Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 171657 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Agung Pamungkas
"ABSTRAK
Serangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat memberikan dampak destruktif terhadap identitas multikulturalisme Amerika, yaitu menciptakan konflik sosial antara masyarakat mayoritas Amerika dengan kelompok Muslim dan Islam. Munculnya jaringan Islamophobia di Amerika Serikat dan media yang menyebarkan stereotip dan miskonsepi tentang Islam, serta implementasi kebijakan PATRIOT Act yang dinilai mendiskriminasi kelompok Muslim di Amerika Serikat merupakan situasi sosial-politik Amerika di era 9/11. Pada waktu yang bersamaan, muncul fenomena upaya rekonsiliasi yang diinisiasikan oleh masyarakat Amerika Serikat dengan wujud gerakan sosial dialog antar agama yang menjamur di seluruh Amerika Serikat. Tidak hanya kelompok Muslim Amerika berpartisipasi aktif dalam komunitas masyarakat, masyarakat mayoritas Amerika pun menjadi motor penggerak aksi rekonsiliasi ini. Upaya rekonsiliasi masyarakat Amerika terhadap Islam dan Muslim pasca 9/11 merupakan manifestasi dari proses penguatan identitas (revival identity) yang secara signifikan dipengaruhi oleh faktor eksternal global dan afirmas multikulturalisme.

ABSTRACT
The terrorist attack of September 11th 2001 in the United States had brought destructive impact toward the so-called American ?multiculturalism? identity. It has led to social conflict between majority, and American Muslims and Islam. The network of Islamophobia with national media is also considered to contribute in spreading stereotype and prejudice toward Islam. Civil rights activists also see that the PATRIOT Act tends to be discriminative toward the American Muslim community. However, at the same time there is phenomenon in grass roots which emphasizes reconciliation toward Islam and Muslim in the form of interfaith dialogue. Not only do American Muslims participate actively in this movement, but also is triggered by the majority of non-Muslims. It can be seen as the manifestation of revival identity which has been significantly influenced by four factors: multiculturalism without, multiculturalism within, objectivity, and inter-subjectivity."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Friedmann, Yohanan
New York: Cambridge University Press, 2003
297.569 9 FRI t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Bhutto, Benazir
"Delivered for publication just days before her assassination and intended to coincide with her long-awaited return to Pakistani politics, a stunningly clear and convincing assessment of relations"
Sydney: Poket Books, 2008
954 BHU r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Dodson, Michael
Jakarta: Australia-Indonesia Institute, 1996
307 DOD a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Abuza, Zachary
Lanham: Rowman and Littlefield, 2016
303.6 ABU f
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Tulodong, 2013
808.81 SIR r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yani Osmawati
"Hukum qisas memberikan tidak alternatif penyelesaian konflik yaitu pembalasan yang setimpal, pemaafan dan juga diyat. Sejalan dengan upaya penyelesaian konflik yang mempromosikan rekonsiliasi sebagai penyelesaian yang damai dan humanis, dilakukan penelitian yang mencoba mencari celah dalam hukum qisas untuk dapat mewujudkannya. Pembalasan yang setimpal tentu bukan alternatif yang memenuhi kriteria tersebut, namun melalui pemaafan dan diyat terdapat kemungkinan rekonsiliasi dapat terwujud diantara korban, pelaku, dan juga masyarakat. Dalam upaya penelusuran tersebut digunakan beberapa konsep yang menjadi kerangka berpikirnya yaitu rekonsiliasi dan keadilan restoratif.

Qisas has three alternative conflict resolution. The alternative are retalation, forgiveness, and bloodmoney. In line with efforts to promote reconciliation conflict resolution as peaceful and humane solution, this research trying to find loop holes in the qisas to be able to make it happen. Retaliation in kind is certainly not an alternative that meets the criteria, but through forgiveness and blood money, reconciliation is possible can be realized between the victim, offender, and community. Reconciliation, forgiveness and restorative justice are the concepts that are used to analyze this problem.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
S47399
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Raka Ihsan Ramadhan
"Konflik selalu meninggalkan luka bagi tiap individu yang mengalaminya. Tidak jarang, individu atas dasar pengalaman luka pasca konfliknya memilih balas dendam sebagai cara melampiaskan kebenciannya. Hal itu membuat konflik menjadi sesuatu yang berulang. Kehangatan kehidupan bersama pasca konflik seringkali juga terkoyak dan memerlukan upaya untuk dapat pulih kembali. Cara yang ditawarkan untuk menyudahi kebencian dan memulihkan kembali kehangatan hidup bersama pasca konflik di dalam tulisan ini adalah melalui upaya rekonsiliasi dengan perjumpaan dan dialog. Melalui perjumpaan dan dialog, individu yang terdampak konflik diberikan kesempatan untuk saling menampilkan pengalaman akan konfliknya masing-masing. Dengan cara itu, tiap individu didorong untuk keluar dari kediriannya-sebagaimana yang diungkapkan oleh Levinas. Hal ini, telah ditunjukan nyata oleh dua individu yang mengalami pahitnya konflik Bom Bali I, yaitu Alif dan Mahendra. Keduanya berhasil keluar dari kekelaman pengalaman pasca konfliknya, saling memaafkan, dan bahkan dapat menjalin persaudaraan kembali.

Conflict always leave a wound to those who affected. Its often to see, those who affected by the conflict choose revenge to vent their hatred from the past conflict experience. It makes conflict into something that repeated. The aftermath of conflict not just affected the individual who experience it but also affected our social life. So, it urging us to take some action to repair it. The solution that this article offer from the aftermath of conflict is through a reconciliation. A reconciliation that brings us an encounter with the other and to have a dialogue with the other-like what levinas said. This idea had been shown succesful by Alif and Mahendra, those who experience closely The Tragedy of Bali Bombing I. Alif and Mahendra shows us that through encountering with the face of the other and have a relation with it, the bitterness of conflict experience can be overcome, forgiveness can be achieved, and they also have a good relationship again."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>