Ditemukan 155154 dokumen yang sesuai dengan query
Budi Hartanto
"Tesis ini membahas tentang kemitraan petani plasma sebagai salah satu bentuk penerapan Corporate Social Responsibility CSR dalam rangka menciptakan Sustainable Supply Chain di perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan sawit. Penelitian ini merupakan jenis eksploratori dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan case study. Penelitian ini dilakukan kepada salah satu perusahaan yang menjadi pionir pelaksanaan kemitraan plasma kelapa sawit di Indonesia untuk melihat dan menganalisis penerapan CSR dalam pelaksanaan kemitraan plasma dan pengaruhnya dalam rangka menciptakan sustainable supply chain di perusahaan tersebut.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan kemitraan plasma adalah salah satu bentuk program CSR yang mampu memberikan melaksanakan tanggung jawab CSR baik dari sisi ekonomi legal etis maupun filantropisnya serta mampu memenuhi dimensi keberlanjutan berupa profit people dan planet. Dari penelitian juga ditunjukkan bahwa kemitraan plasma dapat digunakan sebagai enabler dalam terciptanya sustainable supply chain sehingga memberikan manfaat tidak hanya kepada penerimanya namun juga kepada perusahaan sendiri dan sangat tepat digunakan dalam pengembangan industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
This thesis discusses the plasma smallholder partnership as a form of Corporate Social Responsibility CSR in order to create a sustainable supply chain for companies engaged in the oil palm plantation industry. This study is an exploratory type that uses qualitative research approach and case study approach. This study is carried out at one of the palm oil companies that pioneered the implementation of plasma smallholder partnership in Indonesia to see and analyze the implementation of CSR in plasma smallholder partnership and its influence in creating a sustainable supply chain to the company.
The result of this study shows that plasma smallholder partnership as one form of CSR was able to answer the CSR responsibilities which are economic legal ethical and philanthropic responsibilities and able to deliver the dimensions of sustainability in the form of profit people and planet. From the study also indicated that the partnership plasma can be used as an enabler in the creation of a sustainable supply chain and to provide benefits not only to the recipient but also to the company itself and it is ideal to use in the development of oil palm plantations and industry in Indonesia."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Sitorus, Dewi Nova
"Dewasa ini masyarakat menjadi lebih kritis dalam mengamati proses bisnis suatu perusahaan agar lebih memperhatikan keadaan alam dan lingkungan sosialnya dan tidak hanya mencari keuntungan ekonomi saja. Hal ini semakin didorong dengan munculnya beberapa peraturan atau UU yang mewajibkan perusahaan untuk melakukan kegiatan CSR. Skripsi ini membahas mengenai analisis implementasi CSR yang berkelanjutan pada salah satu perusahaan manufaktur dalam industri jamu dan obat tradisional yaitu PT. SidoMuncul. Implementasi CSR yang berkelanjutan ini tidak hanya dengan menjaga kelestarian lingkungan dan melakukan kegiatan sosial saja tetapi dengan mengimplementasikan CSR dalam supply chain perusahaan. Supply chain yang dibahas dalam skripsi ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu aktivitas R&D, aktivitas produksi, dan dalam hubungannya dengan konsumen. Skripsi ini juga membahas mengenai value added yang didapatkan oleh perusahaan dalam mengimplementasikan CSR dalam supply chain ini. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa implementasi CSR dalam supply chain pada PT. SidoMuncul telah dijalankan dengan baik dan memberikan value added yang salah satunya adalah peningkatan penjualan.
Recently society becomes more critical in observing company?s business process to pay attention for its environment and social communities and not only looking for economic gain. It is increasingly driven by the emergence of some rules or laws that require companies to do corporate social responsibility. This paper discusses the analysis of implementation of the sustainable corporate social responsibility at a manufacturing company in the herbal industry and traditional medicine, PT. SidoMuncul. Implementation of sustainable CSR is not only to protect the environment and do social activities but also b implementing CSR in the supply chain of the company. Supply chain discussed in this paper is divided into three parts, namely R & D activities, production activities, and relationship with consumers. This paper also discusses the value added gained by the company in implementing CSR in the supply chain. From this study, I find that the implementation of CSR in the supply chain at PT. SidoMuncul has been run well and provide value added, one of the value added is an increase in sales."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Kao, Raymond W.Y.
New Jersey: World Scientific, 2010
330.9 KAO s
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Jajat Rifatullah
"Perkembangan industri telah menyebabkan terjadinya penurunan daya dukung lingkungan, konflik sosial dan kesenjangan ekonomi. Dunia industri mengembangkan konsep CSR sebagai tanggung jawab terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan CSR berkelanjutan, mengevaluasi strategi dan merumuskan strategi prioritas progam CSR. Pendekatan penelitiannya menggunakan kuantitatif. Metode penelitiannya menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif. Metode analisis untuk menganalisis data kualitatif menjadi data kuantitatif pada penelitian ini adalah Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). Hasil penelitian didapatkan dua rekomendasi strategi penerapan CSR yaitu strategi pemberdayaan; dan strategi pemberian bantuan secara langsung. Strategi pemberdayaan yaitu: membuka program magang, membuat program CSR pemberdayaan UMKM, peningkatan pengetahuan dan kemampuan, memberikan pelatihan keahlian bersertifikat, memberikan penyuluhan pentingnya perilaku sehat. Sementara strategi pemberian bantuan secara langsung yaitu: memberikan bantuan pada instansi pendidikan, bantuan penyediaan air bersih, Memberikan bantuan berupa material sisa produksi. Perusahaan berkewajiban menerapkan CSR tiga bidang pembangunan berkelanjutan yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan.
Industrial development has caused a decrease in the carrying capacity of the environment, social conflicts, and economic inequality. The industrial world has developed the concept of Corporate Social Responsibility (CSR) as a responsibility to society. This study analyzes the implementation of sustainable CSR, evaluates strategies, and formulates priority strategies for CSR programs. This study uses a quantitative research approach. Furthermore, this study uses a combination of quantitative and qualitative methods. The analytical methods for analyzing qualitative data into quantitative data in this study are the Strength, Weakness, Opportunity, and Threat (SWOT). The study results obtained two recommendations for implementing CSR strategies, namely the empowerment strategy and direct assistance strategies. The empowerment strategies include opening apprenticeship programs, creating MSME empowerment CSR programs, increasing knowledge and skills, providing certified skills training, and providing counseling on the importance of healthy behavior. The strategies for direct assistance include assisting educational institutions, providing clean water, and reusing leftover production materials. In addition, companies must implement CSR in three areas of sustainable development: economic, social, and environmental."
Jakarta: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
I Dewa Ayu Adelia Pratiwi
"Isu keberlanjutan menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya kesadaran terkait permasalahan lingkungan dan sosial oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, sudah semakin banyak perusahaan yang melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mengatasi isu keberlanjutan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah program CSR PT X telah sejalan dengan strategi perusahaan serta dapat mendukung SDGs. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat program CSR di Desa Belok Sidan yang tidak sejalan dengan tujuan rencana pembangunan berkelanjutan perusahan. Sedangkan, tujuan pertama dan ketiga rencana strategis pembangunan berkelanjutan tidak terdapat dalam program CSR di Desa Belok Sidan dan Desa Mambal. Selain itu, dari sepuluh permasalahan sosial di tiga desa, sembilan merupakan permasalahan generic social impacts dan dua merupakan permasalahan social dimensions of competitive context. PT X tidak mengangkat salah satu permasalahan social dimensions of competitive context menjadi program CSR. Oleh karena itu, berdasarkan kategori permasalahan sosial Porter dan Kramer, program CSR PT X pada ketiga belum menggunakan pendekatan strategic CSR, dan masih menggunakan pendekatan responsive CSR. Program CSR PT X di tiga desa sudah mendukung SDGs dengan fokus yang berbeda pada masing-masing desa. Secara keseluruhan program CSR PT X lebih banyak fokus mendukung empat SDGs yaitu No Poverty, Responsible Consumption and Production, Good Health and Well Being, dan Life on Land.
The issue of sustainability is becoming increasingly important along with the increasing awareness of environmental and social issues by various parties. Therefore, more companies are carrying out Corporate Social Responsibility (CSR) activities and supporting the Sustainable Development Goals (SDGs) to address this sustainability issue. The purpose of this research is to evaluate wheter PT X’s CSR program is in line with the company’s strategy and can support the SDGs. The results of this research indicate that there are CSR programs in Belok Sidan Village which are not in line with the objectives of the company's sustainable development plan. Meanwhile, the first and third objectives of the sustainable development strategy plan are not included in the CSR program in Belok Sidan Village and Mambal Village. In addition, out of the ten social problems in three villages, there are nine generic social impact problem and two social dimensions of the competitive context problem. PT X do not raise one of the social dimensions of the competitive context problems into a CSR program. Therefore, based on Porter and Kramer's social problem category, CSR program of PT X at three villages has not used a strategic CSR approach, and still using a CSR responsive approach. PT X's CSR programs in three villages have been able to support the SDGs with different focus in each village. Overall, PT X's CSR program focuses more on supporting the four SDGs, namely No Poverty, Responsible Consumption and Production, Good Health and Well Being, dan Life on Land."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Muhammad Farras Mutawakkil
"Corporate Social Responsibility (CSR) upaya mendorong percepatan kemandirian ekonomi bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai sumber ketahanan ekonomi masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penerapan CSR yang dikenal Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT X yang dibantu oleh UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UKM Center FEB UI) yang memediasi perusahaan dengan UMKM penerima dana PKBL. Pada penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (a case study- descriptive qualitative design) melalui observasi, wawancara, dan penggunaan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa PKBL PT X diimplementasikan sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN PER-02/MBU/7/2017 dengan nilai kinerja yang tinggi berdasarkan tingkat efektivitas dan kolektibilitas penyaluran dana.
Corporate Social Responsibility (CSR) in an effort to accelerate economic independence for micro, small and medium enterprises (MSMEs) as a source of economic resilience for middle to lower income communities implemented as stipulated in SOE Minister Regulation PER-02/MBU/ 7/2017. This research was conducted to analyze the application of known CSR in State-Owned Enterprises as a Partnership and Community Development Program (PKBL) of PT X assisted by the UKM Center of the Faculty of Economics and Business, University of Indonesia (UKM Center FEB UI) which mediated companies with MSMEs recipients of PKBL funds in Depok city. In this study qualitative methods were used with a case study approach (a descriptive qualitative design) through observation, interviews, and secondary data use. The results showed that PKBL PT X was implemented in accordance with SOE Minister Regulation PER-02/MBU/7/2017 with high performance values based on the level of effectiveness and collectibility of funds distribution."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Wynnetta Yasmina Syahrizal
"Di Indonesia, menjalankan komitmen pada SDGs sejatinya menjalankan pelaksanaan dari Agenda Pembangunan Nasional. Keberhasilan SDGs memerlukan kontribusi dari berbagai pihak, salah satunya adalah korporasi melalui pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR). PT PLN Indonesia Power (PT PLN IP) mendukung pencapaian SDGs melalui CSR yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Dari sisi kesejahteraan sosial, perusahaan dapat mempertimbangkan isu-isu global sambil memahami dampak lokal untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat sekitar. Pendekatan ini penting dalam penerapan Ilmu Kesejahteraan Sosial yang mengintegrasikan pembangunan sosial dan ekonomi dengan perhatian terhadap pembangunan berkelanjutan. PT PLN IP memiliki komitmen dan kesuksesan yang kuat dalam hal ini sehingga menjadikannya sebagai BUMN dengan kinerja CSR yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tahap implementasi CSR dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam implementasinya untuk memastikan efektivitas CSR dan kontribusi yang lebih besar pada pencapaian SDGs. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang mana terdapat 7 informan sebagai narasumber. Waktu penelitian dilakukan dari bulan Maret hingga Juni 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen dan wawancara mendalam. Proses analisis data dilakukan dengan pemadatan data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Temuan penelitian menunjukan bahwa terdapat dukungan dari berbagai tingkat manajemen dan bidang. Dokumen operasional perusahaan dan regulasi standar sektoral menjadi acuan dalam pelaksanaanya, terutama dokumen PROPER. Pada tahap perencanaan, tim melakukan benchmarking dengan perusahaan BUMN lain, menyusun LFA dan Compass Sustainability. Roadmap Sustainability juga disusun untuk menentukan kelanjutan program. Tahap implementasi melibatkan kelompok kerja PROPER dan pengembangan wawasan karyawan melalui TNA yang kemudian diukur dengan KPI. Tim juga menyusun TOR ketika menerima proposal dari pihak eksternal. Pada tahap pemeriksaan dan evaluasi, tim menganalisis data kinerja CSR lalu melakakun pelaporan untuk identifikasi perbaikan. Adapun hambatan yang dihadapi termasuk keterbatasan sumber daya manusia, proses birokrasi yang panjang, permintaan bantuan di luar RKAP, kompleksitas permintaan dan kepentingan masyarakat, serta kurangnya dukungan dari pemerintah daerah.
In Indonesia, fulfilling the commitment to the Sustainable Development Goals (SDGs) essentially aligns with the implementation of the National Development Agenda. The success of the SDGs necessitates contributions from various stakeholders, including corporations through the execution of Corporate Social Responsibility (CSR). PT PLN Indonesia Power (PT PLN IP) contributes to the attainment of the SDGs by focusing its CSR initiatives on community empowerment. From a social welfare perspective, corporations can address global issues while understanding local impacts to enhance the well-being of surrounding communities. This approach is crucial in the application of Social Welfare Science, which integrates social and economic development with a focus on sustainable development. PT PLN IP's strong commitment and successful CSR efforts position it as a state-owned enterprise (SOE) with exemplary CSR performance that must be maintained and enhanced. Therefore, this study aims to describe the CSR implementation stages and identify obstacles to ensure CSR effectiveness and greater contribution to the SDGs. The research employs a qualitative approach with a descriptive study design. Informants were selected using purposive sampling, comprising seven key informants. The research was conducted from March to June 2024. Data collection methods included document analysis and in-depth interviews. The data analysis process involved data condensation, data presentation, and drawing and verifying conclusions. The findings indicate support from various levels of management and departments. The company’s operational documents and sectoral standard regulations, particularly the PROPER document, serve as references for implementation. During the planning stage, the team conducts benchmarking with other state-owned enterprises and prepares Logical Framework Approach (LFA) and Compass Sustainability. A Sustainability Roadmap is also developed to ensure the program's continuity. The implementation stage involves the PROPER working group and employee capacity building through Training Needs Analysis (TNA), which is then measured using Key Performance Indicators (KPIs). The team also prepares Terms of Reference (TOR) when receiving proposals from external parties. During the review and evaluation stage, the team analyzes CSR performance data and reports to identify areas for improvement. The challenges encountered include limited human resources, lengthy bureaucratic processes, requests for assistance beyond the RKAP, the complexity of community demands and interests, and a lack of support from local governments."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Muchtazar
"Dampak negatif dari industrialisasi terus meningkat sehingga terjadi penurunan kualitas lingkungan, konflik sosial, dan kesenjangan ekonomi di masyarakat. Menyadari hal tersebut, dunia industri mengembangkan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai solusi untuk meningkatkan dampak positifnya di masyarakat serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Riset ini kemudian dilakukan untuk menentukan kontribusi CSR dari sektor industri barang konsumsi, sebagai satu pihak yang berkepentingan dalam CSR di Indonesia, terhadap SDGs. Metode yang digunakan dalam penelitian merupakan metode gabungan (mixed methods) yang mengkombinasikan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif digunakan pada tabulasi data hasil studi literatur sedangkan metode kualitatif digunakan pada Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk merumuskan strategi CSR yang berkontribusi terhadap SDGs. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa perusahaan sektor industri barang konsumsi telah menerapkan CSR pada dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan yang berkontribusi terhadap SDGs. Namun, untuk meningkatkan kontribusinya terhadap SDGs, implementasi model CSR wajib dapat dipertimbangkan di masa depan.
The adverse effect of industrialization is continuously increasing, which results in environmental degradation, social conflict, and economic inequality in society. Acknowledging this problem, business society develops Corporate Social Responsibility (CSR) as a solution to spread the positive impact to the community and support the Sustainable Development Goals (SDGs). This research was conducted to measure the contribution of CSR to SDGs from the consumer goods sector, as one of the stakeholders for CSR development in Indonesia. The mixed methods were used, combining quantitative and qualitative approaches in the literature study and Analytic Hierarchy Process (AHP) to determine a CSR strategy that contributes better to SDGs. The results show that consumer goods industries in Indonesia have implemented CSR in the dimension of economic, social, environment, and institution that support SDGs. However, to optimize its contribution to SDGs, a mandatory CSR model can be considered by policymakers in the future."
Depok: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Ika Mustika Sari
"Penelitian ini merupakan studi kasus dari implementasi Corporate Social Responsibility pada PT. Energi Mega Persada Tbk dimana perusahaan ada pada industri minyak dan gas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori Hendeberg's CSR Pyramid dan Konsep Triple Bottom Line. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa CSR yang dilakukan oleh PT. Energi Mega Persada telah sebagian besar telah meliputi kriteria-kriteria dari Hendeberg's CSR Pyramid dan Konsep Triple Bottom Line.
This study was a case study of CSR implementation in PT. Energi Mega Persada which is an Indonesiancompany in the oil and gas industry. This study used Hendeberg's CSR Pyramid and also Triple Bottom Line concept. Study showed company's CSR had accomplished most of criterias from both Hendeberg’s CSR Pyramid and Triple Bottom Line concept."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
S57757
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Mahesa Rizki Perdana
"[Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dari Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) pada PT. Kalbe Farma Tbk. yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri farmasi di Indonesia. Penelitian ini melakukan analisis terhadap pelaksanaan CSR di PT. Kalbe Farma Tbk. berdasarkan teori Hendeberg?s CSR Pyramid dan Konsep Triple Bottom Line. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa CSR yang dilakukan oleh PT. Kalbe Farma Tbk. sebagian besar telah meliputi kriteria-kriteria dari Hendeberg's CSR Pyramid dan Konsep Triple Bottom Line.
This study was a case study of Corporate Social Responsibility (CSR) implementation in PT. Kalbe Farma Tbk. which an Indonesian company in pharmaceutical industry. This study used Hendeberg's CSR Pyramid and Triple Bottom Line Concept to analyze the CSR implementation by PT. Kalbe Farma Tbk. This study showed PT. Kalbe Farma Tbk. CSR had accomplished most of criterias from both Hendeberg?s CSR Pyramid and Triple Bottom Line Concept., This study was a case study of Corporate Social Responsibility (CSR)implementation in PT. Kalbe Farma Tbk. which an Indonesian company inpharmaceutical industry. This study used Hendeberg?s CSR Pyramid and TripleBottom Line Concept to analyze the CSR implementation by PT. Kalbe FarmaTbk. This study showed PT. Kalbe Farma Tbk. CSR had accomplished most ofcriterias from both Hendeberg?s CSR Pyramid and Triple Bottom Line Concept.]"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S61862
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library