Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 62799 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dhini Puspitasari
"Sebagai salah satu karya sastra tekstual yang mengangkat unsur realitas ke dalam dunia fiksi melalui pilihan bahasa yang dirangkai sedemikian rupa, novel dijadikan sebagai salah satu korpus utama dalam mengadakan interpretasi sastra yang berbasis bahasa atau gaya di dalamnya, atau yang biasa disebut sebagai analisis stilistika. Sebagai salah satu novel yang masuk dalam jajaran novel paling berpengaruh sepanjang masa, The Catcher in the Rye, sebuah novel karya J.D. Salinger, merupakan novel yang menarik untuk dikaji dan diinterpretasi, terutama dari segi penokohan tokoh utama: Holden Caulfield. Tokoh yang sempat mengundang kontroversi dikarenakan penggunaan bahasa yang dinilai kasar dan didominasi oleh nada marah ini merupakan fokus penelitian skripsi ini yang mana melalui penggunaan bahasanya, interpretasi akan penokohan Holden dapat dicapai. Namun demikian, kembali kepada fungsi dasar novel sebagai gambaran realitas, tokoh utama berusia 16 tahun ini hanyalah sosok remaja biasa pada umumnya dengan kondisi emosional yang masih terbilang labil sehingga memudahkan dirinya tersulut api kemarahan. Namun di sisi lain, dari penggunaan bahasa-bahasa kasar terhadap sesuatu yang dibencinya menjadi bahasa-bahasa yang lebih halus terhadap hal-hal yang disukainya, termasuk dunia anak-anak, mengisyaratkan bahwa tokoh ini merupakan sosok remaja yang merasa terjebak dalam jenjang hidup kedewasaan yang lebih serius dan hanya ingin menetap pada dunia anak-anak.

As one of literary text works whose content of reflection of reality is realized through the use of language variety, novel is considered as one of major corpuses in conducting an interpretation through the use of style and language called stylistic analysis. The Catcher in the Rye, as one of the most influential books of all time by J.D. Salinger, is an interesting novel to be analyzed and interpreted. The main character named Holden Caulfield, who is known as a controversial character because of his dominated swearing word use, becomes the focus of this stylistic approach in interpreting his character. Nevertheless, back to the novel's function in reflecting the reality, the 16 year-old character here is only a representation of general adolescent whose unstable emotion leads him easily to the wrath. Otherwise, besides the expression of swearing word as his wrath representation to all things that he dislikes, he also expresses some nice words to things that he loves, especially to children world. That fact indicates that this character is trapped among the reality of being adult, and he just want to go back to the innocent world of childhood."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S43079
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tjahyo Heriyadi
"Tokoh Holden Caulfield dalam novel The Catcher in the Rye telah mengundang berbagai argumentasi menarik. Keberadaan Holden dalam masa remaja, suatu tahap kehidupan yang penuh konflik, membuka banyak kemungkinan interpretasi terhadap apa sebenarnya yang terjadi pada tokoh ini. Skripsi ini berusaha menggali dan membuktikan bahwa tokoh Holden adalah seorang Peter Pan yang tak mau menjadi dewasa.
Melalui pendekatan psikologi remaja, pertama-tama dianalisis segala sisi penokohan Holden untuk menunjukkan hubungannya dengan berbagai konflik yang kemudian dialaminya, yang mencerminkan dirinya sebagai Peter Pan (psikolog James E. Gardner menyatakan bahwa manusia, khususnya remaja, mempunyai potensi untuk menjadi Peter Pan, yaitu keengganan menjadi dewasa). Kemudian, saya menganalisis simbol-simbol yang ada, karena erat kaitannya dengan konflik-konflik Holden sebagai seorang Peter Pan.
Dari hasil analisis saya sampai pada kesimpulan bahwa Holden memang menunjukkan keinginan yang kuat untuk tetap memiliki dunia kanak-kanaknya, dan ini berhubungan erat dengan penokohannya. Ia dengan demikian mengekpolitasi kecenderungan seorang Peter Pan yang ada dalam dirinya. Pada gilirannya, melalui psikologi remaja dapat ditarik kesimpulan bahwa tema novel ini adalah pemberontakan seorang remaja yang tak mau menjadi dewasa."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S14169
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diding Fahrudin
"Penelitian kepustakaan mengenai penokohan dalam novel Sparkling Cyanide telah dilakukan di Jakarta dari bulan Juni 1989 sampai bulan Desember 1989. Tujuannya ialah untuk mengetahui penggunaan verba (frase verbal) baik yang termasuk ke dalam proses mental ataupun proses material dan ajektiva (frase ajektival) yang menerangkan aktivitas mental dan fisik tokoh utama novel Sparkling Cyanide, Iris Marie. Juga, penulis menganalisis modalitas, percakapan, penyajian pikiran tak langsung babas dan pungtuasi yang mendukung keadaan mental tokoh utama tersebut, baik berupa ketegangan, keragu-raguan, kepastian, ataupun dorongan mental yang kuat untuk menyingkap misteri pembunuhan kakaknya.
Pengumpulan data dilakukan setelah penulis membaca novel Sparkling Cyanide sebanyak tiga kali. Pengumpulan data tersebut dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama, penulis mencatat semua data yang menerangkan kondisi mental dan fisik tokoh utama novel tersebut. Kemudian, penulis membagi data tersebut menjadi enam kelompok, yakni: verba (frase verbal), ajektiva (frase ajektival), modifikasi, percakapan, penyajian pikiran tak langsung, dan penggunaan pungtuasi. Untuk lebih terinci, verba (frase verbal) dikelompokkan lagi ke dalam dua kelompok, yakni verba (frase verbal) yang termasuk ke dalam proses mental dan proses material, modalitas ke dalam might dan must, dan pungtuasi ke dalam tanda pisah (--), tanda elipsis (...) dan tanda seru (!). Setelah dikelompokkan, data tersebut dianalisis.
Hasilnya menunjukkan bahwa verba (frase verbal) yang menerangkan aktivitas mental tokoh utama lebih banyak daripada verba (frase verbal) yang menerangkan aktivitas fisik tokoh utama, bahkan verba (frase verbal) yang menerangkan aktivitas fisik tokoh utama adalah verba (frase verba) yang justru memproses subjek gramatikalnya. Juga, ajektiva (frase ajektival), percakapan, penyajian pikiran tak langsung bebas, dan penggunaan pungtuasi dalam novel tersebut sangat mendukung kondisi mental dan fisik Iris. Dalam skripsi ini, penulis hanya menganalisis data yang ada dalam novel tersebut (text-based analysis)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1990
S13952
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Umi Mumpuni
"Skripsi ini membahas tentang bagaimana unsur-unsur leksikal kelas kata adjektiva, nomina dan verba dalam mendukung tema cerita Typhoon karya Joseph Conrad. Tema cerita ini adalah sebagai berikut: Tindakan yang tepat dalam mengatasi suatu kesulitan atau cobaan berat adalah menghadapinya dengan semangat pantang menyerah dan sikap yang tenang.
Tujuan skripsi ini adalah memperlihatkan sejauh mana unsur-unsur leksikal tersebut mendukung tema cerita. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan statistika, yaitu pendekatan yang didasari pada intuisi terhadap teks yang akan dianalisis, kemudian mengumpulkan data-data kongkret untuk mendukung intuisi tersebut. Teori yang digunakan adalah teori gramatika, yaitu teori gramatika fungsional dan teori gramatika tradisional.
Dari hasil analisis Dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pemilihan unsur-unsur leksikal oleh pengarang sangat mendukung tema cerita. Dengan demikian apa yang penulis asumsikan tentang peranan penggunaan unsur-unsur leksikal adjektiva, nomina dan verba dalam menunjang penyampaian tema cerita terbukti."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S14214
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salinger, J.D.
Jakarta: Banana, 2007
813.54 SAL c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Rikha Rosalina
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang tokoh dan penokohan dalam novel dan film
Kruimeltje. Tujuan penelitian adalah membandingkan kedua unsur tersebut untuk
melihat perubahan pada tokoh dan penokohan yang timbul akibat ekranisasi.
Kedua karya tersebut mengisahkan seorang anak jalanan yang mengalami
berbagai gejolak kehidupan dan perkembangan watak melalui interaksi sosialnya.
Sumber data penelitian adalah novel dan film Kruimeltje serta beberapa buku
teori penulisan sastra dan perfilman

ABSTRACT
This thesis discusses the characters and characterizations in the novel and film
Kruimeltje. The research objective is to compare those two elements to see the
changes of characters and characterizations arising from Écran. Both works tell
a story of a street child who experienced various upheavals of life and character
development through social interaction. The source of research data is novel
Kruimeltje and film Kruimeltje and also several theory books of literature and
cinema.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S43875
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Susi Rosiana Dewi
"Skripsi ini menganalisis tokoh dan penokohan Alif sebagai tokoh utama di dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi. Tujuannya adalah mengetahui penokohan tokoh Alif sebagai seorang remaja yang memiliki ambisi yang sangat besar untuk dapat mewujudkan cita-citanya. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan objektif ini juga akan menganalisis unsur intrinsik dalam novel sebagai penunjang dalam penganalisisan tokoh dan penokohan. Kesimpulan dari analisis tersebut adalah terdapat korelasi antara penokohan tokoh Alif dan unsur intrinsik di dalam novel Negeri 5 Menara yang terlihat dari tema dan amanat, alur dan pengaluran, latar dan pelataran, serta tokoh dan penokohan tokoh lain di dalam cerita.

This thesis analyze the characters and the characterization of Alif ,the main character in the Negeri 5 Menara, a novel written by A. Fuadi. The purpose is to find out the characterization of Alif , a teenager with a huge ambition to reach his goal. This research which is done with objective approach is also to analyze the intrinsic elements as the supporting elements in analyzing the character and the characterization. The conclusion of this analysis is that there is a correlation between the characterization of Alif and the intrinsic elements in the Negeri 5 Menara novel according to the theme and message, the plot and plotting, the background and backgrounding as well as the character and characterization of other characters in the story."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S10
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dini Yulianti
"Dua bidang ilmu yang berkaitan erat dengan bahasa, yakni ilmu linguistik dan ilmu susastra, seringkali dipandang sebagai dua disiplin yang bertolak belakang dan tidak dapat disatukan. Ilmu linguistik dengan pendekatan ilmiahnya terkesan lebih sistematis dan objektif, sementara ilmu susastra dianggap lebih bersandar pada penilaian dan interpretasi subyektif. Kemudian, berkembanglah ilmu stilistika yang menjembatani perbedaan di antara kedua bidang tersebut, dengan cara menggabungkan pendekatan ilmu linguistik dan ilmu susastra untuk meneliti style atau gaya bahasa yang digunakan dalam karya sastra. Kritik terhadap karya sastra dalam analisis stilistika menjadi kuat karena didasarkan pada metode penelitian linguistik yang sistematis.
Analisis stilistika dapat difokuskan pada aspek tertentu dalam karya sastra, seperti alur cerita, tema atau penokohan. Dalam analisis penokohan, salah satu unsur yang menarik untuk dilihat lebih dalam adalah relasi kuasa antarjender yang seringkali bersifat tidak seimbang, terutama dalam karya-karya sastra berbahasa Inggris tradisional.
Dalam penelitian ini, yang ditelaah adalah relasi kuasa antara tokoh pria dan wanita dalam novel The Awakening (1899) karya Kate Chopin, yang berkisah mengenai seorang wanita yang ingin membebaskan diri dari kungkungan tradisi dan konvensi masyarakat. Edna Pontellier, tokoh utama wanita dalam novel ini, menjalin hubungan dengan tiga tokoh pria, yaitu Leonce Pontellier, Robert Lebrun dan Alcee A-robin.
Penelitian ini bertujuan membandingkan relasi kuasa di antara Edna dan ketiga tokoh pria di atas, serta mengungkap penyebab di batik bentuk relasi kuasa tersebut. Relasi kuasa di antara tokoh wanita dan tokoh-tokoh pria diteliti melalui data narasi dan dialog yang menggambarkan interaksi antartokoh. Untuk meneliti narasi digunakan teori transitivitas Halliday, sedangkan untuk meneliti dialog digunakan teori pragmatik, yaitu teori analisis percakapan dan teori FTA atau tindakan mengancam muka yang dikemukakan Brown dan Levinson.
Hasil analisis narasi dan dialog menunjukkan bahwa relasi kuasa yang ada bersifat tidak setara. Dalam relasinya dengan Robert Lebrun, Edna Pontellier memegang kuasa yang lebih besar karena posisinya yang lebih tinggi daripada Robert berdasarkan usia dan status. Akan tetapi, ia menjadi pihak yang lemah dan terdominasi dalam relasinya dengan dua tokoh, yaitu Leonce Pontellier yang unggul dalam hal usia, harta dan peran dalam keluarga, serta Alcee Arobin yang lebih aktif dalam tindakan dan ucapan. Dengan demikian, penelitian stilistika ini mengungkap bahwa ketidakseimbangan dalam relasi kuasa antara tokoh utama wanita dan tokoh-tokoh pria dalam novel The Awakening yang disebabkan oleh faktor-faktor tersebut di atas."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
S14051
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reny Budilestari
"ABSTRAK
Novel Sutan Baginda karya Shahnon Ahmad ini ternyata mengandung unsur psikoanalisis milik Sigmund Freud. Dalam novel ini diangkat kehidupan manusia moderen yang terlibat dalam masalah kejiwaan (psikis). Shahnon menyelesaikan permasalahan dalam novel ini dengan cukup tragis. Kegelisahan jiwa Sutan Baginda begitu tidak dapat dilihat dari pandangan orang-orang yang mencintainya. Tokon ini di sebut pandai berbohong membuat pembacanya menjadi gemas. Cerita dalam novel ini berkembang melalui pikiran, tanggapan dan perasaan tokohnya yang diungkapkan dengan menggunakan teori psikoanalisis. Shahnon memang unggul dalam teknik membuat citraan dalam penokohan. Teknik kejiwaan Sutan Baginda disajikan oleh Shahnon dengan baik.

"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1996
S11265
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stefani Meidry Victoria
"ABSTRAK
Makalah ini menjelaskan Xu Sanguan ???sebagai tokoh utama dari novel Xu Sanguan Mai Xue Ji ??????karya Yu Hua ??. Dalam novel ini digambarkan karakter tokoh Xu Sanguan dan hubungannya dengan tokoh lain dalam alur maju dan dengan latar tempat sebuah kota kecil di Cina serta latar waktu sekitar tahun 1950-1980, tetapi penelitian ini mengkhususkan pada hubungan tokoh utama ini dengan anak laki-lakinya Yile ??. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif analitis sesuai dengan konsep penokohan.

ABSTRACT
This paper focus on Xu Sanguan as main character on novel Xu Sanguan Mai Xue Ji by Yu Hua. This novel potrayed Xu Sanguan character and his relation with other character using progressive plot and took place in small city in China around 1950 to 1980, but this paper focus on main character relationship with his son, Yile. This paper is using descriptive analytical method according to characterization concept."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>