Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 194391 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siagian, Gloria M.U.
"Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini pendidikan nilai menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan. Adanya globalisasi mengakibatkan banyak sekali pembahan dan pergeseran dalam hidup sehingga membentuk manusia yang memiliki nilai-nilai kehidupan yang positif menjadi sebuah kebutuhan. Hal ini terjadi karena nilai dipandang sebagai sebuah panduan yang digunakan oleh seseorang dalam berperilaku di kehidupannya sehari- hari. Oleh karenanya, Depdiknas melalui mata pelajaran PPKn berusaha untuk membantu mempersiapkan manusia yang memiliki nilai-nilai kehidupan positif sejak dini. PPKn merupakan salah satu mata pelajaran yang digunakan oleh Depdiknas untuk mengajarkan nilai di sekolah. Pendekatan belajar yang digrmakan dalam pelajaran ini merupakan pendekatan kontekslual yaitu dimana seorang siswa belajar melalui permasalah-permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari (woolfolk, 1998). Melalui pendekatan ini diharapkan nantinya siswa menjadi mampu untuk menerapkan pengetahuan yang didapatnya dari sekolah ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilai yang dimilikinya tidak hanya menjadi pengetahuan kognitif tetapi mampu menjadi perilaku yang menetap dalam diri siswa. Oleh karenanya peneliti tertarik untuk melihat gambaran pendekatan pembelajaran nilai yang dilakukan oleh guru PPKn di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitalif, dimana pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, guru PPKn SD Tarakanita III masih belum secara sepenuhnya mengaplikasikan pendekatan kontekstual sebagai bagian dari proses belajar mengajar di kelasnya. Hal ini dikarenakan guru masih belum menyadari pentingnya pemberian rangsangan melalui pemecahan masalah sehari-hari agar siswa menjadi lebih mampu untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga belum menyadari sepenuhnya bahwa perkembangan siswa bukanlah sepenuhnya tanggung jawab ruah tetapi juga merupakan tanggung jawab sekolah. Oleh karenanya, Depdiknas diharapkan memberikan panduan yang lebih rinci dan pelatihan proses pengajaran PPKn bagi guru-guru sekolah dasar mengenai pendekatan kontekstual dan aplikasinya pada pelajaran PPKn di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode knalitalif. dimana pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara Hasil dan penelitian ini menunjukkan bahwa, guru PPKn SD Tamkanita III masih belum secara sepenuhnya mengaplikasikan pendekatan kontekstual sebagai bagian dan proses belajar mengajar di kelasnya. Hal ini dikarenakan guru masih belum menyadari pentingnya pemberian ransangan melalui latihan pemecahan masalah sehari-hari agar siswa menjadi lebih mampu untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga belum menyadari sepenuhnya bahwa perkembangan siswa bukanlah sepenuhnya tanggung jawab rumah tetapi juga merupakan tanggung jawab sekolah. Oleh karenanya, Depdiknas diharapkan memberikan panduan yang lebih rinci dan pelatihan proses pengajaran PPKn bagi guru-guru sekolah dasar mengenai pendekatan kontekstual dan aplikasinya pada pelajaran PPKn di sekolah."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2004
T38809
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Meifaliana Osman
"Penelitian ini membahas proses penyampaian dan penerimaan pesan dalam kegiatan belajar-mengajar, melihat bagaimana cara yang dilakukan guru ketika memberikan berbagai informasi kepada siswanya. Melalui penjelasan yang terarah, guru dapat memperkecil kesalahpahaman atau ketidakmengertian siswa dalam menerima/menguasai materi pelajaran yang dapat menghambat prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan melalui metode Pengamatan dan Wawancara dengan tipe penelitian kualitatif deskriptif. Melalui komunikasi dua arah, Interaksi guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, dapat mengetahui sejauhmana materi pelajaran dapat diterima dan dimengerti siswa. Analisis data dilakukan terhadap cara penyampaian materi pelajaran oleh guru dan proses penerimaan materi yang diberikan kepada siswa. Berdasarkan hasil analisis tersebut, harapan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu dapat memperkecil kesalah pahaman antara pesan yang disampaikan dan interpretasi pesan yang diterima siswa. Proses Belajar Mengajar (PBM) sebagai media dalam proses penyampaian dan penerimaan pesan dimana guru bertindak sebagai sumber informasi/komunikator dan siswa sebagai penerima informasi/komunikan. Temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, cara yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran adalah sama (ceramah/instruksional) tetapi perbedaan sikap guru mempengaruhi proses penerimaan pesan bagi siswa.
Hasil penelitian dari pengamatan dan wawancara dengan guru dan siswa, dapat disimpulkan sebagai berikut:
Dari cara dan sikap guru dalam menyampaikan materi pelajaran, pada dasarnya cara yang dilakukan guru "lama" yaitu ceramah/ instruksional. Bila cara yang dilakukan guru lebih variatif dalam penyampaiannya serta sikap guru lebih menyenangkan dan memotivasi siswa untuk berpikir kreatif ( tidak textbook) maka siswa dapat lebih konsentrasi dalam proses penerimaan pesan/materi pelajaran. Pada tingkat pemahaman materi, penyampaian materi yang abstrak dijelaskan ke dalam hal yang lebih kongkrit. Penggunaan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti (memperjelas kata-kata kiasan), membantu siswa untuk lebih memahami materi. Sehingga kesalahpahaman atau ketidak mengertian siswa dalam menjawab pertanyaan guru, bukan karena siswa mempunyai kemampuan menghafal.
Dari hasil penelitian ini, dapat direkomendasikan untuk diadakan penelitian lanjutan mengenai kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat, ide atau gagasan yang lebih kreatif baik di tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama maupun di Sekolah Menengah Atas/ umum untuk lebih mengembangkan diri dan mempunyai kemampuan berkomunikasi."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
T12139
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nazirin
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan motivasi terhadap kemampuan pemahaman konsep PPKn siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan post test only control design. Subjek penelitian sebanyak 44 siswa yang terdiri dari 22 siswa sebagai kelas eksperimen dan 22 siswa sebagai kelas kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Anova 2 jalur. Hasil analisis data menunjukkan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa berupa pemahaman konsep PPKn siswa. Siswa dengan tingkat motivasi yang tinggi lebih baik dalam hal penggunaan model Jigsaw dan hasil belajar, dibandingkan dengan siswa yang mempunyai motivasi rendah. Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep PPKn. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih baik daripada model pembelajaran ceramah untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik, dan bahwa siswa dengan motivasi belajar yang tinggi lebih baik daripada siswa dengan motivasi belajar yang rendah dalam penggunaan atau pemanfaatan model pembelajaran Jigsaw dan hasil belajarnya."
Tangerang: LPPM Universitas Terbuka, 2018
370 JPE 19:2 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Muharipin
"ABSTRACT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis siswa kelas III Semester II SDN 1 Wanasaba Tahun Pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III semester 2 dengan jumlah siswa 23 orang yang terdiri dari laki-laki 10 orang dan perempuan 13 orang. Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri atas beberapa tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, dan refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan angket/tes dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati jalannya proses tindakan yang dilakukan. Angket/tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai. Dokumentasi digunakan untuk bahan penunjang proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia materi menulis karangan narasi berdasarkan gambar seri menggunakan pilihan kata dan kalimat yang tepat dengan memperhatikan penggunaan ejaan, huruf kapital, dan tanda titik pada siswa kelas III semester 2 SDN 1 Wanasaba Tahun Pelajaran 2015/2016 sebelum dilakukan tindakan sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan persentase keberhasilannya adalah 26%. Setelah dilakukan tindakan penggunaan media gambar beseri hasil belajar tergolong sangat baik. Hal ini terbukti dengan persentasi keberhasilan pada variabel hasil belajar siswa pada siklus 1 yaitu 70% dan siklus 2 adalah 100%."
Mataram: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2017
400 MBSN 11:1 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Masalah yang menjadi kajian dari penelitian ini adalah mengenai hasil belajar siswa yang kajiannya difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, meliputi kompetensi guru, komitmen mengajar, dan efektifitas proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, pokok masalah yang diungkap dalam penelitian ini adalah sejauhmana pengaruh kompetensi guru dan komitmen mengajar terhadap efektifitas proses pembelajaran serta implikasinya pada hasil belajar siswa baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory survey method dengan teknik pengumpulan data angket skala lima kategori likert terhadap 60 orang guru SMA di Kota Tasikmalaya. Teknik ini digunakan untuk mengetahui hubungan langsung dan tak langsung dari variabel eksogen terhadap variabel endogen. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa, efektifitas hasil pembelajaran, kompetensi guru dan komitmen mengajar guru SMA di Kota Tasikmalaya termasuk dalam kategori tinggi dan terdapat pengaruh kompetensi guru dan komitmen mengajar terhadap hasil belajar siswa melalui efektifitas proses pembelajaran."
JURPEND 14:1 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Yulan Fitriani
"Kegiatan matematika dihadapi oleh setiap individu setiap hari. Sejak masa kanak-kanak hingga usia lanjut, tiap individu pasti berhubungan dengan matematika. Matematika sudah mulai dipelajari oleh anak ketika ia berada di lingkungan rumah. Setelah itu, ia akan mempelajarinya lebih dalam di jenjang pendidikan (sekolah). Matematika hanyalah satu di antara pengetahuan dan ketrampiian yang dipelajari di sekolah. Untuk mempelajari suatu pengetahuan atau ketrampiian, diperlukan kesiapan individu yang bersangkutan yaitu, kematangan, pengalaman, relevansi mated dan metode instruksional, serta sikap emosional.
Matematika seringkali dianggap sebagai 'momok' yang menakutkan oleh anak-anak. Hal ini tidak terlepas dad pengaruh banyak hal, di antaranya orangtua, kelompok, dan kesan mengenai guru matematika yang menakutkan. Perhatian terhadap usaha pembentukan sikap positif terhadap matematika masih dirasakan kurang. Padahal, sikap positif terhadap matematika perlu ditanamkan sedini mungkin. Apabila murid tertinggal dalam penguasaan matematika maka akan berpengaruh pada kelangsungan pendidikan pada jenjang berikutnya.
Sekolah yang berbeda dalam menggunai;an fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak didiknya. Pengalaman yang berbeda dapat membentuk sikap yang berbeda pula. Pengalaman yang diterima oleh anak di sekolah akan berbeda antara satu dan lainnya, demikian pula halnya dalam pelajaran matematika. Oleh karena itu ingm diketahui bagaimanakah sikap anak kelas 1 SD terhadap matematika. Selain itu ingin juga diketahui apakah ada perbedaan sikap terhadap matematika antara dua sekolah yang berbeda yaitu sekolah yang menggunakan fasilitas alam (Sekolah Alam) dan sekolah yang tidak menggunakan fasilitas alam (SD Perguruan Cikini).
Subyek dalam penelitian ini sebanyak 13 anak, 5 subyek berasal dari Sekolah Alam dan 6 subyek berasal dari SD Perguruan Cikini. Metode pengukuran sikap yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara. Metode ini dipilih karena merupakan metode yang cocok untuk digunakan pada anakanak. Dalam wawancara ini terdapat 13 aitem pertanyaan inti yang digolongkan ke dalam 4 kelompok besar yaitu suasana belajar di sekolah, kegiatan bermain, kegiatan sehari-hari, dan suasana belajar di rumah. Selain itu juga terdapat 3 aitem tambahan.
Pertanyaan diajukan dengan menggunakan alat bantu gambar sebanyak 13 buah. Penggunaan gambar dilakukan agar perhatian anak dapat tetap terfokus pada jalannya penelitian. Pertanyaan yang diajukan mempunyai dua altematif pilihan jawaban {fixed-altemative items). Jawaban yang didapatkan kemudian dikategorikan menjadi positif dan negatif. Jawaban positif terhadap suatu aitem menandakan bahwa subyek mendukung aitem tersebut dan mempunyai sikap yang positif terhadap aitem itu. Untuk mengetahui ada/tidaknya perbedaan sikap, dilakukan perhitungan dengan menggunakan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek yaitu anak kelas 1 SD memiliki sikap yang positif terhadap matematika. Berdasarkan pengelompokkan aitem pertanyaan, sebagian besar memiliki jawaban yang positif dan diasumsikan memiliki sikap yang positif. Apabila dilihat perbandingan antara subyek yang belajar di sekolah yang menggunakan fasilitas alam (Sekolah Alam) dan yang tidak (SD Perguruan Cikini), tidak ada perbedaan sikap terhadap matematika. Namun ada perbedaan yang cukup mencolok di dalam aitem-aitem pertanyaan kelompok 3 yaitu kegiatan sehari-hari. Subyek di Sekolah Alam dapat dengan lebih baik menerapkan pengetahuannya ke dalam kegiatan sehari-hari.
Peneliti menyarankan dilalcukannya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab teijadinya pembentukan sikap yang sama. Peneliti juga manyarankan supaya penelitian yang sejenis mempertimbangkan lebih lanjut pilihan jawaban yang tersedia serta jumlah pertanyaan. Hal ini tentu saja hams disesuaikan dengan karakteristik subyek yang dipilih. Selain itu alat bantu gambar juga perlu diperhatikan, apakah memang diperlukan dan alat bantu apakah yang paling sesuai untuk digunakan. Hal ini untuk mencegah pengamh gambar terhadap jawaban yang diberikan oleh subyek. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1999
S2489
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Naiborhu, Yunita
"ABSTRAK
Pada saat Ini bangsa Indonesia sedang berusaha untuk
mensukseskan kemitrasejajaran antara pria dan wanita di segala bidang, Hal
ini disebabkan karena ternyata di negara-negara berkembang seperti
Indonesia, terdapat perbedaan yang cukup besar antara pria dan wanita
dalam bidang pendidikan, pekerjaan dan kesehatan. Bangsa Indonesia yang
sedang berkembang ini membutuhkan sumber daya manusia, tidak terkecuall
pria maupun wanita. Oleh karena itu, pemberian kesempatan pada wanita
pada bidang-bidang tersebut tentunya diharapkan dapat membantu
mengembangkan sumber daya manusia Indonesia secara optimal
Perbedaan perlakuan maupun kesempatan yang diberikan kepada pria
dan wanita ini disebabkan karena adanya keyakinan di dalam masyarakat bahwa laki-laki dan perempuan berbeda, dan keyakinan ini disebut stereotip
jender. Stereotip-stereotip yang diberikan kepada laki-laki dan perempuan
menyebabkan masyarakat beranggapan bahwa kedua jenis kelamin memiliki
perannya masing-masing, sesuai jendernya.
Anak, yang merupakan sumber daya pembangunan di masa yang akan
datang telah 'menerima' stereotip-stereotip tersebut melalui orang tua. Ketika
anak memasuki usia sekolah, anak mempelajari stereotip ini melalui guru,
teman sebaya dan dari berbagai media seperti buku dan televisi. Selain
berbagai faktor yang bertambah kompleks ini. secara kognitif anak usia
sekolah telah mencapai tahapan perkembangan kognitif yang disebut tahap
ketetapan jender. Setelah anak mencapai tahap ini barulah anak secara
sistematis memasukkan ide-ide stereotip ini ke dalam dirinya. Oleh karena itu
peneliti tertarik untuk meneliti sejauhmana pengetahuan anak usia sekolah
terhadap stereotip jender ini. yang 'berasal' dari orang dewasa. serta melihat
gambaran perkembangan pengetahuan stereotip jender tersebut pada
kelompok usia 8-9 serta 11-12 tahun.
Dari berbagai penelitian stereotip jender juga ditemukan bahwa ada
kecenderungan anak laki-laki untuk memiliki keyakinan yang stereotipis
dibandingkan dengan anak perempuan. Oleh karena itu. melalui penelitian ini
peneliti juga akan melihat adakah perbedaan antara pengetahuan stereotip
jender anak laki-laki dan perempuan.
Penelitian ini menggunakan alat yang disebut The Children's Sex
Stereotype Measure II yang telah digunakan di berbagai negara, antara lain
Pakistan, Malaysia, Jepang, Singapura, India, Amerika. Kanada dan
Perancls. Penelitian ini menggunakan sampel penelitian sebanyak 60 subyek
yang berusia 8-9 tahun serta 60 subyek yang 11-12 tahun sehingga total
subyek berjumlah 120 orang dan diperoleh dengan menggunakan tehnik
incidental sampling. Subyek berasal dari golongan sosial ekonomi menengah
atas di Jakarta.
Hasil utama yang diperoleh dari penelitian ini adalah ada
kecenderungan meningkatnya pengetahuan anak terhadap stereotip-stereotip
laki-laki dan perempuan dan pengetahuan anak usia ini sudah hampir
menyerupai pengetahuan stereotip jender orang dewasa. Dari hasil penelitian
juga diperoleh beberapa stereotip yang belum diasosiasikan oleh salah satu
dari kedua jenis kelamin oleh anak usia ini.
Melalui uji signifikansi peneliti juga memperoleh hasil tidak adanya
perbedaan antara anak usia 8-9 tahun dengan 11-12 tahun dalam
pengetahuan stereotip jender, serta tidak ada perbedaan antara anak laki-laki
dalam pengetahuan stereotip jender.
Hasil tersebut diduga karena faktor sosialisasi orang tua serta
lingkungan yang relatif sama antara anak laki-laki dan perempuan yang
berasal dari golongan sosial ekonomi menengah atas di Jakarta. Selain itu,
mungkin faktor alat , khususnya jumlah item yang relatif sedikit diduga berperan dalam hasil yang tidak signifikan ini. Oleh sebab itu di dalam
peneiitian selanjutnya peneliti menyarankan untuk mengambil berbagai
sampel yang lebih variatif, serta menyempurnakan alat peneiitian ini."
1997
S2710
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>