Augen with 12 Vdc input, output is 220-240 V, output power of 600 VA. This converter generates a booster voltage of 12 Vdc to 253 Vdc, with the resulting ripple waves are so small that its quality is very good.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42848
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yulian Budi Saputra
"Gedung X adalah sebuah gedung Apartemen yang berlokasi dalam sebuah komplek mixed used yang terdiri dari 2 tahap pembangunan. Apartemen X telah serah terima kunci kepada pemilik pada tahun 2023. Seiring dengan beroperasinya Gedung Apartemen X banyak keluhan yang disampaikan oleh para pemilik unit kepada Manajemen Gedung terutama terkait dengan instalasi Mekanikal Elektrikal dan Plambing. Tujuan dari laporan ini adalah mengetahui penyebab terjadinya kerusakan instalasi Mekanikal Elektrikal dan Plambing dalam gedung Apartemen X. Fault Tree Analysis digunakan untuk mengevaluasi masing-masing kerusakan. Dari analisis yang dilakukan kerusakan yang paling banyak terjadi adalah kebocoran pipa plambing dan sanitary, MCB trip, dan juga fan mekanik yang tidak dapat beroperasi. Penyebab utama kerusakan yang terjadi karena kurang baiknya pekerjaan instalasi di saat periode konstruksi proyek dan juga kurangnya pengawasan selama periode kontruksi. laporan ini diharapkan dapat dijadikan sebuah referensi bagi pelaku konstruksi bangunan dalam meningkatkan baku mutu dan hasil pekerjaan yang baik dan sesuai standard.

Building X is an apartment building located within a mixed-use complex consisting of 2 phases of development. Apartment X was handed over to the owners in 2023. With the operation of Building X, many complaints have been raised by unit owners to the Building Management, especially concerning Mechanical, Electrical, and Plumbing installations. The purpose of this report is to identify the causes of damage to the Mechanical, Electrical, and Plumbing installations in Building X. Fault Tree Analysis is used to evaluate each damage. From the analysis conducted, the most common damages are plumbing and sanitary pipe leaks, MCB trips, and mechanical fans that fail to operate. The main causes of these damages are poor installation work during the project construction period and lack of supervision during the construction period. This report is expected to serve as a reference for building construction practitioners to improve quality standards and achieve good and standardized results.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yulian Budi Saputra
"Gedung X adalah sebuah gedung Apartemen yang berlokasi dalam sebuah komplek mixed used yang terdiri dari 2 tahap pembangunan. Apartemen X telah serah terima kunci kepada pemilik pada tahun 2023. Seiring dengan beroperasinya Gedung Apartemen X banyak keluhan yang disampaikan oleh para pemilik unit kepada Manajemen Gedung terutama terkait dengan instalasi Mekanikal Elektrikal dan Plambing. Tujuan dari laporan ini adalah mengetahui penyebab terjadinya kerusakan instalasi Mekanikal Elektrikal dan Plambing dalam gedung Apartemen X. Fault Tree Analysis digunakan untuk mengevaluasi masing-masing kerusakan. Dari analisis yang dilakukan kerusakan yang paling banyak terjadi adalah kebocoran pipa plambing dan sanitary, MCB trip, dan juga fan mekanik yang tidak dapat beroperasi. Penyebab utama kerusakan yang terjadi karena kurang baiknya pekerjaan instalasi di saat periode konstruksi proyek dan juga kurangnya pengawasan selama periode kontruksi. laporan ini diharapkan dapat dijadikan sebuah referensi bagi pelaku konstruksi bangunan dalam meningkatkan baku mutu dan hasil pekerjaan yang baik dan sesuai standard.

Building X is an apartment building located within a mixed-use complex consisting of 2 phases of development. Apartment X was handed over to the owners in 2023. With the operation of Building X, many complaints have been raised by unit owners to the Building Management, especially concerning Mechanical, Electrical, and Plumbing installations. The purpose of this report is to identify the causes of damage to the Mechanical, Electrical, and Plumbing installations in Building X. Fault Tree Analysis is used to evaluate each damage. From the analysis conducted, the most common damages are plumbing and sanitary pipe leaks, MCB trips, and mechanical fans that fail to operate. The main causes of these damages are poor installation work during the project construction period and lack of supervision during the construction period. This report is expected to serve as a reference for building construction practitioners to improve quality standards and achieve good and standardized results.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Kurniadi Ramadhan
"Gangguan dalam menghasilkan sistem tenaga listrik dapat menyebabkan ketidakstabilan tegangan pada sistem beban. Ketidakstabilan tegangan dalam sistem menyebabkan sistem beroperasi secara tidak normal yang menyebabkan keruntuhan tegangan atau pemadaman total di seluruh sistem. Makalah ini membahas analisis stabilitas tegangan statis dan dinamis dari Sistem Tenaga Senayan-Sambas dengan menggunakan perangkat lunak ETAP12.6.0 untuk simulasi aliran beban dan simulasi analisis sementara. Perubahan pengaruh persentase beban dan catu daya reaktif dari tegangan sistem akan diamati menggunakan analisis statis. Skema pelepasan beban dengan relai di bawah tegangan dan kompensator daya reaktif dalam beban, yang akan dilindungi ketika terjadi gangguan masif pada generator, akan digunakan sebagai sistem. Skema pelepasan beban disampaikan untuk mengembalikan dan menstabilkan tegangan sistem. Skema tersebut kemudian akan menjatuhkan beberapa beban prioritas tinggi dari sistem. 15 MVA atau 12,32% dari seluruh beban akan dihemat untuk mencegah beban dari tersandung kompensator daya reaktif yang digunakan dengan 30 capasitive rating MVAR.

Interference in generating electric power systems can cause voltage instability in the load system. Voltage instability in the system causes the system to operate abnormally which causes a voltage collapse or a total blackout throughout the system. This paper discusses the static and dynamic stress stability analysis of the Senayan-Sambas Power System using ETAP12.6.0 software for load flow simulations and transient analysis simulations. Changes in the effect of the percentage load and reactive power supply of the system voltage will be observed using static analysis. A load release scheme with a relay under voltage and a reactive power compensator in the load, which will be protected when there is massive interference with the generator, will be used as a system. The load release scheme is delivered to restore and stabilize the system voltage. The scheme will then drop some high priority loads from the system. 15 MVA or 12.32% of the total load will be saved to prevent the load from tripping over the reactive power compensator used with 30 MVAR rating capacities."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Purnomo
"Saat ini beban – beban elektronika seperti lampu hemat energi (LHE), handphone, laptop, komputer dan lain-lain, telah menggunakan teknologi Switched Mode Power Supply (SMPS) pada rangkaian catu dayanya untuk mengkonversi tegangan AC menjadi DC. Sehingga muncul peluang DC mikrogrid agar dapat dimanfaatkan pada beban - beban tersebut dengan cara mencari nilai tegangan DC yang tepat untuk mensuplai beban SMPS. Salah satu caranya adalah mencari tegangan DC yang memberikan intensitas cahaya yang nilainya sama besar jika beban lampu ini diberikan suplai tegangan AC 220V dari PLN. Pada penelitian ini didapatkan tegangan DC yang tepat untuk mensuplai beban SMPS sebesar 277 VDC. Sumber tegangan DC yang tepat ini selanjutnya akan digunakan untuk mensuplai beban SMPS lainnya. Persentase selisih daya aktif (P) pada lampu LHE, handphone tipe A, handphone tipe B, laptop dan komputer saat disuplai tegangan 220 VAC dan 277VDC berturut - turut sebesar -33,25%, -65,48%, -42,89%, -10,59% dan -4,48 %. Semakin banyak jumlah beban SMPS maka selisih daya semu (S) jika dibandingkan saat disuplai tegangan 220 VAC dan 277VDC akan menjadi semakin besar dan selisih daya aktifnya (P) akan semakin kecil.

Currently, electronic loads such as energy saving lights (LHE), mobile phones, laptops, computers and the others, have used Switched Mode Power Supply (SMPS) technology on the power supply circuit to convert AC into DC voltage. It has DC microgrid opportunities which can be used to AC loads by determining the exact value of the DC voltage to supply SMPS loads. One way to do is by looking for a DC voltage which gives the same light intensity value when it is supplied by AC voltage 220V from PLN. In this experiment, the appropriate DC voltage to supply SMPS loads at 277 VDC. Then, that DC level voltage is used to supply the other SMPS loads. Percent of real power (P) difference at LHE lights, mobile phone type A, mobile phone type B, laptop and computer when supplied by AC voltage 220 V and DC voltage 277V respectively are -33,25%, -65,48%,-42,89%, -10,59% dan -4,48 %. The more of SMPS loads, apparent power (S) difference will be greater when supplied by AC than DC voltages. While, the difference of real power (P) will be decreasing.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S56269
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Pertumbuhan jaringan instalasi akibat bertambahnya peralatan listrik dan durasi
pemakaian beban listrik dapat meningkatkan nilai tahanan (R) pada penghantar yang
digunakan. Arusyang diserap oleh alat-alat listrik dan durasi yang lama meningkatkan
kadar resiko akibat rugi-rugi pada penghantar dan dapat melewati kemampuan hantar
arus (KHA). Rugi-rugi panas pada penghantar dalam waktu yang cukup lama akan
terakumulasi dan menyebabkan kerapuhan pada isolasinya.
Instalasi listrik diduga akan mengalami perubahan nilai parameter setelah digunakan untuk
penyediaan daya listrik. Perubahan parameter ini ditinjau dengan tujuan mengetahui tingkat
kelaikan pemakaian instalasi penerangan rumah tangga yang telah digunakan lebih dari 10
tahun. Terdapat empat parameter tinjauan, yaitu: tahanan isolasi, resistansi pentanahan,
penampang penghantar pada penambahan beban titik nyala dan pengaman instalasi.
Hasil analisis data menunjukkan persentase faktor kelaikan tahanan isolasi instalasi sebesar
100%, resistansi pentanahan instalasi sebesar 62,66%, penampang penghantar pada
penambahan beban titik nyala sebesar 46,66% dan pengaman instalasi (MCB) ditinjau dari
kondisi fisiknya sebesar 100%.Maka secara keseluruhan instalasi penerangan rumah Tangga
sebesar 38 % laik pakai, sedangkan 68%kurang laik pakai."
691 JDTEK 3:1 (2015)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Marliyus Sunarhati
"Pertumbuhan jaringan instalasi akibat bertambahnya peralatan listrik dan durasi
pemakaian beban listrik dapat meningkatkan nilai tahanan (R) pada penghantar yang
digunakan. Arusyang diserap oleh alat-alat listrik dan durasi yang lama meningkatkan
kadar resiko akibat rugi-rugi pada penghantar dan dapat melewati kemampuan hantar
arus (KHA). Rugi-rugi panas pada penghantar dalam waktu yang cukup lama akan
terakumulasi dan menyebabkan kerapuhan pada isolasinya.
Instalasi listrik diduga akan mengalami perubahan nilai parameter setelah digunakan untuk
penyediaan daya listrik. Perubahan parameter ini ditinjau dengan tujuan mengetahui tingkat
kelaikan pemakaian instalasi penerangan rumah tangga yang telah digunakan lebih dari 10
tahun. Terdapat empat parameter tinjauan, yaitu: tahanan isolasi, resistansi pentanahan,
penampang penghantar pada penambahan beban titik nyala dan pengaman instalasi.
Hasil analisis data menunjukkan persentase faktor kelaikan tahanan isolasi instalasi sebesar
100%, resistansi pentanahan instalasi sebesar 62,66%, penampang penghantar pada
penambahan beban titik nyala sebesar 46,66% dan pengaman instalasi (MCB) ditinjau dari
kondisi fisiknya sebesar 100%.Maka secara keseluruhan instalasi penerangan rumah Tangga
sebesar 38 % laik pakai, sedangkan 68%kurang laik pakai."
Palembang: Fakultas teknik Universitas tridinanti palembang, 2015
691 JDT 3:1 (2015)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Gultom, Yohan Binsar Hasoloan
"Skripsi ini membahas tentang UnderVoltage Load shedding pada subsistem Balaraja jaringan PT. PLN APB Jakarta & Banten. Pelepasan beban dilakukan dengan 3 metode dengan mempertimbangkan daya reaktif terbesar dan mempertimbangkan fluktuasi beban terkecil dan fluktuasi beban terbesar. Pelepasan beban dilakukan dengan tujuan menaikkan tegangan sistem sampai batas toleransi nilai yang diizinkan yaitu +5 % dan -10 % (Aturan Jaringan, 2007) dari nilai tegangan nominalnya yaitu 150 kV. Simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak DIgsilent 14.1.3. Dengan mempertimbangkan daya reaktif beban yang dilepaskan 23.56%. Dengan mempertimbangkan fluktuasi beban terkeciil beban yang dilepaskan 26.81%. Dengan mempertimbangkan fluktuasi beban terbesar beban yang dilepaskan 30.68%. Dengan ini dapat dilhat bahwa Pelepasan beban dengan mempertimbangkan daya reaktif paling optimal.

This thesis examine about Under Voltage Load Shedding in Balaraja Sub-system on PT. PLN APB Jakarta & Banten grid. Load shedding is done by 3 methods by considering the greatest reactive power , greatest load fluctuations and consider the smallest load fluctuations. Load shedding is done with the aim of raising the voltage of the system to the extent the value of the permitted tolerance +5% and -10% (Network Rules, 2007) of the value of its nominal voltage of 150 kV. Simulations done using software DIgsilent 14.1.3. In considering the reactive power load is released 23:56% of full load. By considering the load smallest fluctuation, load is released 26.81%of full load. Taking into account By considering biggest fluctuations load, load is released 30.68% of full load. It can be seen that consider reactive power in load shedding is the most optimal method.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S64612
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yoga Dwi Adityaputra
"Pada saat ini perkembangan teknologi sudah semakin canggih. Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya robot yang sudah banyak berperan dalam banyak kegiatan. Definisi robot itu sendiri merupakan suatu mesin yang dirancang untuk mempermudah pekerjaan manusia baik itu diprogram secara otomatis atau dikendalikan langsung oleh manusia. Sistem tanpa awak (Unmanned Control) pada wahana kendaraan adalah salah satu contohnya. Sistem tanpa awak ini mempunyai tujuan untuk melakukan penjelajahan di area yang mempunyai risiko tinggi dan berbahaya bagi manusia. Sistem ini banyak diterapkan baik pada wahana kendaraan darat, udara dan di atas maupun di bawah permukaan air. Wahana kendaraan dengan sistem tanpa awak yang berada di atas permukaan air disebut dengan USV (Unmanned Surface Vehicle), UAV (Unmanned Aerial Vehicle) untuk wahana kendaraan udara, dan Underwater ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk wahana kendaraan di bawah permukaan air tanpa awak. Kategori Underwater ROV yang paling banyak dikembangkan saat ini adalah kategori Mini dan General. Kedua kategori tersebut rata-rata memiliki dimensi yang cukup besar dan sulit untuk dibawa berpindah-pindah tempat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe kedua dari Micro Class Underwater ROV sebagai penginspeksi lambung kapal yang memiliki kekedapan hingga 5 meter, mampu mempertahankan posisi secara otomatis, mampu menampilkan vision dari kamera secara real time dan memiliki manuver yang baik serta harga yang terjangkau. Penelitian ini diawali dengan merancang serta merakitkomponen mekanikal dan elektrikal, merancang sistem kontrol dan pemrograman serta algoritma untuk mengontrol prototipe. Selanjutnya dilakukan pengambilan data melalui pengujian sensor, kamera dan simulasi serta analisis performanya. Prototipe ini memiliki massa total 3.2 kg dan kedap hingga kedalaman 5 meter serta dapat stabil ke posisi semula dari gerakan roll ketika diberi gangguan dalam waktu 0,297 detik dengan konstanta P sebesar -682.49, konstanta I sebesar -2501.7383, dan konstanta D sebesar -45.7323. Ketiga konstanta ini membantu operator untuk mengontrol prototipe agar mendapatkan gerakan yang lebih baik. Prototipe ini dapat menyala dengan semua sistem bekerja secara maksimal selama 5.1 menit dan mampu menyala minimal selama 34.2 menit ketika sistem dipakai sewajarnya. Prototipe ini dapat menampilkan video maupun gambar secara real time yang dapat dilihat langsung oleh operator pada GCS (Ground Control Station), akan tetapi terjadi beberapa perbedaan dalam pengiriman data video pada resolusi 120p, 240p dan 480p. Pada resolusi 120p tidak mengalami delay, 240p mengalami rata-rata delay 281 ms dan pada resolusi 480p mengalami rata-rata delay 782 ms.

ABSTRACT
At this time the development of technology has become more sophisticated. This is indicated by the many robots that have a lot to play role in many activities. The definition of the robot itself is a machine designed to facilitate human work whether it is programmed automatically or directly controlled by humans. Unmanned Control on vehicle rides are one of the example. This unmanned system aims to explore areas that have high risks and dangerous to humans. This system is widely applied both on land vehicles, air and above or below the surface of the water. Vehicle with unmanned systems that are above the surface of the water is called USV (Unmanned Surface Vehicle), UAV (Unmanned Aerial Vehicle) for air vehicle rides, and Underwater ROV (Remotely Operated Vehicle) for vehicle rides under the surface of water. The most developed Underwater ROV category today is the Mini and General categories. This twocategories on average have quite large dimensions and are difficult to move around. Therefore this study aims to make a second prototype of Micro Underwater ROV Class as inspecting the hull of the ship which has a tightness of up to 5 meters, able to maintain its position automatically, able to display vision from the camera in real time and has good maneuverability and affordable prices. This research begins by designing and assembling mechanical and electrical components, designing control and programming systems and algorithms to control prototypes. Then the data is collected through testing sensors, cameras and simulations and performance analysis. This prototype has a total mass of 3.2 kg and is impermeable to a depth of 5 meters and can be stable to its original position from the roll motion when disturbed within 0.297 seconds with a P constant -682.49, a constant of I -2501.7383, and a constant of D -45.7323. These three constants help the operator to control the prototype in order to get better movement. This prototype can be lit with all systems working optimally for 5.1 minutes and able to run for a minimum of 34.2 minutes when the system is used appropriately. This prototype can display video and images in real time that can be seen directly by the operator on the GCS (Ground Control Station), but there are some differences in sending video data at a resolution of 120p, 240p and 480p. At a resolution of 120p there was no delay, 240p had an average delay of 281 ms and at a resolution of 480p had an average delay of 782 ms.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>