Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 193149 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Pradita Windy Hatafi
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi Dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran mengenai kebijakan, pengawasan dan pengendalian produk kefarmasian diantaranya obat, obat tradisional, kosmetik, makanan, narkotika, psikotropika dan bahan baku obat. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK), serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dilakukan, maka penulis ditempatkan di direktorat tersebut untuk melakukan pengamatan dalam perizinan yang diajukan oleh perusahaan untuk memperoleh izin edar ataupun izin PBF. Selain itu juga melakukan pengkajian pelaporan dinamika obat di sarana distribusi obat pedagang besar farmasi atau PBF melalui sistem e-report PBF. Pada pengkajian ini dilakukan terhadap pelaporan obat pada obat kelas terapi obat topikal dan vitamin yang masuk pada sisterm e-report PBF triwulan pertama.

Apothecary Internship at Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik of Indonesia aim to gain knowledge and a description of the policy, monitoring and control products including pharmacy medicine, traditional medicine, cosmetics, food, narcotics, psychotropic drugs and raw materials. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan equipment has duties in carrying out the completion of the formulation and implementation of policies and the preparation of norms, standards, procedures and criteria (NSPK), and providing technical guidance and evaluation in the field of production and distribution of pharmacy. To get an overview of the activities carried out, the authors placed in the directorate to make observations in licensing proposed by the company to obtain authorization or permit PBF. In addition, assessing the dynamics of drug reporting in drug distribution facility pharmaceutical wholesalers or through the e-report PBF. This study conducted on drug reporting on the class therapy topical drug and vitamins that the e-report sisterm PBF first quarter.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Melinda Anggita Setiyadi
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran mengenai kebijakan, pengawasan dan pengendalian pada kegiatan distribusi dan produksi kefarmasian. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK), serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dilakukan, maka penulis ditempatkan di direktorat tersebut dan melakukan pengkajian kebijakan tentang pencegahan diversi prekursor di negara Canada dan Thailand. Pengkajian dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari tentang diversi prekursor dan upaya pencegahan yang berlaku di Canada dan Thailand. Negara Canada dan Thailand memiliki Undang-Undang yang memuat aturan dan sangsi pidana maupun perdata berkaitan dengan diversi prekursor di negaranya. Canada memiliki Controlled Drugs and Substances Act S.C. 1996, sedangkan Thailand memiliki Undang-Undang Pengawasan Komoditi tahun 1952.

Apothecary internship at Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia aims to gain knowledge and an overview of policies, monitoring and controlling the activities of distribution and pharmaceutical production. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian has a duty to carry out the preparation of the formulation and implementation of policies and preparation of Norms, Standards, Procedures and Criteria (NSPK), and providing technical guidance and evaluation in the field of production and distribution of pharmacy. To get an overview of the activities carried out, the authors placed in the directorate and assessing the policy on the prevention of diversion of precursors in Canada and Thailand. The assessment carried out with the aim to learn about the diversion of precursors and prevention policies in Canada and Thailand. Country Canada and Thailand have Act containing rules and sanctions relating to civil and criminal diversion of precursors in the country. Canada has the Controlled Drugs and Substances Act SC 1996, while Thailand has the Commodities Control Act of 1952.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mely Mailandari
"Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian merupakan direktorat yang pembagian subdirektorat-nya berdasarkan komoditi, yaitu SubDirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional, SubDirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan, SubDirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Sediaan Farmasi Khusus serta SubDirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tanggung jawab mensinergikan melalui penyusunan kebijakan dan pedoman-pedoman yang dapat dipergunakan, termasuk di dalamnya upaya-upaya peningkatan mutu produksi dan distribusi kefarmasian. Dalam pengaturan distribusi obat oleh industri farmasi maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengatur dan mengontrol peredaran obat di dalam sarana pendistribusian obat. E-Report PBF merupakan sistem pelaporan dinamika obat di sarana distribusi obat yaitu pedagang besar farmasi atau PBF yang berbasis web dengan sistem online. Kegiatan pembuatan laporan ini dimaksudkan untuk mempermudah pelaporan data e-report PBF khususnya untuk obat kelas terapi antiansietas dan antinsomnia seperti alprazolam dan diazepam dalam periode pertama tahun 2012.

Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian is a division of Sub-directorate was based commodities, namely SubDirektorat Produksi dan Distribusi Obat dan Obat Tradisional, SubDirektorat Produksi Kosmetika dan Makanan, SubDirektorat Produksi dan Distribusi Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Sediaan Farmasi Khusus and SubDirektorat Kemandirian Obat dan Bahan Baku Obat. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian has responsibility for synergy through policy and guidelines that can be used, including efforts to increase the quality of the production and distribution of pharmacy. In the setting of drug distribution by the pharmaceutical industry, we need a system that can organize and control the means of distribution of the drug in the drug distribution. E-Report PBF is a drug reporting system dynamics in the drug distribution facility or a pharmaceutical wholesaler PBF web-based online system. Manufacturing activity report is intended to facilitate the reporting of data e-report PBF especially for drugs and therapeutic classes antiansietas antinsomnia as alprazolam and diazepam in the first period of 2012.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Salwa Bainana
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran mengenai kebijakan, pengawasan dan pengendalian alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK), serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan serta perbekalan kesehatan rumah tangga. Untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dilakukan, maka penulis ditempatkan di direktorat tersebut untuk melakukan pemeriksaan dan penilaian berkas permohonan yang diajukan oleh perusahaan untuk memperoleh izin edar dan untuk permohonan perubahan izin edar. Penilaian dilakukan terhadap produk alat kesehatan yang akan didaftarkan untuk mendapatkan izin edar, dimana produk tersebut memiliki identifikasi spesifik.

Apothecary Internship at Directorate of Production and Distribution of Medical Devices Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices of the Republic of Indonesia's Ministry of Health aims to gain knowledge and overview of policy, supervision and control of medical equipment and medical supplies household. Directorate of Production and Distribution of Medical Devices has a duty to carry out the preparation of the formulation and implementation of policy and the drafting of norms, standards, procedures and criteria (NSPC), and providing technical guidance and evaluation in the field of production and distribution of medical equipment and medical supplies household. To get overview about the activities carried out, the authors placed in the directorate to carry out inspection and assessment of the file the petition filed by the company to obtain authorization and to request authorization changes. Assessment conducted on medical equipment products to be registered to obtain marketing authorization, where the product has a specific identification."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Medina Yuslihani
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi Dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mengetahui dan memahami tugas Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan khususnya di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian serta memahami peranan dan fungsi apoteker dalam menjalankan pekejaan kefarmasian.. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK), serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Tugas khusus yang diberikan adalah mengenai kode obat kelas terapi analgetik dalam e-report PBF. adanya pengkodean terhadap obat-obat yang beredar dipasaran adalah untuk mengetahui sebaran distribusi obat di seluruh wilayah Indonesia.

Apotechary Internship Report at Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia has purposed to know and understand tasks of Direktorat Jendral Bina Kefarmasian & Alat Kesehatan especially at Direktorat Bina Produksi & Distribusi Kefarmasian and also to get understanding about the role and function of Pharmacists in doing their task. Direktorat Bina Produksi & Distribusi Kefarmasian has task to prepare formulation and implementation of policies and also for the Norma, Standards, Procedures and Criteria (NSPK), and provision of technical guidance and evaluation in the field of production and distribution of pharmaceutical. The special assignment given is the code of the drug class analgesic therapy on e-report PBF. There is coding of the drugs in the market is to determine the distribution of drug distribution throughout Indonesia.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Irna Rini Mutia Sari
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran mengenai kebijakan, pengawasan dan pengendalian alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK), serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan serta perbekalan kesehatan rumah tangga.
Untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dilakukan, maka penulis ditempatkan di direktorat tersebut untuk melakukan pemeriksaan dan penilaian berkas permohonan yang diajukan oleh perusahaan untuk memperoleh izin edar. Penilaian terhadap daftar obat essensial yang beredar pada tahun 2011 dan kemudian persiapan untuk membuat daftar obat essensial 2013. Pelaksanaan sampling ini berpedoman pada Pedoman Tekhnis Pelaksanaan Sampling dan Pengujian Alat Kesehatan (ALKES) dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) yang dibuat oleh Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Pharmacists Profession Practice Directorate Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia of Health aims to gain knowledge and an overview of policy, supervision and control of medical equipment and medical supplies household. Directorate of Production and Distribution of Medical Devices has a duty to carry out the preparation of the formulation and implementation of policies and preparation of Norms, Standards, Procedures and Criteria (NSPK), and providing technical guidance and evaluation in the field of production and distribution of medical equipment and medical supplies household.
To get an overview of the activities carried out, the authors placed in the directorate to carry out inspection and assessment of the file the petition filed by the company to obtain authorization. Assessment of the list of essential drugs in circulation in 2011, and then prepare to make a list of essential medicines 2013. Execution sampling is based on the Technical Implementation Guidelines for Sampling and Testing of Medical Devices (ALKES) and Household Health Supplies (PKRT) made by the Directorate of Production and Distribution of Medical Devices Ministry of Health of the Republic of Indonesia.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ennisa Sonia
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk memahami tugas Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, khususnya di Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian dan memahami peran serta fungsi profesi apoteker dalam melaksanakan pekerjaan kefarmasian di Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, khususnya di Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. Direktorat Pelayanan Kefarmasian mencakup standarisasi, farmasi komunitas, farmasi klinik, dan penggunaan obat rasional. Tugas khusus yang diberikan berjudul Kajian Urgensi Penyusunan Kebijakan Tentang Peresepan di Indonesia. Tugas khusus ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya penyusunan kebijakan tentang peresepan di Indonesia serta pembuatan draft kebijakan mengenai peresepan di Indonesia."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Bethalia Metyarani
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk memahami tugas pokok dan fungsi Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan. Untuk mendukung pencapaian program obat publik dan perbekalan alat kesehatan, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi oleh Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Pemantauan bertujuan untuk menjaga agar pekerjaan pengelolaan obat yang dilakukan sesuai dengan pedoman yang berlaku. Hasil dari pemantauan tersebut, kemudian dievaluasi sehingga dapat ditetapkan kesulitan-kesulitan yang ditemui dalam program yang sedang berjalan, meramalkan kegunaan dari pengembangan usaha-usaha dan memperbaikinya, mengukur kegunaan program-program yang inovatif, meningkatkan efektifitas program, manajemen dan administrasi serta kesesuaian tuntutan tanggung jawab.

Apothecary Internship at Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia aims to understand the duties and functions of the Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatatan. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatatan has the tasks of preparing the formulation and implementation of policies, and preparation of norms, standards, procedures, and criteria, as well as providing technical guidance and evaluation in the fields of medicine and public health supplies. To support the achievement of public drug programs and supplies medical devices, monitoring and evaluation needs to be done by the Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Monitoring aims to keep drug management work carried out in accordance with the applicable guidelines. The results of the monitoring, then evaluated so as to set the difficulties encountered in running programs, predict the usefulness of development efforts and improve, measure the usefulness of innovative programs, improve program effectiveness, management and administration, and compliance demands responsibility answered.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mega Eka Wulandari
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di di Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk memahami tugas, peran dan fungsi apoteker di Direktorat Jenderal Departemen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kesehatan, khususnya di Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Praktek Kerja ini diselenggarakan di Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Dalam hal ini, apoteker diharapkan dapat memahami peran dan fungsi peran dan sirkulasi prosedur perizinan, dan bimbingan, pengawasan dan pengendalian fasilitas farmasi. Fasilitas farmasi berarti Industri Farmasi, Industri Obat Tradisional, PBF (Distributor), Industri Kosmetik, selain itu di direktorat ini juga meliputi perizinan narkotika, psikotropika, dan prekursor. Tugas khusus yang diberikan berjudul Identifikasi persiapan kosmetik yang diproduksi oleh industri kosmetik kelompok A dan B. tugas khusus ditujukan untuk memahami perbedaan antara industri kosmetik A dan B, memahami jenis produk kosmetika yang dapat dihasilkan oleh kelompok industri kosmetika A dan B dan mengetahui jumlah formula yang dapat diproduksi oleh industri kosmetik kelompok A dan B dalam formularium yang sedang disusun.

Apotechary Internship at Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices Ministry of Health of Kementerian Kesehatan Republik Indonesia is aimed to understand the duties, role and fuction pharmacist in the Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices Ministry of Health, particularly in the Directorate of Production and Distribution. The internship was held at Directorate of Production and Distribution of Pharmaceutical In this case, pharmacists are expected to understand the role and function of role and circulation the licensing procedures, and guidance, supervision and control of pharmaceutical facilities. Pharmaceutical facilities means Pharmaceutical Industries, Industries of Traditional Medicine, PBF (Distributor), Cosmetic Industries, besides that in this directorate also covered licensing narcotics, psicotrophics, and precursor. Special assignment given titled is Identification of cosmetics preparations produced by the cosmetics industry group A and B. Special assignment aimed to understand the difference between cosmetic industry class A and class B, understand the types of stocks that can be produced by the cosmetics industry groups A and B and know the number of formulas that can be produced by the cosmetics industry groups A and B in the formulary are organized.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Lasmida Angela FT
"ABSTRAK
Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Pelayanan Kefarmasian Direktorat
Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran mengenai
kebijakan, pengawasan dan pengendalian pelayanan kefarmasian. Direktorat Bina
pelayanan kefarmasian mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan
perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma, Standar, Prosedur
dan Kriteria (NSPK), serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang
pelayanan kefarmasian. Untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang
dilakukan, maka penulis ditempatkan di direktorat tersebut untuk memberikan
masukan mengenai peningkatan pelayanan kefarmasian di bidang kesehatan
terutama di setiap sarana kesehatan. Untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian
maka dibutuhkan keberadaan apoteker di setiap sarana kesehatan terutama di
puskesmas.

ABSTRACT
Apothecary Internship Report at Direktorat Pelayanan Kefarmasian Direktorat
Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia aims to gain knowledge and an overview of policy, supervision and
control of pharmacy services. Directorate of pharmacy services have a duty to
carry out the preparation of the formulation and implementation of policies and
preparation of Norms, Standards, Procedures and Criteria (NSPK), and providing
technical guidance and evaluation in the field of pharmacy services. To get an
overview of the activities carried out, the authors placed in the directorate is to
provide input regarding the improvement of pharmaceutical services in the areas
of health, especially in all health facilities. To improve service pharmacy where
pharmacists are needed in every health facility, especially in health centers.
Keywords : Direktorat Pelayanan Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan
Republik Indonesia; Health Facility; Health Centers
General Assignment"
2013
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>