Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 195210 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kurniati Fittri
"Tesis ini membahas tentang Peranan C. vulgaris dalam pengelolaan lingkungan (Kajian penggunaannya untuk menurunkan kandungan nitrogen amonia air limbah domestik dan potensinya sebagai baban minyak biodiesel). C. vulgaris Buitenzorg belum pemah digunakan untuk pengolaban limbah. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan disain experimental.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa C. vulgaris dapat hidup dalam air limbah domestik dan pertumbubannya lebih baik daripada C. vulgaris yang dibiakkan dalam medium Beneck. Kemampuan penurunan nitrogennya yaitu 86,6% pada konsentrasi amonia awal 13,1 mg/1 dan 65, 9% pada konsentrasi amonia awal 4,7 mg/1 dalam 48 jam. Total lipid paling tinggl ditemukan pada C. vulgaris dengan kandungan amonia awal4,7 mg/1 yaitu 57, 03%, sedangkan pada kadar amonia 13,1 mg/1 kandungan lipidnya 56,18"/o, kontro148,75% dalam 48 jam perlakuan.

This thesis discusses the role of C vulgaris in environmental management (Review of its use for ammonia nitrogen removal from domestic wastewater and its potential for biodiesel oil feedstock). C. vulgaris Buitenzorg has never been used for wastewater treatment. The study was a quantitative study with exporimental design.
The results showed thet C. vulgaris is able to live In domestic waste water and its growth is better than C. vulgaris that cultured In the modium Beneck. The ability of ammonia nitrogen removal is 86,6% on the initial ammonia concentration of 13.1 mg/1 and 65, 9"A> on the initial ammonia concentration of 4.7 mg/lln 48 hours. The highest total lipid was found in C. vulgaris with initialiUllmonia content of 4.7 mg/1, the value is 57, 03o/o, while the ammonia content of 13.1 mg/1 has total lipid 56.18%, and 48.75% in control in 48 hours.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2011
T33666
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fadli Yusandi
"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nutrisi nitrogen yang tepat dalam memanfaatkan mikroalga Chlorella vulgaris Buitenzorg sebagai bahan baku baik biodiesel maupun suplemen makanan. Nutrisi nitrogen divariasikan menjadi empat yaitu konsentrasi yang ada pada benneck (500 mg NaNO3/Liter), konsentrasi kekurangan nitrogen (250 mg NaNO3/Liter), konsentrasi kelebihan nitrogen (750 mg NaNO3/Liter), dan sumber nitrogen yang berbeda (500 mg CO(NH2)2/Liter).
Konsentrasi nitrogen yang ada pada medium benneck merupakan nutrisi yang paling optimal untuk menghasilkan lipid hingga mencapai 0.42 g/g biomassa. Sedangkan sumber nitrogen urea merupakan nutrisi yang paling tepat untuk menghasilkan protein hingga mencapai 0.54 g/g biomassa. Untuk menghasilkan klorofil, medium yang kelebihan nitrogen merupakan nutrisi yang paling tepat hingga mencapai 4.9 g/100g biomassa.

The purpose of this study was to determine the proper nitrogen nutrients in microalgae Chlorella vulgaris Buitenzorg use as raw material for both biodiesel and food supplements. Nitrogen nutrients varied into four namely the concentration that existed at the benneck (500 mg NaNO3/Liter), the concentration of nitrogen deficiency (250 mg NaNO3/Liter), excess nitrogen concentration (750 mg NaNO3/Liter), and different nitrogen sources (500 mg CO (NH2)2/Liter).
Nitrogen concentration in the medium benneck there is the most optimal nutrition to produce lipids up to 0:42 g / g biomass. While the source of urea nitrogen is the most appropriate nutrients to produce the protein until it reaches 0:54 g / g biomass. To produce chlorophyll, medium that excess nitrogen is the most appropriate nutrients to reach 4.9 g/100g biomass.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S51673
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ayik Abdillah
"Pengolahan anaerobik digester dengan substrat sampah makanan memiliki produk samping berupa air lindi. Air lindi memiliki kandungan nutrien yang sangat tinggi. Apabila air lindi tidak diolah akan menyebabkan eutrofikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendayagunakan nutrien air lindi dengan memanfaatkan mikroalga Chlorella vulgaris yang dikultivasi dengan menggunakan fotobioreaktor plat datar dengan gelembung. Air lindi didilusi terlebih dahulu dengan air destilasi sebanyak 30 kali. Masa kultivasi dilakukan selama 14 hari dengan memberikan konsentrasi CO2 sebesar 3 , 9 dan 16 . Kerapatan awal mikroalga yang digunakan sebesar 0,2 dan 0,4 untuk melihat kerapatan awal yang optimal dalam mendayagunakan nutrien. Konsentrasi nutrien nitrogen awal sebesar 1.167 ndash; 1.708 mg/L dan nutrien fosfor awal sebesar 88 ndash; 687 mg/L.
Hasil penelitian menunjukkan mikroalga C. vulgaris mampu menyerap nitrogen pada air lindi sebesar 81 ndash; 93 dan fosfor sebesar 79 ndash; 87 dengan menyerap karbon sebesar 10 ndash; 28 . Jumlah biomassa yang dihasilkan sebesar 1,363 ndash; 1,835 g/L berat kering . Hasil uji statistik pada variasi konsentrasi CO2 sebesar 3 , 9 , dan 16 dan kerapatan awal 0,2 dan 0,4 tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada kemampuan mikroalga Chlorella vulgaris dalam mendayagunakan nutrien air lindi dan menghasilkan jumlah biomassa yang berbeda ANOVA.

Anaerobic digester with food waste substrate has a leachate product. Leachate has a very high nutrient content. If leachate water is not treated it will cause eutrophication. The objective of this experiment is to utilize nutrient from leachate using Chlorella vulgaris microalgae which is cultivated in the flat plate with bubble photobioreactor. Leachate was diluted in distilled water for 30 times. The cultivation period was done for 14 days by giving the CO2 concentration of 3 , 9 , and 16 . The initial density of microalgae is 0,2 and 0,4 optical density to know the optimal initial density for nutrient recovery. Initial nitrogen was 1.167 ndash 1.708 mg L and initial phosphorus was 88 ndash 687 mg L.
The results showed that C. vulgaris microalgae were able to absorb nitrogen in leachate 81 ndash 93 and phosphorus 79 ndash 87 by absorbing CO2 by 10 ndash 28 . The amount of biomass produced is 1,363 ndash 1,835 g L dry weight . The result of the statistical test on the variation of CO2 concentration of 3 , 9 , and 16 and the initial density of 0,2 and 0,4 did not give significant effect on the ability of C. vulgaris microalgae in utilizing leachate nutrients and produce different amount of biomass ANOVA.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S67519
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Albert Santoso
"Penggunaan bahan bakar oleh industri secara masif meningkatkan emisi karbon dioksida secara signifikan. Hal ini menyebabkan dua permasalahan besar, yakni pemanasan global dan krisis energi. Untuk mengatasi kedua masalah tersebut, mikroalga klorofita, seperti Chlorella vulgaris, dikenal memiliki kemampuan fiksasi karbon dioksida yang baik. Karbon dioksida yang terikat kemudian disintesis menjadi lipid. Lipid yang dihasilkan merupakan bahan baku biodiesel. Pada studi kali ini, mikroalga Chlorella vulgaris dikultivasi dalam fotobioreaktor 18 liter dan medium kompos pada pencahayaan 3000 lux selama 90 jam sebagai prototipe skala besar dengan variasi densitas sel awal dan konsentrasi karbon dioksida. Kultivasi pada densitas sel awal 0,137 g.dm-3 mampu memfiksasi karbon dioksida hingga 30,38 g.dm-3.hari-1 (93,56%) pada pengaliran karbon dioksida 23,80 g.jam-1 dengan produktivitas biomassa 0,44 g.dm-3.hari-1 dan yield lipid 0,0795 glipid.gsel-1, serta menunjukan potensi fiksasi karbon dioksida (31,51%) dan produksi lipid (0,0739g.g-1) yang baik pada pengaliran karbon dioksida 48,17 g.jam-1. Kultivasi pada densitas sel awal lebih tinggi (0,325 g.dm-3) menunjukan resistansi lebih baik pada pengaliran karbon dioksida 48,17 g.jam-1 dengan fiksasi karbon 37,95 g.dm-3.hari-1 (58%) , produksi biomassa 0,82 g.dm-3.hari-1 dan yield lipid 0,0834 g.g-1serta potensi yang baik pada pengaliran karbon dioksida 65,96 g.jam-1. Dengan efisiensi fotosintesis mencapai 26,3% pada densitas awal sel rendah dan 8,31% pada densitas awal sel tinggi, model kinetika Haldane mampu memberikan pendekatan (R=0,957) pada kurva pertumbuhan, mengindikasi besarnya pengaruh inhibisi substrat. Penelitian ini menunjukan potensi mikroalga klorophyta serta memberikan dasar empiris model dalam mereduksi karbon dioksida berkonsentrasi tinggi dan sekaligus memproduksi lipid sebagai bahan dasar biodiesel pada skala besar. Studi lebih lanjut diperlukan untuk adaptasi skala komersial.

Massive use of fuels by industry increase carbon dioxide emission significantly. This leads to two big problems of the world, which are global warming and energy crsis. To deal with those problems, microalgae chlorophyta, especially Chlorella vulgaris, is wellknown for its ability to fixate carbon dioxide. Fixated carbon dioxide is then synthesized to lipid. Lipid produced is the raw material for biodiesel. In this study, microalgae Chlorella vulgaris is cultivated in photobioreactor (volume 18L) and in liquid organic compost based medium under illumination 3000 lux for 90 hours as prototype for scale up with varying initial density and carbon dioxide concentration. Cultivation with initial cell density 0.137 g.dm-3 shows ability to fixate carbon dioxide up to 30.38 g.dm-3.day-1 (93.56%) under carbon dioxide inflow 23.80 g.hour-1 with biomass productivity 0.44 g.dm-3.day-1 and lipid yield 0.0795 glipid.gcell-1, and shows potential to fixate carbon dioxide (31.51%) and produce high lipid (0,0739g.g-1) under carbon dioxide inflow 48,17 g.hour-1. Cultivation with higher initial cell density (0,325 g.dm-3) shows better resistance under carbon dioxide inflow 48.17 g.hour-1 with carbon fixation 37.95 g.dm-3.day-1 (58%) , biomass production 0.82 g.dm-3.day-1, lipid yield 0.0834 g.g-1, and good potential under carbon dioxide inflow 65.96 g.hour-1. With photosynthesis efficiency reaches 26.3% on lower initial cell density and 8,31% on higher initial cell density, Haldane kinetic model manages to give approach (R=0.957) on growth curve, indicating significance of substrate inhibition. This research shows potential of Chlorella vulgaris and empirical model base in reducing high concentration carbon dioxide and simultaneously producing lipid as raw material for biodiesel at larger scale. Further study is necessary for adapting this potential to commercial scale.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
T43132
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhany Raihan Muhammad
"Bahan bakar minyak adalah salah satu kebutuhan kehidupan manusia modern saat ini, Meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak dan terbatasnya sumber yang selama ini telah digunakan membuat perubahan arah pengembangan kebutuhan bahan bakar minyak menuju kearah bahan bakar minyak yang dapat diperbaharui seperti biodiesel menggunakan lipid berbahan baku mikroalga. Mikroalga Chlorella vullgaris dengan Sianobakteria Spirulina Planthesiss dapat membentuk konsorsium yang memiliki hubungan simbiosis komplementer yang diharapkan dapat meningkatkan akumulasi lipid sebagai bahan biodiesel. Peningkatan akumulasi lipid dapat dilakukan dengan pembatasan nutrisi, penentuan kondisi optimum medium, dan optimasi rasio konsorsium Chlorella vullgaris dan Spirulina Planthesiss. metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan variasi pada medium, variasi pada kandungan nitrogen yang terkontrol pada medium pengembangan, dan melakukan perbandingan rasio antara Chlorella vullgaris dengan Spirulina Planthesis. Didapati pada penelitian ini, konsorsium dengan perbandingan Chlorella vullgaris:Spirulina Planthesis pada rasio 3:2 mampu menghasilkan peningkatan lipid sebesar 36% dibanding dengan chlorella murni.

fuel is one of the necessities of modern human life today. The limited resources condition that have been used made a change in the direction of into fuel oil towards renewable material especially lipid content in microalgae as the based material. Microalgae Chlorella vullgaris with Cyanobacteria Spirulina Planthesiss can form a consortium which has a symbiotic relationship expected to increase the accumulation of lipids as biodiesel material. Increasing lipid accumulation can be done by limiting nutrition, determining the optimum conditions for the medium, and optimizing the rasio of the consortium Chlorella vullgaris and Spirulina Planthesiss. The research method used was to use variations of the medium growth, controlled variations in nitrogen content in the development medium, and to compare the ratio between Chlorella vullgaris and Spirulina. The result of this research it is increasment from the consortium of Chlorella vullgaris:Spirulina Planthesis with the ratio of 3:2 lipid content up to 36% compared to Chlorella vullgaris."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Albert Santoso
"Krisis energi menyebabkan kebutuhan akan biodiesel meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Chlorella vulgaris diteliti karena memiliki lipid yang potensial untuk sintesis biodiesel. Akumulasi lipid pada mikroalga dapat ditingkatkan dengan mengontrol kandungan nitrogen. Salah satu pengontrol kandungan nitrogen alami ialah cyanobacteria seperti Spirulina platensis. Penggunaan S. platensis sebagai agen simbiosis dapat memungkinkan akumulasi lipid pada produksi skala pabrik menggunakan medium komersiil seperti kompos dan limbah organik. Pada studi ini, C. vulgaris dan S. platensis dikultur dengan medium BG-11 pada fotobioreaktor datar dengan melihat biomassa dan produktivitas lipid. Komposisi koloni optimum ditentukan dengan intensitas pencahayaan kontinu tertentu untuk menghasilkan lipid tertinggi. Penggunaan S. platensis meningkatkan laju pertumbuhan akibat biosintesis simbiotik dengan yield lipid yang lebih tinggi. Koloni 3:2 (S. platensis 40%wt) menghasilkan yield 6,72% pada intensitas pencahayaan 3000 lux, lebih tinggi dibandingkan kontrol 100% C. vulgaris (5,13%). Hal ini mengkonfirmasi bahwa keberadaan S. platensis menginduksi akumulasi lipid pada mikroalga. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami proses biosintesis dalam koloni.

Due to energy crisis, demand on biodiesel inclines significantly year by year. In order to cope with that, Chlorella vulgaris is often observed for having potential amount of lipid for synthesizing biodiesel. Lipid accumulation in potential C. vulgaris could be induced by controlling nitrogen concentration in optimum level. One of natural nitrogen controller is cyanobacteria. The use of Spirulina platensis as symbiosis agent could enable higher lipid content in non-synthetic, more economic, plant scale medium such as compost and bio-waste. In this study, C. vulgaris and Spirulina platensis were cultured in BG-11 medium in microalgal flat plate photobioreactor to assess biomass and lipid productivity. We also determine optimum colony composition on certain light intensity to yield highest lipid amount. Colony composition 3:2 (40%wt S. platensis) gives highest lipid yield (6.72%) in continuous illumination 3000 lux compare to control sampel (100% C. vulgaris) which only yields 5,13%. This confirms that the existence of cyanobacteria induces lipid accumulation in microalgae Chlorella vulgaris. Further study is needed to understand better biosynthesis in colony and optimum parameters for plant scale establishment.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S55491
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Canggih Resthureditya Reza
"CO2 di atmosfer sejak tahun 2000 meningkat empat kali lebih cepat ketimbang sepuluh tahun sebelumnya, dan pada tahun 2007 tercatat emisi CO2 di dunia mencapai sebesar 10 milyar ton dimana laju pertumbuhan ekonomi, penggunaan sumber-sumber energi yang tidak efisien, dan degradasi hutan-hutan dan lautan untuk sistem penyerapan CO2 terlibat dalam peningkatan CO2 tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan sebagai langkah untuk mendukung kebijakan mengurangi gas rumah kaca di antaranya adalah dengan mengembangkan penelitian-penelitian di bidang bioteknologi dimana salah satunya adalah pemanfaatan mikroalga untuk memfiksasi CO2 melalui proses fotosintesis. CO2 dalam hal ini merupakan salah satu komponen utama selain H2O dalam pembentukan karbohidrat sumber energi mikroalga untuk tumbuh dan berkembang biak.
Chlorella vulgaris salah satu spesies mikroalga yang dikembangkan untuk biomassa dibiakkan dengan menggunakan media aerasi membran serat berongga yang bertujuan untuk meningkatkan koefisien perpindahan massa CO2 dari gelembung gas yang dialirkan melewati media kultur. Semakin banyak CO2 yang terlarut dalam media kultur akan memberikan kesempatan yang lebih merata bagi mikroalga untuk menyerap CO2 sehingga diharapkan terjadinya peningkatan produksi biomassa yang lebih tinggi dan fiksasi CO2 yang lebih efisien.

Since the year of 2000, CO2 on the atmosfer had increased four times faster than on the previous decade, and on the year of 2007, CO2 had reached about 10 bilion ton which the economic growth rate, the inefficent use of energy, and the degradation of woods and oceans for CO2 absorbtion system were involved on the increasing CO2. There were so many efforts that have been done as measures to support the policy to lower the green house gases which one of them was to develope some researches on biotechnology field by using microalgae to fixate CO2 through photosynthesis process. CO2 on this case is one of the main components beside H2O to form carbohydrate, the energy source for microalgae to grow and reproduce.
Chlorella vulgaris-one of the microalgae species that are developed for biomass is being cultivated using hollow fiber mebrane as the aeration media to increase the mass transfer coefficient of CO2 from gas bubbles that were flown through the culture media. The more CO2 dissolved on culture media, the more chance for the microalgae to absorb the CO2 so it will be expected that there will be a higher increase of biomass production and an efficient fixation of CO2.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S920
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nurhayati
"Indonesia merupakan negara penghasil Crude Palm Oil terbesar di dunia. Pada proses produksi CPO akan dihasilkan sejumlah besar limbah cair (Palm Oil Mill Effluent) yang mengandung banyak unsur hara seperti N, P, K, Mg, dan Ca. Pada penelitian ini akan ditinjau potensi dari POME sebagai media kultivasi bagi Chlorella vulgaris. Pengamatan dilakukan pada C. vulgaris yang dikultivasi pada medium Walne serta medium POME dari kolam aerob dan fakultatif. Penelitian ini menunjukkan C. vulgaris yang dikultivasi dalam POME dari kolam aerob memiliki rata-rata laju pertumbuhan spesifik, kandungan protein (8,52%), dan kandungan klorofil tertinggi (0,165%). Sedangkan C. vulgaris yang dikultivasi dalam POME dari kolam fakultatif memiliki kandungan lipid tertinggi (3,90%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa POME memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi medium.

Indonesia is the largest Crude Palm Oil producer in the world. On CPO production, there will generate large amount of Palm Oil Mill Effluent that contain a lot of nutrients, namely N, P, K, Mg, and Ca. This research will review the potential of POME as a medium of C. vulgaris. An observation is applied on C. vulgaris that cultivated on a medium Walne and POME which come from aerobic and facultative pond. This study showed that C. vulgaris that cultivated in POME from aerobic pond have the higest specific growth rate, protein content (8.52%), and chlorophyll content (0.165%). Whereas C. vulgaris that cultivated in POME from facultative pond have the highest lipid content (3.90%). This study propose that POME has a potential to be utilized as a medium.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S62812
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ponco Widodo
"Pengaturan waktu filtrasi sangat diperlukan untuk mengatasi masalah self shading dalam pengembangbiakkan Chlorella vulgaris. Dengan adanya filtrasi, terjadi pemerataan cahaya dan CO2 yang diterima oleh sel sehingga proses fotosintesis dapat berjalan optimal. Variasi waktu filtrasi yang dilakukan adalah 2,3 serta 4 jam.
Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa waktu filtrasi yang tepat dan seimbang antara laju pertumbuhan sel di dalam fotobioreaktor dan laju penyaringan sel dapat meningkatkan produksi biomassa. Produksi biomassa terbesar tertinggi terdapat pada waktu filtrasi 3 jam.
Pada sistem filtrasi 3 jam secara kontinu dengan laju alir filtrasi 3 L/menit dapat meningkatkan produksi biomasa 18,58% dibandingkan dengan proses tanpa filtrasi dengan kerapatan yang sama dan memperthahankan laju pertumbuhan sel yang konstan. Perlakuan Filtrasi 3 jam juga mengahasilkan fiksasi CO2 terbesar (?CO2 rata-rata 1,36%) dari CO2 input 5%.

Filtration time setting is needed to overcome the problem of self-shading in cultivation of Chlorella vulgaris. With the filtration, there was even distribution of light and CO2 are received by the cell so that the process of photosynthesis can run optimally. Variation of filtration time taken is 2.3 and 4 hours.
From the research, found that proper filtration time and the balance between cell growth rate in the photobioreactor and cell filtration rate can increase biomass production. Highest largest biomass production there at the time of filtration three hours.
In the filtration system 3 hours continuously with a flow rate of filtration of 3 L / min can increase biomass production 18.58% compared with without the filtration process with the same density and maintain cell growth rate constant. Filtration 3-hour treatment also result in the largest CO2 fixation (?CO2 average 1.36%) of 5% CO2 input.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S51989
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>