Ditemukan 129180 dokumen yang sesuai dengan query
Mikhael Johanes
"Gambar telah menjadi instrumen utama yang digunakan oleh arsitek untuk bekerja. Sekarang, perkembangan teknologi dan media memberikan beragam pilihan instrumen yang dapat digunakan oleh arsitek. Peran gambar dalam proses perancangan arsitektur kemudian tampaknya bergeser akibat berkembangnya instrumen lain seperti komputer. Tulisan ini akan mencoba untuk menganalisis bagaimana gambar dan representasi bekerja dalam arsitektur dan menemukan potensi yang membuatnya masih relevan hingga saat ini. Penelusuran yang dilakukan akhirnya menunjukkan bahwa gambar tetap memiliki peran signifikan dalam proses perancangan arsitektur. Representasi yang terjadi di dalam gambar dan bagaimana perancang dapat bereksperimen melalui gambar tersebut membuatnya tetap menjadi media yang menarik bagi arsitek.
Drawings have become the main instrument used by architects to work. Developments in technology and media provide a wide selection of instruments that can be used by architects. The role of drawing in architectural design process then seems changed because the developments. This writing will try to analyze how drawings and representations work in architecture, and discover the potential aspects that make it still relevant to the present. The searches show that drawings retain a significant role in the process of architectural design. Representation that occurs in the drawings and how the designer can experiment with it make drawings still interesting to use by architects until now."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42672
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Zaimmudin Khairi
"Komunikasi memainkan peran penting dalam arsitektur untuk menyajikan ide arsitek kepada orang lain. Oleh karena itu arsitek menggunakan berbagai media seperti gambar dan model dalam mengkomunikasikan ide-idenya. Seiring dengan perkembangan teknologi, model virtual mulai mengambil peran maket dalam mengkomunikasikan ide tiga dimensi. Meskipun model virtual memiliki keuntungan dalam mewakili bangunan secara akurat, maket masih memiliki peran penting dalam komunikasi arsitektur karena hadir dalam realitas fisik.
Communication plays an important role in architecture in order to present an architect idea to others. Therefore architect uses many medias such as drawings and models in communicating his ideas. Along with technological developments, virtual models began to take maquette role in communicating three dimensional idea . Although virtual model has advantage in represent building accurately, maquette still has an important role in architectural communication because it present in physical reality."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42706
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Rafi Mentari
"Dalam tesis ini, fokus penelitian perancangan ditujukan untuk melihat arsitektur tidak hanya pada framework yang telah ada, dimana program perancangan dipahami secara fungsional dengan kondisi fisik boundary drawing terkait order fungsi. Akan tetapi, menempatkan posisi dari sudut pandang yang lain, yaitu mengarah kepada program arsitektur dengan basis teritori. Tesis ini menunjukkan bagaimana program dengan teritori sebagai basis perancangan bekerja dengan melihat dan memahami kondisi berkehidupan yang akan terbentuk didalamnya. Teritori disini terhubung dengan konteks sosial-ekonomi yang merupakan kegiatan interaksi terkait satu sama lain mengenai produksi, konsumsi, distribusi, investasi, dan perdagangan. Implementasi terkait order dimaksudkan untuk mempengaruhi cara bekerja dan cara berpikir yang mendorong pengembangan program terkait sosial-ekonomi dengan metode pendekatan keterhubungan networking. Hal ini merupakan hubungan antara sistem yang ada pada konteks yang lahir dari praktik keseharian dan pengalaman berkehidupan didalamnya. Penelitian perancangan dilakukan dengan survey lapangan dan observasi langsung terhadap studi konteks serta penelusuran studi literatur yang terkait untuk pembelajaran dan temuan lebih lanjut yang berfokus terhadap teritori.Territorial ordering program bertujuan untuk merajut program perancangan arsitektur dengan kontribusi networking dan melihat teritori sebagai salah satu basis pembentuk program dalam arsitektur. Merupakan penelitian yang berfokus pada bagaimana setiap bagian teritori diolah dan ditandai untuk mendefinisikan program yang diintervensi dalam perancangan.
In this thesis, the focus of design research is aiming to see the architectural design process not only from the existing framework, where the design program is understood functionally based on the boundary drawing related to order of function. Instead, this design research is aiming to offer another point of view about territory, which leads to an architectural program based on territorial ordering. This thesis attempts to find out how the marking of territory works by seeing and understanding the living conditions that is formed in the context. Here, territory is linked to the socio economic context which is the interaction activity about production, consumption, distribution, investment, and trade. Implementation related to order is intended to influence the way of working and way of thinking that encourages the development of socio economic related programs with networking approach. Networking is the relationship between systems that exist in the context emerged from everyday practice and lived experience which is identified by the data information from field surveys and direct observation of context along with literature study for learning further territory focused findings. Territorial ordering program aimed at developing the architectural design program with the contribution of networking approach in order to finally use the territory as a design basis. This suggests a design approach focusing on how to create a program based on territory and how to mark territory in architectural way."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
T51468
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Liebing, Ralph W.
New York: John Wiley & Sons, 1983
720.284 LIE a
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Hutari Maya Rianty
"Sejak kemunculan aplikasi photo-sharing Instagram, masyarakat terlihat semakin gemar memotret dan merekam apapun yang terjadi di sekitar mereka. Hal-hal yang dapat menjadi objek foto pun sangat beragam, mulai dari kegiatan sehari-hari sampai objek-objek yang terlihat sangat instagrammable, atau layak untuk diunggah ke Instagram karena memenuhi standar estetika tertentu. Salah satu objek yang tampaknya telah dianggap sebagai objek foto yang instagrammable adalah arsitektur. Namun, foto-foto arsitektur yang ada di Instagram hanyalah adalah representasi yang instagrammable dari sebuah arsitektur. Padahal, arsitektur tidak hanya dibentuk oleh elemen-elemen yang terlihat, tapi juga oleh aspek-aspek spasial yang tidak kasat mata.
Tulisan ini membahas bagaimana arsitektur dapat dikatakan sebagai objek foto yang instagrammable, juga sejauh apa foto arsitektur yang instagrammable dapat merepresentasikan dan menyampaikan makna dari arsitektur yang difoto. Sebuah foto yang instagrammable bisa jadi bukanlah media yang paling tepat untuk merepresentasikan arsitektur karena lebih menekankan pada estetika visual dibandingkan menyampaikan makna dari arsitektur itu sendiri.
Since Instagram launched several years ago, society seems to be more eager to take photos and record everything they do or see and share them online through the famous photo sharing application. There are a lot of things that are considered to be instagrammable photo objects. The term instagrammable is used to identify photos that are worthy enough to be posted on Instagram. Meanwhile, architecture seems to already be considered as one of those instagrammable objects. However, the architecture we see on Instagram is only the instagrammable representation of it, not the real one. Architecture is supposed to be formed not only by tangible elements, but also the intangible spatial aspects.This paper discusses how architecture is interpreted to be instagrammable, then to what extent an instagrammable architectural photograph can represent the meaning of architecture itself. An instagrammable photo, despite of having high aesthetic level, is probably not the best media to deliver architectural meanings."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Wakita, Osamu A.
New York: John Wiley & Sons, 1994
720.284 WAK p
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Walker, Theodore D.
Jakarta: Erlangga, 2000
712 WAL pt
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Switzerland : International Organizational for Standardization, 1999
604.2 INT t
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Plant, Cornel
Shanghai : Kelly & Walsh, 1936
915.122 PLA g (1)
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Berg, H. van den
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
604.2 BER m
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library