Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18666 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dwi Romadhanayanti
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan memahami struktur organisasi, tugas, dan fungsi Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian, dan memahami peran apoteker dalam Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. Kegiatan ini dilakukan di Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. Direktorat ini mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan kefarmasian.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1144/MENKES/PER/VII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan, Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian yang berada di bawah naungan Ditjen Bina farmasi dan Alkes terdiri dari Subdirektorat Standardisasi, Subdirektorat Farmasi Komunitas, Subdirektorat Farmasi Klinik, dan Subdirektorat Penggunaan Obat Rasional.
Tugas khusus yang diberikan berjudul Mekanisme Pendaftaran Obat Dalam Pharmaceutical Benefit Scheme List. Tugas khusus ini bertujuan mengkaji pihak-pihak yang terlibat, tahapan pendaftaran obat, metode penetapan harga dalam Pharmaceutical Benefit Scheme list, dan mengkaji apakah Pharmaceutical Benefit Scheme sebagai salah satu sistem jaminan kesehatan di Autralia layak diterapkan di Indonesia.

Apothecary Internship Report in Directorate of Pharmaceutical Services Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices Ministry of Health of the Republic of Indonesia aims to understand the structure of the organization, duties, and functions of the Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices, Pharmaceutical Services Directorate, and understand the role of the pharmacist in the Directorate of Services pharmacy. This activity is carried out in the Directorate of Pharmaceutical Services. This directorate has the tasks of preparing the formulation and implementation of policies, and drafting of norms, standards, procedures, and criteria as well as providing technical guidance and evaluation in the field of pharmacy services.
Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No.. 1144/MENKES/PER/VII/2010 about the Organization and Administration of the Ministry of Health, Directorate of Pharmaceutical Services under the auspices of the Directorate Pharmaceutical Services and Medical Devices consists of Standardization, Community Pharmacy, Pharmacy Clinical, and Rational Drug Use.
Given a special assignment titled Drug Registration Mechanisms in Pharmaceutical Benefit Scheme List. Special task aims reviewing the parties involved, the stage drug registration, pricing method in the Pharmaceutical Benefit Scheme list, and assess whether the Pharmaceutical Benefit Scheme as one of the health insurance system in Autralia feasible in Indonesia.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Triisnaini Habibah
"Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di PT. SOHO Industri Pharmasi dilakukan bertujuan agar memahami peranan dan tanggung jawab apoteker di industri farmasi. Apoteker di industri farmasi memiliki peranan penting yaitu menjadi personil kunci sebagai penanggungjawab produksi, pengawasan mutu, dan pemastian mutu. Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh apoteker pada divisi produksi, pengawasan mutu, dan pemastian mutu diterapkan sesuai dengan aspek-aspek yang terdapat dalam pedoman CPOB. Penerapan pedoman CPOB dilakukan agar dihasilkan obat yang memenuhi kriteria mutu, kemanfaatan, dan keamanan. Tugas khusus yang diberikan berjudul Implementasi Pelatihan Cara Pembuatan Obat yang Baik di PT. SOHO Industri Pharmasi. Tujuan dari tugas khusus tersebut adalah untuk mengetahui fungsi pelatihan CPOB terhadap karyawan yaitu untuk meningkatkan pemahaman karyawan akan tugas dan tanggungjawabnya sehingga industri farmasi dapat menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan khasiat, keamanan, dan mutu.

Apothecary Internship Practice at PT. SOHO Industtri Pharmasi aims to understand the roles and responsibility of pharmacist in pharmaceutical industry. Pharmacist in pharmaceutical industry have an important roles as a key personnel in production, quality control, and quality assurance. All of activity perform by pharmacist in production, quality control, and quality division applied in accordance with aspects which contained on good manufacturing practice guidance. Application of good manufacturing practice guidance is done to be produced medicine comply of quality, efficacy, and safety criteria. The special task given document tittled Implementation of Goof Manufacturing Practice at PT. SOHO Industri Pharmasi. The purpose of this special task is to understand the functions of GMP training to employee which are to intensify employee comprehension for their jobs and responsibilities so that pharmaceutical industry can produced the product which are comply efficay, safety, and quality spesification.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tika Sindra Wardhani Nasti
"Apoteker adalah tenaga kefarmasian yang dapat menjalankan praktek kefarmasiannya pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, diantaranya adalah apotek. Tugas dan fungsi apotek adalah sebagai tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan; sebagai sarana farmasi yang melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran dan penyerahan obat atau bahan obat dan sebagai sarana penyalur perbekalan farmasi yang harus menyebarkan obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata. Peran apoteker menurut Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2009 adalah melakukan pengadaan, produksi, distribusi dan pelayan kesehatan. Pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit, diatur dan dikelola oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS). Keberadaan pelayanan farmasi yang baik akan berpengaruh pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan, penurunan biaya kesehatan, dan peningkatan prilaku rasional dari seluruh tenaga kesehatan, pasien, keluarga pasien dan masyarakat lain. Peran apoteker dalam farmasi Rumah Sakit, diantaranya : melangsungkan pelayanan farmasi yang optimal, menyelenggarakan kegiatan pelayanan farmasi profesional berdasarkan prosedur kefarmasian dan etik farmasi, melaksanakan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), meningkatkan pelayanan mutu farmasi, melakukan pengawasan, serta memfasilitasi dan mendorong tersusunnya standar pengobatan dan formularium rumah sakit.

Pharmacist is a profession that can run on a variety of healthcare facilities, including community pharmacist. Duties and function of an apothecary ai a place of devotionthe profession of a pharmacist that has been utter a vow of tenure; As a place of pharmaceutical that carry out compounding, transformation form, mixing and the delivery of drugs or ingredients drug and as a distributor of supplies pharmaceutical must deploy a drug that is required to society as extends and equitable. The function of apotechary in Government rules No. 51 Tahun 2009 are procurement, produce, distribute, and give health services. Pharmaceutical services in hospital, organized and managed by Installation of Hospital Pharmacy. Good pharmaceutical services will affect the healthcare quality improvement, cost reduction, and improved health of rational behaviourof the entire health workforce, patient, patient’s family, and other community. The role of pharmacist in he pharmacy hospital, such as : make optimal pharmacy services, professional pharmacy services organizes activities based on pharmaceutical procedure and ethics pharmacy, discharge of communication information and education, improve quality services pharmaceutical monitoring, and facilitate and managed standard treatment and formulary hospital.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Devi Sofawati
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran mengenai struktur organisasi, tugas, fungsi, kebijakan Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK), serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan kefarmasian.
Direktorat Biana Pelayanan Kefarmasian terdiri dari empat subdit, yaitu subdit standarisasi, subdit penggunaan obat rasional (POR), subdit farmasi klinik dan subdit farmasi komunitas. Untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dilakukan, maka penulis ditempatkan di salah satu subdit (farmasi klinik) untuk melakukan pengkajian isi Pharmaceutical Benefits Scheme (PBS) List di Australia dan menilai kelayakan PBS List tersebut sebagai draft acuan dalam penyusunan SJSN List/ formularium SJSN di Indonesia.

Apothecary Internship in Directorate of Pharmaceutical Services Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices Ministry of Health of the Republic of Indonesia is aimed to understand the structure, task, function and wisdom Directorate of Pharmaceutical Services. Directorate of Pharmaceutical Services has the task of carrying out preparation and implementation of policy formulation and restructuring Norma, Standards, Procedures and Criteria (NSPK), as well as providing technical guidance and evaluation in the field of pharmacy services.
Directorate of Pharmaceutical Services consists of four subdits, that subdit standardization, subdit rational drug use (POR), and subdit subdit clinic pharmacy community pharmacy. Getting an overview of the activities undertaken, the authors was placed in one subdit (pharmacy clinic) to do research contents Pharmaceutical Benefits Scheme (PBS) List in Australia and assesses the qualifications of the PBS List as a reference in the compilation of draft SJSN List / formularium SJSN in Indonesia.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anatria Kholiyah
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan agar calon apoteker memahami tugas pokok dan fungsi Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tujuan penyediaan obat dan perbekalan kesehatan di sektor publik yang lengkap, jumlah cukup, dan mudah diperoleh setiap saat dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin, serta menjamin ketersediaan, pemerataan, mutu, keterjangkauan obat dan perbekalan kesehatan bagi pelayanan kesehatan. Dengan mewujudkan suatu pedoman, standar, norma, kriteria, dan prosedur di bidang penyediaan dan pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar, sesuai peraturan yang berlaku. Untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dilakukan, maka penulis ditempatkan di direktorat tersebut untuk memahami pelaksanaan perencanaan obat publik dan perbekalan kesehatan di Kabupaten/Kota. Proses perencanaan yang dilakukan meliputi pemilihan obat, kompilasi pemakaian obat, perhitungan kebutuhan obat, dan proyeksi kebutuhan obat.

Pharmacists Professional Practice at Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia aims to prospective pharmacists understand the duties and functions of Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan has the purpose of providing drugs and medical supplies in the public sector are complete, sufficient, and easily obtained at any time with reasonable price and guaranteed quality, and ensure the availability, distribution, quality, and affordability of medicines and medical supplies for care health. The realization of guidelines, standards, norms, criteria, and procedures in the provision and management of public medicine and medical supplies for primary health services, according to applicable regulations. To get an overview of the activities carried out, the authors placed in the directorate is to understand the implementation of public drug plans and health supplies in the District / City. Planning process includes the selection of drugs, drug compiling, calculating drug needs and projected needs of the drug.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Putri Rahayu
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Rumah Sakit Marinir Cilandak (RSMC) bertujuan untuk mempelajari dan mengamati secara langsung peran apoteker di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam pelayanan kefarmasian. IFRS RSMC memiliki misi menyiapakan sarana dan prasarana serta meningkatkan sumber daya manusia dalam upaya kesehatan. Kegiatan Instalasi Farmasi RSMC meliputi kegiatan pelayanan farmasi klinik dan nonklinik. Pelayanan farmasi nonklinik yaitu manajemen perbekalan kesehatan meliputi perencanaan, pengadaan, pembelian, penerimaan, penyimpanan, dan distribusi obat maupun alat kesehatan yang terdapat di RSMC. Sedangkan aspek pelayanan farmasi klinik meliputi pelayanan informasi obat (PIO), konseling obat, monitoring efek samping obat (MESO), dan pemantauan penggunaan obat melalui ronde (visite) ke ruang rawat. Tugas khusus yang diberikan berjudul identifikasi drug related problem (DRP) pada seorang pasien yang mengalami vertigo dan hipertensi di ruang rawat inap paviliun flamboyan rumah sakit marinir cilandak. Tujuan dari tugas khusus ini adalah mengidentifikasi adanya Drug Related Problem (DRP) yang mungkin terjadi, mengevaluasi DRP yang terjadi pada pengobatan dan memberikan rekomendasi terhadap masalah terkait dengan DRP.

Pharmacists Professional Practice in Cilandak Marine Hospital (RSMC) aims to study and observe directly the role of pharmacists in Hospital Pharmacy in performing their duties and functions in service pharmacy. IFRS RSMC has a preliminary mission infrastructure and human resources in improving health efforts. RSMC Pharmacy activities include the activities of clinical pharmacy services and nonklinik. Nonklinik pharmacy services are medical supplies management including planning, procurement, purchasing, receiving, storage, and distribution of drugs and medical devices contained in RSMC. While aspects of clinical pharmacy services include drug information services (PIO), drug counseling, monitoring of drug side effects (meso), and monitoring drug use through rounds (visite) to the patient. Given a special assignment called drug identification related problems (DRP) in a patient who experienced vertigo and hypertension in the inpatient hospital pavilion flamboyant cilandak marines. The purpose of this special task is to identify the presence of Drug Related Problems (DRP) that may occur, evaluate DRP occurring on treatment and provide recommendations on issues related to the DRP.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Batubara, Risa Widiani
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Safa bertujuan untuk memahami fungsi dan peranan apoteker dalam mengelola apotek secara professional dan memahami pengelolaan di apotek secara menyeluruh. Tugas dan fungsi apotek adalah sebagai berikut yaitu tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah sarana farmasi yang melakukan pengubahan bentuk dan penyerahan obat atau bahan obat sarana penyalur perbekalan farmasi yang harus menyebarkan obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata dan sarana pelayanan informasi mengenai perbekalan farmasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan lainnya. Pelayanan kefarmasian merupakan bentuk pelayanan dan tanggung jawab langsung profesi apoteker untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pelayanan obat di Apotek Safa terdiri dari pelayanan resep pelayanan non resep swamedikasi dan komunikasi. Tugas khusus yang diberikan berjudul analisis pengadaan obat secara pareto abc di apotek safa periode Januari - Juni 2011 dan Januari - Juni 2012. Tugas khusus ini bertujuan untuk dapat menganalisis konsep pengadaan barang secara pareto di Apotek Safa berdasarkan omzet penjualan yang diberikan dari dua periode yang berbeda yaitu periode Januari - Juni 2011 dan periode Januari - Juni 2012.
Kata Kunci Apotek Safa obat paretoTugas Umum

Practice Pharmacists in Pharmacy Profession Safa aimed at understanding the function and role of the pharmacist in managing a pharmacy in a professional and understand the overall management of the pharmacy. Duties and functions of pharmacies are as follows where the devotion of the profession of a pharmacist who had uttered the oath pharmaceutical facilities make changes shape and delivery of drugs or drug ingredients pharmaceuticals distributor facilities must deploy the necessary drugs are widespread and equitable society and service facilities information regarding pharmaceuticals to the public and other health professionals. Pharmacy services is a form of service and professional pharmacist directly responsible for improving the quality of life of patients Safa drug services in pharmacy prescription service consists of service non prescription swamedikasi and communication. Given a special assignment called a Pareto analysis of drug procurement abc in the pharmacy safa period January to June 2011 and from January to June 2012. This particular task aims to analyze the concept of a Pareto procurement in pharmacy Safa based sales turnover given from two different periods namely the period from January to June 2011 and the period from January to June 2012
Keyword Safa pharmacy medicine paretoGeneral Duties
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Mulia Rizki
"Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) merupakan salah satu sarana bagi calon apoteker untuk mendapatkan pengalaman kerja dan pemahaman yang lebih dalam tentang tugas dan fungsi Apoteker .Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi Dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran mengenai kebijakan, pengawasan dan pengendalian alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Praktek Kerja Profesi di Apotek Atrika bertujuan mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab seorang apoteker di Apotek Atrika. Kegiatan ini dilakukan di Apotek Atrika Jl. Kartini Raya No. 34A Jakarta Pusat. Praktek Kerja Profesi Apoteker di PT. Konimex Pharmaceutical Laboratories bertujuan untuk mengetahu peranan dan tanggung jawab penting Apoteker untuk menerapkan aspek?aspek yang tercantum dalam CPOB tersebut, antara lain sebagai penanggung jawab produksi, penanggung jawab pengawasan dan pemastian mutu.

Pharmacist Professional Internship (PKPA) is one of the means for prospective pharmacists to gain work experience and a deeper understanding of the duties and functions of pharmacists. Pharmacists Profession Practice Directorate of Production and Distribution of Medical Devices Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices Ministry of Health Republic of Indonesia aims to gain knowledge and an overview of policy, supervision and control of medical equipment and medical supplies household. Professionals in Pharmacy Practice aims Atrika know and understand the roles and responsibilities of a pharmacist at Pharmacy Atrika. This activity is done in Pharmacy Atrika Jl. No. Kartini Kingdom. 34A Central Jakarta. Pharmacists Professional Practice in PT. Konimex Pharmaceutical Laboratories aims to determines the roles and responsibilities of pharmacists to implement important aspects listed in the GMP, among others, in charge of production, responsible for oversight and quality assurance."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Lathifah Noor Amir
"Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh Apoteker. Praktik kefarmasian yang dimaksudkan meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugasnya, seorang Apoteker harus berdasar pada standar pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh Apoteker didasarkan pada dua fungsi, yaitu fungsi klinik (direct patient care) dan fungsi non klinik (manajemen). Oleh karena itu, selain harus memiliki ilmu farmasi yang baik, Apoteker juga dituntut untuk memiliki jiwa wirausaha dan manajemen yang baik agar usaha apotek berjalan dengan baik. Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Apotek merupakan salah satu sarana bagi mahasiswa calon apoteker untuk lebih memahami dan mengembangkan teori yang telah diperoleh mengenai peranan Apoteker di apotek, kegiatan rutin organisasi, manajemen dan pelayanan kesehatan di apotek.

Pharmacy is a pharmacy service means to do the practice of pharmacy by a pharmacist. Pharmacy practice intended include manufacturing, including quality control of pharmaceutical preparations, security, procurement, storage and distribution of drugs, drug services on prescription, drugs information service and the development of drugs, drug ingredients and traditional medicine should be done by health workers who have the expertise and authority under with the provisions of the legislation. In performing its duties, a pharmacist must be based on the standard of pharmacy services. Pharmaceutical services performed by pharmacists is based on two functions, namely the function of the clinic (direct patient care) and non-clinical functions (management). Therefore, in addition must have a good pharmaceutical science, Pharmacists are also required to have an entrepreneurial spirit and good management that the pharmacy business is going well. Praktek Kerja Profesi (PKPA) in Pharmacy is one tool for prospective student pharmacists to better understand and develop theories that have been obtained regarding the role of pharmacists in the pharmacy, the routine activities of the organization, management and health services in pharmacies."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2016
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hertyn Frianka
"keselamatan jalan keselamatan no. 27 manggarai jakarta selatan Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan suatu usaha pelayanan kesehatan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek dilaksanakan di apotek Keselamatan. Tujuan dari PKPA di apotek adalah untuk memahami tugas dan fungsi ApotekerPengelola Apotek (APA) di apotek dan memahami seluruh kegiatan pelayanankefarmasian yang dilakukan di apotek. Pada pelaksanaan PKPA juga dilakukan penyusunan tugas khusus yaitu penyusunan poster mengenai swamedikasipenyakit ulkus peptik sebagai media promosi dan edukasi bagi masyarakat. Tugas khususini juga bertujuan memberikan informasi tentang swamedikasi dalam tatalaksana ulkus peptik sebagai salah satu strategi dalam pengendalian penyakit peptic ulkus di Indonesia.

(PKPA) in pharmacy has been held in Apotek Keselamatan. The aims of this internship is to understand the main duties, functions and roles of apothecary and to understand the activities in pharmaceutical services. The particular assignment was designing poster as educational and promotional material as for self medication in peptic ulcer. This particular assignment also has an objective, providing informations about selfmedication in peptic ulcer, asone of the strategy to control peptic ulcer in Indonesia."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2015
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>