Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10784 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lazuardy Lasimpala
"ABSTRAK
Kolom merupakan komponen struktur yang sangat penting dalam menjamin suatu struktur tidak mengalami keruntuhan total. Dalam mendesain kolom harus memiliki kapasitas yang cukup dalam menahan beban yang bekerja. Kapasitas kolom dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya pengaturan tulangan longitudinal. Pengaturan tulangan longitudinal itu sendiri diatur dalam SNI 03-2847-2002. Untuk memberikan gambaran pada perencana tentang kapasitas kolom maka perlu adanya acuan di dalam SNI 03-2847-2002 melalui diagram interaksi kolom.
Tujuan dari skripsi ini adalah untuk melengkapi SNI 03-2847-2002 dengan diagram interaksi kolom beton. Diagram interaksi kolom P-M yang dibuat berupa digram interaksi kolom dengan tulangan pada ke empat sisinya. Yang nantinya diharapkan bisa menjadi referensi dalam perencanaan kolom beton.
Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa diagram interaksi kolom beton yang dapat memberikan gambaran bagi perencana tentang kapasitas sebuah kolom dengan ketentuan yang berlaku mengacu pada SNI 03-2847-2002. Digram ini dibuat dengan bantuan program MS excel agar mempermudah perhitungan.

ABSTRACT
Column is a very important structural component in ensuring a structure does not collapse. In designing the column must have sufficient capacity to support load. Column capacity is affected by several things such as longitudinal reinforcement configuration and column sectional shape. Longitudinal reinforcement configuration itself regulated in the SNI 03-2847-2002. To provide an overview on the column capacity planners need a reference in the SNI 03-2847-2002 with the column interaction diagram.
The purpose of this final task is to complete the SNI 03-2847-2002 with a concrete column interaction diagrams. The column PM interaction diagrams which created are interaction diagram rectangular column with reinforcement on the four sides. Which might be expected to be a reference in the planning of concrete columns.
The results of this research a concrete column interaction diagram that can provide an overview for planners on the capacity of a column with the applicable provisions referring to the SNI 03-2847-2002. This diagram is created with the help of MS Excel program in order to simplify the calculation."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43031
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Christopher Kevinly
"ABSTRAK
Dua sampel sambungan balok kolom yang dirancang menurut peraturan
SNI 1728:2012 dan SNI 1728:2002 dengan peraturan beton bertulang yang
berhubungan dikaji dengan memberika pembebanan semi-siklik pada sampel
melalui percobaan eksperimental dan numerik. Seiringan dengan pengujian
ekperimental, uji dinamik dilakukan. Sampel yang dirancang berdasarkan peraturan
yang baru memiliki kekakuan rotasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang
didesain dengan peraturan lama, baik dalam uji eksperimental maupun numerik,
beserta pola retak yang berbeda diantara kedua sampel. Frekuensi natural dari
kedua sampel juga berkurang seiring dengan rusaknya sampel

ABSTRACT
Two samples of beam-column joints designed in accordance to SNI
1782:2012 and SNI 1782:2002 with its corresponding reinforced concrete code
were assessed by doing semi-cyclic loading on the sample through experimental
and numerical testing. Along with the experimental testing, dynamic test were
carried on. The sample designed in accordance to newer code has higher rotational
stiffness compared to the one designed in accordance to the older code in both
experimental and numerical analysis, with different cracking pattern between the
two. The natural frequency of both samples also decreases as the damage
progresses."
2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pujo Aji
Surabaya: ITS Press, 2011
624.183 4 PUJ p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Pujo Aji
Surabaya: ITS Press, 2010
624.183 4 PUJ p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Chen, Wai-Fah, 1936-
New York: McGraw-Hill , 1976
624.177 2 WAI t I (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Elly Tjahjono
"Artikel ini menyajikan hasil dari studi eksperimental pengaruh penempatan penyambungan terhadap perilaku rangkaian balok-kolom struktur portal beton pracetak yang dikenai pembebanan semi siklik. Empat benda uji dengan skala 1:2 telah dikaji. Tiga benda uji, penempatan penyambungannya berada pada daerah pertemuan balok-kolom dan satu benda uji penempatan penyambungan berada di daerah potensi sendi plastis balok. Pola retak, kekuatan, kekakuan dan daktilitas dari keempat benda uji dibandingkan. Dari hasil pengujian secara umum dapat disimpulkan bahwa keempat tipe penempatan penyambungan dapat memberikan kebutuhan daktilitas yang cukup baik.

Influence of Connection Placement to the Behavior of Precast Concrete Exterior Beam-Column Joint. This paper presents an experimental study on the influence of connection placement to the behaviour of exterior beamcolumn joint of precast concrete structure under semi cyclic loading. Four half-scale beam-column specimens were investigated. Three beam-columns were jointed through connection that are placed in beam-column joint region and the forth is connected at the plastic hinge potensial region of the beam. Crack patterns, strength, stiffness and ductility of the test specimens have been evaluated. The test result indicated that all beam-column specimens show good ductility behavior."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2004
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Brain Harryanto
"Beam-column joint are is where transfer of axial, flexure, and shear forces occurs at the reinforced concrete frame. It makes this area important and designed carefully and precisely so that the structures of the building will not suffer total failure due to column failure.
The way lo avoid the total failure is by designing beam failure to occur first.
This concept is lmoim as Strong Column-Weak Beam which designs the column capacity stronger than the beam by multiplying the existing or proper capacity of the beam with a factor.
This experiment researchs the effect of steel addition at the reinforced concrete beam-column joint which designed with Strong Column-Weak Beam concept and Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Bertulang Untuk Bangunan Gedung SK-SNl-T-15-1991-03.
The goal of the eaqaeriment is to transfer the location of the plastic joint from beam-column joint area (the edge of beam) to the beam area (225 mm from the edge of the beam). It will assure that the failure occurs at the beam and avoid the column faliure.
There are several conclusions after the experiment: beam-column joint area failure occured due to the lesser capacity of the column compare to the beam, Strong Column-Weak Beam mechanism did not occur, and transfer of the plastic joint did not occur.

Daerah pertemuan balok-kolom pada struktur portal atau frame beton berlulang merupakan tempat terjadinya transfer gaya-gaya yang bekerja yaitu gaya aksial, geser (shear), dan lentur (bending moment). Hal ini yang menyebabkan daerah ini panting dan perlu didesain dengan sebaik mungkin agar struktur beton bertulang pada bangunan gedung tidak mengalami kegagalan atau keruntuhan total (total failure) akibat keruntuhan kolom saat terjadi gempa. Salah satu cara untuk mencegah keruntuhan total tersebut adalah dengan mendesain agar keruntuhan balok terjadi Iebih dahulu daripada keruntuhan kolom. Konsep ini dikenal dengan Strong Column Weak Beam, yaitu konsep yang mendesain kolom lebih kuat dari balok dengan mengalikan sualu faktor dengan kapasitas atau kekuatan balok.
Pada skripsi ini penulis meneliti pengaruh penambahan tulangan pada pertemuan balok-kolom beton bertulang yang didesain dengan konsep Strong Column Weak Beam dan sesuai dengan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Bertulang Untuk bangunan Gedung, SK-SNI-T-15-1991-03.
Penulis ingin memindahkan letak sendi plastis yang terjadi pada pertemuan balok-kolom, dari muka kolom ke daerah balok, sejarak h (balok) dari muka kolom Dengan demikian dapat dijamin bahwa kerumuhan terjadi pada balok sehingga tidak keruntuhan kolom atau keruntuhan balok.
Penelitian yang telah dilakukan oleh penulis menurgiukkan bahwa tidak terjadi mekanisme Strong Column Weak Beam dan tidak terjadi pemindahan sendi plastis. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penulangan geser vertikal sambungan balok-kolom sehingga kolom hancur terlebih dahulu daripada kolom."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S35148
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Madsuri
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Laurentius Wahyudi
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1997
693.183 LAU s (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>