Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 92093 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yogyakarta: Aditya Media, 1998
362.5 GER
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Suharyono
"LATAR BELAKANG PENELITIAN
Penyakit diare akut atau gastroenteritis akut merupakan satu penyakit penting di Indonesia yang masih merupakan sebab utama kesakitan dan kematian anak. Fenomena ini tercermin dalam laporan rumah-rumah sakit mengenai angka kesakitan dan kematian penderita diare di Bangsal Anak yang jauh melebihi penderita penyakit lain, yaitu sebanyak masing-masing 20 - 40 % dari jumlah bayi dan anak yang dirawat dan 10 - 20 % dari jumlah penderita diare yang dirawat.
Pada tahun 1967 dirawat sebanyak 2.085 penderita diare di Bangsal Anak R S Dr. Cipto Mangunkusumo/Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta yang merupakan 37,2 % dari seluruh penderita anak (5.606) yang dirawat pada masa itu. Pada tahun 1974 dirawat sebanyak 1.233 anak dengan diare di bangsal yang sama, yaitu 27,2 % dari seluruh penderita anak (4.529) yang dirawat.
Pada Seminar Nasional Rehidrasi ke-I tahun 1974 dilaporkan tentang suatu penelitian longitudinal dan menyebutkan serangan diare dalam komunitas ialah 400 per tiap 1.000 penduduk setiap tahun dan kebanyakan (70 - 80 %) terdapat pada anak di bawah umur 5 tahun (Brotowasisto,. 1975). Banyak faktor, di antaranya kesehatan lingkungan, higene perorangan, keadaan gizi, faktor sosioekonomi, edukasi akan menentukan jumlah serangan diare ini. Walaupun hanya sebagian kasus diare akan mengalami dehidrasi, namun banyak kasus akan meninggal bila tidak dilakukan tindakan-tindakan seperlunya.
Pada tahun 1975 diperkirakan terdapatnya sebanyak 500 juta serangan diare pada anak Asia, Afrika dan Amerika Latin yang mengakibatkan 5 sampai 18 juta kematian (Rohde dan Northrup, 1976). Angka kematian kasus diare yang dirawat di rumah sakit (sebelum tahun 1974) masih sangat tinggi, yaitu di atas 15 % di pelbagai rumah sakit di Indonesia; Sutejo dkk. (1961) melaporkan kematian sebesar 20,2 %; bahkan sampai tahun 1974, sebelum diadakan Seminar Nasional Rehidrasi ke-I pada tahun 1974, angka kematian masih tinggi seperti dilaporkan oleh Taslim dkk. (1974) sebesar 26,4 %; demikian Pula angka kematian oleh sebab diare karena Kolera seperti. dilaporkan oleh Ismoediyanto dan Haroen Noerasid (1963) sebesar 46,2 %.
Pengelolaan diare akut pada bayi dan anak telah mengalami kemajuan pesat sejak ditingkatkannya pengetahuan tentang faktor-faktor yang menjadi penyulit (komplikasi) diare akut, Sejak sebelum tahun 1960 pada waktu angka kematian diare akut di Bangsal Anak RSCM/FKUI masih 60,2 %; diketahui bahwa komplikasi diare akut berupa asidosis merupakan salah satu penyebab utama kematian; maka cairan intravena yang semula terdiri dari glukosa dan NaCl 0,9 % dimodifikasi dengan menambahkan Nalaktat. Penggunaan cairan baru tersebut menyebabkan penurunan angka kematian dari 60,2 % menjadi 20,2 % (Sutejo dkk., 1961)."
1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lastri
"ABSTRAK
Penelitian mengenai promosi perpustakaan telah dilakukan di Perpustakaan Daerah DIY, pada bulan Februari 1995. Tujuannya ialah untuk mengetahui apakah promosi perpustakaan yang telah dilakukan dapat menarik pemakai datang ke Perpustakaan DIY, hambatan dalam melaksanakan promosi layanan perpustakaan teknik dan media promosi layanan perpustakaan Perpustakaan DIY yang paling banyak diketahui oleh pemakai.
Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Cara pengumpulan kuesioner, pembentukan kerangka sampel dan pemilihan sampel dijelaskan.
Hasil menunjukkan bahwa Perpustakaan Daerah DIY telah berhasil melakukan promosi layanan perpustakaan

"
1995
S15493
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Oki Permana
"Krisis ekonomi yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997 menjadi ancaman yang serius. Kejadian tersebut menimbulkan bencana kekurangan pangan dan gizi yang akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.
Tim Pangan dan Gizi (TPG) adalah suatu tim kerja dengan dasar hukum Inmendagri nomor 23/1998 dan SK Gubernur Propinsi Jambi nomor 63/1999 yang secara berjenjang membantu Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Kepala Kelurahan dalam upaya menunjang pemantauan, evaluasi ketahanan pangan dan gizi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kerawanan pangan dan gizi secara lebih cepat, tepat, dan terpadu, serta bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar instansi sektoral.
Pada kenyataannya TPG Propinsi jambi mempunyai masalah dalam melaksanakan koordinasi TPG Propinsi. Untuk itu penulis ingin mengetahui gambaran pelaksanaan koordinasi TPG Propinsi Jambi dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Penanggulangan Masalah Pangan dan Gizi di Propinsi Jambi tahun 2000. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, penelusuran data yang terdokumentasi, dan observasi yang mencakup 18 orang informan anggota TPG Propinsi dan Kabupaten/Kota, informan ini adalah para pejabat struktural di instansi terkait yang memahami kegiatan TPG Propinsi Jambi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan koordinasi TPG Propinsi Jambi dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Penanggulangan Masalah Pangan dan Gizi belum efektif, karena elemen input yang dianalisis ternyata belum semua mendukung proses, yaitu belum adanya uraian tugas dan anggaran, sehingga proses koordinasi belum terlaksana dengan baik, ditandai dengan rapat koordinasi belum konsisten, perencanaan, pembinaan dan evaluasi belum terpadu. Kondisi ini tercermin dalam output dimana dokumen perencanaan, pembinaan, evaluasi dan laporan TPG Kabupaten belum lengkap.
Mengingat koordinasi antar sektor terkait dalam wadah TPG Propinsi belum mencapai hasil yang efektif, maka untuk memperoleh hasil guna dan daya guna kegiatan TPG Propinsi yang maksimal disarankan untuk meningkatkan keterbukaan diantara anggota TPG Propinsi melalui rapat berkala yang konsisten, pembuatan uraian tugas, perencanaan dan evaluasi yang terpadu, serta memperbaiki organisasi TPG sesuai dengan peraturan dan perundangan yang mengacu kepada desentralisasi, otonomi daerah, dan kewenangan daerah Propinsi dan Kabupaten/Kota sebagai wilayah administrasi di bidang kesehatan, salah satunya adalah penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi.

Analysis of Coordination of Nutrition and Food Team's in Implementation of National Movement for Nutrition and Food Problems Intervention in Jambi Province, 2000Economic crisis in Indonesia since the middle of 1997 has become a serious threat, and caused the nutrition and food deficiency disaster that worsen the human resources quality in the future.
Nutrition and Food Team is a hierarchical team work that supports and assists the governor in evaluating and control is the nutrition and food availability to prevent the nutrition and food deficiency accurately and quickly. In addition, as an integrated activity, Nutrition and Food Team aims to increase the inter-related sector's communication and coordination.
In fact, this team has a coordination problem. There fore, it is necessary to observe that's coordination implementation in ?National Movement of Nutrition and Food Aspect in 2000".
This research is a case study with qualitatively approached. Data is gathered through in-depth interview, collection of documented data and observation. In-depth interview is conducted with 18 informants who were member of that team. They are structural staffs in related instances.
The results showed there is ineffectiveness coordination, because there is no special job description and no special cost to support the process. So that, it was cannot be carried out well. This condition was reflected through inconsistency meetings, disintegrated evaluating and planning. There fore, the openness must be increased among the Team's members through conducting the periodic meetings. The other side, it is important to design the special job description, to allocate the special cost, to make integrated evaluating and planning, and upgrade the Team's structure toward the autonomic and decentralized rule."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T5762
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ryadi Goenawan
Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1984/1985
306.598 27 RYA s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Uke Mohammad Hussein
"ABSTRAK
Jakarta adalah sebuah kota metropolitan yang
terus berkembang baik fisik kota maupun penduduknya
dimana perkembangan tersebut diikuti oleh
berkembangnya berbagai masalah yang kompleks,
diantaranya adalah masalah pelacuran. Terlepas dari
konsepsi umum tentang pelacuran sebagai tindakan
promiskuitas dan a-susila, penelitian ini dibatasi
pada kajian deskripstif yang bersifat Geografi pada
masalah pelacuran di Jakarta sehingga masalah yang
diajukan adalah : Bagaimana Komposisi Distribusi
Wanita Tuna Susila yang terdapat pada daereahdaerah
lokalisasi di Jakarta ? Bagaimana Pola
Kontribusi Daerah Asal WTS. bagi Jakarta ? Apakah
ada hubungan antara pola kontribusi dengan
Penggunaan Tanah, PDRB dan Komposisi Penduduk pada
daerah asal WTS. bagi Jakarta ? Untuk menjawab
masalah tersebut, dilakukan analisa deskriptif
komparatif melalui pengolahan data sekunder, yaitu
dengan mendapatkan Komposisi Distribusi WTS. pada
daerah-daerah lokalisasi di Jakarta sehingga
Pola Kontribusi Daerah Asal WTS bagi
di lakukan pengambilan sample
asal dengan cara stratified cluster untuk
diamati hubungan pola kontribusi daerah asal dengan
Penggunaan Tanah, PDRB, dan Komposisi Penduduk.
Dari analisa yang dilakukan didapat kesimpulan
bahwa 2.541 orang WTS. dengan Komposisi Daerah Asal
didominasi oleh Kabupaten Indramayu sebanyak 840
orang dan berturut-turut kemudian 67 kabupaten
lainnya. Jumlah tersebut terdistribusi di 4 daerah
lokalisasi yaitu Kramattunggak 1.862 orang, Boker
358 orang, Pejompongan Indah 197 orang, dan
Kalijodoh sebanyak 124 orang. Komposisi Daerah Asal
tersebut memperlihatkan bentuk Pola Kontribusi
Daerah Asal yang semakin bertambah atau berkurang
mengikuti arah Utara-Selatan pada daerah penelitian
dan dari pola tersebut terlihat bahwa daerah
penelitian dapat dibagi menjadi 3 wilayah
kontribusi, yaitu Wilayah Kontribusi Timur, Wilayah
Kontribusi Tengah dan Wilayah Kontribusi Barat.
Dari pengamatan pada sample daerah asal diketahui
ada hubungan yang khusus baik bentuk, positif atau
negatif, maupun jenis, Penggunaan Tanah, PDRB
maupun Komposisi Penduduk pada masing-masing
wilayah Kontribusi yang pada dasarnya merupakan
karakteristik dari masing-masing wilayah kontribusi"
1995
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Yulianto
Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1982
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ryadi Goenawan
"Social history of the Special District of Yogyakarta"
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1993
306.598 27 RYA s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>