Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 64688 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Salah satu cara untuk mengendalikan kamera web adalah dengan menggunakan DirectShow yang terintegrasi di dalam DirectX. DirectShow berperan sebagai API sehingga penggunaannya lebih mudah. Selanjutnya kamera web ini akan digunakan untuk mendeteksi gerakan obyek seperti halnya kamera pengawas. Metodenya adalah dengan membandingkan gambar acuan dengan gambar yang diambil kemudian. Jika ada perbedaan pada kedua gambar tersebut
berarti sebuah gerakan telah terdeteksi.

Abstract
One of many ways to take control a web cam is by using DirectShow which is integrated in DirectX. DirectShow acts like an API therefore it is easier to use. Afterwards, web cam will be implemented to detect object?s motion as well as camera surveillance. The method is
by comparing a reference image with other image which is taken lately. If there are differences between those image it means motion has been detected."
[Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer], 2009
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Althaf Aristo Widyawan
"Fenomena berkendara di Rusia dimunculkan melalui situs Youtube dari alat rekam gambar (dashcam) dan sudah tersebar luas. Dari rekaman tersebut, penonton dapat mengetahui atau mengamati perilaku pengemudi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di jalan raya di Rusia. Fungsi dasar dari dashcam adalah sebagai alat bukti untuk melengkapi berkas perkara ke pengadilan untuk menyelesaikan suatu permasalahan hukum, namun penulis menemukan bahwa rekaman dashcam juga digunakan sebagai sarana edukasi dari situs Youtube. Artikel ini bertujuan mengamati perilaku pengemudi di jalan-jalan raya di Rusia yang direkam oleh dashcam di situs Youtube. Artikel ini juga dapat menjadi salah satu referensi studi mengenai budaya dan perilaku mengemudi di Rusia. Sumber data diambil dari situs media Youtube yang berbentuk video sebagai sumber utama yang kemudian akan dianalisis di artikel ini. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan komunikasi visual. Penulis meneliti beberapa rekaman dashcam untuk diklasifikasi dan diambil kesimpulannya. Hasil penelitian memperlihatkan peranan dashcam dalam kegiatan mengemudi masyarakat Rusia yang dapat menjadi sarana informasi dan edukasi berupa kejadian kecelakaan, pelanggaran hukum dan kejadian-kejadian lainnya. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi budaya visual dan dapat menjadi bahan bagi penelitian selanjutnya terkait dengan budaya dan kebiasaan masyarakat Rusia di jalan raya.

The driving phenomenon in Russia is emerged through the Youtube from video camera (dashcam) and it’s usage is already widespread. From the recording the audience can find out or observe the behavior of the drivers and events that occured on the Russian traffic. The basic function of dashcam is as an evidence to complete the case file to the court to resolve a legal problem, but the author found that the dashcam recording was also used as educational tools on the Youtube site. This article aims to observe the behavior of drivers on the streets in Russia captured by dashcam on the Youtube site. This article can also be used as a reference for culture and driving behavior studies in Russia. The data source is taken from the Youtube site in the form of video as the main source which will then be analyzed in this article. The approach used is a visual communication approach. The author analyzes several dashcam recordings and classify them based on relevant issues and then comes up to the conclusions. The results of the study show the dashcam role in Russian driving activities that can be used as information and educational purposes, especially in the form of accidents, violations of the law and other events depicted on there. This research can be used as a reference for visual culture and can be used for further research related to the culture and habits of Russian people on the streets.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Aniati Murni Arymurthy
"Makalah ini menyajikan suatu metodologi penyelesaian masalah awan pada citra optik inderajaya dengan pendekatan citra optik multitemporal dan pendektan citra multisensor (yaitu citra optik dan citra radar). Masalah utama dari penggunaan citra optik adalah adanya gangguan awan, termasuk adanya awan permanen dan daerah awan tipis atau berkabut. Kebutuhan restorasi daerah tutupan pada tingkat tinggi (tingkat ct=itra tematik) tetapi juga pada tingkat rendah (tingkat citra mentah). Metodologi yang diajukan memuat beberapa skema penyelesaian masalah awan pad tingkat citra mentah maupun tingkat citra tematik, kondidi awan permanen ataupun daerah tutupan awan tipis. Pendekatan yang digunakan terdiri dari penggunaan teknik mosaik fusi data dan sintesa data. Citra bebas awan sebagai hasil restorasi mempunyai karakter tampak asli (khusus untuk pendektan sintesa), distribusi tingkat kabuan yang konsisten serta ketelitian klasifikasi yang optimal."
2001
JIKT-1-1-Mei2001-31
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Denecke, Kerstin
"Denecke’s objective is to introduce the multiple possibilities and facets of surveillance and its applications. She first introduces the task of surveillance and provides an overview on surveillance in various domains. Next, the various information sources that are available and could already be used by surveillance systems are summarized. In the main part of the book, her focus is on unstructured data as a source for surveillance. An overview on existing methods as well as methods to be developed in order to process this kind of data with respect to surveillance is presented. As an example application, she introduces disease surveillance using Web 2.0, including corresponding methods and challenges to be addressed. The book closes with remarks on new possibilities for surveillance gained by recent developments of the Internet and mobile communication, and with an outline of future challenges."
Heidelberg: [Springer, ], 2012
e20408759
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Giri Yudho Prakoso
"ABSTRAK
Saat ini, pengukuran dimensi zona inhibisi masih menggunakan alat pengukur manual seperti penggaris atau jangka sorong. Kini dengan perkembangan teknologi memungkinkan pengukuran dilakukan dengan berbasis kamera digital dan pengolahan citra. Adanya perangkat penunjang lain seperti sumber cahaya, dapat menyebabkan posisi kamera tidak tegak lurus terhadap objek pengukuran. Pada penelitian ini diperkenalkan sistem koreksi tilting pada pengukuran zona inhibisi berbasis kamera. Sistem yang dikembangkan terdiri dari perangkat keras (instrumen pengukuran dan kamera) dan perangkat lunak. Teknik pengolahan citra seperti transformasi, deteksi tepi, dan deteksi garis yang digunakan untuk membangun sistem koreksi tilting secara otomatis ini. Pengujian telah dilakukan dengan menggunakan objek kalibrator checkerboard standar dan objek zona inhibisi, pada berbagai variasi orientasi sudut kemiringan dan rotasi objek. Secara umum, berdasarkan hasil pengujian, sistem yang dibangun telah berhasil diimplementasikan untuk pengukuran dimensi zona inhibisi secara tidak tegak lurus. Koreksi tilting mampu memperbaiki performa sistem pengukuran dengan penurunan kesalahan hingga 39,6%. Sudut maksimal dengan tingkat toleransi yang masih dapat diterima adalah 40°.

ABSTRAK
Currently, the measurements of the Zone of Inhibition are still using manual measurement tools such as a ruler or caliper. Now with the development of technology enables this measurement based on digital cameras and image processing. The presence of another supporting devices such as light sources, causing the camera position not perpendicular to the object. This study introduces the tilt correction system on camera-based measurement of the inhibition zones, which consists of hardware (measuring instruments and cameras) and software. Image processing techniques such as geometrical transformations, edge detection, and line detection is used to build the automated tilt correction system. The experiments have been conducted using standard checkerboard calibrator objects and Zone of Inhibition objects at various orientations and the angle of rotation of the object. In general, based on experiment results, the system has been successfully implemented for not perpendicular dimensional measurements of zone of inhibition. Tilt correction system improves the measurement system performance with a reduction in estimated errors up to 39,6%. The maximum angle with a tolerance level that is acceptable is 40°.
"
2016
S64979
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Daverius Ma`arang
"ADS-B merupakan salah satu peralatan yang menjadi pelengkap peralatan radar yang bekerja pada frekuensi 1090 MHz agar dapat menjangkau daerah yang sulit karena letak geografis. Salah satu modul penyusun sistem peralatan ADS-B yaitu low noise amplifier (LNA). Untuk aplikasi radar ADS-B diperlukan LNA yang memiliki gain dan kestabilan yang tinggi dengan NF dan return loss yang rendah. Untuk memperoleh hal tersebut maka pada penelitian ini dirancang LNA menggunakan transistor FET-NE3210S01 dengan bias DC, VDS = 2 V dan ID = 10 mA agar memperoleh gain yang tinggi dengan noise figure rendah.
Sementara itu, digunakan dual-stub pada rangkaian matching impedansinya untuk menurunkan nilai return loss dan VSWR. Hasil perancangan rangkaian LNA dengan single-stub matching memiliki keluaran gain (S21) = 17,081 dB, input koefisien pantul (S11) = 21.144 dB, noise figure = 1.954 dB, VSWR = 1,192 dan stability factor (K) = 1,7. Sementara itu, hasil perancangan rangkaian LNA dengan multi-stub matching memiliki keluaran lebih baik, yaitu gain (S21) = 20,59 dB, input koefisien pantul (S11) = 62,120 dB, noise figure = 0.787 dB, VSWR = 1,002 dan stability factor (K) = 1,17.
Hasil perancangan dan simulasi rangkaian LNA dengan single-stub matching memiliki keluaran gain (S21) = 3,3 dB, input koefisien pantul (S11) = 6.3 dB, VSWR = 2.6.Sementara itu, hasil pengukuran rangkaian LNA dengan dual-stub matching memiliki keluaran lebih baik, yaitu gain (S21) = 5,97 dB, input koefisien pantul (S11) = 15.2 dB, VSWR = 1.5. Terlihat bahwa LNA dengan dual-stub matching memiliki hasil keluaran yang lebih baik, peningkatan gain dikarenakan penggunaan dual-stub matching sehingga terjadi penurunan koefisien pantul dan VSWR.

ADS-B is one of the tools to complement radar equipment that works at a frequency of 1090 MHz in order to reach difficult areas due to geographical location. One of the modules making up the ADS-B equipment system that is low noise amplifier (LNA). For radar applications ADS-B is required LNA has a gain and a high stability with NF and low return loss. To obtain the matter, in this study was designed LNA-NE3210S01 using FET transistors with a DC bias, VDS = 2 V and ID = 10 mA in order to obtain high gain with low noise figure.
Meanwhile, use the dual-stub impedance matching circuit to reduce the value of return loss and VSWR and used inter-stage matching in order to distribute power more optimal than the second transistor. The results of the LNA circuit design with single-stub matching has the output gain (S21) = 17.081 dB, input reflection coefficient (S11) = 21 144 dB, noise figure = 1954 dB, VSWR = 1.192 and stability factor (K) = 1.7. Meanwhile, the results of the LNA circuit design with multi-stub matching has a better output, the gain (S21) = 20.59 dB, input reflection coefficient (S11) = 62.120 dB, noise figure = 0787 dB, VSWR = 1.002 and stability factor (K) = 1.17.
The results of the LNA circuit design and simulation with a single-stub matching the output gain (S21) = 3.3 dB, input reflection coefficient (S11) = 3.6 dB, VSWR = 2.6.Sementara, the measurement results of LNA circuit with dual-stub matching has better output, namely the gain (S21) = 5.97 dB, input reflection coefficient (S11) = 2.15 dB, VSWR = 1.5. Seen that the LNA with dual-stub matching has a better outcome, increasing the gain due to the use of dual-stub matching, so there is a decrease the reflection coefficient and VSWR.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T29586
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rahma Rawadisukma Cono
"ABSTRAK
Latar belakang penelitian : Penentuan warna gigi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan teknik langsung seperti dengan penggunaan shade guide ,yaitu mengamati langsung gigi geligi dan menetapkan warna sesuai dengan shade tab. Akan tetapi cara ini memiliki kekurangan karena penentuan warna tersebut subjektif, perbedaan persepsi warna antara operator juga dapat dipengaruhi oleh cahaya ruangan. Cara lain pada penentuan warna dapat menggunakan spektrofotometer, suatu alat yang digunakan untuk mengukur warna dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu objek. Alat ini memiliki akurasi tinggi dalam penentuan warna akan tetapi masih sangat mahal harganya. Pada perkembangan terakhir kamera digital dengan tambahan lensa makro dan ring flash telah dijadikan standar dalam penentuan warna gigi karena memiliki nilai akurasi yang sangat tinggi. Penggunaan kamera jenis lain saat ini banyak digunakan oleh dokter gigi namun setiap jenis kamera memiliki tingkat akurasi yang berbeda beda. Tujuan : Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis penentuan warna gigi yang diperoleh dari beberapa jenis kamera digital. Metode : Penelitian dilakukan pada hasil foto gigi anterior dari 87 subjek yang diperoleh dengan menggunakan kamera DSLR, kamera mirrorless, kamera prosumer dan kamera smartphone. kemudian dilakukan pengukuran nilai CIE L a b pada warna hasil foto tersebut menggunakan perangkat lunak adobe photoshop CS 6 Hasil : Hasil uji bivariat Kruskal ndash; Wallis dengan post hoc Mann Whitney dengan nilai p < 0,05 didapatkan bahwa hasil pengukuran CIE L a b dari kamera DSLR, kamera mirrorless, prosumer dan kamera smartphone berbeda bermakna. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai ketepatan warna gigi anterior yang diperoleh kamera DSLR, kamera mirrorless, kamera prosumer dan kamera pada smartphone.

ABSTRACT
Purpose To analyze differences in anterior teeth color accuracy taken by several digital cameras, which are DSLR, mirrorless, prosumer and smartphone cameras. Background Tooth color can be determined in several ways, the first one is by matching shade guide directly to the patient rsquo s teeth. This method has it rsquo s limitations, such as the difference in color perception among operators, room lighting, and ambience from surrounding environment. Another way is by using a spectrophotometer to assess the color by exposing the teeth with light of a specific wavelength. This tool is very accurate, but also very expensive. Therefore digital cameras with macro lens and additional light ring flash have been used lately as a standard since it is very accurate in determining the color of teeth. Dentists nowadays have been using different types of cameras, but the accuracy of each type to assess color is still debatable. Objective This study was conducted to analyze the accuracy of tooth color determination by several types of digital cameras. Method This study was conducted on 87 subjects. Photograph of anterior teeth on 87 subject was taken with DSLR, mirrorless, prosumer and smartphone cameras. Value of CIE L a b on anterior teeth rsquo s color, measured with Adobe Photoshop CS 6. Results Kruskal Wallis bivariate test with post hoc Mann Whitney at the measurement of CIE L a b from DSLR cameras, prosumer, mirrorless cameras and smartphone cameras showed a result that is significantly different p "
2016
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Haditya Leorahmadi Mukri
"[ABSTRAK
Tesis ini membahas tentang pengembangan sistem informasi surveilans Penyakit
yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) yang dikonfirmasi oleh laboratorium
dengan berbasis Web. Hal ini dilatarbelakangi saat ini pemberantasan penyakit
menular merupakan suatu hal penting yang harus didukung dengan sarana yang
sesuai. Untuk itu suatu negara harus mengembangkan, memperkuat, dan
memelihara kemampuan untuk mendeteksi, menilai dan melaporkan kejadian
penyakit menular. Sistem surveilans dengan berbasis Web dan terintegrasi dapat
mendukung dan memperkuat kegiatan surveilans PD3I yang ada sekarang.
Penelitian ini mengenali permasalahan dengan pendekatan sistem. Rancangannya
adalah riset operasional. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam,
observasi dan telaah dokumen dilanjutkan dengan analisis konten. Hasil penelitian
menemukan terputus informasi di dalam hirarki pelaporan yang berjalan saat ini
sehingga tidak tepat waktu untuk sampai di pusat. Sistem pelaporan berjenjang
memakan waktu lama. Pengembangan sistem informasi yang terintegrasi yang saat
ini berupa prototype harus terus dikembangkan dan perlunya komitmen dari semua
pihak dapat memperbaiki surveilans PD3I dengan konfirmasi lab sehingga
penanganan kasus dapat dilakukan segera dan mencegah penyebaran penyakit.

ABSTRACT
This thesis discusses about developing surveillance information system on Vaccine
Preventable Diseases (VPD) which are confirmed by laboratory examination and
which are web based. Its background is that controlling communicable diseases is
in important issue that has to be supported with appropriate structures. Therefore, a
country should develop, strengthen, and maintain its capacity to detect, asses and
report communicable disease events. An integrated web based surveillance system
can support and strengthen the existing VPD surveillance activities.
This research recognizes problems with a system approach. Its design is operational
research. Data are collected through deep interview, observation and document
review, which are continued with content analysis. Research results show that there
is an information gap at the report hierarchy in the existing system, so that data
reach the central level not in timely manner. Cascade reporting system takes a long
time. Developing integrated information system as prototype and strong
commitment from related parties can improve VPD surveillance with lab
confirmation, so that case management can be performed immediately and further
spread of the disease can be prevented., This thesis discusses about developing surveillance information system on Vaccine
Preventable Diseases (VPD) which are confirmed by laboratory examination and
which are web based. Its background is that controlling communicable diseases is
in important issue that has to be supported with appropriate structures. Therefore, a
country should develop, strengthen, and maintain its capacity to detect, asses and
report communicable disease events. An integrated web based surveillance system
can support and strengthen the existing VPD surveillance activities.
This research recognizes problems with a system approach. Its design is operational
research. Data are collected through deep interview, observation and document
review, which are continued with content analysis. Research results show that there
is an information gap at the report hierarchy in the existing system, so that data
reach the central level not in timely manner. Cascade reporting system takes a long
time. Developing integrated information system as prototype and strong
commitment from related parties can improve VPD surveillance with lab
confirmation, so that case management can be performed immediately and further
spread of the disease can be prevented.]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Umi Yumiati
"Penelitian ini mendalami tentang pelaksanaan surveilans gizi dalam memenuhi berbagai kebutuhan informasi gizi terutama 18 indikator gizi, baik untuk penggunaan informasi di dalam Puskesmas maupun di tingkat Kota Cimahi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan agar kegiatan surveilans dapat berjalan dengan baik di Puskesmas Melong Asih, pemegang program gizi hanya memegang program gizi tidak ditambah tugas lain yang lebih menyita waktu; melakukan pengkaderan dengan melibatkan karang taruna dan dibuatkannya SK oleh Lurah agar tidak ada pergantian kader setiap ada pemilihan RW baru; melakukan sosialisasi dan pelatihan kader; membuat buku petunjuk teknik/ petunjuk pelaksanaan pelaksanaan surveilans gizi; membuat standar prosedur operasional (SPO) surveilans gizi, melakukan pembinaan secara kerkesinambungan dan terjadwal terhadap posyandu, serta adanya pemantauan terhadap TPG oleh seksi Kesga dan Gizi dengan melakukan penilaian kinerja petugas gizi Puskesmas; adanya pelatihan mengenai surveilans gizi bagi petugas gizi puskesmas; agar diseminasi hasil kegiatan gizi dilakukan lebih terjadwal dan rutin, serta mengoptimalkan kegiatan surveilans gizi sehingga menghasilkan informasi yang tepat sebagai dasar perencanaan dan tindaklanjut dari hasil surveilans gizi; meningkatkan koordinasi, kerjasama, dan dukungan antar posyandu dan lintas program serta agar umpan balik yang diharapkan tercapai.

The research to obtain a deeper understanding the implementation of nutritional surveillance in fulfilling various nutritional information needs, especially 18 nutrition indicators, both for the use of information in health centers or at the Cimahi level. This research is qualitative research with descriptive design and system approach. The results suggest that surveillance activities running work well in Melong Asih Health Center, nutritional program holders only hold nutritional programs not increase other tasks that are more time-consuming; Conducting cadre involving youth groups and making SK by the Lurah so that there will be no change of cadres every new RW election; Socialize and train the cadres; To make technical manual / guidance on implementation of nutrition surveillance; Standardize operational procedures (SOP) for nutrition surveillance, conduct continuous and scheduled guidance on posyandu, as well as monitoring of TPG by the Kesga and Nutrition sections by conducting an assessment of the performance of Puskesmas nutrition officers; Training on nutrition surveillance for nutrition officers of puskesmas; In order to disseminate the results of nutrition activities performed more scheduled and routine, and optimize nutrition surveillance activities so as to produce appropriate information as the basis of planning and follow-up of the results of nutrition surveillance; Improve coordination, cooperation, and support among posyandu and cross programs so that the expected feedback is achieved."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2017
S67965
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nilsson, Fredrik
Boca Raton: CRC Press, Taylor & Francis Group, 2009
621.389 28 NIL i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>