Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5699 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Walker, Theodore D.
Jakarta: Erlangga, 2000
712 WAL pt
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Sandra Devanny Utomo
"Penemuan lukisan-lukisan gua yang dibuat sejak jaman prasejarah membuktikan bahwa manusia memang memiliki hasrat bawaan untuk merepresentasikan apa yang mereka lihat dan apa yang mereka imajinasikan. Dalam dunia arsitektur pun, gambar telah menjadi bagian dalam proses desain atau perancangan. Seorang arsitek bergantung pada sketsa-sketsa tangannya sebagai sebuah media untuk berdialog, media bagi proses kreatif untuk memahami dan membentuk arsitektur. Secara umum, sketsa berfungsi dalam memfasilitasi penemuan ide atau inspirasi, media komunikasi bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proses perancangan, hingga merekam impresi atau kesan mental akan suatu objek.
Sketsa adalah perwujudan fisik dari pemikiran dan ekspresi individual arsitek - karenanya bersifat unik dan personal - yang memiliki peran penting dari awal hingga akhir proyek perancangan, dari tahap konseptualisasi hingga evaluasi. Penggunaan sketsa dalam praktik arsitektur sangat terkait dengan sejarah perkembangan arsitektur itu sendiri. Dengan mempelajari sejarah penggunaan sketsa dalam tiap periode arsitektur, kita dapat melihat bahwa sketsa mengandung pemikiran dan spirit yang kemudian membentuk ideologi arsitektur.

The discovery of cave pantings made since prehistoric times prove that humans have an innate desire to represent what they see and what they imagine. In architectural world, drawing have become an integral part in design process. An architect relies on their freehand sketches as a medium for dialogue, a medium for the creative process to understand and conceive architecture. In general, sketches used to facilitate the discovery of ideas or inspirations, communication media for the parties involved in the design process, and to record the impressions of an object.
Sketch is the physical manifestation of architect thought and individual expression'thus unique and personal'that have an important role from the beginning to the end of the project design, from conceptualization stage to the evaluation. The use of sketches in the practice of architecture is related to the historical development of architecture itself. By studying the history of the use of sketches in every period of architecture, we can see that the sketches contain thought and spirit which then formed the architecture ideology.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S52346
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Reid, Grant W.
Jakarta: Erlangga, 2001
712 REI g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Gabriella Djaya Atmadja
"Skripsi ini membahas peran sketsa dalam tahapan merancang arsitektur terkait dengan penyajian pesan yang ingin disampaikan. Sketsa yang dibuat langsung menggunakan tangan dengan kualitas cepat dan bebas, merupakan salah satu representasi dan komunikasi ide arsitektur dalam proses perancangan. Sketsa merupakan proses berpikir visual terkait eksternalisasi mental image arsitek dalam penggagasan ide-ide arstekturnya. Ide arsitektur ini dieksternalisasi dalam perwujudan elemen visual yang ada pada sketsa. Hal ini berkaitan dengan potensi dan peranan sketsa yang mungkin digunakan dalam berbagai tahapan merancang.

This study discusses about the role of sketches in architectural design process associated with the presentation of the idea. Sketches, drawing that are made directly by hand with fast and free qualities, is one of the representation and communication of architecture ideas in design process. Sketches are visual thinking process related to externalization of architect's mental image in initiating his her architectural ideas. The architectural idea is externalized in the embodiment of visual elements that exist in the sketch. It relates to the potential and role of sketches that may be used in various stages of architectural design."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S66447
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Liebing, Ralph W.
New York: John Wiley & Sons, 1983
720.284 LIE a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Universitas Tarumanegara, 2010
R 720 SKE
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Halse, Albert O.
New York : McGraw-Hill, 1988.
720.28 HAL a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Hutari Maya Rianty
"Sejak kemunculan aplikasi photo-sharing Instagram, masyarakat terlihat semakin gemar memotret dan merekam apapun yang terjadi di sekitar mereka. Hal-hal yang dapat menjadi objek foto pun sangat beragam, mulai dari kegiatan sehari-hari sampai objek-objek yang terlihat sangat instagrammable, atau layak untuk diunggah ke Instagram karena memenuhi standar estetika tertentu. Salah satu objek yang tampaknya telah dianggap sebagai objek foto yang instagrammable adalah arsitektur. Namun, foto-foto arsitektur yang ada di Instagram hanyalah adalah representasi yang instagrammable dari sebuah arsitektur. Padahal, arsitektur tidak hanya dibentuk oleh elemen-elemen yang terlihat, tapi juga oleh aspek-aspek spasial yang tidak kasat mata.
Tulisan ini membahas bagaimana arsitektur dapat dikatakan sebagai objek foto yang instagrammable, juga sejauh apa foto arsitektur yang instagrammable dapat merepresentasikan dan menyampaikan makna dari arsitektur yang difoto. Sebuah foto yang instagrammable bisa jadi bukanlah media yang paling tepat untuk merepresentasikan arsitektur karena lebih menekankan pada estetika visual dibandingkan menyampaikan makna dari arsitektur itu sendiri.

Since Instagram launched several years ago, society seems to be more eager to take photos and record everything they do or see and share them online through the famous photo sharing application. There are a lot of things that are considered to be instagrammable photo objects. The term instagrammable is used to identify photos that are worthy enough to be posted on Instagram. Meanwhile, architecture seems to already be considered as one of those instagrammable objects. However, the architecture we see on Instagram is only the instagrammable representation of it, not the real one. Architecture is supposed to be formed not only by tangible elements, but also the intangible spatial aspects.
This paper discusses how architecture is interpreted to be instagrammable, then to what extent an instagrammable architectural photograph can represent the meaning of architecture itself. An instagrammable photo, despite of having high aesthetic level, is probably not the best media to deliver architectural meanings.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zaimmudin Khairi
"Komunikasi memainkan peran penting dalam arsitektur untuk menyajikan ide arsitek kepada orang lain. Oleh karena itu arsitek menggunakan berbagai media seperti gambar dan model dalam mengkomunikasikan ide-idenya. Seiring dengan perkembangan teknologi, model virtual mulai mengambil peran maket dalam mengkomunikasikan ide tiga dimensi. Meskipun model virtual memiliki keuntungan dalam mewakili bangunan secara akurat, maket masih memiliki peran penting dalam komunikasi arsitektur karena hadir dalam realitas fisik.

Communication plays an important role in architecture in order to present an architect idea to others. Therefore architect uses many medias such as drawings and models in communicating his ideas. Along with technological developments, virtual models began to take maquette role in communicating three dimensional idea . Although virtual model has advantage in represent building accurately, maquette still has an important role in architectural communication because it present in physical reality."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42706
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>