Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 91747 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nedya Farisia
"Dilute Magnetic Semiconductors (DMS) merupakan material yang ideal untuk aplikasi spintronik bahwasanya bukan hanya muatan elektron namun juga spin dari pembawa muatan digunakan untuk proses penyimpanan informasi magnetik. Meskipun telah diketahui bahwa defek berperan penting untuk struktur elektronik dan sifat magnetik DMS, namun pada DMS yang berbasis semikonduktor ZnO, defek mana yang berperan pada kondisi ruang masih diperdebatkan. Skripsi ini menjelaskan interaksi defek yang mungkin terjadi di dalam ZnO didop Cr dan pengaruhnya. Dalam kerangka Density Functional Theory (DFT) kami telah mempelajari struktur elektronik dan sifat magnetik ZnO wurtzite didop dengan Cr, serta dengan keberadaan beberapa varian defek (vakansi oksigen(Vo), impuritas hidrogen(H), dan keduanya(VoH)). Kami menggunakan supersel 2x2x2 untuk mempertahankan konsentrasi dopan Cr rendah (6.25%), pseudopotensial standar Projector Augmented Wave (PAW) untuk menyatakan elektron dekat inti atom maupun elektron valensi, dan pendekatan GGA-PBE untuk energi exchange-correlation yang dikombinasikan dengan pendekatan Hubbard untuk memperhitungkan korelasi elektron yang kuat pada keadaan 3d. Hasil spektrum pita energi, densitas keadaan (DOS), proyeksi densitas keadaan (PDOS), dan distribusi densitas-spin telah diinvestigasi. Hasil investigasi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Vo dalam ZnO:Cr membuat sistem tersebut memiliki keadaan feromagnetik yang lebih stabil daripada ZnO:Cr murni, akibat didapatkan magnetisasi serta densitas keadaan pada level energi Fermi yang lebih tinggi. Keberadaan H dalam ZnO:Cr menyumbang elektron donor pada ZnO:Cr namun hanya terpolarisasi pada daerah pita konduksi sehingga tidak banyak merubah sifat magnetiknya. Dan adapun keberadaan VoH dalam ZnO:Cr ternyata mampu menunjukkan sifat half-metallic. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa untuk memperoleh sifat tertentu dari ZnO didop Cr dapat dilakukan dengan mengatur keberadaan dari ketiga varian defek tersebut.

Dilute Magnetic Semiconductors (DMS) are ideal materials for applications in spintronics where not only the electron charge but also the spin of the charge carrier is used for information processing. However, the origin of observed interaction in DMS is still a subject of debate. This bachelor thesis put forward an explanation of defect interaction which may occur and the effects within Cr-doped ZnO. Within the framework of Density Functional Theory (DFT) we have studied the electronic and the magnetic properties of wurtzite ZnO doped with transition-metal Cr in the presence of some defects (Vo, H, VoH). We used a 2x2x2 supercell to maintain dilute Cr concentration, the standard Projector Augmented Wave (PAW) pseudopotentials to describe the core electrons and valence electrons, and the exchange-correlation energy of the electrons is treated within the Generalized Gradient Approximation of Perdew, Burke, and Ernzerhof (GGA-PBE) which is combined with a Hubbard approach to include strong electron correlations within the 3d state. The spectrum of band structure, density of states (DOS) and projected density of states (PDOS), and spin-density distribution in this system were investigated. The results of investigation shows that the existence of Vo in ZnO:Cr could stabilize ferromagnetic state of the system, due to the large magnetization and density of states at Fermi level. While, the existence of H introduce donor in ZnO:Cr but just polarized above Fermi level so there is no much change observed in its magnetic properties. And as for the existence of VoH in ZnO:Cr, it turn out able to show the half-metallic properties. Thus, it can be said that we could determine some characteristics of ZnO:Cr by controlling the existence of those defects."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nedya Farisia
"Dilute Magnetic Semiconductors (DMS) merupakan material yang ideal untuk aplikasi spintronik bahwasanya bukan hanya muatan elektron namun juga spin dari pembawa muatan digunakan untuk proses penyimpanan informasi magnetik. Meskipun telah diketahui bahwa defek berperan penting untuk struktur elektronik dan sifat magnetik DMS, namun pada DMS yang berbasis semikonduktor ZnO, defek mana yang berperan pada kondisi ruang masih diperdebatkan. Skripsi ini menjelaskan interaksi defek yang mungkin terjadi di dalam ZnO didop Cr dan pengaruhnya. Dalam kerangka Density Functional Theory (DFT) kami telah mempelajari struktur elektronik dan sifat magnetik ZnO wurtzite didop dengan Cr, serta dengan keberadaan beberapa varian defek (vakansi oksigen(Vo), impuritas hidrogen(H), dan keduanya(VoH)). Kami menggunakan supersel 2x2x2 untuk mempertahankan konsentrasi dopan Cr rendah (6.25%), pseudopotensial standar Projector Augmented Wave (PAW) untuk menyatakan elektron dekat inti atom maupun elektron valensi, dan pendekatan GGA-PBE untuk energi exchange-correlation yang dikombinasikan dengan pendekatan Hubbard untuk memperhitungkan korelasi elektron yang kuat pada keadaan 3d. Hasil spektrum pita energi, densitas keadaan (DOS), proyeksi densitas keadaan (PDOS), dan distribusi densitas-spin telah diinvestigasi. Hasil investigasi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Vo dalam ZnO:Cr membuat sistem tersebut memiliki keadaan feromagnetik yang lebih stabil daripada ZnO:Cr murni, akibat didapatkan magnetisasi serta densitas keadaan pada level energi Fermi yang lebih tinggi. Keberadaan H dalam ZnO:Cr menyumbang elektron donor pada ZnO:Cr namun hanya terpolarisasi pada daerah pita konduksi sehingga tidak banyak merubah sifat magnetiknya. Dan adapun keberadaan VoH dalam ZnO:Cr ternyata mampu menunjukkan sifat half-metallic. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa untuk memperoleh sifat tertentu dari ZnO didop Cr dapat dilakukan dengan mengatur keberadaan dari ketiga varian defek tersebut.

Dilute Magnetic Semiconductors (DMS) are ideal materials for applications in spintronics where not only the electron charge but also the spin of the charge carrier is used for information processing. However, the origin of observed interaction in DMS is still a subject of debate. This bachelor thesis put forward an explanation of defect interaction which may occur and the effects within Cr-doped ZnO. Within the framework of Density Functional Theory (DFT) we have studied the electronic and the magnetic properties of wurtzite ZnO doped with transition-metal Cr in the presence of some defects (Vo, H, VoH). We used a 2x2x2 supercell to maintain dilute Cr concentration, the standard Projector Augmented Wave (PAW) pseudopotentials to describe the core electrons and valence electrons, and the exchange-correlation energy of the electrons is treated within the Generalized Gradient Approximation of Perdew, Burke, and Ernzerhof (GGA-PBE) which is combined with a Hubbard approach to include strong electron correlations within the 3d state. The spectrum of band structure, density of states (DOS) and projected density of states (PDOS), and spin-density distribution in this system were investigated. The results of investigation shows that the existence of Vo in ZnO:Cr could stabilize ferromagnetic state of the system, due to the large magnetization and density of states at Fermi level. While, the existence of H introduce donor in ZnO:Cr but just polarized above Fermi level so there is no much change observed in its magnetic properties. And as for the existence of VoH in ZnO:Cr, it turn out able to show the half-metallic properties. Thus, it can be said that we could determine some characteristics of ZnO:Cr by controlling the existence of those defects."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S45711
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Santi Septiani
"Pada penelitian ini, nanopartikel Cr-doped ZnO dengan kosentrasi Cr yang berbeda (3-16%) telah disintesis dengan metode kopresipitasi. Struktur, sifat optik dan sifat magnetik sampel yang dihasilkan telah dikarakterisasi dengan XRD (Xray Diffraction), EDX (Energy Dispersive X-ray, FTIR (Fourier Transform Infra Red), spektroskopi UV-Vis, ESR (Electron Spin Resonance) dan VSM (Vibrating Sampel Magnetometer). Hasil karakterisasi XRD (X-ray Diffraction) dan EDX (Energy Dispersive X-Ray) menunjukkan bahwa Cr telah bergabung ke dalam ZnO (fase hexagonal wurtzite) tanpa adanya fase kedua.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa doping Cr menghambat pertumbuhan kristal. Pergeseran merah pada absorbsi band edge pada spektrum absorbansi UV-Vis dengan peningkatan konsentrasi Cr juga mengkonfirmasi doping Cr pada ZnO. FTIR telah dipelajari untuk mengindentifikasi karakteristik frekuensi vibrasi ikatanikatan kimia pada sampel. Hasil ESR menunjukkan penambahan ion Cr 3+ yang mungkin berkontribusi dalam pembentukkan sifat magnet yang diperoleh pada hasil karakterisasi VSM.

In this research, Cr-doped ZnO nanoparticles with different concentrations of Cr (3-16%) were synthesized by coprecipitation method. The Structure, the optical and the magnetic properties of the produced samples were characterized by XRD (X-ray Diffraction), EDX (Energy Dispersive X-ray, FTIR (Fourier Transform Infra Red), UV-Vis spectroscopy, ESR (Electron Spin Resonance) and VSM (Vibrating Sampel Magnetometer). The XRD (X-ray Diffraction) dan EDX (Energy Dispersive X-Rays) characterization results indicated that Cr has been incorporated into ZnO (hexagonal wurtzite phase) without any secondary phase.
The results indicated that Cr-doping restrained the growth of the crystal. The red shift in band edge absorbtion in UV-Vis absorbance spectrum with in increasing Cr concentration also confirm the doping of Cr in ZnO. FTIR have been studied in order to identify the characteristic frequencies of the vibrational chemical bonds. The ESR results indicated the addition of Cr3+ ions that may contribute in order the magnetic properties that was found in VSM characterization results.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S54023
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mia Putri Rahmawati
"Nanopartikel ZnO didop Cr disintesis menggunakan metode kopresipitasi untuk empat variasi konsentrasi Cr. Karakteristik nanopartikel dipelajari menggunakan Energy Dispersive X-Ray (EDX), X-Ray Difraction (XRD), Electron Spin Resonance (ESR), Field Emision - Scanning Electron Microscope (FESEM), Fourier Transform-Infrared (FTIR), and spektroskopi Ultra Violet- Visible (UV- Vis). Uji aktivitas nanopartikel diukur melalui degradasi Methyl Orange (MO) dan Methylene Blue (MB) pada daerah sinar Ultraviolet (UV). Hasil menunjukkan keberadaan Cr dan cetyltrimethylammonium bromide (CTAB) dalam sistem ZnO nanopartikel. Nanopartikel yang dihasilkan berfase tunggal dengan struktur heksagonal wurtzite dan mempunyai bentuk spherical-like. Peningkatan konsentrasi dopan Cr dan kehadiran surfaktan kationik CTAB menyebabkan berkurangnya celah energi dan lebih lanjut lagi meningkatkan aktivitas fotokatalitik. Kehadiran surfaktan kationik CTAB menyebabkan nanopartikel ZnO didop Cr lebih efektif dalam mendegradasi zat pewarna anionik MO dibanding kationik MB.

Cr doped ZnO nanoparticles were synthesized by coprecipitation methods with four variation Cr concentrations. The nanoparticles were characterized by using Energy Dispersive X-Ray (EDX), X-Ray Difraction (XRD), Electron Spin Resonance (ESR), Field Emision - Scanning Electron Microscope (FESEM), Fourier Transform-Infrared (FTIR), and UltraViolet-Visible (UV-Vis) Spectroscopy. The photocatalytic activity of nanoparticles were evaluated by measuring degradation of Methyl Orange (MO) and Methylene Blue (MB) in Ultraviolet (UV) region. The results confirmed the presence of Cr dopant and cationic surfactant cetyltrimethylammonium bromide (CTAB) in the ZnO nanoparticles system. The resulting nanoparticles have single-phases with hexagonal wurzite structures and spherical-like shapes. Increasing the Cr dopant concentrations and the presence of cationic surfactant CTAB cause a reduction in energy gap and more futher improve the photocatalytic activity. The presence of cationic surfactant CTAB causes the Cr doped ZnO nanoparticles were more effective in degrading MO anionic dyes than MB cationic dyes.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S56217
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Meirama
"ZnO nanopartikel dengan berbagai variasi konsentrasi dopan Co2+ (3, 6, 15 dan 17 at.%) disintesis dengan metode ko-presipitasi. Karakerisasi yang dilakukan meliputi pengukuran EDX, XRD dan UV-VIS untuk mengamati struktur dan sifat optis dari ZnO didop Co nanopartikel. Komposisi Co dalam sample dikatahui dari karakterisasi EDX,. Hasil difraksi sinar X (XRD) menunjukkan bahwa sampel memiliki fase wurtzite dan tidak ditemaknnya fase sekunder. Hasil tersebut membuktikan bahwa ion Co2+ telah berhasil mensubtitusi Zn2+ dalam matrix ZnO. Analisis pelebaran puncak sinar X dilakukan untuk menilai crystalline size dan lattice strain dengan menggunakan metode analisis Williamson-Hall (W-H). Seluruh parameter terkait seperti strain, stress dan nilai energy density turut ditentukan nilainya dengan menggunakan berbagai model dari analisis W-H, yakni uniform deformation model (UDM), uniform stress deformation model (USDM) dan uniform deformation energy density model (UDEDM). Ketiga model analisis tersebut akan menghasilkan nilai strain yang berbeda diakibatkan pendekatan-pendekatan yang dilakukan. Sifat optis seperti celah pita energy dikarakterisasi dengan spektroskopi UV-VIS menunjukan penurunan seiring dengan bertambahnya konsentrasi dopan yang diberikan.

ZnO nanoparticles with different Co2+ doping concentrations (3,6,15 and 17 at.%) were synthesized by co-precipitation method. Characterization technique of EDX, XRD and UV-Visible spectra measurement were done to investigate the effects of the doping concentration on the structural and optical properties of Co doped ZnO nanoparticles (NP). The compositional analysis was carried out by Energy Dispersive X-Ray (EDX) measurement. X-Ray diffraction analysis reveals that the Co doped ZnO NP crystallize in wurzite structure without any impurity phase and Co2+ ion were successfully incorporated into the lattice position of Zn2+ ions in ZnO matrix. The wurzite structure (lattice constant) is decreasing with increasing Co doping concentration, it show their crystallization decrease with the increase of Co2+ doping Concentration. The crystalline development in the Co doped ZnO NP was investigated by X-Ray peak broadening. The Williamson-Hall (WH) analysis was used to study the individual contribution of crystallize size and lattice strain on the peak broadening. All other relevant physical parameter such as strain, stress and energy density values were also calculated using W-H plot analysis with different model, viz, uniform deformation model, uniform stress deformation model and uniform deformation energy density model, the three models yield different strain values, it may be due to anisotropic nature or the material. The optical studies show that the band gap of Co doped ZnO NP decreases with increase doping concentration."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S45506
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jefferson Adrian Wibowo
"Upaya kodoping ZnO dengan dua jenis unsur logam transisi yang berbeda diyakini mampu meningkatkan kualitas sifat room temperature ferromagnetic (RTFM) dari diluted magnetic semiconductor (DMS) ZnO yang didoping menggunakan satu jenis logam transisi saja. Oleh sebab itu pada penelitian ini, dilakukan studi mengenai efek penambahan unsur Mangan (Mn), Kobalt (Co), Nikel (Ni) dan Tembaga (Cu) pada nanopartikel Fe - doped ZnO terhadap perubahan struktur, sifat optik dan sifat magnetiknya.
Pembuatan sampel dilakukan dengan metode ko-presipitasi pada temperatur ruangan. Analisis struktur sampel dilakukan menggunakan pengukuran Energy Dispersive X-ray (EDX), X-ray diffraction (XRD), dan Fourier Transform Infrared (FT-IR), sedangkan studi mengenai sifat optiknya dilakukan berdasarkan hasil spektroskopi Uv-vis. Adapun sifat magnetik dari sampel dipelajari melalui pengukuran Electron Spin Resonance (ESR) dan Vibrating Sample Magnetometer (VSM).
Pola difraksi XRD menunjukkan bahwa keempat sampel masih memiliki struktur hexagonal wurtzite ZnO dalam batas sensitivitas alat ukur. Hasil pengukuran Uv-vis menunjukkan adanya penurunan nilai celah energi akibat pembentukan mid-gap. Sementara itu, hasil pengukuran ESR menunjukkan adanya pengaruh ion-ion dopan sekunder (Mn, Co, Ni, dan Cu) dalam menentukan sifat magnetik sampel. Dan hasil pengukuran VSM menunjukkan adanya penguatan sifat RTFM yang signifikan.

The attempt of codoping ZnO with two different kinds of transition metal elements is believed to be the key to enhance the room temperature ferromagnetism (RTFM) of single transition metal - doped ZnO diluted magnetic semiconductor (DMS). Therefore, within the scope of this research, the effects of adding Manganese (Mn), Cobalt (Co), Nickel (Ni), and Cooper (Cu) regarding to the structural, optical, and magnetic properties change of Fe - doped ZnO nanoparticles have been studied.
The synthesis of the samples was done by co-precipitation method at room temperature. The structural analysis had been performed by Energy Dispersive X- ray (EDX), X-ray Diffraction (XRD), and Fourier Transform Infrared (FT-IR) measurements, meanwhile the optical properties were studied based on the result of Uv-vis spectroscopy. The magnetic properties were studied through Electron Spin Resonance (ESR) and Vibrating Sample Magnetometer (VSM) measurements.
The diffraction pattern of XRD shows that all of the samples still possess hexagonal wurtzite ZnO structure within the sensitivity limit of the spectrometer. The Uv-vis measurement results indicate the decrease in band gap due to the forming of mid-gaps. Meanwhile, ESR measurement results reveal the influence of secondary dopant ions (Mn, Co, Ni, and Cu) that affects the magnetic behavior. Moreover, the VSM measurement result shows a significant enhancement of RTFM.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S44613
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vici Tritella Carmida
"Nanopartikel oksida seng (ZnO) yang diberi dopan kromium (Cr) dan penambahan 10 % montmorillonite (MMT) disintesis dengan metode kopresipitasi untuk empat variasi persen atom Cr. Nanopartikel dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Energy Dispersive X-Ray (EDX), Fourier Transform Infrared (FTIR), UV-Visible Diffuse Reflectance (UV-Vis) dan Electronic Spin Resonance (ESR). Pengujian aktivitas fotokatalitik dilakukan menggunakan model polutan methylene blue dengan paparan sinar UV. Penambahan montmorillonite dan dopan Cr pada ZnO dapat meningkatkan degradasi methylene blue dengan Cr doped ZnO/MMT 10 at.% menunjukkan degradasi maksimum dengan kondisi optimum dosis fotokatalis 0.7 g/L dan konsenstrasi larutan 20 mg/L. Spesies dominan pada aktivitas fotokatalitik adalah hole dan OH● berturut-turut.

Chromium (Cr) doped zinc oxide (ZnO) nanoparticles with 10% montmorillonite (MMT) addition were synthesized by co-precipitation method for four chrome atomic percentage variations. Samples were characterized by X-Ray Diffraction (XRD), Energy Dispersive X-Ray (EDX), Fourier Transform Infrared (FTIR), UV-Visible Diffuse Reflectance (UV-Vis) and Electronic Spin Resonance (ESR). Photocatalytic were evaluated using methylene blue under UV light irradiation. MMT addition and Cr dopant to ZnO nanoparticles enhance methylene blue degradation with the optimum conditions are 0.7 g/L of nanoparticle and 20 mg/L of methylene blue initial concentration. Hole and OH● were identified as dominant species of photocatalytic activity."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
S60142
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Seno Aji
"Sifat ferromagnetik yang muncul pada DMS berbasis ZnO dengan Tc di atas suhu kamar memiliki prospek yang baik untuk aplikasi spintronik. Oleh karena itu, diperlukan model yang dapat memprediksi dengan akurat sifat-sifat fisis material tersebut. Model yang digunakan pada penelitian ini mengasumsikan bahwa atom-atom impuritas (atom Mn) yang diberikan pada sistem ZnO membentuk momen magnetik lokal. Sifat magnetik muncul karena adanya magnetic exchange interaction antara spin elektron bebas dan momen magnetik lokal atom-atom impuritas tersebut.
Hamiltonian model yang digunakan terdiri atas suku kinetik yang berasal dari pendekatan k.p 8 band dan suku interaksi magnetik antara spin elektron bebas dan momen magnetik lokal. Model ini diselesaikan dengan metode Dynamical Mean Field Theory (DMFT). Perhitungan dilakukan dengan memberi variasi terhadap kopling Hund JH sebesar 1 eV, 2 eV, dan 3 eV, variasi konsentrasi ion dopan x sebesar 2 %, 5 %, 7 %, dan 10 % untuk masing-masing JH serta variasi temperatur T untuk masing-masing konsentrasi. Hasil perhitungan menunjukkan munculnya impurity band pada kurva densitas keadaan (DOS) yang disebabkan oleh interaksi magnetik antara spin atom-atom impuritas dan spin elektron bebas yang menempati pita valensi. Nilai Tc tertinggi yang diperoleh menggunakan model ini yaitu sekitar 442 K dengan konsentrasi hole sebesar 1:71020 cm3.

Ferromagnetic properties that appear in ZnO-based DMS with Tc above room temperature are promising for spintronics applications. To make accurate predictions on other important physical properties, a good model for these materials is needed. The model used in this study assumes that impurity atoms (Mn atoms) doped in the ZnO system form local magnetic moments. The magnetic properties in this model arise due to magnetic exchange interaction between spins of electrons and local magnetic moments of the impurity atoms.
The model Hamiltonian consists of a kinetic term derived from k.p 8-band approximation and the magnetic exchange interaction term arising from the magnetic interactions between spins of electrons and local magnetic moments. The model is solved using Dynamical Mean Field Theory (DMFT) method. In this calculations, we use the following parameter values: Hund's coupling JH about 1 eV, 2 eV, and 3 eV, concentration of ion dopant x about 2%, 5%, 7 %, and 10 % for each JH, with variation of temperature for each concentration. The impurity bands appear in our density of states (DOS) calculations due to the magnetic interaction between spins of the Mn atoms and spins of the electrons occupying the valence bands. The highest Tc obtained using this model is about 442 K with the hole concentration of 1:71020 cm3.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S47599
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mergoramadhayenty M,
"Nanopartikel ZnO didop Cu telah berhasil disintesis dengan teknik kopresipitasi. Karakterisasi komposisi, struktur, optik dan magnetik dilakukan dengan Spektroskopi Energy Dispersive X-Ray, X-Ray Diffraction, Fourier Transform Infrared, Uv-Visible, Electron Spin Resonance dan Vibrating Sample Magnetometer. Nanopartikel yang dihasilkan merupakan polikristal berstruktur heksagonal wurzite dengan derajat kristalisasi yang tinggi dan memiliki ukuran kristal 10-12 nm. Untuk persen Cu di atas 11 % terdapat fase kedua CuO yang menunjukkan batas kelarutan Cu dalam kisi ZnO. Kehadiran Cu pada kisi ZnO sebagai substitusi Zn sampai persen atom Cu 11% ditunjukkan dengan peningkatan nilai parameter kisi dan pergeseran posisi puncak-puncak difraksi ke harga 2θ yang lebih kecil karena perbedaan radius ion Cu dengan ion Zn. Kehadiran Cu cenderung mengurangi lebar gap optik yang berhubungan dengan level 3d dari Cu.
Hasil inframerah menunjukkan keberadaan hidrogen yang mungkin hadir dalam posisi interstitial dalam konfigurasi antibonding atau substitusional. Nanopartikel menunjukkan karakteristik feromagnetik lemah pada temperatur ruang. Ketidakhadiran fase kedua yang terkait dengan presipitasi yang bersifat magnetik menunjukkan karakteristik feromagnetik intrinsik. Kecenderungan berkurangnya karakteristik feromagnetik dengan peningkatan persen atom Cu bersesuaian dengan hasil pengukuran ESR.

Cu doped ZnO nanoparticles have been successfully synthesized by coprecipitation technique. The composition, structural, optical and magnetic characterizations were performed by Energy Dispersive X-Ray, X-Ray Diffraction, Fourier Transform Infrared, UV-Visible, Electron Spin Resonance and Vibrating Sample Magnetometer. The results confirmed that nanoparticles are polycrystalline with hexagonal wurzite structure having a high degree of crystallization and a crystal size of 10-12 nm. For Cu over 11 % at., the X-ray diffraction pattern possessed CuO secondary phase which shows the solubility limit of Cu in the ZnO lattice. Up to 11 % at. Cu, the presence of Cu in the ZnO lattice as Zn substitution indicated by an increase in lattice parameter values and shifting the position of diffraction peaks to smaller 2θ due to difference of ionic radii of Cu and Zn. The presence of Cu tends to reduce the width of the optical gap associated with the 3d levels of Cu.
Infrared results showed the presence of hydrogen that may be present in interstitial positions in the antibonding configuration or substitusional positions. Nanoparticles showed weak ferromagnetic characteristics at room temperature. The absence of secondary phase related to magnetic precipitate shown intrinsic ferromagnetic behaviour. The tendency of decreasing ferromagnetic characteristics with increasing atomic percent of Cu are suitable to the results of ESR measurements.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S42360
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Adriani
"Nanopartikel ZnO:Fe/SDS dengan empat variasi konsentrasi Fe telah disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Struktur dan sifat optis dari nanopartikel dikarakterisasi menggunakan Energy Dispersive X-Ray (EDX), X-Ray Difraction (XRD), Electron Spin Resonance (ESR), Field Emision - Scanning Electron Microscope (FESEM), Fourier Transform-Infrared (FTIR), dan spektroskopi UV-Vis. Aktivitas fotokatalitik nanopartikel diuji melalui degradasi Methyl Orange (MO) dan Methylene Blue (MB) di bawah sinar UV. Nanopartikel yang diperoleh memiliki fase tunggal dengan struktur heksagonal wurtzite. Untuk konsentrasi dopan 11 at. % terdapat fase tambahan berupa ZnFe2O4 yang menunjukkan batas solubilitas Fe dalam menggantikan Zn pada kisi ZnO. Aktivitas fotokatalitik mengalami peningkatan saat konsentrasi Fe meningkat berkaitan dengan terbentuknya trapping site di gap nanopartikel. Nanopartikel ZnO:Fe/SDS menunjukkan aktivitas fotokatalitik yang lebih tinggi dalam mendegradasi MB dibandingkan MO berkaitan dengan interaksi elektrostatik antara SDS dan dyes.

ZnO:Fe/SDS nanoparticles with four varies of Fe concentration were prepared by coprecipitation methods. Structural and optical properties of nanoparticles were characterized using Energy Dispersive X-Ray (EDX), X-Ray Difraction (XRD), Electron Spin Resonance (ESR), Field Emision - Scanning Electron Microscope (FE-SEM), Fourier Transform-Infrared (FTIR), and UV-Vis Spectroscopy. The photocatalytic activity were evaluated by observing the photodegradation of Methyl Orange (MO) and Methylene Blue (MB) under UV light irradiation. The nanoparticles had single phases with hexagonal wurtzite structure. Sample ZnO:Fe/SDS 11 at. % showed the secondary phase of ZnFe2O4 which shown the solubility limit of Fe subtituted Zn in ZnO system. The photocatalytic of nanoparticles increased as the Fe doping concentration increased due to forming trapping site in band gap. ZnO:Fe/SDS nanoparticles showed higher photocatalytic activity in photodegradation of MB than MO due to electrostatic forced between SDS and dyes."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S57419
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>